
Kinan berjalan menuju dapur membawa serta buku ditangan kanannya. Walau dia berusaha tenang namun aura kekesalan tampak jelas diwajahnya.
"Ohh kepala Kinan.. " sapa dayang Han saat melihat Kinan masuk. Saat itu mereka baru saja selesai sarapan bersama. Grace sendiri langsung membalik menatap Kinan.
"Tolong tinggalkan kami berdua." kata Kinan. dayang Han segera pergi tanpa berpamitan lagi. Dia hanya tersenyum sekilas pada Grace sebelum akhirnya pergi meninggalkan keduanya.
PLAK
Kinan melemparkan buku tersebut diatas meja agak kasar. Grace terdiam melirik buku yang jelas dikenalinya itu.
"Ini milikmukan? " tanya Kinan dan dengan agak ragu Grace mau ngangguk perlahan.
"Kau tahu apa yang dilakukan Johana dengan buku ini? " tanya Kinan lagi dan Grace masih mengangguk.
"Lalu mengapa kau diam saja, mengapa kau tidak memberitahuku? apa kau hanya bisa diam membiarkan orang lain mengambil keuntungan darimu ?" tanya Kinan sedikit emosi. Grace masih diam tertunduk.
" Apa tak ada yang ingin kau katakan? " tanya Kinan lagi
"siapa yang akan percaya pada seorang gadis bisu sepertiku. kalauoun mereka mau mendengarkanku, aku punya bukti apa untuk membenarkan kalau itu tulidanku? " jelas grace dalam sebuah pesan text.
. Kinan yang kesal lalu menarik buku itu dari atas meja dan menarik tangan Grace untuk ikut dengannya.
" Yosi tolong gantikan aku mengawal ibu suri. Aku ada urusan mendadak kekota." kata Kinan setelah Yosi mengangkat telponnya.
Ram melihat Kinan pergi bersama Grace menuju parkiran dan meninggalkan istana segera.
"Juna dimana Johana? " tanya Kinan. Kini dia menelfon Juna sambil sibuk menyetir menuju kota. Grace tahu suasana hati Kinan sedang tak baik. Grace segera mengenakan sitbeltnya karna Kinan menggas mobilnya agak kencang.
Sedang saat itu Johana sedang berusaha berfikir untuk membuat naskah ceita pendek. Dia mencoret coret banyak kertas karna dia sama sekali tak bisa berfikir dengan baik. Sesekaki dia melihat referensi di internet namun sesaat dia teringat bahwa dia tak bisa membuat cerita yang sudah ada sebelumnya.
Setelah melewati perjalanan yang membosankan akhirnya Kinan dan Grace sampai digedung megah milik Jero.
Jero yang kebetulan baru saja datang melihat kedatangan Kinan dan Grace dan dia datang menghampiri mereka.
"Apakah kau datang mencari Jo? " tanya Jero ramah setelah mereka bertemu dilobi.
"Benar, kebetulan kau juga disini. Ada hal penting yang harus kau ketahui.
"
"Sepertinya serius sekali, hayo kita masuk dulu. Kita bicarakan diruanganku." ajak Jero ramah lalu menuntun keduanya menuju ruangannya.
__ADS_1
"Hayo silahkan duduk. Aku akan minta sekretarisku untuk panggilkan Johana. Oh yah kalian mau minum apa ?" tanya Jero ramah setelah Kinan dan Grace duduk dikursi sofa tak jauh dari meja kerja Jero
"Ah tak perlu repot. Kami hanya sebentar. "
"Ah baiklah. Sebentar yah. " pamit Jero menuju meja kerjanya. Grace merasa situasi ini sangat buruk jadi dia menarik lengan kanan Kinan yang duduk disisinya.
"Tenanglah, aku akan mengurusnya." kata Kinan. Grace menggelengkan kepalanya berusaha mengurungkan niat Kinan dan saat Jero berbalik dia melihatnya.
" Oh yah siapa gadis ini. Apakah dia seorang dayang." tanya Jero sambil kembali mendekati keduanya.
"Benar, perkenalkan ini Grace. "
"Hai Grace, namaku Jero." sapa Jero sambil mengukurkan tangannya. Grace menyalaminya dan hanya mendunduk sambil tersenyum.
"Grace tidak bisa bicara tapi dia bisa mendengar dengan baik." jelas Kinan.
"Senang berkenalan denganmu. Kau sangat cantik." puji Jero dan itu sedikit menghibur hati Grace. Tak lama suara ketukan dipintu terdengar dan tak lama Johana melongo dari balik pintu.
"Bapak memanggil saya." kata Johana sembari memasuki tempat itu namun baru beberapa langkah dia sudah terdiam saat melihat sosok Kinan dan Grace.
Mengapa mereka kesini, apakah sibisu ini sudah memberitahu Kinan soal perbuatanku? gawat, aku bisa celaka.
Johana mengerutu khawatir mendapati mereka terutama saat matanya menyoroti buku diatas meja didepan Kinan.
Johana pun lalu duduk diantara kursi Kinan dan Jero. Dia hanya tertunduk merasa sangat malu.
"Langsung saja, Jo..... akui pada Jero soal perbuatanmu ini." kata Kinan dan hal itu membuat Jero sedikit bingung dan terkejut. Johana masih diam, memandangi ujung sepatunya yang sama sekali tak menarik perhatiannya. Keadaan yang memojokkannnya terasa membuatnya begitu malu.
"Jo... " panggil Jero meminta penjelasan tapi lagi lagi Johana mengabaikannnya.
"Atau kau mau aku yang mengatakannnya? "ancam Kinan.
Kali ini Johana mengangkat kepalanya dan menatap Kinan dengan penuh rasa malu dan kesal.
"Pak ceo bisa tinggalkan kami dulu." pinta Johana.
"Baiklah, aku akan keluar." kata Jero berniat berdiri tapi Kinan juga ikut berdiri untuk menahannya.
"Jo sudah menipumu. Semua hasil karya yang ditawarkannnya padamu adalah tulisan Grace dia sudah melanggar hak cipta dan mengatas namakan namanya sendiri." terang Kinan kesal.
"Kinan... " Johana ikut berdiri untuk menghentikan Kinan. Grace yang merasa situasi kian kacau lalu juga ikut berdiri dan dia kembali meraih tangan Kinan.
__ADS_1
"Kau tidak bisa berbuat begini. Kau tahu Grace yang menulisnya. Dia yang seharusnya mendapat kontrak itu bukan kau."
"Apa buktinya kau berkata begitu? "
"Jangan bersandiwara lagi atau kau mau aku mengatakan kejahatanmu yang lain ha? "bentak Kinan kian kesal dan kali ini Johana terdiam.
"Aku tahu, kau yang memberikan resep obat itu pada ayah Grace. Kau memamfaatkan keadaan ayahnya dan mendorongnya untuk berbuat jahat pada putrinya sendiri. Kau tahu kau benar benar keterlaluan kau fikir kalau grace meningal kau bisa menjadi pemilik sah semua tulisan ini ha?" bentak Kinan menjadi jadi.
Grace menangis dia tidak mengira Johana berbuat seperti itu. Bahkan sampai menghasut ayahnya untuk mengakhiri hidup Grace hanya untuk mendapatkan hak cipta tersebut.
Sedang Jero hanya bisa diam memandangi Johana. Dia juga merasa syok mendengar kebenaran tersebut.
"Kalau hanya masalah hak cipta ini, mungkin aku masih bisa mentolerensi tapi perbuatanmu benar benar membuatku kecewa. "kata Kinan dan seketika Johana berlutut dikaki Grace dan menangis disana.
"Maafkan aku, aku benar benar menyesal. Aku mohon jangan laporkan aku. Aku sangat kilaf. Aku hanya ingin membuat Kinan bangga padaku. Aku mohon jangan laporkan aku." kata Johan memohon. Grace lalu mendekatinya, dia menyeka airmata Johana dan tersenyum padanya.
"Walaupun Grace bukan gadis yang sempurna tapi bukan berarti kau bisa berbuat buruk padanya. Demimu disepanjang jalan dia memohon padaku agar tak melakukan ini tapi aku tak ingin kau memandangnya rendah dan dia pantas mendapatkan haknya." kata Kinan lalu kinan menarik grace bangkir berdiri.
"Jero, maaf atas kekacauan ini. Ku harap kau bisa mengerti dan mengklarifikasi masalah ini."
"Kau tak perlu khawatir, aku akan mengurusnya." kata Jero dan seketika Grace mengetikkan sesuatu di hpny dan memberikannya pada Jero
" Tolong jangan sakiti Johana. Ini sudah membuatnya terpuruk. Biarlah semua karya yang sudah di publis atas namanya tetap begitu."
Begitu membaca pesan itu Jero langsung tersenyum pada Grace.
"Baiklah jika itu maumu tapi sebagai seorang pebisnis aku pun takkan melupakan bagianmu. tunggulah kabar dariku." terang Jero. Grace merasa lega dan dia menundukkan badannya sebagai rasa trimakasihnya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka. Jero membukakannya dan dia melihat Juna disana.
"Temanku bilang Johana sedang sakit aku datang menjemputnya."kata Juna. Grace lalu membantu Johana berdiri dan Juna datang untuknya.
" Bawalah dia pulang, ku rasa dia butuh istirahat." kata Jero lalu juna membawa Johana pergi. Grace dan Kinan pun juga berpamitan untuk pulang.
"Kau yang menghubungi Juna? " tanya Kinan saat mereka baru saja memasuki mobil. Grace mengangguk.
"Kau tidak membencinya, dia sudah berbuat buruk padamu?"
"Aku ingin membencinya. aku ingin marah tapi aku bahkan tak bisa berbuat banyak untuk diriku sendiri jika bukan karna kau, aku bisa apa. " jelas Grace lewat pesan textnya Kinan tersenyum dan meraih tangan Grace
"Aku sudah berjanji akan menjagamu."
"Minta maaflah pada Jo karna kau sudah memarahinya begitu keras. Aku khawatir dia bisa melakukan hal buruk."
__ADS_1
"Kau tak perlu khawatir Juna akan mengurusnya. Lagipula dia pantas mendapatkannya."
"Kalau begitu hayo kita beli bakpau untuk yang mulia raja. Aku tahu toko yang bagus didekat sini." ajak Grace dan kali ini Kinan menurutinya.