Unperfect

Unperfect
anak raja yang lain


__ADS_3

hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁


sekedar info nnt setelah eos ini langsung ke eps " sosok yang disukai Vira " yah.. ada kesalah editing di judul xx


terimakasih


Setelah begitu sibuk mengurus istana. Hari itu Kinan menyempatkan dirinya untuk pergi kepeternakan untuk melihat perkembangan proyeknya dan betul saja para pekerja disana sedikit bermasalah karna bahan yang mereka perlukan belum juga datang.



"Aku akan berangkat kekota hari ini. Tolong tetap lanjutkan pekerjaan, hubungi aku jika ada kendala." pesan Kinan pada mandornya lalu Kinan kembali kemobilnya. Kinan lalu menuju kota saat itu juga dan langsung menuju pabrik tempat dia memesan beberapa batu alam yang sudah didesain sesuai permintaannya.


" aku minta maaf secara pribadi, aku akan pastikan hal seperti ini takkan terjadi lagi." kata pemilik pabrik itu saat mereka bertemu dikantornya siang itu.


"Aku akan tunggu, tolong bereskan sesegera mungkin."


"Pasti, aku akan mengabarimu begitu semua sudah selesai"


"Baikkah, kalau begitu aku pergi dulu." pamit kinan lalu melangkah keluar menuju parkiran dan saat baru masuk kedalam mobilnya Kinan melihat sidetective tampak sedang mengamatinya.



Kinan bersikap seolah olah dia tak mengetahuinya. Kinan mengemudikan mobilnya menuju salah satu store. Dia masuk kesana untuk membeli beberapa scraf. Dari dalam toko Kinan bisa melihat dengan jelas bawa sang detective itu masih saja menunggunya diluar. Kinan lalu keluar dan melanjutkan kembali tujuannya menuju panti asuhan.


"Hei... " sapa Kinan menyapa Juna yang sedang baru keluar dari dalam panti asuhan.


" kak Kinan.. "


" berjalan kearahku dan seolah peluk aku." kata Kinan memberi instruksi. Juna mengerti maksud Kinan dan dia melakukan seperti apa yang dilerintahkan Kinan.


"Kau lihat lelaki berjaket hitam didalam mobil dibelakang mobilku?"


"dia memperhatikan kita." jawab Juna sambil sedikit tertunduk lalu melepas pelukannya.


" Dia terus mengikutiku sejak tadi, aku pernah melihatnya di istana. Jaga dia agar tak masuk kewilayah ini." pesan Kinan lalu masuk.


" Siang suster kepala. " sapa Kinan saat menemui suster kepala diruang belajar anak anak.


"kak Kinan" teriak anak anak yang lain bergantian. Kinan melambaikan tangannya pada mereka.

__ADS_1


" Kakak aku mencintaimu." kata seorang anak gadis kecil berambut kepang.


"Aku juga mencintaimu."



Sontak anak itu kegirangan mendapat mode love dari Kinan.


"kakak aku juga mencintaimu." kata anak lain.



"Kakak juga mencintaimu. "kata Kinan sambil menunjuk bocah itu.


"Mencintaimu, mencintaimu, mencintai kalian semua." kata Kinan sambil menunjuk satu persatu dan semua anak anak itu. Suster kepala hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Kinan. Lalu dia datang menghampirinya.


" Dia sudah lebih baik, apa kau mau melihatnya? "


"Yah, tapi juga ingin melihatmu bu."


" kau pandai sekali merayu. Pantas saja Johana tergila gila padamu."


" Ayolah bu, dia itu sudah seperti adik buatku. Mereka semua yang ada disini adalah adik adikku."


"tapi Johana sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Apa kau sama sekali tak menyukainya? "


"Grace ???" tebak suster kepala. Kinan hanya diam tapi dia juga tersenyum sambil menarik tangan suster kepala menuju bagian belakang pangi asuhan yang menyatu dengan rumah Kinan.




" Lucu sekali." kata pangeran Jimin setelah duduk berdua dengan Kinan dikamarnya. Mereka baru saja selesai bercerita tentang semua kejadian yang menimpa istana.


"Setelah masa berkabung selesai aku akan membawa ibu pangeran ke sini. Dia sangat menghawatirkan pangeran. "


"Apa nanti pihak istana takkan curiga? "


"Tenang saja, aku sudah mengatur semua."


" Trimakasih kau sudah begitu baik padaku, Seandainya saja kau adalah kakakku, aku pasti sangat beruntung. Kalau tidak ada kau, aku tak tahu seperti apa nasibku sekarang ini. "


"Tidak perlu sungkan pangeran, Aku hanya melakukan apa yang bisa ku lakukan. Hidup memang berat itu sebabnya aku tak mau orang lain mengalaminya juga. Terlebih pangeran sudah seperti adik buatku. " kata Kinan. Pangeran Jimin begitu tersentuh lalu segera memeluknya.

__ADS_1


"Trimakasih kakak." kata pangeran dengan menyebutkan panggilan barunya buat Kinan. Kinan tersenyum lalu melepas pelukannya.


" Grace juga sangat menghawatirkanmu. Aku juga akan membawanya kesini untuk menjengukmu diwaktu senggang."



Kinan kembali ke istana setelah itu. Saat dia akan turun dan mengambil tasnya dari tempat duduk disebelahnya, dia melihat sebuah buku. Kinan berfikir itu pasti buku Johana yang tertinggal waktu itu. Kinan lalu membawa buku itu turut serta dan meletakkannya diatas meja didekat tempat tidurnya.


"Aku tidak tahan melihat yang mulia raja berduka. Dokter bilang kondisinya semakin buruk. Dia juga tak mau makan dan bicara. Seharian dia hanya memandangi miniatur buatan pangeran. "


Curhat ibu suri saat dia mengunjungi raja Adam dikamarnya dan Grace berdiri dibelakangnya. Ibu suri sedih melihat kondisi raja Adam. Ibu suri kemudian berjalan mendekati beliau dan duduk disampingnya.


" Adam... " ibu suri memanggilnya pelan.


" Aku sudah kehilangan pangeran. Sekarang aku sangat menyesal. Sejak kelahirannya dia tak banyak mendapat kasih sayangku sebagai seorang ayah. Aku lebih memilih para pengasuh dan pengawal yang membesarkanya. Mengirimnya ke asrama untuk waktu yang lama. Setiap kali kami bertemu kami sering berdebat. Aku selalu menegurnya dan menyadarkannya bahwa dia harus bersikap baik sebagai seorang pangeran. Hanya miniatur itu satu satunya hal yang pernah membuatku begitu dekat dengannya tapi aku malah merusaknya dan menyakiti hatinya. Bahkan sampai hembusan nafasnya terakhir aku tak bisa melihatnya. Aku ayah yang sangat buruk.


"Jangan bicara seperti itu. Kau harus kuat."


" Bagaimana aku bisa kuat bu? pangeran Jimin tlah pergi untuk selamanya dan anakku yang lain juga entah dimana. Aku merasa sangat tidak berguna." ungkap raja Adam menangis sedih. Ibu suri hanya bisa mengusap bahunya dengan lembut.


"Anakmu pasti akan kita temukan, kau jangan cemas."


Grace kembali kekamarnya setelah tugasnya selesai. Dia berjalan perlahan sembari menunduk. Dia memikirkan tentang anak raja Adam yang lain. Dia tak menyadari kalau Kinan sudah menunggunya didepan pintu. Untuk menyadarkan Grace, Kinan menunjuk kening Grace hingga Grace tesadar.


Grace yang kaget lalu melongo dan melihat Kinan tertawa kecil. Grace memukul lengannya sebagai bentuk protes. Setelah tawa itu Kinan mengajaknya duduk ditaman dan disana Kinan menyerahkan sebuah paper bag. Grace yang penasaran lalu melihat isinya. Ada beberapa scraf cantik disana yang membuatnya tersenyum bahagia.


"Apa kau pergi melihat pangeran, bagaimana keadaannya? " tanya Grace setelah itu.


"Dia semakin baik."


"Aku ingin menjenguknya."


"Aku akan atur waktunya, sementara biar yang mulia selir Yana yang melihatnya lebih dulu."


"Yah,, beliau sangat menghawatirkannya. Oh yah aku punya gosip baru ."


"Hei jika ingin bergosip sebaiknya dengan dayang Raya dan dayang Han. Kalian sesama wanita yang suka bergosip."


"Eh,, ini sangat penting. Ini soal anak raja yang lain."



Kinan menatap Grace tak percaya.

__ADS_1


"Iyah, tadi ibu suri menjenguk yang mulia raja. Mereka membahas soal anak raja yang pertama yang katanya belum ditemukan. Mereka sedang mencarinya. Ku rasa ini bagus jadi yang mulia masih memiliki harapan untuk mempertahankan tahta istana."


"Tapi bukan hal yang mudah untuk menemukan seseorang. "


__ADS_2