TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Mulai mengetahui.


__ADS_3

Sudah Satu bulan Azkia tidak keluar rumah sama sekali, selama dua Minggu dia menjalani masa hukuman akibat ulah nya di mall. Ada rasa penyesalan yang membuat dia merasa tidak enak meminta ijin kepada Deffin untuk keluar rumah meski masa hukuman telah habis.


Ketika Deffin bertanya waktu di mall, dia menjawab jujur tentang kabur nya ingin makan mie dan bertemu dengan orang asing yang memberikan dia mie.


Deffin hanya memperlihatkan wajah datarnya mendengar cerita Azkia, dia lalu langsung mengajak Azkia ke rumah sakit untuk cek-up, inilah yang membuat Azkia merasa menyesal, melihat wajah datar yang beralih penuh rasa kekhawatiran milik Deffin tentang kesehatan nya.


Sedangkan dia membangkang aturan yang di buat Deffin yang jelas-jelas semua demi kebaikan nya, Meski dokter tidak memberi tahu tentang penyakit nya, tapi Azkia mengerti karena cinta Deffin yang begitu besar kepadanya Deffin melakukan semua ini.


Tapi aku masih penasaran dengan penyakit ku, melihat dokter pribadiku juga memohon untuk aku mematuhi semua aturan Deffin, membuat ku yakin ada sesuatu yang di sembunyikan dari mereka, seperti nya aku harus mencari tahu semuanya.


Lamunan Azkia di buyarkan dengan pesan masuk di ponsel nya, dia yang sedang tiduran di atas ranjang dengan segera bangun dan mengambil ponsel yang di letakkan di nakas.


Kamu boleh mengabaikan semua pesan yang aku kirimkan kemarin-kemarin, tapi asal kamu tahu aku adalah orang yang dekat dengan mu di waktu kecil, termasuk Deffin dan Erwin. selama ini kamu di bohongi mereka berdua, Deffin telah memanfaatkan hilangnya ingatan mu, kita harus bertemu akan aku ceritakan semua yang terjadi di masa lalu.


Arnold kembali mengirimkan pesan kepada Azkia, ini usaha terakhir Arnold agar bisa bertemu dengan Azkia, karena selama hampir satu bulan Azkia mengabaikan pesan Arnold, tidak ada satu pesan pun atau telepon yang di respon Azkia.


Azkia langsung menjatuhkan ponsel nya karena terkejut,


"Berarti semua nya memang bukan karena kebetulan, aku harus segera mencari tahu tentang ini semua, apa yang ku rasakan selama ini ternyata benar, dan aku tidak ingin jatuh cinta kepada orang yang salah, maka dari itu aku harus segera memastikan nya."


gumam Azkia langsung bergegas turun untuk menemui Deffin yang berada di ruang kerjanya.

__ADS_1


Azkia ingin memberi tahu tentang pesan ini kepada Deffin, berharap Deffin bisa mengatakan kejujuran, dan tidak ingin terjadi kesalah pahaman ke depannya, bagaimanapun juga cinta Azkia sudah berlabuh di hati Deffin.


Azkia yang sudah membuka kecil pintu kerja itu tidak melanjutkan aksinya, karena terdengar pembicaraan serius di dalam ruangan tersebut.


"Sial!! apakah Arnold yang merencanakan semua ini, karena aku tahu dia sudah beraksi setelah pertemuan nya dengan kia di mall waktu itu."


Kompak semua terkejut mendengar nya, termasuk Azkia. Deffin memang mengetahui setelah pengawal bayangan nya memberikan secara rinci foto kejadian itu, dan ada nya tangan kanan Arnold di samping lelaki asing itu membenarkan kecurigaan nya.


"Aku membiarkan nya mengirimkan pesan kepada kia setiap hari karena kia mengabaikan nya, aku ingin lihat sampai di titik mana usaha nya, tapi tidak tahu dirinya sudah kelewatan, dia berani sekali membuat ku pergi ke luar negeri, dia pikir dengan cara itu membuat nya bisa menemui kia."


"Berarti anda akan mengurung nona selama kita pergi tuan?" Pertanyaan Roy mewakilkan semua orang.


"Lebih baik jangan tuan muda, kasihan nona selama ini dia pura-pura tetap ceria di depan tuan, padahal dia bosan setiap hari berada di rumah, biarkan saya dan Erwin yang mengawasi nya ketika nona keluar rumah." Pendapat dari bik mur membuat Deffin berpikir sejenak.


"Saya juga menyetujui saran bik mur, jika perlu kita membiarkan saja nona dan Arnold bertemu, kita sudah tahu pasti apa kemauan nya, namun biar ada alasan jelas untuk saya bisa menghabisi nya."


Ujar Erwin dengan mengepalkan tangannya.


Dia masih mengingat kejadian dulu, dia berpikir tidak tahu malu sekali Arnold masih berani ingin memiliki Azkia, dan itu semua membuat nya ingin sekali membunuh Arnold.


"Kau sudah gila, Azkia bersama mu saja sudah membuat ku menahan cemburu setengah mati, apalagi Arnold yang secara terang-terangan ingin merebut Azkia dari ku." Ucap Deffin kesal.

__ADS_1


"Anda tenang dulu tuan muda, saya setuju dengan Erwin, bagaimana pun kita harus pergi keluar negeri karena masuk dalam rencana yang Arnold buat, kita harus masih pura-pura tidak tahu tentang keberadaan nya, saya yakin nona pasti akan mengetahui mana yang benar, kata dokter pribadi nona bukankah ingatan nona hampir kembali, saya ingin nona mengingat hal manis tentang tuan muda, bukan teringat tentang tuan yang mengekang nona baik dulu maupun sekarang."


Ucap Roy yang di akhiri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Enak saja kau bilang, aku lebih baik dari yang dulu, aku membiarkan dia berteman dengan Erwin sekarang." Sarkas Deffin.


"Akhirnya anda sadar tuan, dulu anda sangat egois sekali tidak membolehkan semua anak berteman dengan nona, semua anak yang ingin berteman dengan nona anda ancam termasuk saya dan Arnold, saking posesif nya anda juga membohongi nona agar tidak berani berteman dengan anak lain." Ujar Erwin dengan senyum mengejek.


Itulah mengapa dulu Erwin dan Arnold mencuri-curi waktu untuk bisa bermain dengan Azkia, dan Azkia sangat senang ada yang mau berteman dengan nya, akibat kebohongan Deffin membuat Azkia terpengaruh hingga dia dewasa meskipun telah kehilangan ingatan, itu sebabnya dia menjadi tidak percaya diri berteman dengan orang.


Dia senang sejak Erwin mau berteman dengan nya, dia merasa menjadi manusia normal sekarang, entah mengapa dia juga merasa nyaman ketika bercerita dengan Arnold karena memang dia merasa tidak asing dengan orang itu.


"Aku kan terpaksa membohongi dia, sikap ramah dan baik hati nya membuat semakin banyak orang yang akan memanggilnya peri kecil, padahal dia adalah peri kecil ku." Ujar Deffin membela diri.


Kejujuran Deffin membuat Azkia tidak kuat mendengar lebih jauh lagi, dia langsung kembali ke kamar, dia masih ingin memastikan dengan cara nya sendiri, namun dia sudah tahu pasti bahwa Deffin, Erwin dan juga Arnold adalah tiga anak kecil yang selalu hadir di dalam mimpi nya, tapi entah di antara mereka bertiga mana yang kakak tampan nya.


Namun dia berharap jika Deffin adalah kakak tampan nya, dia berharap perasaan nya tidak akan salah, meskipun salah mungkin dia akan tetap memilih untuk hidup bersama Deffin karena kini yang telah merebut hatinya adalah Deffin.


Ibu, bukankah tidak apa jika aku mengingkari janji menikah dengan kakak tampan ku ketika dulu ibu sedang kritis, jika saja Deffin ternyata bukanlah kakak tampan ku, *apakah ibu mau memaafkan ku, maaf karena aku terlanjur mencintai Deffin....


Bersambung*.

__ADS_1


__ADS_2