Tuti Malas Sekolah

Tuti Malas Sekolah
22. Diam Tak Berkutik


__ADS_3

Hari ini pas pelajarannya Buk Lasmine. Ia tak seperti biasanya, yang memberikan hafalan dan ribuan catatan yang di tulis diatas buku kami lagi untuk sementara waktu. Ia hanya masuk dan mengabsen, lalu menerangkan pelajaran yang ia ajarkan, itupun ga sampai habis. Biasanya panjang kali lebar ia terangkan. Entah kenapa aku yang dipojokkan selalu di caci makinya kini suara itu tak terdengar sayup telingaku yang tajam pendengaran nya ini. Tapi mukanya tampak lesu dan hanya melihat sekali, dua kali, sekilas lagi padaku. Hanya itu saja dan dia tak membahas apa-apa. Dalam hatiku "Syukurlah ga ada apa-apa lagi. Males juga tiap hari di amuk entah apa salahku selama ini heran juga." Lirih hatiku gumam.


Menjelang istirahat..


"Eh Yanti!"


"Iya?"


"Tuh Buk Lasmine tumben ga ada ngasih hafalan, tugas atau apapun itu yang biasa nya ia buat drama dadakan di kelas?" Aku mengangguk, heran dan campur aduk.


"Eum.. kurang tau sih. Mungkin lagi baik aja mood nya." Dia menyangkal dan pergi ke kantin.


Aku pun ke kantin bareng Ningsih. Disitu kami membeli jajanan kemasan. Aku, Ningsih dan Yanti tidak berada lama di kantin itu. Kami segera masuk kekelas. Karena malas dikantin itu yang sesak akan anak TK dan Paud.


"Kelas aja yok." Ningsih menatapku.


"Yuk, yuk Yan..?" Aku menepis pundaknya.


"Ihh yok, sumpek disini banyak kali orang."


Kami pun kekelas. Muka Buk Lasmine tampak lesu dan pucat. Tiba-tiba kami dipulangkan ga ada angin ga ada hujan. Padahal biasanya pasti dia paling lama pulang nya, ini tidak. Dia pulang keadaan murung dan tampang tak perduli, acuh tak acuh, dan campur aduk di raut wajahnya. Aku yang tak perduli pulang dengan senang hati, karena tak ada dimarahi, di maki ataupun di-di-di lainnya yang setiap hari membuatku enek dan muntah.


"Ehh Mak!" Aku masuk tanpa mengucap salam ataupun permisi.


"Kau ini kebiasaan Ti!" Mamak kesal, dan menatapku.

__ADS_1


"Ehe iya, assalamualaikum Mak." Aku menyalim Mamakku.


"Heem, walaikumsalam." Nada Mamak datar dan ketus.


"Tau ga mak?"


"Apa tuh?"


"kan kemarin aku marah sama Buk Lasmine sebab dia aku pas main masak-masak malah di marah-marahi nya padahal bukan main di halaman dia. Udah gitu nyalah-nyalahin aku. Padahal aku ga sama sekali. Tapi pas pagi aku liat dia mukanya murung, ga berekspresi. Udah gitu cepet pulang lagi."


"Ihh iya ya, baru sadar juga Mamak. Tapi Tut, ada apa sama Buk Lasmine mu itu?" Mamak menatapku serius dan menganggukkan kepalanya.


Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal itu "Entah mak, aku juga heran." Aku pergi sambil berlari kecil segera mengganti bajuku.


.........


"Ehh tau ga?" Yanti menggoyang-goyangkan badanku.


"Iya, iya apa Yan?" Aku kesal sedikit


"Itu Buk Lasmine, bapaknya me.."


"Ehh bapak-bapak!" Isa menunjuk-nunjuk sambil mengambil posisi tempat duduknya.


Tok-Tok-Tok, ceklek.. "Assalamualaikum." Pak Sahya masuk dan seperti nya ada pengumuman.

__ADS_1


"Walaikumsalam, ada apa pak?" Salah satu temanku menanyakan.


"Begini, langsung saja masuk ke topik. Di beritahukan innalilahi wa innalilahi rojiun, di kabarkan nya berita duka bahwasanya berita ini atas nama Hadi Rudyatmo bapaknya Buk Lasmine sebagai guru pengajar disini. Berdirinya bapak disini ingin meminta sumbangan seikhlas hati. Berapapun itu mau atau tidak mau yang lagi tidak ada uangnya juga tidak di paksakan, Dan bapak mulai sekarang. " Pak Sahya mulai mengitari kami untuk meminta uang dana sumbangan seikhlas hati tadi.


Kawan-kawan ku memberikan sumbangan dari dua ribu rupiah hingga lima ribu rupiah paling banyak, tapi hanya aku dan si Isa saja yang tidak. Kalo Isa uangnya dah habis buat bayar uang kas sedangkan aku memang malas aja. Toh yang meninggalkan bapaknya. Ya terserah ku aja dong. Aku ngeles bilang ga ada duit sama teman-teman ku karena dah pas-pasan jajan. Padahal mah masih ada kalo di pinta turuti. Sebenernya aku juga malas sama Buk Lasmine itu jadi aku ga mau memberikan sedikit uang untuk sumbangan itu.


"Alhamdulillah terkumpul dari kelas ini ada empat puluh tujuh ribu rupiah. Apa yang diamalkan semoga bermanfaat bagi Buk Lasmine maupun bagi kalian. Dan semoga juga dilancarkan kalian dalam berbagai urusan. Amiin..."


"Amiin, makasih Pak!"


"Iya-iya nak makasih." Sambil Pak Sahya keluar dari kelas kami.


Kami jelas pulang cepat karena menunggu kabar yang tak pasti. Setelah itu ada kulihat pas aku main tempat Ningsih, tepat di depan rumahnya, ada kain putih dan banyak orang disana. Aku tak begitu menghiraukan nya dan bermain sesuka hatiku.


.........


"Ning, itu bapaknya Buk Lasmine ya?"


"Iya, kenapa Ti?"


"Gak apa-apa kok, cuma nanya aja" Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal.


Kami pun menyambung mainku tadi.


(BERSAMBUNG...)

__ADS_1


__ADS_2