
Setelah selesai makan Grace membantu anak lain untuk mencuci piring. Kebetulan anak perempuan yang bertugas saat itu juga seorang gadis kecil yang bisu. Namun gadis bernama Tiara itu tampak sangat gembira dan teman temannya juga sayang padanya. Mereka juga mempelajari bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan Tiara.
Setelah mereka selesai membasuh piring Tiara mengantar Grace kekamarnya dan disanalah Tiara menceritakan siapa sebenarnya Kinan.
Tiara menjelaskan Kinan bagai malaikat buat mereka. Berkat Kinan panti asuhan itu semakin membaik dan disana mereka bukan hanya mendapatkan tempat tinggal dan makanan tapi Kinan dan bantuan donatur lainnya membuat mereka dapat bersekolah hingga kuliah. Beberapa anak yang sudah dewasa dan sukses juga tak pernah lupa untuk selalu menyumbangkan waktu dan materi mereka untuk yayasan.
Kinan mengajarkan ikatan kekeluargaan, kasih sayang dan tanggung jawab bagi semua adik adik dan seangkatannya yang membuat semua orang disana begitu menghormati dan menyayanginya.
Setelah selesai bercerita Tiara pun kembali kekamarnya. Grace baru saja ingin mengunci pintunya tiba tiba Kinan muncul disana.
Kinan mengajak Grace keluar untuk duduk bersama didekat taman. Saat itu Grace merasa sangat canggung, mungkin karna semakin hari semakin baper oleh sosok tampan dan sikap lembut Kinan.
"Aku besar disini, ibuku meninggalkanku disini."
Jelas Kinan lewat pesan textnya. Grace segera membuka pesannya dan kemudian mereka sibuk mengobrol tanpa memandang satu sama lain.
Johana yang sibuk mencari Kinan akhirnya memergoki Kinan dan Grace dari jauh dan dia merasa cemburu.
Angin malam berhembus agak kencang dan udara juga semakin dingin membuat Grace mulai kedinginan. Kinan dengan sigap melepas kemejanya dan membalutkannya kepunggung Grace. Grace menolehnya dan akhirnya mata mereka bertemu.
Debaran detak jantung mereka kembali tak karuan. Wajah mereka terasa begitu dekat. Johana semakin geram melihat adegan tersebut dan dia buru buru keluar dari tempatnya berdiri sembari memanggil Kinan.
" Sayang.... "
"Jo... "
"Aku mencarimu kemana mana. Ternyata kau sedang berduaan disini. Kau mau membuatku cemburu? "
"Jangan bicara begitu, memangnya ada apa mencariku?"
" Ada yang ingin ku bicarakan denganmu berdua."
"katakan saja toh juga disini hanya aku yang bisa mendengarkanmu."
"Aku tidak mau, aku mau berdua saja! "
Tegas Johana kian kesal. Grace lalu berdiri dan memberi israyat kalau dia akan pergi. Johana tersenyum puas saat Grace Melangkah meninggalkan tempat itu.
" Sekarang katakan."
__ADS_1
" Ehmm mumpung kau disini aku ingin mengajakmu untuk menghadiri acara peresmian penerbitan buku pertamaku besok. "
"Jo kau tahu aku sibuk, aku kesini karna ada beberapa urusan yang ingin ku kerjakan. Lebih baik ajak Juna."
" Aku bosan dengan Juna. Apa salahnya memang menemaniku? kau selalu sibuk tak pernah ada waktu untukku. "
Keluh Johana dengan wajah memelasnya membuat Kinan merasa bersalah.
" Baiklah tapi aku tak bisa berlama lama." tegas Kinan lalu meninggalkan Johana disana sendiri.
Grace belum tidur malam itu. Dia memeluk gulingnya sambil memikirkan Kinan. Tak lama Johana datang dan menghampirinya. Grace memperbaiki posisinya. Kini dia duduk sementara Johana berdiri didepannya. Johana menyodorkan secarik kertas pada Grace agar Grace membacanya.
Aku tidak suka kau dekat dengan Kinan. Kinan itu pacarku jadi ku harap kau bisa menghargai hubungan kami. Aku minta maaf kalau pertemuan kita harus tampak seperti ini tapi aku tidak mau kalau sampai Kinan tahu kita sudah bertemu sebelumnya. Saat ini aku sedang fokus dengan hubunganku dengan Kinan
Grace menatap Johana sesaat dan kemudian dia mengangguk kecil. Johana tersenyum dan berniat pergi namun sebelum dia pergi Grace menahan tangannya.
"Bagaimana dengan bukuku? "
Tanya Grace dengan bahasa isyarat dengan menggunakan buku diatas meja kecil didekatnya.
" Akan ku kembalikan secepatnya setelah aku menyelesaikan tugasku. "
Balas Johana setelah menuliskannya di bawah tulisannya yang sebelumnya.
" cepatlah Jo."
Katanya sedikit berteriak. Johana dengan begitu gembira berlari kearahnya dan langsung menaiki mobil. Grace melambaikan tangannya kecil bersama anak anak lain. Saat dia membalik dia melihat Juna berdiri tak jauh dari sana. Dia memandang kesal kearah mobil Kinan yang bergerak menjauh meninggalkan panti asuhan.
Grace melangkah perlahan mendekati Juna.
Juna dipercaya Kinan sebagai salah satu pengurus yayasan untuk membantu para suster. Selain itu dia juga suka menggambar. Juna mengajak Grace untuk melihat lihat gambar hasil buatannya. Grace begitu takjub. Salah satu gambar itu seperti menarik perhatian Grace.
Grace meraihnya dan menoleh Juna. Juna tersenyum seolah dia mengerti kalau Grace mencoba menebak gambar itu adalah johana. Juna tersenyum namun senyumnya itu tampak menyimpan kesedihan.
" Johana adalah anak yang pertama kali kukenal. Saat itu aku baru saja masuk keasrama setelah ayah dan ibuku meninggal dalam sebuah kecelakaan. Pamanku tak mampu mengurusku jadi dia menitipkanku disini. Saat itu usiaku baru 15 tahun. Ditubuhku masih ada beberapa luka karna kecelakann itu dan Johana selalu dengan baik membantuku menganti perbanku. Sejak itu aku menyukainya tapi setiap kali kak Kinan datang dia akan berubah. Dia sudah lama menyukai kak Kinan dan dia ingin menjadi pacar kak Kinan. Kak kinan pernah berjanji padanya kalau umurnya sudah genap 20 tahun barulah kak Kinan mau menjadi pacarnya dan kini dia sudah berusia 20 tahun. Dia menangih janji kak Kinan. "
Curhat Juna di notebook Grace. Setelah memberikannya pada Grace, Juna lalu berjalan menuju tempat lain dimana dia mulai sibuk menggambar.
__ADS_1
Grace fokus membaca kemudian. Hatinya tersentuh, ternyata bukan dia yang merasa kesepian dan sedih karna orang yang mereka sukai. Sesudah itu Grace mendekati Juna dia memperhatikan bagaimana Juna menggambar.
Waktu itu jam 10 pagi. Pihak stasiun tv sudah mempersiapkan tempat untuk peluncuran buku Johana. Johana begitu senang saat banyak orang yang datang untuk menunggunya. Satu demi satu buku ditanda tangani Johana dan dia juga berselfi dengan beberapa penggemarnya.
"Selamat yah Jo, launching hari ini sangat sukses. Semoga project kedepan juga begitu. Aku sangat bangga padamu."
Puji Jero sang ceo perusahaan yang datang khusus untuk menghadiri acara itu.
" Terimakasih pak Ceo, ini semua berkat bantuan bapak. Trimakasih sudah memberikan saya kesempatan ."
Lalu Johana berfikir untuk memperkenalkan Kinan dengan Jero disaat itu.
" Oh yah pak ceo, perkenalkan ini Kinan. pacarku."
" Oh hallo, nama saya Jero."
Jero menjulurkan tangannya ramah yang langsung disambut Kinan segera.
"Kinan "
"Kamu pasti sangat bangga punya pacar bertangan jenius seperti Johana. Dia bisa menciptakan novel yang sangat bagus. Tulisannya disukai banyak orang dan kami juga akan segera meluncurkan flim baru hasil tulisan Johana."
" Baguslah,, aku sangat berharap itu juga akan sukses."
"Yahh semoga. "
Setelah acara itu Johana dan Kinan pun bersiap pulang namun langkah mereka kemudian dihadang oleh Tata. Seorang pemuda yang bekerja sebagai editor
" Jo,, ini bukumu. Semua sudah ku ketik ulang dan datanya akan segera ku kirimkan."
"Oh trimkasih."
" Kalau begitu aku duluan yah."
Johana masuk kemobil. Dia meletakkan buku bukunya disampingnya. disepanjang jalan dia bernyanyi nyanyi kegirangan mengikuti lagu yang dipasang Kinan dimobilnya.
"Kau duluan saja yah. Aku masih harus keluar. Ada yang ingin ku urus."
Kata Kinan setelah mereka sampai digerbang. Johana berniat turun, sambil membuka pintu dia meraih buku disampingnya. Dia tidak sadar kalau salah satunya masih tertinggal dan jatuh kebawah.
__ADS_1
"Dah... "
Johana melambaikan tangannya saat sebelum dia meninggalkan Kinan disana.