
Di rumah mewah milik Erwin.
Braakkk...
Tubuh wanita suruhan Jessie dibanting ke meja ruang interogasi hingga meja kayu itu hancur, cara ini sangatlah efektif membangunkan orang yang sedang pingsan bagi ketiga pria itu.
Namun bukan tangan mereka bertiga yang melakukannya, ada algojo kesayangan Erwin yaitu orang yang mempunyai fisik berbadan tinggi, besar, botak dan memiliki warna kulit yang hitam, yang semakin menambah kesan menyeramkan untuk menjadi seorang malaikat pencabut nyawa.
Wanita yang bernasib malang itu tangan dan kakinya dalam keadaan terikat ketika dia pingsan setelah diseret Erwin masuk mobil, ruang geraknya yang terbatas membuatnya hanya bisa menangis dan merintih kesakitan.
"Diam!!!" teriak Erwin yang kemarahannya belum sedikit pun mencair.
Sontak membuat wanita itu menahan Isak tangisnya, dia memandang tiga lelaki itu dengan badan yang gemetar ketakutan.
"Hei, wanita gila!! atas dasar apa kauberbicara seperti itu pada Azkia," ujar Arnold yang juga berapi-api.
wanita itu menampilkan ekspresi bingung, lalu ia mengatakan, "Azkia?! siapa Azkia? ooh ... wanita perebut suamiku tadi." Lalu wanita itu tertawa lantang, "Hahaha ... dia memang pantas diperlakukan seperti itu akibat kelakuannya." Masih dengan tertawa yang membuat ketiga lelaki itu saling pandang.
"Sepertinya dia tidak waras," ujar Roy.
Erwin dan Arnold mengangguk setuju, Arnold yang ingin memastikan dia bertanya lagi,
"Katakan dengan jujur kausuruhan siapa?! atau aku akan menghabisi nyawamu sekarang juga," ujar Arnold yang sudah siap mengarahkan senjata api yang dipegangnya.
Namun bukannya menjawab, wanita itu malah tertawa terbahak-bahak, lalu kemudian mengatakan, " Suamiku ... hu ... hu ... suamiku ... kembalilah padaku ...." ujarnya tanpa dibuat-buat.
"B****sek, dia memang gila," ujar Arnold."
Erwin yang belum percaya sepenuhnya mengarahkan pedang kesayangannya ke leher bagian tengah wanita itu, bukan hanya menempelkan namun benda itu sudah menusuk kulitnya hingga darah segar telah mengalir.
"Cepat katakan, atau pedang ini akan menembus lehermu," ujarnya dingin.
Sang wanita yang ketakutan, semakin menjerit histeris memanggil suaminya, "Suamiku ... tolong aku ... aku mau dibunuh orang suruhan selingkuhanmu ...." ucapnya berulang-ulang.
Roy yang baru saja menerima panggilan telepon berbicara, "CK, sial. Dia memang benar orang tidak waras," umpatnya.
Lalu semua bukti masuk satu persatu di ponsel Roy, Dia tersenyum sinis lalu melemparkan ponselnya ke arah Arnold yang ditangkap gelagapan oleh Arnold.
__ADS_1
"Bukalah! memang kekasihmu lah penyebabnya." Arnold yang bingung langsung saja dengan cepat membukanya, dia terkejut bukan main. Sial, kenapa aku yang selalu menyebabkan masalah. Ujar Arnold dalam hati.
"Hei, dia hanya kekasih bohonganku," ujar Arnold tidak terima sambil mengembalikan ponsel milik Roy.
"Tetap saja bodoh, akhirnya kaulah juga yang selalu menyebabkan masalah," timpal Erwin.
"Baiklah, aku minta maaf untuk ini. Tapi kenapa Jessie melakukan ini, dia sangat berbeda dari wanita lainnya," ujar Arnold bingung.
"Maksudmu?" tanya Erwin dan Roy kompak.
"Nanti saja aku ceritakan, karena ceritanya cukup panjang. Lalu kita apakan wanita gila ini."
"Biarkan saja dulu, tuan muda yang ingin memberikan hukumannya sendiri," ujar Roy sambil berlalu, dia sudah lelah dan ingin cepat istirahat.
Sedangkan Erwin dan Arnold mengikutinya tanpa bertanya, sepertinya mereka juga sudah sangat lelah.
Mereka bertiga tanpa rasa bersalah sama sekali meninggalkan wanita malang itu, wanita yang sedang mengalami gangguan mental karena ditinggal suaminya berselingkuh, kepandaian Jessie yang menyuntikkan sesuatu agar wanita itu bersikap normal selama dia dibutuhkan membuat rencana Jessie berhasil.
Sedangkan Jessie sudah berada di dalam pesawat, dia akan pergi jauh dari negara itu, untuk sementara dia akan bersembunyi agar dirinya tetap aman, nanti dia akan kembali hadir dengan siasat baru lagi.
Selamanya kamu hanya akan menjadi milikku Azkia, aku tidak akan pernah peduli seberapa kuatnya Deffin, aku tidak akan pernah mundur hingga ajal menjemputku.
...****************...
Keesokan harinya.
"Sayang, kamu mau kemana?" Ketika melihat Deffin sudah rapi namun tidak memakai pakaian kerja seperti biasanya.
"Aku ada urusan sebentar, kamu di rumah saja. Nanti aku suruh bik Mur menemanimu," ujar Deffin lembut sambil mengusap belakang kepala Azkia dengan sayang.
"Tidak mau, aku ingin ikut denganmu," ujar Azkia manja. Azkia mempunyai firasat pasti masih ada hubungannya dengan kejadian semalam, lagi pula dia juga penasaran dengan wanita itu kenapa dia tiba-tiba melakukan hal itu pada dirinya.
"Kia sayang ... kamu harus turuti perintahku ini," ujar Deffin lembut namun menekankan semua kalimatnya. Dia sudah terburu-buru ingin membicarakan masalah baru ini dengan ketiga lelaki jomblo itu.
"Kakak tampanku sayang ... baik, aku akan turuti perintahmu, tapi aku juga punya aturan untuk ini." Tersenyum menyeringai.
"Apa?! jangan aneh-aneh," ujar Deffin yang suaranya beralih menjadi mode kesal.
__ADS_1
"Kamu dilarang tidur denganku, aku akan tidur di kamar tamu sampai rasa kesalku hilang," ujarnya santai lalu melanjutkan membaca buku yang dia baca tadi.
" Baiklah, kamu boleh ikut tapi harus menuruti semua perkataanku, jangan berbicara dan jangan melihat wajah tiga jomblo itu, hanya aku yang boleh kamu lihat dan kamu ajak bicara."
Azkia mengangguk setuju tapi tidak dengan hatinya, yang penting dia bisa ikut sekarang, entah mengapa dia sedang mengkhawatirkan sesuatu.
...****************...
Setelah sampai di rumah Erwin, Deffin menyuruh Azkia menunggu saja di mana pun asal tidak mengikutinya ke ruang bawah tanah.
Namun apa daya jika malah Azkia yang malah balik mengancam, terpaksa Deffin mengajaknya. Meski sudah diberi tahu bahwa ruang bawah tanah itu sangat mengerikan Azkia tetap ngotot ingin ikut, dia benar-benar merasakan ada sesuatu yang sangat membuat hatinya tidak nyaman.
Setelah melewati lorong yang membuatnya ingin muntah dan begidik ngeri namun dia harus menahannya, agar Deffin tidak mengurungkan niatnya untuk mengajaknya.
Setelah sampai di ruang tahanan wanita itu, Azkia menutup mulutnya tidak percaya melihat wanita semalam terlihat meringkuk dan keadaannya sudah sangat mengenaskan.
Sedangkan tiga jomblo itu terkejut dengan kedatangan Azkia, kompak mereka menjatuhkan alat penyiksaan yang hanya digunakan untuk menggertak saja, agar wanita itu diam tidak menangis dan memanggil suaminya lagi.
"Apa yang kalian lakukan?!" Bentak Azkia yang entah mengapa membuat empat lelaki itu menciut mendengar suara kemarahan Azkia.
"Sayang, jangan marah. Mereka sudah melakukan hal yang benar, aku datang kesini juga ingin menuntut keadilan karena apa yang sudah dilakukannya kepadamu," ujar Deffin pelan berharap Azkia mau mengerti.
"Kalian ini keterlaluan, aku hanya disiram. Dan aku juga tidak tahu motifnya dia apa, bisa jadi hanya salah paham, dan kalian teganya menghajarnya tanpa ampun," heran Azkia dengan kelakuan para pria ini.
Tiba-tiba saja wanita itu kembali memanggil suaminya, " Suamiku ... tolong aku ... selingkuhanmu jahat sekali, aku dipukuli dia ... kamu jangan selingkuh lagi, kembalilah padaku ... hu ... hu ...." tangisnya membuat Azkia menatap nyalang keempat lelaki yang sedang menundukkan kepalanya takut.
Azkia yang melihat keadaan wanita itu sudah berkesimpulan bahwa wanita ini memiliki gangguan mental, Azkia sangat tahu mana yang benar dan mana yang hanya akting.
Dengan marah yang sudah berkumpul di ubun-ubun kepalanya Azkia berkata, " Sungguh kalian para lelaki mengerikan, aku tidak sudi berbicara dengan kalian." Lalu dia melenggang pergi meninggalkan empat lelaki yang berwajah panik dan langsung mengikuti langkahnya.
Bersambung.
Maaf jika ada unsur misterinyađź¤, tapi tidak aku kasih tag misteri karena menurutku tidak rumit konfliknya, mungkin lanjutan novel ini yang menjadikan Erwin pemeran utamanya, dan pasti genrenya misteri dan mungkin akan banyak perkelahian karena Erwin hidup di dunia mafia. Semoga kalian tetap suka kelanjutan cerita ini, jangan lelah kasih semangat ya...
terima kasih 🙏 🙏
salam sayang ♥️♥️
__ADS_1