
Hari hari berlalu dan pangeran Jimin kian sibuk dengan karirnya. Mereka bahkan sudah debut dan langsung memiliki banyak penggemar. Namun walau begitu pangeran masih tetap menyembunyikan jati dirinya sebab dia tak ingin dipandang special.
Pangeran Jimin ingin orang mengetahui bahwa dia punya kemampuan tanpa harus disokong oleh status kerajaannya. Banyak orang yang datang ngelu elukan namanya dan mereka percaya kalau sosok yang mereka panggil sebagai "Bee" adalah seorang yang tampan.
Sean yang dengan angkuhnya juga ingin menunjukkan kehebatannya. Dia dengan sengaja mengundang grup pangeran Jimin untuk menghadiri acara ulangtahunnya yang akan dirayakan dengan maksud untuk menyakiti hati pangeran Jimin dan juga Vira.
"Tolonglah tersenyum sedikit cantik. Malam ini akan menjadi malam yang tak bisa kau lupakan. Aku punya tamu khusus malam ini dan kau akan suka. "
Sean menunjukkan smirknya pada Vira yang masih mengabaikannya. Lalu Sean meletakkan sebuah paperbag berisikan gaun ketangan Vira, lalu dia berdiri dan berjalan keluar dari ruang tamu rumah Vira.
Pangeran Jimin duduk dibangku barisan depan yang khusus disedikan untuk mereka. Sean menyelenggarakan pesta mewah ala outdoor dipinggir pantai.
Tak lama Sean dan Vira muncul. Pangeran Jimin bisa dengan jelas melihat bagaimana cantiknya Vira dengan gaun panjang yang dia gunakan. Mereka berjalan menuju bagian depan sambil sesekali menyapa undangan yang juga mengucapkan selamat pada Sean dengan menyalaminya.
"Trimakasih untuk undanganku sekalian. Dimalam yang berbahagia ini sudah berkenan hadir untuk merayakan ulangtahunku. Khususnya untuk tamu special kita malam ini, T'Lov yang sudah menyempatkan waktunya. "
Sean bertepuk tangan sembari melirik ke grup tersebut dan disambung oleh tamu yang lain. Vira yang tadinya tertunduk tak bersemangat, begitu mendengar nama itu mendadak mejoleh ke arah meja pangeran.
"Ayo sayang. "
Sean menarik tangan Vira tapi mata Vira masih tertuju pada pangeran yang menatapnya intens sambil menepuk tangannya juga.
"Sayang ini adalah hari ulangtahunku jadi tolong berikan hadiah yang special buatku. Ciumlah aku dihadapan semua undangan kita. "
"Apa??? kau sudah gila Sean."
Vira segera menarik tangannya menatap kesal pada Sean. Sean tak tinggal diam, dia dengan cepat menarik Vira kembali kehadapannya dan menciumnya. Vira berusaha mendorongnya tapi tenaga Sean yang kuat membuatnya tak bisa melakukan apapun.
Serasa darah pangeran Jimin mendidih hingga ingin pecah diotaknya tapi dia masih berusaha menahan emosinya dengan terus bertepuk tangan menatap ke depan.
__ADS_1
Tak lama Sean melepaskan Vira. Vira spontan menamparnya keras hingga membuatnya emosi. Semua undangan disana terdiam dan sebelum terjadi hal lain Vira segera berlari meninggalkan tempat itu sambil menangis.
Sean mengangkat wajahnya dan melirik kearah pangeran Jimin. Dia menunjukkan smirknya sambil memegangi ujung bibirnya.
Vira sampai dihalaman rumahnya menggunakan taxi. Dia berjalan perlahan sambil sesekali mengusap air matanya yang sudah melunturkan make upnya.
"Kesini kau gadis laknat! "
Terdengar suara Sean yang dengan kasar menarik lengannya.
"Berani sekali kau menamparku didepan semua orang ha! Apa kau tau mereka adalah orang orang terpandang dan kau membuatku malu dihadapan mereka!!! "
"Kau fikir aku perduli. Aku sama sekali tak perduli padamu, aku membencimu!!!!"
Vira balik meneriaki Sean karna kesalnya sambil mendorong tubuh Sean dengan jari telunjuknya. Sean segera membalasnya dengan satu tamparan keras yang membuat Vira sampai terjatuh ketanah.
Sean mendekati gadis itu. Dengan kasar Sean menarik pipi Vira agar menatapnya. Diwajah Vira hanya ada kebencian untuk Sean. Didalam hatinya dia memaki lelaki itu habis habisan.
"Kau bisa tak memperdulikanku dan aku akan membuat kau menderita sampai memohon ampun padaku ! "
Sean membawa Vira keapartementnya dan menghempaskan Vira kasar diatas sofa. Vira yang ketakutan berusaha untuk mengancam Sean. Dia mengambil sebuah pisau buah dan menodongkannya pada Sean.
"Jangan mendekat atau aku takkan degan."
Vira Berusaha mengancam sean tapi Sean sama sekali tak takut. Dia terus melangkah mendekati Vira hingga Vira tak sengaja menabrak meja dan saat dia lengah Sean lalu meraih paksa pisau tersebut.
"Aku akan membuatmu merasakan kesakitan sampai kau memohon ampun padaku! "
Sean lagi lagi menarik vira kasar kekamar dan mendorongnya hingga kepalanya terantuk kesiku tempat tidur. Vira menangis terpojok dibuat Sean.
Sean tampak melepaskan jas dan kemejanya. Dia mendekati Vira dan dengan paksa merobek gaun Vira.
"Sean hentikan, aku mohon hentikan. Tolong jangan lakukan ini padaku hiks hiks."
Vira berusaha keras untuk bertahan tapi Sean terus dengan gigihnya melucuti pakaiannya. Sean bahkan menampar Vira beberapa kali karna terus mencoba menghentikannya.
__ADS_1
Situasi yang begitu sulit akhirnya membuat Vira tak berdaya, dia terus menangis mengingat pangeran Jimin dan semua kenangan mereka. Tak lama Sean tiba tiba pergi menuju kamar mandinya. Vira bergegas memakai pakaiannya dan tak lama Sean muncul dengan wajah dipenuhi amarah dan juga tangan yang mengepal erat.
PLAK PLAK
Tamparan bertubi tubi dilayangkan Sean kewajah Vira secara tiba tiba hingga Vira merasakan sakit yang luar biasa diwajahnya. Tak lama Sean menariknya dan mendorongnya jatuh kelantai.
"Dasar gadis tidak tahu diri, sebegitu murahannya dirimu sampai kau sudah tak virgin!!! katakan padaku sudah berapa pria yang kau layani ha!!!!!"
Bentakan Sean tak digubris Vira. Dia berusaha bangkit sembari menutup matanya dan tiba tiba Sean menarik rambutnya kebelakang dengan sangat keras.
"Aku akan membuatmu lebih menderita dari pada ini! Akan ku buat kau membayar lunas semua penipuan ini. "
"Sean tolong lepaskan. Ini sangat sakit. "
Vira memohon sambil sesegukan tapi Sean tak menghiraukannya. Sean menarik paksa Vira keluar dari rumahnya dan memasukkannya kedalam mobil.
Vira melihat Sean begitu kesal sehingga dia berfikir Sean akan berbuat sesuatu yang buruk padanya. Dan benar saja Sean membawa Vira ke sebuah club malam yang diramaikan oleh pengunjung dan kelip kelip lampu dan juga suara musik yang keras.
Vira berusaha bertahan untuk tak memasuki tempat itu tapi Sean dengan paksa menariknya dan memaksanya masuk kedalam sebuah kamar.
"Sean apa yang ingin kau lakukan padaku? Tolong jangan tinggalkan aku disini Sean. Aku mohon padamu. "
Vira berlari dan memohon dikaki Sean yang tampak siap meninggalkannya disana tapi dengan keras Sean menarik kakinya hingga melukai wajah Vira. Setelah itu dia keluar dan mengunci pintu dari luar.
"Sean buka... Sean tolong keluarkan aku. Aku mohon tolong aku.... SEAN....!!!! "
Vira sempat mengebuk gebukkan tangannya dipintu berharap Sean membukanya tapi tak ada yang datang untuk membukanya. Lalu Vira melihat sekelilingnya dan dia melihat sebuah telpon didekat matras.
Vira bergegas untuk menekan nomor seseorang. Hanya nomor itu yang tergiang diingatannya. Baru saja Vira mendengar sahutan diujung telepon tiba tiba pintu terbuka.
Seorang pria berkepala 3 tampak memasuki ruangan itu dan menguncinya.
"Siapa kau? pergi tinggalkan aku!!!"
Vira berusaha mengancam tapi pria yang nyaris mabuk itu tak mengubrisnya bahkan dengan kasar dia menarik Vira dan mendorongnya ke atas matras. Seseorang dibalik sana hanya mendengar teriakan demi teriakan yang membuat dia menahan amarah dan kesal.
__ADS_1