Unperfect

Unperfect
hukuman untuk grace


__ADS_3

"Bu, aku takkan bertanya apa alasan ibu mengatakan begitu. Karna ibu pasti takkan memberitahuku, tapi aku sudah besar bu. Aku bahkan bisa menyewa pengawal untuk menjagamu dan juga aku. Aku bisa bela diri jadi ibu tak perlu menghawatirkanku."


Jelas Kinan lagi mencoba meyakinkan ibunya.


"Bu aku akan memberitahumu satu rahasia. Saat ini aku bertugas menjadi kepala keamanan kerajaan."


Kata kata Kinan sontak membuat Yesika langsung melotot tak percaya. Dia sampai mendekatkan wajahnya kehadapan Kinan.


"Apa katamu? "


"Benar bu, saat ini keadaan istana sangat tidak stabil. Ada penghianat yang meracuni raja. Yang mulia ibu suri memberhentikan semua para pekerja dan memeriksa mereka. Ibu suri memintaku secara langsung untuk menjaga istana. Saat ini tak ada yang bisa dia percaya. Saat ini pangeran juga koma dirumah sakit. Kekosongan kepemimpinan membuat ibu suri khawatir. Bu aku akan menunjukkan bahwa aku mampu menjaga keluarga kerajaan. Aku akan membuatmu bangga padaku bu."


Malam itu setelah Kinan tertidur Yesika terbangun. Dia memandangi anaknya itu dan mengusap kepalanya.


Ibu ingin kau menjauh dari istana tapi kau malah terperangkap disana. Anakku bagaimana ibu harus menjagamu, jika mereka tahu kau adalah anak raja maka mereka akan membunuhmu karna kau adakah anak haram bagi mereka.


Keesokan harinya anak anak panti asuhan itu sibuk mendekor ruangan bermain mereka dengan balon ada hiasan lain. Mereka akan merayakan ulang tahun suster kepala disana. Beberapa anak panti seangkatan Kinan juga pulang untuk turut serta merayakannya.


**


"Kinan.... "


Johana berteriak kencang saat melihat Kinan sedang membantu anak anak memasang balon di dinding. Kinan menolehnya yang berlari kearahnya dan mereka segera berpelukan.


"Aku merindukanmu."


Aduhnya sambil memeluk Kinan kencang hingga dia puas.


"kau sudah besar, mana Juna? "


" Ah Juna masih menemui suster Rebeka."


"Oh, aku senang kau kembali. "


"Aku juga tak sabar untuk kembali dan bertemu kau lagi. Aku takut pacarku direbut orang. "


"Sejak kapan aku jadi pacarmu ha? "



"Ah kau jangan pura pura bodoh. Katamu kalau aku sudah berusia 20 tahun kau akan menjadi pacarku. kau lupa itu ?!"


"hei anak manis, kau dimataku masih belum berubah. Kau masih kecil."


" Aku sudah dewasa, lihat apakah aku tidak cantik? Kau sudah berjanji padaku."


Kata Johana sambil menunjuk wajahnya. Kinan tersenyum, lalu mengusap kasar kepala Johana hingga rambut sebahunya terlihat berantakan.


"Sudahlah,, sana pergi bantu suster siapkan makanan. Aku masih ada pekerjaan ."


"Aku membantumu saja, aku masih rindu."


Johana meraih lengan Kinan dan bergelantungan disana membuat anak anak disekitar mereka terkekeh malu.


"Hei kau tak mau mendengarkanku yah?! "

__ADS_1


"Iyah iyah,, aku pergi."


Setelah savege Kinan keluar dengan cemberut Johana pergi kedapur untuk membantu para suster menyiapkan makanan. Saat itu Johana melihat Yesika. Yesika sibuk mencuci setumpukan piring.


" Hei kau tolong bantu bilaskan sendoknya."


"Cepatlah.. "


Johana mendesak setelah melihat Yesika memperhatikannya. Yesika tersenyum kecil melihat keangkuhan anak itu. Dia lalu mencuci salah satu sendok dan menyerahkannya pada Johana.


" Sekalian keringkan."


Perintah Johana lagi sambil menikmati kue kue kecil.Tak lama suster Rebeka muncul membawakan kue ulang tahun.


" Jo, bantu suster membukanya."


Johana lalu membantu sang suster mengeluarkan kue tersebut dari kotaknya. Yesika berniat membantu namun tiba tiba Johana bagai mencoba menghalanginya.


"Tidak usah,, kau cuci piring saja, nanti kuenya kotor. "


"Johana mengapa kau begitu kasar padanya? Dia orangtua, apa kau lupa dengan apa yang suster ajarkan agar selalu menghormati orang tua?"


"Dia hanya seorang pekerja disini. "


"Jangan salah faham begitu. Ini adalah bu Yesika, ibunya Kinan."


Sontak hal itu membuat Johana terkejut. Dia lalu segera menunduk untuk meminta maaf kepada beliau. Rasa malu dan rasa bersalah bercampur aduk dihatinya membuatnya tak berani menatap Yesika.


"Ibu aku minta maaf, maafkan aku. Aku sudah tidak sopan padamu. Aku benar benar menyesal."


" Tidak apa apa."


**


Happy bets day to you, happy bets day to you


Semua orang diruangan itu bertepuk tangan menyanyikan lagu selamat uang tahun untuk suster kepala. Johana berdiri disisi Kinan, dia ingin selalu dekat dengan Kinan.


Sang detective mengambil beberapa foto mereka disana dan lalu mengirimkannya pada ibu suri.


Ibu suri yang mendapat foto itu sontak begitu terkejut karna melihat Yesika dan Kinan ada disana namun dia belum bisa menyimpulkan karna saat itu mereka berdiri terpisah dan agak jauh.


Menjelang siang itu Grace tak punya kesibukan. Dia duduk dikursi didepan kamar yang mulia raja sambil mencoba memperbaiki miniatur sang pangeran. Ram meliriknya dan tersenyum saat Yesika selalu gagal memasangkan permatanya. Ram lalu mendekatinya dan duduk didepannya.


"Biar ku bantu."


Kata Ram dalam sebuah pesan text d Hpnya. Grace tersenyum dan membiarkan Ram mengerjakannya. Saat itu raja terbangun dari istirahatnya. Dia merasa ingin ke toilet namun kondisinya yang lemah membuatnya kesulitan.


Tak ada seorang pun disana dan akhirnya dia berusaha sendiri dan akhirnya dia terjatuh. Suara tersebut mengagetkan Ram dan Grace. mereka saling berpandangan lalu bergegas masuk ke dalam kamar raja.


Ram lalu menggendong beliau kembali ketempat tidur. keningnya memar membuat Grace sangat khawatir. Bukan hanya itu dia pasti dimarahi oleh ibu suri karna sudah gagal menjaga sang raja.


"Apa yang terjadi? "


Tanya ratu Quina yang kebetulan datang. Grace lalu menjaga jarak dari raja dan membiarkan ratu melihatnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada raja, mengapa keningnya sampai memar begini? "


Berang ratu Quina marah sembari menatap Ram dan grace yang tertunduk dihadapannya.


"Maaf yang mulia tadi kami berada diluar, kami mendengar seperti ada yang terjatuh jadi kami masuk untuk melihat. Kami menemukan yang mulia raja jatuh dilantai. "


Jelas Ram segera. Ratu Quina yang masih tersulut api amarah lalu melirik kearah Grace.


"Kau,,, setelah ini kau ikut aku."


Oh tuhan, betapa sialnya aku, ratu sangat marah dan pastilah akan menghukumku.


Jerit grace dalam hatinya. Tak lama dokter datang untuk memeriksa raja. Setelah selesai grace mengikuti ratu menuju ruangannya. Grace masih tertunduk dan hanya berdiri ketakutan didepan beliau.


"Ibu suri mempercayakanmu untuk menjaga raja. Itu adalah tugas dimana kau akan menjaga raja dengan segenap dirimu. Bahkan kau juga harus mengorbankan nyawamu demi yang mulia raja. "


Bentakan ratu Quina hanya diterima Grace pasrah. Dia tak berani mengucapkan apapun untuk membela dirinya.


"Kau benar benar ceroboh dan bodoh dan aku akan menghukummu karna hal itu."


Sang ratu menghukum Grace berdiri ditengah lapangan dibawah terik matahari. Saat itu sangatlah panas dan lagi Grace belum makan. Tapi grace mencoba untuk bertahan walau kakinya terasa mulai pegal.


Ram merasa bersalah tapi dia tak bisa berbuat apa apa. Dia juga harus menjaga raja dikamarnya.


"Kinan kau benar benar sangat tampan. "


Puji Johana saat mereka duduk berdua ditaman memandangi anak anak bermain bola



"Memangnya kapan aku tidak tampan, sejak dilahirkan aku sudah terkutuk menjadi pria tertampan didunia."


Kinan memuji dirinya sendiri. Johana tertawa kecil, dia lalu menjaga sikapnya untuk bersikap dewasa dan calm agar Kinan simpati padanya.


" Aku sangat berharap kau takkan mengingkari janjimu."


Kata Johana pelan. Kinan meliriknya dan dia mencoba berfikir sambil menggigit bibir bawahnya. sorot matanya tampak ragu dan khawatir.


"Kau yang bilang waktu itu dan karna itu aku belajar keras agar aku pun bisa menjadi kebanggaanmu. Aku berusaha mengubah penampikanku agar kau suka dan lagi aku juga sudah mendapat kontrak kerja. "


"Benarkah ?"


"Hmm, aku sekarang jadi penulis. Beberapa hari yang lalu aku sudah tanda tangan kontrak dengan salah satu stasiun tv. Dalam waktu dekat tulisanku akan diflimkan. Kalau nanti diwaktu peluncuran, aku ingin kau akan mendampingiku."


"Baguslah, kau harus mengembangkan bakatmu."


"Ku dengar kau akan kembali ke istana sore ini."


"Yah,, aku akan disana sampai proyekku selesai."


"Apakah diakhir pekan kau juga sibuk? "


"kenapa? "


"Bagaimana kalau kita berkencan. Bukankah orang yang pacaran akan pergi berkencan ?" kata Johana lagi dan Kinan tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2