TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Kesialan Berujung Manis.


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di mobil yang dikemudikan oleh Roy, perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Azkia yang sedari tadi bertanya mau kemana, tapi sama sekali tidak ada yang mau menjawabnya.


Karena perut terasa kenyang, dan perjalanan membosankan yang tidak ada percakapan sama sekali, akhirnya rasa kantuk menyerang Azkia, kepalanya hingga terantuk kaca jendela mobil, namun dia sama sekali tidak terbangun karena rasa nyaman udara di dalam mobil.


"Dasar gadis bodoh," ucap Deffin tersenyum tipis. Sambil mengarahkan kepala Azkia kepahanya lalu membenarkan posisi kaki Azkia hingga terasa nyaman. Dengan lembut dia mengelus rambut panjang itu dan sesekali mencuri ciuman mulai dari ujung kepala dan seluruh wajahnya.


Ada untungnya juga kaujadi Putri tidur, dengan senyum semakin lebar, Deffin sangat senang memandang wajah menggemaskan itu.


Sedangkan di depan Roy sesekali melirik kaca, untuk melihat kondisi kursi belakang, dia tersenyum merasa bahagia juga melihat senyum di wajah tuan mudanya. Akhirnya setelah bertahun-tahun tuan mudanya menemukan kebahagiaannya.


******


Mobil sampai di tujuan. Terlihat tempat wahana permainan yang luas dan besar, namun tidak ada satu kendaraan pun yang terparkir di area parkiran khusus pengunjung itu. Hanya ada mobil mewah milik Deffin.


"Hei bangun, mau sampai kapan kau tidur." Deffin menggoyangkan kakinya agar Azkia terbangun.


Azkia mengerjapkan matanya, bingung ini di mana, setelah tersadar dengan keadaannya sekarang, dengan cepat dia duduk dan menoleh kearah Deffin.


"Enak sekali kautidur di pahaku, senyaman itu kautidur, kaukira sedang tidur di ranjang dan pahaku kauanggap bantal," ujarnya.


"Maaf," jawab Azkia sambil menundukkan kepalanya. Salah sendiri kenapa tidak bangunkan aku dari tadi.


"Ayo cepat turun," ucap Deffin sambil membuka pintu mobil. Dengan segera Azkia membuka pintu sebelahnya. Setelah keluar dia kaget melihat pemandangan di luar, matanya berbinar, sudah lama dia tidak datang ke taman bermain. sudah tersusun wahana dan game apa yang akan dimainkan-nya, bahkan komedi putar yang berbentuk kuda-kudaan itu menjadi list pertama.


Setelah masuk baru Azkia tersadar bahwa di dalam tidak ada satu pengunjung pun kecuali mereka bertiga, hanya terlihat petugas yang berada di posisi masing-masing.


Kok sepi, apa jangan-jangan tiket di sini mahal, sayang sekali tempat besar dan sebagus ini jadi bangkrut. Monolognya.


*****


Setelah beberapa jam kemudian.


"Huek ... huek ...." Azkia muntah untuk beberapa kalinya.


"Hahaha." Sedangkan Deffin yang melihat tertawa tanpa merasa berdosa, namun tangannya terkadang mengurut belakang leher Azkia.


Sialan kau, dasar gila!!! Sesenang itu melihatku menderita, awas kaulain kali akan kubalas perbuatanmu ini. Geram hati Azkia.


Dengan lemas Azkia bangkit dari posisi jongkoknya. Namun dia langsung berteriak kaget karena tiba-tiba tubuhnya terasa melayang, karena ulah Deffin yang menggendongnya ala bridal style.


"Mau coba wahana lain, sekarang kubiarkan kau yang memilih, aku sudah puas bermain wahana kesukaanku," ucapnya dengan senyum menyebalkan.

__ADS_1


Azkia hanya menggeleng dan melirik tajam. Hanya untuk berbicara saja dia sudah tidak sanggup. Tapi di dalam hatinya dia masih sangat kuat untuk memaki.


Azkia sudah sangat kapok menaiki beberapa wahana menegangkan tadi, mulai dari roller coaster, kora kora, dan yang lainnya.


Deffin menggendongnya dan memasukkan ke dalam mobil dengan hati-hati. Tidak lama mobil sudah melaju membelah jalanan, secepat itu pula Azkia yang sangat lemas tertidur.


Dan kejadian berangkat tadi terulang lagi, sampai akhirnya mobil berhenti di depan pintu masuk hotel, langsung saja Deffin keluar dengan menggendong tubuh Azkia, menaiki lift menuju kamar pribadinya di hotel itu.


Setelah cukup lama Azkia tidur, Deffin membangunkannya.


"Hei, ayo bangun, cepat lakukan tugas barumu." Dengan alis yang di naik turunkan.


Dengan malas Azkia bangun, sudah tidak kaget lagi di mana keberadaannya, sikap Deffin yang seenaknya sendiri sudah tidak lagi mengejutkannya.


Setelah selesai mempersiapkan air di bathtub, Azkia kaget ketika membalikkan badannya,


Deffin yang berada di belakangnya sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Astaga!!! dasar gila, apa yang kau lakukan, meskipun aku akan memandikanmu kautidak perlu melepaskan boxermu juga. tapi....


Azkia sedikit terpesona melihat tubuh kekar suaminya, lengan berotot, kulit yang putih bersih , dada bidang dan perut kotak kotak itu,


Dengan cepat Azkia menggelengkan kepalanya, Apa yang baru saja kupikirkan.


"Sudah puas melihatnya, atau kaumau mencobanya disini," ucap Deffin dengan suara beratnya, dia sedang menggoda Azkia yang pipinya sudah memerah hingga telinganya.


Azkia membelalakkan matanya mendengar bisikan Deffin. Dia sangat terkejut hingga tidak menyadari Deffin sudah berendam di dalam bathtub.


"Kau ingin aku masuk angin, sampai kapan kau akan berdiri di situ. Cepat mandikan aku!" perintah Deffin membuyarkan keterkejutan Azkia.


Azkia menarik nafas pelan ketika tangan nya mulai menggosok punggung suaminya,


hari ini aku benar-benar sial. Ucap hatinya.


Sedangkan Deffin memejamkan matanya, menikmati perlakuan lembut Azkia.


Sabar junior tidak lama lagi kauakan menikmati bagianmu. Dia berpikir keras bagaimana cara untuk menghilangkan kutukan itu.


Karena kelakuan kakek dan ayah, aku yang harus menerima getahnya, sial. Lanjut hatinya.


*******

__ADS_1


Setelah mereka selesai dengan penampilan nya, kini mereka bertiga menaiki mobil menuju restoran tempat bertemu dengan kolega Deffin.


Terlihat di tempat VVIP itu sudah ada dua orang pria paruh baya duduk menunggu kedatangan Deffin. Sudah ada makanan menu seafood tersedia di atas meja.


Mereka berlima sudah duduk dengan tenang.


"Maaf Tuan, bisakah menunya diganti saja, biar saya saja yang bayar semua tagihan."


Ucapan Deffin membuat dua orang itu terkejut, biasanya tidak ada masalah jika makan bersama Tuan Deffin dengan menu ini, apalagi restoran ini terkenal dengan seafoodnya yang enak.


"Apa ada masalah dengan menunya Tuan?"


tanya salah satu koleganya.


"Oh tidak, hanya saja istri saya tidak menyukai seafood, kalau ikan air tawar dia suka, saya hanya kurang nyaman jika melihat apa yang tidak di sukai istri saya terlihat di depan matanya," ucap Deffin sopan.


"Oh begitu ... Anda sangat mencintai istri anda rupanya, beruntung beliau memiliki suami seperti anda," puji kolega satunya lagi. "Baik tidak masalah, ganti saja dengan menu kesukaan istri anda," lanjutnya tulus.


Azkia hanya diam tidak mengerti bahasa yang di ucapkan suami dan koleganya itu, sampai para waiters mengganti semua menu di meja dengan menu kesukaannya. Dia malah dengan senang hati akan menyantapnya.


******


Setelah selesai kini mereka dalam perjalanan menuju pulang ke rumah.


Kenapa setiap habis makan aku mudah sekali mengantuk, dan tidurku benar-benar seperti orang mati, aku merasa sangat nyaman berbeda dengan dulu. Heran Azkia.


Dan benar saja dia langsung terlelap, dan lagi-lagi Deffin dengan sabarnya memperlakukan Azkia seperti tadi.


Sesampainya di rumah Deffin menggendong Azkia sampai di kamar, setelah membaringkan tubuh Azkia dan menyelimutinya, dia lalu menyusul merebahkan tubuhnya di samping Azkia. Memeluk erat sambil bergumam di dalam hatinya.


Tidurlah yang nyenyak, siapkan dirimu untuk esok hari, mungkin kau akan merasa sedikit kesal, namun yang pasti mungkin esok adalah hari yang paling membahagiakan untukmu. Selamat tidur istri tercantikku, semoga mimpi indah. Ucapan Deffin di akhiri dengan mengecup kening Azkia mesra.


Selamat malam juga semua nya👋👋


persiapkan diri buat besok juga ya....


aku tunggu like dan komen nya, menurut kalian novel ini bagus atau tidak, agar aku bisa mengarahkan kemana membawa akhir kisah novel ini. jangan pelit pelit tunjukkan diri kalian, agar aku tidak mengira angka view itu hantu 👻 yang baca🤣🤣🤣✌️✌️✌️


salam sayang dari tuan muda Deffin 😘😘


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2