Tuti Malas Sekolah

Tuti Malas Sekolah
31. Ia Telah Datang


__ADS_3

Setelah Ujian di semester kemarin, kini diberi ujian selama 3 minggu lamanya. Memang lumayan lama. Tapi Bapak mengabari kami jikalau dia mau pulang tapi akhir bulan dua belas nanti. Dan Nenek mengabari ku mau ke rumahku. Aku senang, akhirnya Nenek ke rumahku juga. Dah lama aku tak berjumpa dengan Nenek sehabis kabar duka waktu lalu. Nenek mengabari ku dan katanya ia masih si Bagan Sinembah. Ya aku padahal tadi mau bermain-main tempat Ningsih, tapi niatku tadi aku urungkan. Sebab, Nenek mau berkunjung lama dirumah ku. Lalu ku dapat panggilan telepon dari nenek.


( Ting-ting-nung-nung ) Suara di telepon genggam ku berbunyi.



Kuangkat telepon, ku letakan di dekat telinga "Halo Nek?"


"Halo cucu Nenek, ini Nenek sebentar lagi mau sampai. Nanti jemput Nenek ya, Nenek soalnya kurang tau daerah sini." Nenek menyapaku, dan terbata-bata nada bicaranya.


"Iya Nek! Tuti tunggu ya!" Semangatku dan tak sabar dengan kehadiran nenek.


"Yaudah ya ndok, Assalamualaikum."


Mengangguk "Hmm, ya. Walaikumsalam" Menutup telepon nya dan kegirangan.


.........


Lalu aku pun di Simpang, hendak menunggu Nenek. Selang dari satu setengah jam yang lalu. Terus aku berpapasan dengan Si Isa


"Tuti! Ngapain kau disini, panas-panasan lagi. Nanti kebakar kulitmu." Ia tertawa kecil.


"Ohh, Iya Sa. Ini lagi nunggu seseorang aku."


"Hah? Seseorang. Seseorang siapa?" Ia tertegun memberhentikan langkahnya.


"Nenekku dari kampung, dia mau datang kemari. Makanya itulah ku tunggu."


"Ohh gitu ya, duhh dah ga pake payung aku. Panas kali Ti, tahan kau ya panas-panasan, ga takut hitam kulitmu. Duluan ya aku, mau pulang. Disuruh mamakku tadi beli kecap. Da, Tuti~." Isa melambai-lambaikan tangannya.


"Iya, bye Isa!" Aku melambai balik.


Selang sepuluh menit nenek tiba dengan menaiki bus KUPD


"Duh, sampai juga. Ehh bantuin Nenek Ti nurunin barang."


"Ohh iya Nek!" Aku segera cepat menurunkan barang milik nenek. Bukan main barangnya banyak sekali, bahkan aku bingung cara membawa nya bagaimana.


"Nanti kau tolong panggil kan becak, soalnya barang Nenek banyak. Ga sanggup kita berdua bawanya." Nenek takut merepotkan ku.

__ADS_1


"Iya, Nek. Tunggu ku panggilkan." Aku meninggalkan nya sejenak.


Ku panggilkan tukang becak, dan kami menaikan barang ke becak. Ku tinggalkan Nenek sementara di tepi jalan seberang tuk memanggil tukang becak. Tukang becak berkata demikian


"Dimana rumahnya dek?"


"Di Gang.Mangga, ga jauh kok tiga ratus meter aja dari sini."


"Ohh Gang.Mangga itu, yaudah yok gas." Ia mengendarai becaknya itu, menancapkan gas nya.


"Ga jauh-jauh lah kau kalo ke simpang sana ya Ti." Nenek berkata.


"Iya Nek, semua-semua dekat disini. Nenek sering-sering kemari ya." Aku memeluknya melepas rindu.


"Ulu-Ulu iya-iya, emmph manjanya cucu Nenek ini." Nenek meremas pipi ku yang gembul.


.........


Aku pun tiba dirumahku. Aku membantu Nenek tuk membereskan barang-barang yang ia bawa. Mamak menyambut Nenek dengan membuatkan teh hangat rendah gula. Aku memberi Nenek biskuit untuk mengganjal perut sementara.


"Kapan sampai Mak?" Mamakku berbicara pada Nenek.


Aku menggaruk lenganku yang gatal "Hehe, iya. Baru aja dua puluh menit lalu kok."


"Hmm pantes aja lama." Mamak berderik.


"Ehh Nenek ada bawakan hadiah untukmu, lihat di depan pintu sana. Tadi lupa Nenek bawa masuk." Menunjuk kearah pintu rumah.


Aku bergegas, tak sabar ingin mengambilnya "Woah? Iya tunggu!"


Aku melihatnya sepeda yang dibawakan oleh Nenek juga oleh-oleh dari Nenek untuk kami. Aku sangat bahagia menerimanya. Karena itu sangat payah sekali membawanya, belum terlagi antar provinsi yang jauh


"Terimakasih ya Nek." Aku menyalimi Nenekku.


"Iya Tut, sama-sama." Nenek mengelus kepalaku.


Langsung saja aku coba sepeda itu di daerah sekitar. Aku sangat bahagia memakai sepeda itu. Menggantikan sepeda lamaku yang sudah usang dan belum terlagi sudah rusak-rusak. Lalu tak sengaja aku berpapasan dengan Yanti, Putri dan Ningsih di warung dekat Mesjid


"Wihh, sepeda baru nich" Yanti terpesona.

__ADS_1


"Iya tuh, pinjam lah." Ningsih menyerobot.


"Ihh aku juga!" Putri tak mau kalah.


"Ehe tau aja lah kalian, ini dari Nenekku. Barusan dia sampai. Dia.." "Ihh pinjam lah!" Yanti mencela pembicaraanku, langsung dia pinjam sepedaku entah kemana ia pergi.


"Tadi kau ngomong apa Tuti?" Putri memakan jajanannya yang penuh di mulutnya.


"Ohh tadi, ya. Dia baru sampe tadi siang ini pas setelah papasan sama Isa tadi siang. Ya jam 13:39 kurang lebih lah." Aku mengingat-ingat.


(Wuss,.. Sreeettt!!..) Suara cakram rem sepeda ku yang dipakai Yanti.


Turun dari sepeda "Nih, thanks Tuti. I seneng banget naik sepedanya. Kapan-kapan pinjam lagi ya." Yanti berjalan pulang kerumahnya.


"Woy! Tunggu!" Putri mengejar Yanti.


"Ehh yaudah ya, aku mau balik. Da Tuti!" Ningsih menyusul mereka.


"Ya." Aku melambaikan tangan sembari pergi.


.........


Aku pun kembali kerumah dengan hati gembira. Nenek datang kerumah, ditambah ia membeli kan hadiah baru untukku. Dijalan pulang ini, aku sekilas melihat Buk Lasmine. Tapi aku tidak menggubris nya dan pulang saja, toreh kearah depan, mata pandangan luas dan pulang dengan selamat.


"Darimana aja tadi kau mengendarai sepedanya Ti?" Nenek menghampiri ku.


"Dari sini-sini aja kok, ga jauh-jauh. Soalnya panas terik. Capek juga kalo jauh. Palingan besok-besok lah." Aku duduk di dekat Nenek.


"Ohh.. Ehh Ti?


Bisa pijitin bahu Nenek sebentar ga?" Nenek memegang bahunya yang pegal-pegal.


Aku meraih bahunya, memijitnya dengan ringan "Bisa."


"Nanti ganti-gantian kita, biar sama-sama enak. Kau enak Nenek pijitin, Nenek juga enak kau pijitin." Nenek negoisasi.


"Haha, iyalah Nek. Terserah Nenek aja maunya gimana. Tuti nurut aja kok." Aku tersenyum lebar dan hangat.


Aku agak lelah hari ini. Bukan karena Nenekku. Tapi karena semua hal di hari ini. Aku lelah bukan mengapa, tetapi.. lelah karena bahagia. Nenek sekian lama tak berjumpa kini berjumpa lagi. Semoga aja kita selalu ketemuan ya Nek. Oh ya, semoga Nenek panjang umur dan sehat selalu juga. Tuti sayang Nenek.

__ADS_1


(BERSAMBUNG...)


__ADS_2