
Pagi tu ibu suri keluar dari istana dan bertemu dengan seorang pemuda berjas biru disebuah tempat rahasia.
"Tolong selidiki segera. aku punya firasat besar pada anak itu."
Grace pagi itu sibuk mengurus taman kerajaan. Dia juga mengganti bunga bunga di vase dengan bunga yang lebih segar. saat melihatnya hati raja sedikit membaik.
"Rencana kita berhasil. Raja kini mengurung pangeran."
Kata seseorang dibalik tembok. Grace mendengarnya seolah dia sadar bahwa ada seseorang yang berniat jahat terhadap keluarga kerajaan. Grace lalu menuju kebalik tembok dan dia melihat banyak pelayan disana mengenakan seragam yang sama. mereka semua tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.
Aku harus cari tahu, bagaimana mungkin ada orang yang sengaja merusak kerukunan keluarga kerajaan. Pangeran Jimin juga sangat baik.
Siang itu Kinan kembali untuk makan siang dan lagi Grace sudah menyiapkan makanan khusus untuknya.
Trimakasih
ucap Kinan dalam buku notenya. Grace tersenyum lalu menuliskan sesuatu disana.
Makanlah
Setelah membaca pesan itu Kinan lalu makan dengan lahapnya. Grace sangat gembira. Dia duduk disana menunggui kinan selesai makan.
"Ini sangat enak."
"Aku akan memasak untukmu. "
"Apakah tidak merepotkanmu? "
"Tidak, aku senang melakukannya. Aku senang saat melihatmu makan dengan lahap. Seharian kau bekerja keras kau pasti butuh banyak asupan makanan."
Tulis Grace lagi dan lalu Kinan tertawa. Grace kemudian mengambil kembali notenya dan menulis sesuatu dengan sangat serius.
"Aku punya firasat ada yang sengaja mengirimkan foto pangeran pada raja dan membuat raja menjadi marah."
"Aku juga berfikir begitu. Tapi itu bukan urusan kita. Tak baik jika kita mencampurinya."
"Tapi pangeran sangat baik. Aku tidak tega kalau raja menghukumnya begitu."
"Aku juga tapi harus bagaimana? aku tidak punya kekuasaan untuk menolongnya."
"Cobalah bicara dengan raja, mungkin dia akan mendengarkanmu."
**
Malam itu Kinan meminta ijin untuk menemui pangeran dikamarnya dan raja mengijinkannya. Saat itu wajah pangeran jimin tampak kesal karna sudah seharian dia tidak bisa keluar dari sana.
"Pangeran...."
__ADS_1
"Mereka mengira aku ini apa? aku benar benar tidak tahan diperlakukan begini."
Pangeran Jimin mengeluh, Kinan lalu duduk dihadapannya mencoba berfikir sejenak.
"Bantu aku keluar dari sini."
"Pangeran.. "
" Aku sudah fikirkan lebih baik aku meninggalkan istana. Hidup diluar lebih baik. Jauh dari tekanan dan aturan."
"Pangeran jangan terbawa emosi. Raja pasti akan segera mengubah keputusannya. Yang mulia raja marah karna yang mulia sangat mengharapkan pangeran. "
"Aku tak ingin menjadi raja, aku tak terpanggil untuk itu." terang pangeran lagi
"Aku akan kabur. Aku akan meninggalkan istana bagaimana pun caranya. "
Kinan merasa bingung harus berbuat apa. Disisi lain dia prihatin pada pangeran dan disisi lain dia memikirkan sang raja. Dia bingung apakah harus memberitahu raja soal rencana pangeran untuk kabur atau tidak. sementara malam itu pangeran mulai bersiap.
Pangeran mengemasi beberapa pakaian dan juga uang tunai. Dia juga sudah meminta temannya untuk menunggunya diluar istana. Setelah semua tertidur, pangeran pun mulai bereaksi. Dia merusak plafon kamar mandinya dan naik keatas. Kemudian dia keluar di tempat lain dimana sepi dari penjaga.
Kinan belum juga tidur. Dia masih duduk didepan meja kerjanya. Pangeran melangkah perlahan dikegelapan malam namun tak terduga seekor anjing penjaga mencium baunya dan menggongongnya. Anjing jtu ribut dan membuat para penjaga curiga.
Pangeran Jimin lalu bergegas lari dan penjaga melihatnya. mereka berfikir itu adalah penyusup. Suara keributan membangunkan banyak orang termasuk Kinan dan raja. Saat Kinan keluar Grace terbangun. Dia membuka pintu dan melihat Kinan berlari kearah pintu gerbang lain.
Pangeran berlari kencang. Dia memanjat pagar dan berhasil keluar dari istana namun naasnya sebuah mobil melintas kencang dan menabrak pangeran.
"Dimana pangeran? "
Penjaga disana lalu memeriksa kamar itu dan mereka melihat plafon yang sudah dirusak.
Suara kehebohan terjadi diluar. Para penjaga mendekati tubuh yang sudah tergeletak tak berdaya dijalan dan mereka begitu terkejut saat melihat bahwa itu adalah pangeran Jimin.
" Pangeran "
Kata Grace dalam hatinya tak percaya, dia baru sampai disisi Kinan. Kinan segera memeluknya agar Grace tak melihat semuanya.
disisi lain
"Yang mulia raja... "
Segera panglima menghadap raja yang masih berada dikamar pangeran.
Selir Yana pingsan saat panglima mengabarkan kalau pangeran tertabrak mobil. Ratu Quina menjerit tak kuasa dan langsung berlari keluar. Sementara raja Adam hanya terdiam mematung didepan pintu kamar pangeran.
Grace duduk didepan kamar Kinan menunggu Kinan kembali pagi itu. Saat Kinan muncul dia tampak sangat kacau. Grace yang khawatir segera berlari mendapatinya.
"Bagaimana? "
Tanya Grace menggunakan bahasa isyarat karna rasa khawatirnya. Kinan hanya diam dan lalu duduk dikursi dengan putus asa. Grace merasa kian kacau dia mendekati Kinan dan menarik narik lengannya meminta penjelasan.
__ADS_1
Dia koma
Hanya itu yang diketikkan Kinan dihpnya. Grace terdiam, dia ikut sedih mendapat kabar pangeran.
Selir Yana tak ingin meninggalkan rumah sakit. Dia trus berada disisi pangeran menunggu dengan sangat cemas. Dengan linangan air mata dipipinya semua kenangan kembali melukai batinnya.
Semua rasa sesal itu membuat hatinya sakit. luka parah disekujur tubuh pengeran dan keadaannya yang kristis membuatnya tak kuasa menahan kesediahn dan penyesalan.
"Jimin anakku, bangunlah nak. Lihat ibu ada disisimu. Ibu disini untukmu. Bangunlah anakku, ibu berjanji akan melakukan segalanya untukmu. Ibu akan menjagamu dan mengurusmu dengan baik. Ibu akan memasak makan kesukaanmu dan menemanimu. Ibu mohon bangunlah. Bangunlah anakku."
"Adam... "
panggil ibu suri saat raja Adam tengah duduk sendiri memandangi foto pangeran dikamarnya. Ibu suri melihat sang raja menangis dan beliau datang memeluknya.
"Semua akan baik baik saja. Kau harus kuat."
"Dia satu satunya yang kumiliki saat ini bu."
"Karna itulah kau harus kuat. Anakmu membutuhkanmu."
Bujuk ibu suri lagi. Lalu raja pun berangkat kerumah sakit dan menjenguk anaknya itu.
**
" Dia selalu berkata kalau dia tak ingin menjadi raja."
Kata selir Yana dengan pandangan hampa pada pangeran saat raja Adam datang. Raja Adam melihat sang selir sudah tak menagis tapi wajahnya dipenuhi kesedihan yang mendalam.
" Saat itu dia bingung, dia tak tahu harus membuat apa sebagai hadiah ulang tahun yang mulia. Lalu aku berkata bahwa yang mulia raja sukai hanya kebun bunga dipeternakan. Berhari hari dia mengerjakannya. Dia mengerjakannya sendiri dengan harapan raja akan suka. Dia sampai lembur dan lupa makan. Dia ingin setiap detailnya terlihat sempurna. Namun pada akhirnya yang mulia raja menghempaskannya begitu saja. Saat itu aku ingin menangis. Selama ini dia selalu menuntutku untuk menjadi ibu yang baik untuknya. Tapi demi menjadikannya seorang raja aku menahan diri. Aku membiarkan ratu mengurusnya. Dia selalu marah padaku. Dia berkata hanya menginginkanku. Aku benar benar menyesal. Benar benar menyesal."
Selir Yana lalu kembali menangis. Raja Adam mendekatinya dan memeluknya.
"Aku ingin anakku kembali, aku akan lakukan apapun asal dia kembali seperti dulu lagi. Aku mohon lakukan sesuatu. Lakukan sesuatu agar dia kembali."
Rintih selir Yana begitu sedih namun raja Adam hanya diam memandangi pangeran Jimin yang sudah tak sadarkan diri dihadapannya.
Berhari hari berlalu dan pangeran Jimin tak juga mendapatkan kemajuan. Selir Yana selalu setia disisinya. Dia bahkan tak ingin ratu Quina menggantikannya untuk berjaga.
"Aku yang akan menjaga anakku. Aku sendiri yang akan mengurusnya." katanya tegas saat ratu Quina datang.
Sejak saat itu kondisi raja juga semakin menurun. Ratu yang sibuk mengurus pangeran membuatnya tak memperhatikan sang raja dan itu membuat salah seorang pelayan berkesempatan untuk menaruh racun keminuman sang raja.
Suatu sore raja sedang minum teh sendiri diteras didekat pintu ditaman . Grace sedang berkebun dan secara mendadak raja jatuh . Grace segera berlari untuk mendapati raja namun keadaannya yang bisu membuatnya sulit untuk meminta pertolongan. Grace lalu berlari untuk meminta pertolongan dan kebetulan Kinan baru kembali. Grace melambaikan tangannya dari jauh dan untungnya kinan melihat hal itu. Kinan berlari terburu buru mengikuti grace.
"Yang mulia ... "
Segera Kinan menggendong raja dipunggungnya dan melarikannya.
Susana kian kacau karna raja ikut ikutan sakit. Dia keracunan yang menyebabkan semua pelayan yang melayani raja Adam dihukum dan diperiksa. Namun tak seorang pun dari mereka yang mengaku.
Suatu ketika ibu suri masuk keruang sang raja dan mereka bicara berdua.
__ADS_1
" Ibunda ratu, aku merasa waktuku tak lama lagi. Ku mohon bantulah aku mencari anakku dan juga Yesika. Aku ingin bertemu mereka sekali saja."