
Setelah makan siang penuh cinta antara Deffin dan Azkia, mereka berdua keluar dari kamar untuk makan siang sesungguhnya, kalau bukan karena Azkia pura-pura mau pingsan mungkin mereka akan melewatkan menu makan siang sebenarnya.
Deffin yang belum sepenuhnya lega dengan masalah kemarin, melakukan hal yang membuat para jomblo di antara mereka benar-benar merasa jengah. Bagaimana tidak, mereka terpaksa menginap di rumah Deffin karena dia ingin membahas masalah kemarin, terutama tentang Jessie yang meninggalkan mereka dengan penuh misteri.
Deffin bilang setelah bangun tidur pagi, dia akan menemui mereka berempat, namun nyatanya mereka baru turun setengah jam setelah jam makan siang.
Para jomblo semakin jengah melihat kemesraan yang dipamerkan mereka berdua, lebih tepatnya perintah konyol Deffin. Azkia diminta menyuapi Deffin dengan duduk di atas pangkuannya, di dalam hati mereka kompak menggerutu sudah jam makan siang mereka terlambat, dan kini mereka harus menyaksikan adegan pasangan dimabuk asmara yang tidak pernah melihat situasi dan tempat dimana mereka berada.
Azkia tersenyum kikuk, dia sangat malu. Azkia terpaksa mengikuti perintah Deffin karena harus membayar satu ronde yang digagalkan Azkia karena pura-pura mau pingsan, jika tidak menuruti perintah Deffin maka dia akan dikurung di rumah.
Arnold yang sedikit cemburu melihat mereka berdua, mengalihkan perhatiannya dengan memilih bertanya kepada Erwin, tentu saja dengan berbisik, dia tidak mau jika sampai ada piring yang melayang ke arahnya, teringat kejadian dulu ketika membicarakan Deffin di belakangnya, apapun benda yang berada di depan Deffin pasti dilempar dan mendarat sempurna di kepala Arnold.
"Erwin, kamu juga melihat hal seperti ini setiap hari?"
"Menurutmu," sahut Erwin singkat.
"Wah ... hebat sekali dirimu ya, bisa menahan rasa cemburu, tak kukira meski kamu seorang psikopat tapi kamu orang yang sabar jika menyangkut cinta."
Erwin meletakkan sendoknya lalu melirik tajam Arnold, bisa-bisanya membahas hal yang sangat sensitif baginya di meja makan, menghilangkan nafsu makan saja, pikirnya.
Arnold yang dilirik dengan tatapan aura membunuh langsung merinding, segera mengatupkan kedua tangannya dan berkata, "Ampun, Bos," ujarnya dengan meringis.
Jika cara Arnold untuk mengalihkan perhatian dengan mengganggu Erwin, maka berbeda dengan kedua jomblo lainnya, mereka berdua seperti anak yang baru jatuh cinta untuk pertama kalinya, saling mencuri pandang, jika tatapan mereka bertemu, Roy langsung memasang wajah datar, sedangkan Elma memasang wajah sinisnya, namun di dalam hati mereka ada rasa malu yang tidak terkira.
Setelah menyelesaikan makan siang, mereka berkumpul di ruang tengah, pembahasan mereka dimulai dari Deffin yang menanyakannya kenapa Azkia mau menandatangani surat cerai itu, apakah memang Azkia mempunyai pikiran ingin berpisah.
"Sayang, kamu itu harus mengurangi pikiran negatifmu pada orang lain, jika saja kamu tidak berpikiran buruk tentang Elma, dan malam itu kamu mau bertemu dengannya, pasti kita keluar dari masalah itu lebih mudah, dan wajah tampanmu ini tidak perlu terluka," ujar Azkia sambil menyentuh bekas pukulan kemarin.
"Huh, memang apa yang dia katakan," sahut Deffin malas.
__ADS_1
"Elma memberi tahuku semua rencana Daniel, dan tentang surat cerai itu, itu hanya surat palsu, Elma harus mengeluarkan uang tabungan yang cukup besar untuk membuat surat palsu itu demi kelanggengan hubungan kita. Jika saja kamu mau tanda tangan sesuai permintaanku, pasti Daniel langsung melepaskan kalian, kalian bisa langsung melumpuhkan mereka dengan mudah tanpa ada nyawa yang melayang," ujar Azkia dengan pelan.
"Hei, meskipun itu hanya surat palsu aku tidak sudi mau tanda tangan! lagi pula lebih bagus akhir yang kemarin, si b******k itu tidak bisa mengganggu hubungan kita lagi," balas Deffin.
Azkia dan Elma hanya bisa menghela napas pasrah, mereka tidak akan menang jika meneruskan perdebatan masalah kemarin.
Erwin yang teringat tentang Jessie, segera bertanya kepada Elma.
"Apa kamu mengenal Jessie?"
"Tidak, aku hanya tahu dia sahabat Bianca, aku rasa Bianca mendapatkan senjata itu dari Jessie, aku mengingat gelagat aneh Bianca sebelum hari kejadian, aku sempat memergoki mereka bertemu."
"Jadi apa motifnya?" tanya Arnold kepada semua orang.
"Aku kira ada sesuatu yang dia sembunyikan, dia sepertinya tidak menginginkan nyawa kita terutama aku, aku melihat sorot matanya yang
"Wajah siapa yang kamu ingat dari Jessie, lelaki atau perempuan?!" tanya Deffin sambil menggoyangkan bahu Azkia, Deffin kesal Azkia mengingat wajah orang lain meski itu hanya abu-abu. Bukan tanpa alasan, dia jadi teringat ketika wajah Azkia pias waktu bertemu Daniel lagi setelah sekian lama, Azkia seperti bertemu dengan mantan terindahnya, karena Deffin ingat jelas wajah Azkia waktu bertemu Mark, dan itu sangat berbeda sekali.
Azkia yang bingung kenapa Deffin bertanya seperti orang panik, dengan segera menjawab, "Aku juga lupa dia mirip dengan siapa sayang, kenapa reaksimu seperti itu. Oh ya, dia kan kekasihnya Arnold, mungkin Arnold tahu."
"Ck, dia hanya kekasih pura-pura ku, mana aku tahu tentang dia, kalau bukan karena wajah dan bodynya, aku tidak mau memilihnya untuk menjadi pacar pura-pura ku," sahut Arnold.
"Wah ... ternyata kamu sangat pemilih tentang fisik, tapi sebenarnya suatu keberkahan buatmu jika sampai menjalin hubungan dengannya, dia sepertinya bukan wanita sembarangan, dan yang jelas dia terlalu hebat untuk ditaklukkan dengan lelaki bodoh sepertimu," ejek Roy.
"Hei, jaga bicaramu! huh, mentang-mentang kamu sudah mempunyai kekasih, bisa-bisanya mengejekku," sungut Arnold.
"Sekretaris Roy sudah punya kekasih? siapa dia?" tanya Azkia penasaran.
"Hei, jangan sebarkan gosip yang tidak-tidak," Roy gusar, mungkinkah Arnold mengetahui malam itu, pikirnya.
__ADS_1
"Siapa yang bergosip, aku mengetahui kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri, kamu mencium-."
Buugh...
Bukan Roy yang memukul Arnold, tapi Elma yang meninju perut Arnold sambil mengancam, "Jika kamu melanjutkan perkataanmu yang tidak berfaedah ini, akan kubuat kamu tidak bisa berbicara seumur hidup."
Setelah mengatakan itu Elma kembali ke tempat duduknya semula, tempat duduknya memang tidak jauh dari Arnold, melihat tatapan heran yang lainnya Elma berbicara dengan santai, "Jangan berpikir macam-macam, cepat kita selesaikan pembicaraan ini, aku ingin segera mencari tempat tinggal yang baru.
Arnold yang masih meringis kesakitan menggerutu, "Aduh ... kenapa wanita jaman sekarang sangat berbahaya, salah sedikit saja main kekerasan, hanya Azkia wanita yang lembut," puji Arnold mengingat sikap Azkia.
Deffin yang tidak terima langsung melemparkan bantal sofa ke wajah Arnold.
"Berani sekali kamu memuji Kia di depanku, hanya pujian dariku yang boleh didengarnya." sungut Deffin.
Jika sang tuan muda posesif sudah berbicara tentang miliknya, semua hanya bisa menghela napas, mengalah lebih baik daripada kehilangan mulut, itulah cara memperpanjang umurmu di dekat tuan muda Deffin.
Namun ketegangan itu segera mencair setelah Azkia mengatakan, "Sayang ... jangan berlebihan, nanti mereka bosan melihat caramu mencintaiku. Dan sepertinya akan ada yang melepas status lajang sebentar lagi ...." ujar Azkia yang melihat Roy dan Elma bergantian.
Bersambung.
Aku juga berpikir sama dengan Azkia, takut kalian bosan dengan sikap posesif Deffin, nanti ada yang bilang Deffin lebay😢
kan kasihan Deffin ku, eh Deffin nya Azkia maksudnya 🤭
Terus berikan dukungan ya...
yang belum pernah kasih vote dan hadiah boleh dicoba ya... biar para pemain Tuan Muda Posesif semangat untuk menghibur kalian...
salam sayang ♥️♥️
__ADS_1