Unperfect

Unperfect
tulisan yang sama


__ADS_3

Grace mulai tersadar. Walau kepalamya masih terasa pusing tapi dia berusaha membuka matanya. Kini dia duduk dengan keadaan tangan kirinya yang diikat keras didalam gudang. Sesosok pria tak dikenal juga duduk didepannya. Mereka hanya dibatasi sebuah meja kecil.


Pria itu menggeser sebuah note kearah Grace agar Grace bisa membacanya.


Kau tahu siapa anak lelaki yang sedang dicari oleh ibu suri ?


Begitu isi pertanyaan dalam note tersebut. Grace segera menggeleng karna sebenarnya dia juga tidak tahu. Namun sebagai imbalan jawaban itu, pria itu malah menamparnya hingga ujung bibirnya berdarah dan pipinya memerah.


Jangan berbohong atau aku akan melakukan hal yang lebih sadis padamu.


Ancam pria itu lagi melalui notenya. Bahkan saat itu Grace masih belum bisa mengangkat wajahnya yang kesakitan dan pria itu sudah menariknya agar kembali membaca note tersebut.


Linangan air mata kesakitan dan ketakutan bercampur aduk dibatin Grace. Bahkan untuk meminta pertolongan pun dia tidak bisa. Lalu pria itu memberikan pena pada Grace.


Aku sungguh tidak tahu tuan.


Tulis Grace segera, namun hal itu pun tak membuat pria itu tak puas. Dia memiliki keyakinan kalau Grace takkan memberitahukannya dengan mudah. Pria itu bangkit berdiri dan berjalan agak jauh dari Grace. Grace berusaha melepas ikatan ditangan kirinya tapi ikatan itu terlalu kuat. Grace lalu melihat kesekelilingnya namun tak ada yang bisa dia gunakan untuk menolong dirinya sendiri.


Disisi lain saat dayang Han dan dayang Raya tengah makan malam bersama, Kinan datang kedapur dan dia tak melihat Grace disana.


" Dimana dayang Grace, apa dia masih bertugas? " tanya Kinan sembari membuka kulkas.


"Oh tadi siang dayang Grace permisi pada ibu suri untuk pulang kepeternakan. Seseorang mengiriminya pesan dari ayahnya. Katanya rumah mereka akan segera dirobohkan. Ayahnya ingin bertemu dengannya." jelas dayang Raya. Kinan terdiam, dia teringat rumah itu sudah dirobohkan beberapa hari yang lalu dan ayah Grace juga kini tinggal disalah satu desa didekat sana.



Kinan langsung menutup kembali kulkas. Dia meraih jasnya yang tadi disangkutkan disandaran kursi makan dan kemudian dia memakaianya dan pergi dengan terburu buru.


"Kenapa dengannya? " kata dayang Raya bingung.


"Apa menurutmu Grace dalam bahaya? sikapnya itu membuatku khawatir." tebak dayang Han sedikit takut.


"Ohh, mengapa kau berkata begitu? kenapa dia harus dalam bahaya ? tidak, dia pasti baik baik saja. "


Kembali kegudang

__ADS_1


Pria yang tadi berjalan menjauhi Grace kini kembali mendekat dengan langkah perlahan. Dia menatap Grace dengan senyum liciknya. Ditangannya ada seokor ular yang kemudian dilepas didekat Grace.


Sontak Grace ketakutan. Namun dia juga takut untuk bergerak. Pria itu kembali mendekatinya dan menuliskan sesuatu.


"Ular ini memang tidak berbisa tapi dia bisa melilitmu hingga semua tulangmu patah dan kemudian dia akan memangsamu, jadi cepat beritahu aku siapa orang itu."


Grace kembali menggelengkan kepalanya dengan tatapan mengiba pada pria itu. Namun lagi lagi pria itu tak merubrisnya.


"Kalau begitu kau akan menjadi makan malam ular ini. Takkan ada yang tahu dan curiga. Ini takkan meninggalkan bekas." kata pria itu lalu tertawa kecil.


Grace semakin pasrah saat ular itu semakin dekat padanya. Dia hanya bisa memejamkan matanya saat ular itu mulai melilit kakinya dan berjalan disana.


Kinan menggas mobilnya kencang menuju peternakan. Perasaannya kalang kabut mengingat hari itu banyak pekerja yang meninggalkan lokasi kerja karna hari itu mereka libur.


Seseorang membuka pintu gudang hingga membuat pria yang berdiri didepan Grace bingung. Lelaki berpakaian serba hitam itu berjalan mendekati mereka dengan sedikit menunduk.


" Ada tamu rupanya ."kata pria yang menyandra Grace sebab dia tahu dia tak mengundang orang lain untuk datang kesana. Seketika perkelahian terjadi diantara mereka dan tak butuh waktu lama untuk pria berpakaian hitam itu untuk melumpuhkannya.



Pria itu melepaskan Grace dan membawanya keluar dari sana. Tak lama sorot lampu mobil Kinan menyoroti mereka dan pria itu lalu pergi meninggalkan Grace.


Setelah memarkirkan mobilnya, Kinan melihat Grace berdiri ketakutan dan masih tampak menangis didepan gudang. Kinan segera berlari dan memeluknya.


"Kau baik baik saja, apa yang terjadi? " tanya Kinan khawatir tapi Grace lebih memilih memeluknya erat karna rasa takutnya.


"Hayo kita pulang." kata Kinan lalu menuntun Grace masuk kemobil.


Dikamar Kinan


Grace duduk diujung matras, dia mencoba menenangkan dirinya. Kinan memperhatikannya, dia menyeka darah yang masih berada diujung bibir Grace dan lagi pipi gadis itu masih memerah.


" Apa yang terjadi, apa kau diculik, mereka memukulmu ?" tanya Kinan bertubi tubi sambil segera mengambil kain untuk mengompres pipi grace.


Grace masih mencoba menenangkan dirinya. Lalu dia melihat kemeja, ada buku yang langsung disambarnya dan dia menuliskan sesuatu dibagian belakang buku itu.

__ADS_1


"Ada pria yang menjebakku digudang. Dia membiusku hingga aku pingsan. Dia menanyakan siapa anak yang dicari ibu suri. "


"Apa yang dilakukannya lagi padamu, apa kau terluka? "


"Dia hanya menamparku dengan keras. Dia membiarkan seeokor ular datang melilitku agar jika aku mati tak ada yang curiga."


Adu Grace lagi, Kinan merasa sedikit tenang. Dia lalu kembali memeluk Grace untuk menenangkannya.


"Maafkan aku, aku tak tahu kau kesana. Aku sangat menghawatirkanmu saat dayang Raya memberitahuku kau kesana dan belum kembali. Lain kali jangan pergi sendiri. Beritahu aku jika kau ingin pergi aku akan mengantarkanmu ok." titah Kinan. Grace segera mengangguk.


"Lalu bagaimana kau bisa lepas dari sana? " tanya Kinan penasaran.


"Ada seorang lelaki berpakaian serba hitam, dia yang datang menolongku sebelum kau datang. Tapi begitu melihatmu dia langsung pergi. Aku tak sempat melihatnya karna dia menggunakan masker."


Setelah kinan selesai mengobati luka dibibir Grace, Grace pun kembali kekamarnya. Kinan berniat mengantar kotak P3k ditangannya dan saat itu dia melihat seseorang baru saja keluar dari sana sambil berbicara dengan seorang petugas medis didekat pintu. Itu adalah Yorii.



Kinan menahan langkahnya. Dia malah melangkah menuju parkiran belakang dan dia melihat sebuah mobil terparkir disana. Kinan yang merasa mobil itu asing lalu mendekatinya dan memperhatikannya.


Bannya tampak baru melindas tanah yang agak basah dan diperternakan tanah juga sedang agak basah. Kinan lalu berdiri dan menyalakan senter Hpnya untuk melihat isi mobil dari luar. Kinan melihat ada sebuah masker hitam disana.


tak lama Kinan melihat Yori melangkah mendekati parkiran. Kinan segera sembunyi dibalik mobil lain menunggu Yori pergi.


Keesokan harinya setelah kinan selesai mandi. Dia berniat membereskan tempat tidurnya dan saat itu notifikasi Hpny berbunyi dan Kinan memeriksanya.



Itu adalah sedikit informasi yang dikirik Juna mengenai Yori.


Yori adalah salah satu pasukan khusus yang ditugaskan secara rahasia. Dia seorang yatim piatu dan punya sifat tertutup. Tak banyak informasi lain yang bisa ditemukan tentangnya.


Setelah membaca notifikasi itu Kinan meneruskan beres beresnya dan saat dia ingin menghentakkan selimut tebalnya. Buku yang digunakan Grace semalam terjatuh kelantai dan terbuka. Kinan berniat meraihnya namun kemudian matanya memicing.


Kinan teringat itu adalah buku Johana yang kemarin tertinggal namun Kinan sangat mengenal tulisan itu. kinan lalu meraihnya dan mengecek bagian belakang yang semalam baru digunakan Grace menulis. Kinan semakin tak percaya. Dia lalu membandingkan tulisan Grace dan tulisan didalam buku itu.

__ADS_1



__ADS_2