Unperfect

Unperfect
lamunan masa lalu


__ADS_3


Sore itu Kinan berkunjung ke istana. kali ini dia tak datang sendiri lagi. Beberapa petugas keamanan bertugas mengawal kemanapun Kinan melangkah.


"Kak Kinan.... "


Seorang gadis kecil berusia 7 tahun berlari menerobos barisan suster kepala yang sudah tampak menyambut mereka didepan pintu. Dengan sigap seorang petugas menghadang jalan anak itu hingga membuatnya tampak bingung.


"Kakak... "


Sekali lagi gadis itu memanggil Kinan sendu dengan tatapan sedih saat petugas itu mencoba menariknya menjauh dari Kinan. Kinan melihat kejadian tersebut dan segera mendekati mereka.


"Biarkan saja. Sayang kemarilah."


Segera gadis kecil berambut panjang itu berlari dan menghambur kepelukan kinan.


"Kakak mengapa mereka melarangku, apakah aku tak bisa memeluk kakak lagi? "


"Mereka tidak sengaja, mereka hanya mau memastikan semua baik baik saja. "


"Apa kakak baik baik saja? "



"Liatlah, kakak baik baik saja. "


Gadis kecil itu merasa lucu dan kembali memeluk Kinan erat. Kinan pun lalu berjalan menuju kehadapan suster kepala dan dengan degera mereka memberi hormat padanya.


"Selamat datang pangeran."


"Buu,,, aku ini anakmu. Bisakah kau tak perlu berbuat begitu padaku? "


"Bagaimanapun keadaan sudah berubah anakku. Sekarang kau adalah seorang pangeran, semua akan hormat kepadamu. "


"Tapi aku tak ingin begini bu."


Suster kepala hanya tersenyum sekilas. Kinan lalu menurunkan gadis kecil yang sedari tadi digendongnya dan kemudian menghambur kepelukan suster kepala.


Kinan dan suster kepala masuk menuju ruang tengah. Dari jauh Kinan sudah melihat Yesika ibunya berdiri menunggunya dengan air mata harunya.


Kinan lalu melangkah sendiri mendapatinya sementara suster kepala memberi ruang untuk keduanya.


"Pangeran... "


Yesika memanggil anaknya itu tepat setelah Kinan begitu dekat dengannya. Yesika dengan begitu ragu berusaha meraih wajah anaknya itu. Kinan juga segera mengangkat tangannya dan menempelkan tangan ibunya diwajah kananya.


"Jadi ini alasan ibu meninggalkanku dan ingin aku menjadi yang terbaik? "


"Ehmmm"


"Apakah ibu sangat menderita karna ini? "


"Penderitaan yang ibu rasa tak sebanding dengan apa yang ibu lihat sekarang."

__ADS_1


"Sekarang ibu tak punya alasan lagi untuk meninggalkanku, jadi tinggallah bersamaku diistana. "


"Tidak sayang, itu bukan tempat yang tepat untuk ibu. "


"Ibu tak punya hak untuk menolakku lagi dan juga permintaanku. Ibu akan tinggal denganku, itu keputusanku. "


Disepanjang jalan menuju istana perasaan Yesika bercampur aduk. Setelah sekian lama dia meninggalkan tempat itu dan juga semua kenangannya.


Perasaannya terasa menusuk saat dia membayangkan harus bertemu dengan raja Adam, lelaki yang dulu sangat dicintainya itu. Namun Kinan tak membiarkan ibunya sendiri. Dia meraih tangan wanita yang sudah melahirkannya itu dan menggenggamnya erat.


Kinan membawa ibunya menuju vila yang sudah selesai dibangun. Yesika melihat semuanya sudah berubah namun disetiap sisi tempat itu seolah mengingatkannya dengan cinta masa lalunya dulu.


Sebuah taman ditengah vila itu juga mengingatkannya saat dulu pertama kali raja Adam menemuinya dan itu menyentuh luka lamanya.


"Yesika.... "


Setelah sekian lama akhirnya Yesika mendengar suara lelaki yang begitu dirindukannya. Yesika bangkit berdiri dari hamparan bunga disana dan menatap kedepan. Tampak raja Adam berdiri disana dan kemudian mendekatinya.


Butiran demi butiran air mata mulai membasahi pipi Yesika. Rasa sakit, rindu dan juga bingung menjadi satu didadanya namun dia tetap berusaha tegar dan menunduk karna bagaimanapun kini pria itu adalah seorang raja yang harus dihormatinya.


"Sudah lama sekali, bagaimana kabarmu? "


"Aku baik baik saja yang mulia. "


"Terimakasih kau sudah melahirkan Kinan anak kita, trimakasih kau sudah bertahan atas semua kesalahanku. "


"Itu sudah jadi kewajibanku yang mulia."


"Aku minta maaf, aku benar benar minta maaf. "


"Yang mulia jangan begini. Ini bukan kesalahanmu. Sudah yang mulia, ku mohon jangan begini. "


"Aku benar benar menyesal sudah meninggalkanmu, aku menyesal tak bisa berbuat apa apa untukmu, aku ingin mengutuk diriku sendiri atas semua penderitaanmu."


"Tidak yang mulia, jangan menyalahkan dirimu. Apa yang sudah terjadi sudah menjadi takdir. Dan lihatlah kini anakmu sudah kembali padamu. Aku mohon jangan salahkan dirimu sendiri. "


"Katakan bagaimana aku bisa menebus semua kesalahanku padamu? "


"Yang mulia tak perlu berbuat apa apa. Aku iklas menjalani semua itu karna aku mencintai yang mulia dan juga anak kita. "


Sontak raja Adam memeluk Yesika dan menangis kencang disana. Beliau tidak ingin perduli dengan statusnya sebagai raja. Dia hanya ingin memeluk wanita yang sudah rela menderita karnanya.



Kinan hanya diam memandangi kedua orangtuanya itu dari jauh. Kini kedua orangtuanya telah ada didekatnya, didepan matanya. Seketika dia membayangkan jika seandainya dia dibesarkan kedua orangtuanya.


Kinan terbayang mereka hidup bersama. Ibunya akan memasak untuk mereka dan Ayahnya akan mengajak mereka memancing. Setiap hari dilewati dengan kebahagian mereka bertiga.


Seketika lamunan itu sirna saat Kinan merasa ada seeorang yang menggenggam tangannya. Kinan menoleh kekanan dan melihat ibu suri sedang tersenyum padanya.


"Pergilah, peluk ayah dan ibumu. "


Kinan segera tersenyum dan memeluk ibu suri haru. Lalu Kinan berlari kearah ayah dan ibunya.

__ADS_1


"Ayah, ibu... "


Kinan memanggil mereka. Yesika lalu melepas pelukan raja Adam. Lalu dengan bersama keduanya merentangkan tangan mereka untuk menyambut Kinan. Kinan tersenyum dan segera berlari kedalam pelukan ayah dan ibunya itu.


Ibu suri sampai menitikkan air matanya saat melihat ketiganya berpelukan hangat. Hatinya merasa lega dan bahagia. Tak lama ratu Yana datang dan dia juga tersenyum untuk ketiganya.


"Hayo yang mulia, biarkan mereka bersama dulu. "


Ibu suri lalu meninggalkan mereka disana dan berjalan bersama menuju istana sedang Kinan mengajak kedua orangtuanya masuk ke vila. Disana mereka mengenang masa lalu mereka dengan suka cita.


Kinan melihat kedua orangtuanya tertawa mengenang kebahagian mereka dimasa lalu. Bahkan seperti pasangan anak muda, raja Adam tak sungkan untuk menggoda mantan pacarnya tersebut dihadapan Kinan hingga membuat Yesika malu dan memeluk Kinan sambil teryawa bahagia.


Disisi lain Vira baru saja kembali kerumahnya. Saat dia sampai digerbang dia melihat ada mobil Sean disana. Dengan langkah pelan dan tak bersemangat Vira memasuki rumah itu dan ternyata Sean sudah duduk diruang tamu.


"kau dari mana saja ? aku menunggumu sejak tadi."


"Aku tak minta untuk kau tunggu. Pulanglah aku sedang tak ingin berdebat denganmu."


Vira mencoba menghindar dan ingin naik kelantai dua namun Sean segera menahan tangannya, menariknya dan menghempaskannya begitu saja ke sofa.


"Berani sekali kau?!!!"


Sean mencoba menahan emosinya setelah melihat Vira mencoba menahan sakit dilengannya.


"Apakah kau sangat suka menyiksa dan mengasariku? kau ingin aku bersamamu tapi kau selalu kasar padaku. "


"Kau yang buat aku mengasarimu! "


"Lebih baik sudahi saja hubungan ini, aku tak bisa bersamamu."


"Apa, apa katamu? "


Sean berjalan kearah Vira dengan begitu emosi. Vira yang sudah takut duluan hanya bisa tertunduk saat Sean berjalan mendekatinya.


"Kau menyuruhku untuk meninggalkanmu ? Kau mau mengaturku ha?!! " Sean dengan kasar menarik rambut dan kepala Vira menghadap kearahnya.


"Ahkk sean sakit, lepaskan. "


"Aku takkan melepaskanmu. Kau milikku!!!"


" Sean ini sakit, ku mohon lepaskan aku. "


Vira berusaha melepas cengkraman Sean tapi Sean tak mau melepaskannya.


"Kau menemuinyakan, iyahkan?!!"


Bentak Sean lagi, Vira hanya bisa mengangguk kecil hingga membuat Sean makin kesal. Sean menyeret Vira kekamar mandi dan menyiramkan air ke Vira hingga Vira kelabakan dan sulit untuk bernafas.


"Sean hentikan, Sean ku mohon, Sean berhenti. "


Setelah puas menghujani Vira dengan air. Sean lalu mendorong Vira begitu saja kelantai.


"Kalau kau masih saja menemuinya, akan ku pastikan kau menyesal seumur hidupmu. ingat itu.!!!!

__ADS_1


Setelah mengucapkan peringatan itu Sean pergi meninggalkan Vira. Vira terisak isak menangis disana. Sean selalu saja kasar padanya bahkan tak segan melukai fisiknya. Namun rasa sakit atas perlakuan pangeran Jimin jauh lebih menyakiti hatinya.


__ADS_2