
"Siapa gadis itu, mengapa dia begitu berani menyebut nama pangeran ?"
Tanya Quina kesal dalam hatinya. Adam masih berada diruang kerja sang raja. Sudah lama mereka disana dan Quina sedang menunggu mereka selesai bicara.
Tak lama Adam keluar dengan wajah kesalnya. Quina datang menghampirinya dan menghadang jalannya
"Siapa gadis itu? "
Tanyanya putri Quina segera tapi pangeran Adam tak ingin membahasnya. Dia melanjutkan langkahnya, mengabaikan putri Quina dengan rasa kesalnya.
Yesika masih menangis sedih dirumah pohon ditepi kebun bunganya. Dia teringat tentang kenangannya bersama Adam. Seolah mimpi buruk datang kepadanya. Suara rintik hujan terdengar jelas dan tak lama pangeran Adam datang mengejutkannya.
Yesika menyeka airmatanya dan menunduk. Dia tak tahu lagi bagaimana caranya menghadapi pangeran Adam.
"Maafkan aku, aku tidak pernah berniat mempermainkan dan menyakiti perasaanmu. Aku benar benar mencintaimu."
"Yesika... "
Panggil pangeran Adam sambil memberanikan diri meraih tangan Yesika karna Yesika hanya diam sejak tadi. Yesika menatapnya, pipinya dihujani airmata dan Adam segera menyekanya.
"Aku benar benar mencintaimu, aku tidak pernah berfikir untuk mencintai gadis lain selain dirimu."
Kata Adam juga menahan sedihnya. Seketika Yesika memeluknya dan menangis kencang dipelukan Adam.
Sebulan berlalu setelah hari itu. Yesika sakit dan hanya bisa terbaring lemah diatas tempat tidurnya. Sesekali dia muntah dan membuat ayahnya menjadi bingung.
PLAKKK
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi pangeran Adam. Raja Juyon begitu syok saat ayah Yesika datang dan mengatakan kalau Yesika tengah hamil. Pangeran Adam hanya diam tak bergeming. Quina yang juga ada diruangan itu hanya bisa menangis dan kecewa.
"Umumkan pernikahan pangeran. Aku ingin mereka segera menikah."
Perintah raja pada sekretarisnya yang berdiri disebelah kanannya.
"Lalu bagaimana dengan gadis desa itu? "
Tanya sang permaisuri, Raja terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap tajam mata Adam.
__ADS_1
"Gugurkan anak haram itu, sesuai amanat leluhur, tak ada anak haram yang akan terlahir dari keturunan raja. "
"AYAH..."
Seru Adam tak percaya tapi kedua pengawal menahan bahunya agar Adam tetap duduk diam dikursinya.
Adam menahan rasa amarah dan emosi yang bergejolak dalam hatinya. Dia mengepal erat kedua tangannya sembari tertunduk. Dia tidak bisa membayangkan hal buruk akan menimpa Yesika dan kandungannya.
Ibunda ratu mengirimkan seorang menemui Yesika dan keluarganya. Wanita itu menyerahkan sepucuk surat pada Yesika yang membuat hati Yesika hancur tak berdaya. Malam itu juga Yesika meninggalkan tempat itu. Yesika terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya demi bayi yang ada dalam kandungannya.
Yesika,,, pergilah jauh sejauh yang kau bisa. Raja memerintahkan orang untuk menggugurkan kandunganmu. Terimalah uang ini sebagai bekalmu dikemudian hari. Rawatlah anak itu sebaik mungkin. Maaf atas kesalahan putraku.
Itulah pesan yang dikirimkan sang ratu. Yesika menangis meratapi hidupnya. Dia akan pergi jauh berpisah dari ayah dan ibunya dan lagi dia sedang mengandung.
Tak lama upacara pernikahan Adam dan Quina akan berlangsung meriah. Namun tak tampak rona kebahagiaan diwajah Adam dan ibundanya.
"Adam anakku, ini adalah satu satunya cara yang bisa ibu lakukan untuk menyelamatkan Yesika dan kandungannya. Jika kau memang mencintainya maka janganlah lagi pernah menanyakannya. Biarlah dia hidup tanpa kehadiaranmu. Itu akan membuatnya hidup lebih baik bersama anak dalam kandungannya."
Kata sang ibu sebelum upacara pemberkatan berlangsung.
Adam menangis memeluk ibundanya lalu dia keluar dari ruangannya didampingi ibundanya. Mereka berjalan menuju mobil pengantin dan lalu menuju kegereja.
Sembilan bulan kemudian Yesika melahirkan seorang anak laki laki. Anak itu dinamainya Kinan yang kemudian dititipkannya disebuah panti asuhan.
Bertahun tahun sejak saat itu kesedihan tak berujung terus menimpa keluarga kerajaan. Setiap kali Quina mengandung maka dia akan keguguran. Jika pun dia melahirkan maka anak yang dilahirkan langsung meninggal.
Hal itu menjadi pukulan keras bagi raja dan Adam. Raja lalu memilihkan selir selir terbaik untuk Adam tapi mereka pun bernasib sama. Tak ada satu keturunan yang lahir selama 4 tahun tersebut.
*********
"Ibu mengapa ibu selalu meninggalkanku disini? ibu apakah aku ini anak yang tak baik hingga ibu ingin hidup terpisah dariku. Bu, aku ingin hidup bersamamu. Aku ingin makan dari tanganmu dan aku ingin tidur dalam pelukanmu. Bu, aku masih sangat merindukanmu. Ku mohon bawalah aku bersamamu."
Kinan memohon pada ibunya saat mereka telah sampai dipintu gerbang panti asuhan. wajahnya tampak sendu bahkan matanya tampak memerah dan siap menangis.
"Kinan kelak kau akan mengerti mengapa ibu melakukan ini. Ibu pun sangat ingin hidup denganmu, ibu ingin memasak untukmu dan menyuapimu makan. Ibu ingin menjagamu dan memelukmu selalu. Kinan, ketahuilah ibu sangat menyayangimu. "
"Aku juga sangat menyayangi ibu."
__ADS_1
Kata Kinan dan dengan segera dia memeluk ibunya erat.
"Berjanjilah kau akan belajar dengan baik. Kau akan mematuhi semua perkataan para suster dan gurumu. Berlatihlah yang baik dan jadilah anak kebanggaan ibu. Ibu akan selalu mendoakanmu."
Pinta Yesika sedih. Dia lalu melepaskan pelukannya dan berlutut dihadapan anaknya berumur 4 tahun itu.
"Berjanjilah pada ibu kau akan menjadi kebanggaan ibu. Kau akan menjadi anak lelaki yang kuat, bertanggung jawab, hebat dan cerdas."
"Aku berjanji bu."
Jawab Kinan segera. Yesika lalu memeluknya erat dan menangis.
"Yah sudah sekarang masuklah. Nanti kau terlambat. "
Kinan lalu menyeka air mata ibunya dan mencium kedua pipinya.
"Tunggulah aku bu. Aku pasti akan menjadi anak kebanggaan ibu. "
Kata Kinan semangat lalu sekali lagi dia memeluk ibunya dan lalu dia berlari memasuki gerbang. Yesika melambaikan tangannya mengiring anaknya itu dengan duka dihatinya
"Kau kebanggaan ibu anakku."
"Yesika hayo.. "
Seorang pria memangil Yesika. Yesika lalu berjalan menuju mobil dan meninggalkan panti asuhan tersebut.
Suatu hari dikerajaan lahirlah seorang anak lelaki dari selir Adam yang baru. Anak itu tumbuh menjadi seorang anak yang manja dan sangat dijaga oleh keluarga kerajaan. Kehidupannya begitu dikekang dan dia selalu dikawal kemanapun dia pergi
********
9 tahun kemudian
"Ibu ku mohon jangan pergi. Jangan tinggalkan kami bu.. ibu... "
Seorang anak remaja menangis kencang. Dia bernama grace. Grace berlari kearah jalan mengejar ibunya yang baru saja pergi dengan pria lain. Ayah dan ibunya baru saja resmi bercerai dan ibunya memilih untuk meninggalkan Grace dengan ayahnya. Ayah Grace baru saja bangkrut. Dia hanya bisa diam melihat putri sulungnya itu berlari memanggil ibunya.
"Ahkkkk. " Grace berteriak kencang saat sebuah mobil mengarah padanya. Ayahnya segera berlari mendapatinya dan membawanya kerumah sakit. Dengan sisa uang tabungannya mereka berhasil menyelamatkan grace tapi dia harus mendapatkan cacat dilehernya. Bekas oprasi yang kentara dan membuatnya tampak buruk dan lagi sejak saat itu Grace menjadi bisu.
__ADS_1
Grace dibully oleh teman temannya. Dia menangis mendapati kesialan dalam dirinya. Ayahnya yang tak tega lalu membawa Grace untuk tinggal didesa dimana Grace tak lagi punya teman. Sehari hari dia hanya bermain dengan binatang peliharaan ayahnya. Dia membantu ayahnya berkebun dan beternak dan dia menutupi lehernya selalu dengan sebuah syal.