
Pangeran Jimin merasa aneh karna tiba tiba saja Vira tak terlihat dirumah, juga tak ada seorang pun disana yang bisa ditanyainya
"Apa ibunya sedang baik baik saja? " fikir pangeran Jimin khawatir.
Pangeran Jimin lalu masuk kekamar Vira yang ternyata tak terkunci. Pangeran Jimin berfikir untuk mencari sesuatu tapi dia malah mulai menyadari kalau tak ada lagi barang barang Vira disana dan itu berarti dia sudah pergi.
Pangeran Jimin yang kesal lalu keluar dari sana. Dia menghempaskan pintu agak kasar dan kemudian mengangkat kedua tangannya diatas kepalanya dan mencoba berfikir.
Tak ada yang bisa ditanya, juga tak ada yang bisa dihubungi. Pangeran Jimin yang dengan kekesalan hatinya lalu kembali kekamarnya dan menghempaskan dirinya sembarang diatas matras.
Saat menikmati makan siang bersama Johana disalah satu restoren didekat gedung pagelaran, notifikasi Hp Juna berbunyi. Itu adalah sebuah panggilan masuk dari Gio yang kemudian segera diangkatnya.
"Ada apa, apa ada masalah? " tanya Johana curiga saat melihat expresi Juna yang mendadak kaku dan matanya menatap tajam.
"Pulanglah lebih dulu. Aku ada urusan mendadak. " pesan Juna lalu pergi terburu buru. Johana berniat menyusul tapi kemudian dia sadar kalau makanan mereka belum dibayar dan mengharuskannya untuk tinggal.
Segera Juna menggas mobilnya menuju lokasi tempat Gio berada. Mereka bertemu dibengkel didekat lokasi kejadian.
" Kau baik baik saja? " tanya Juna saat mendapati Gio
"Aku baik baik saja. "
"Bagaimana bisa terjadi? "
"Kejadiannya mendadak, mereka menghantam mobilku dan langsung turun untuk menculik Grace. Aku tidak bisa berbuat apa apa karna mereka menodongku dengan senjata. "
"Siapa mereka? "
"Entahlah tapi.... " mendadak Gio teringat pada perkataan ibu suri soal Kinan sebagai pangeran. Gio lalu mencoba menghubungi Kinan beberapa kali tapi Kinan tak kunjung mengangkat hpnya.
"Kenapa ?" tanya Juna bingung.
" Bantu aku menemukan Kinan. Hpnya tak bisa di hubungi. Aku khawatir penculikan Grace berkaitan dengan Kinan. "
__ADS_1
"Aihh, mengapa jadi begini ? ini pasti karna masalah diistana. Hayo cepatlah kita naik mobilku saja. " ajak Juna.
Disisi lain Vira baru saja selesai mengemasi barang barangnya kembali kedalam lemari. Wajahnya tak lagi ceria dan fikirannya masih saja tertuju pada pangeran.
Tok tok tok
Suara ketukan dipintu kamar Vira menyadarkannya dari lamunannnya. Vira segera membukanya dan ternyata itu adalah ibunya.
"Sean ada dibawa. Dia mau mengajakmu keluar. " kata Ny Memey.
" Bu, aku baru saja kembali. Katakan padanya untuk datang kain kali saja, aku ingin istirahat. "
"Jangan begitu, Sean sangat sibuk. Dia sengaja meluangkan waktunya untukmu. Jangan kecewakan dia. " bujuk Ny Memey lagi.
Vira melangkah perlahan menuju ruang tamu bersama ibunya. Sean tampak sedang memandangi foto keluarga mereka diruang tamu.
"Nak sean, Vira sudah siap. "kata Ny Memey.
"Ohh iyah. " Sean sedikit tersenyum lalu memperhatikan Vira dari ujung kaki hingga kepala.
" Baik bibi. "
Setelah berpamitan dengan Ny Memey akhirnya Vira dan Sean pun pergi. Sepanjang jalan Vira hanya memandangi pemandangan diluar pintu mobil, menandakan dia sama sekali tak tertarik untuk berbicara.
"Aku tahu kau bukan gadis yang pemalu ." kata Sean mengganggunya. Vira tak menghiraukannya. Dia kini fokus pada layar screen Hpnya yang masih ada foto pangeran disana. Sean meliriknya dan merampasnya.
" Dasar bodoh." ejeknya saat melihat foto dilayar itu. Lalu Sean melempar Hp Vira keluar yang membuat Vira marah.
"Hei apa yang kau lakukan ? itu Hpku, mengapa membuangnya? "kata Vira setengah berteriak.
"Tenang saja aku akan menggantinya. "
" Kau keterlaluan !!! hentikan mobilnya ."kata Vira kesal tapi Sean tak menghiraukannya. Vira yang kesal lalu menarik tangannya hingga Sean tak bisa konsentrasi menyetir dan menghentikannya sembarang.
"Hei apa kau sudah gila? kita bisa celaka." Sean tanpa pikir langsung membentaknya. Vira tak perduli, dia keluar dari mobil dan berlari untuk mencari hpnya yang ternyata sudah hancur digilas mobil lain.
Vira memungutnya dan merasa sedih tapi dengan kasar Sean menarik lengannya dan membawanya kepinggir.
__ADS_1
"Apa kau benar benar mau mati ha? "bentak Sean kesal setelah mereka sampai dipinggir. Wajah Vira tampak sedih. Dia bahkan sudah menitikkan air mata. Sean bukan hanya sudah mematahkan hatinya karna perjodohan itu tapi juga sudah berani membentaknya berulang kali dan juga sudah menghancurkan semua kenangannya dengan pangeran Jimin di Hp tersebut.
"Ayoo... " Sean menarik Vira kembali dan membawanya ke mobil. Vira tak menghiraukannya. Dia menyeka air matanya dan hanya memandangi pecahan HP ditangannya.
Tak lama pintu ruangan tempat Grace dan Kinan disekap dibuka kembali. Mereka menyuntikkan sesuatu pada kinan lalu menngikat tangannya. Orang orang itu lalu membawa mereka entah kemana menaiki mobil yang diiringi mobil lain. Cukup lama mereka dalam perjalanan hinga hari mulai gelap.
Waktu itu sekitar jam 7 malam mereka sampai disebuah gudang tua dipinggir laut. Mereka lalu membawa Kinan dan Grace menaiki kapal laut.
Grace merasa ketakutan karna Kinan belum juga sadar dan kini mereka berada ditengah laut yang gelap dan sepi. Grace mencoba memukul mukulkan tangannya pada Kinan untuk membangunkannya tapi itupun tak berhasil. Lalu mereka menarik paksa Kinan dan Grace keluar kapal.
"Lemparkan mereka" kata seseorang dari mereka.
Grace semakin panik dan berusaha berontak tapi mereka tetap menariknya kepinggir. Grace yang kesal lalu menggigit orang disampingnya hingga orang itu berteriak kesakitan dan dengan kasar mendorong Grace hingga Grace jatuh kelantai.
"Lemparkan saja dia dulu baru urus gadis itu." perintah pria itu lagi. Lalu saat berniat melempar Kinan tiba tiba mata Kinan terbuka dan menatap tajam pria itu.
Seketika Kinan menendang pria itu hingga dia jatuh kelaut. Dalam keadaan tangan terikat Kinan lalu berusaha melawan mereka satu demi satu. Salah satu dari mereka menggunakan pisau hingga Kinan sempat tersayat beberapa kali namun dengan segera Kinan melumpuhkannya dan menggunakan pisau itu untuk melepas ikatan ditangannya.
"Kalian akan menyesal sudah mengusikku."kata Kinan berjalan santai mendekati para penculik itu. Dengan tangan kosong Kinan dengan santainya menghajar mereka satu demi satu.
Karna kewalahan akhirnya salah satu dari penculik itu menarik Grace dan mengancam akan menjatuhkan Grace kelaut.
"Kalau kau berani mendekat. Aku akan mendorongnya. " ancam pria itu. Kinan melihat wajah ketakutan dan sedih Grace yang tangannya masih terikat.
"Percayalah padaku." kata Kinan lalu mendekat tapi pria itu segera mendorong Grace hingga Grace jatuh ke air dan Kinan segera menikam pria itu di ulu hatinya. setelah itu Kinan melompat keair untuk mencari Grace.
Situasi yang gelap membuat Kinan kesulitan. ditambah lagi Grace bisu sehingga tak bisa berteriak. Tangannya juga terikat sehingga dia hanya bisa terjatuh.
Nafasnya kian sesak dtn sempat menelan sejumlah air. Kinan yang panik semakin frustasi. dia mencari berulang kali dalam air yang gelap. dan tiba tiba sebuah kapal lain datang.
"Gio... disana." pekik Juna saat melihat Kinan masih dalam air mencari Grace. Juna juga ikut terjun keair. Gio segera menerangi mereka hingga akhirnya Kinan melihat Grace dan segera menariknya dari dalam air.
"Cepat angkat dia. " kata Juna seraya membantu Kinan mengangkat tubuh lemah Grace. Setelah itu mereka naik kekapal. Gio melepas ikatan tangan Grace. Kinan melihatnya masih begitu trauma hingga dia lalu memeluknya.
"Jangan takut, aku akan menjagamu." kata Kinan membujuknya. Gio pun lalu membawa mereka ketepi.
__ADS_1