
Kinan menuju kesebuah toko kue sesuai arahan Grace. Setibanya disana Grace lalu mengambil selembar kertas untuk menuliskan pesanannya dan kemudian dia juga mengajak Kinan untuk turun.
"Kau saja, aku akan tunggu diluar yah." kata kinan. Mereka lalu bersama sama keluar tapi Kinan duduk dikursi didepan toko.
Saat masuk Grace melihat Yesika sedang berada dimeja kasir. Saat melihat Grace, Yesika langsung tersenyum ramah.
"Kau datang lagi. " kata Yesika. Grace yang disambut hangat segera mengangguk dan kemudian menyerahkan kertas pesanannya untuk dibaca Yesika.
"Sebentar yah, ibu siapkan dulu." kata Yesika lalu kemudian mulai sibuk membungkus pesanan bakpau milik Grace.
Setelah selesai membayar bakpau tersebut, Grace pun keluar dan menghampiri Kinan diluar. Yesika yang sudah dari awal menyukai Grace juga masih memantau Grace dan dia sangat terkejut saat melihat Kinan mengobrol dengan Grace.
Kinan, apa yang dia lakukan disini, apakah dia sudah tahu, apakah dia sengaja kesini? lalu apa hubungannya dengan gadis itu ?
Yesika bertanya tanya dalam hatinya tanpa menyadari Kinan dan Grace sudah pergi. Saat melihat mobil mereka sudah pergi, Yesika lalu membuka celemeknya dan meraih tasnya. Dengan segera Yesika meninggalkan tokonya untuk menuju panti asuhan. Yori yang sudah mengintainya sejak lama lalu ikut bergerak dan dari jauh dia melihat ada orang lain yang juga mengikuti Yesika.
Disisi lain saat pangeran Jimin sedang tertidur pulas. Vira pergi tanpa meninggalkan pesan. Saat pangeran terbangun rumah tampak sepi. Dia turun kelantai satu namun disanapun tak ada siapa siapa.
"Ada apa sampai kau tergesa gesa datang kemari? " tanya suster kepala setelah Yesika datang menemuinya dikantornya yang dekat dengan rumah Kinan. Mereka duduk dikursi kayu yang dekat dengan jendela.
"Kinan baru saja datang ketokoku. Tapi dia tidak melihatku. Aku khawatir dia tahu bahwa aku disana, apakah dia sengaja kesana untuk melihatku? "
"Kinan sangat menghargai privasimu, sekalipun dia begitu rindu dia takkan menanyakan dimana alamatmu. Mungkin hanya kebetulan. "
" Dia memang datang kesana dengan seorang gadis bisu. Dia tak masuk hanya menunggu diluar. Aku sangat cemas jika dia tahu aku tinggal disana dan dia akan datang terus. Bagaimana kalau pihak istana melihatnya? aku merasa sangat cemas. "
"Tenanglah, mungkin itu hanya kebetulan."
"Kuharap juga begitu. Aku tak ingin istana mengetahui keberadaannya. Aku tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Kinan karna statusnya sebagai anak sulung yang mulia raja Adam." jelas Yesika sedih yang justru menghentikan langkah pangeran Jimin, saat pangeran akan melewati tempat itu.
"Kinan anak sulung raja? " suster kepala bertanya karna merasa tak percaya. Yesika menangis seketika karna sudah mengungkit masa lalunya yang kelam.
"Saat itu aku masih sangat muda. Ayahku hanya seorang petani bunga. Suatu ketika tak sengaja aku bertemu raja Adam. Tapi saat itu aku tak tahu bahwa dia adalah seorang pangeran. Dia sering menemuiku dan seiring waktu kami semakin dekat. Suatu saat dia tak datang lagi dan membuatku khawatir. Aku tak punya cara untuk menghubunginya. Akhirnya ayahku memintaku mengantarkan bunga untuk acara pertunangan pangeran. Aku baru sadar kalau orang yang selama itu begitu dekat denganku adalah seorang pangeran yang akan bertunangan. Itu sangat membuat buatku syok. Aku kembali kedesa dan tak lama dia menemuiku. Saat itulah tak sengaja kami berbuat sesuatu yang salah. Sebulan kemudian aku hamil. Raja Juyon memeritahkan orang untuk menggugurkan bayi dalam kandunganku. Tapi yang mulia ratu sudah lebih dulu mengirimkan pesan agar aku lari dari sana. Itu adalah alasan mengapa aku tak ingin Kinan pergi keistana. Aku khawatir akan ada orang yang tahu dan akan membunuhnya. Selama bertahun tahun aku menahan diriku terpisah darinya agar dia tak celaka. Aku merasa ketakutan. "cerita Yesika sambil terus menangis.
__ADS_1
"Yesika, mungkin anakmu membawa takdirnya sendiri. Kau tahu saat ini bagaimana sulitnya situasi diistana. Mungkin anakmu lahir memang ditakdirkan menjadi seorang raja."
"Tidak suster, dia anak yang tidak diharapkan alm raja Juyon. Raja Fatar terdahulu mengharamkan anak yang lahir dari luar nikah dan itu juga kutukan yang diberikan seorang mantan pengurus istana. "
"Kita tidak tahu takdir seseorang. Mungkin lebih baik kau memberitahu Kinan soal ini. Dia juga pantas mengetahui jati dirinya. Kalau pun alm raja Fatar dan raja Juyon tak menginginkannya tapi raja Adam membutuhkannya saat ini. "
"Bagaimana jika mereka tak bisa menerimanya tapi malah membahayakan nyawanya? "
"Maka berdoalah untuk anakmu. Kinan anak yang baik dan cerdas. Aku sudah melihat bagaimana darah kerajaan megalir dalam dirinya. Dia berbakat, hebat dan dermawan. Dia seorang pemimpin dan dia pantas untuk itu. "
Pangeran Jimin kembali kekamarnya. Diantara senang dan sedihnya dia menitikkan air mata. Dia teringat Kinan adalah sosok yang baik dan selalu membantunya dan lagi Kinan sudah menyelamatkan nyawanya.
Setelah kembali keistana Grace segera membawakan bakpau yang baru dibelinya dan membawakannya untuk raja Adam. Hal itu membuat raja Adam senang dan dia langsung memakannya.
"Trimaksih yah." kata selir Yana yang juga ada diruangan itu untuk mengurus raja Adam. Kini kesibukan berburu tahta membuat ratu Quina sering mengabaikan raja Adam sehingga selir Yana yang selalu setia mengurusinya.
Hari itu raja Vitar memberikan perintah kepada panglima perangnya untuk membunuh raja Adam dikediakannya malam itu juga. Dia akan memamfaatkan situasi. Dengan mata matanya dia sudah mengetahui rencana ratu Safa dan karna itu dia akan memamfaatkannya sehingga takkan ada yang curiga. Ibu suri akan berfikir kalau mereka adalah orang suruhan ratu Quina.
Sore itu sekitar pukul 6, Yesika dalam perjalanan menuju ketokonya dan ditengah jalan ada sedikit hambatan karna ada kemacetan. Yesika pun lalu menuju jalan lain yang jauh lebih sepi dan sempit. Disaat tak ada seorang pun yang lewat. Tiba tiba sebuah mobil menghadangnya.
Yori berjalan pelan keluar dari mobilnya. Kini mobilnya menghadang jalan keluar para penculik itu. Tatapan dan expresinya begitu tenang. Dia bahkan tak gentar saat para penculik yang berbadan kekar itu mengancamnya dengan pisau.
Seketika terjadi duel antara mereka. Orang yang menyekap Yesika lalu mundur untuk menaiki mobil dibelakang tapi Yori yang dengan mudah menumbangkan lawan pertamanya lalu menghadang mereka kembali.
Tak butuh waktu lama buat Yori untuk melumpuhkan kedua orang jahat itu dan membawa Yesika dari sana. Yesika yang ketakutan hanya bisa diam didalam mobil Yori yang masih menuju entah kemana.
"Tak perlu takut, aku akan menjagamu nyonya." kata Yori saat mereka dalam perjalanan.
"Apakah kau orang suruhan istana? " tebak Yesika tapi Yori tak menjawab.
Tak lama mereka pun sampai disebuah kediaman. Ibu suri sudah menunggu mereka disana. Yesika yang bingung hanya bisa diam tertunduk dihadapan ibu suri.
"Bagaimana kabarmu? " tanya ibu suri ramah.
__ADS_1
"Aku baik yang mulia." jawab Yesika sedikit getir. Ibu suri melihat rasa takut yang besar dari Yesika lalu beliau datang menghampirinya dan duduk didekatnya. Yang mulia ibu suri juga langsung meraih tangan Yesika membuat Yesika bingung.
"Yang mulia. " kata Yesika saat melihat ibu suri memandangnya haru dan siap menangis.
"Aku tidak faham dengan semua kutukan diistana tapi aku tidak pernah menyesali keputusanku untuk menyuruhmu pergi. Jika saat itu kau tak lari aku tidak tahu harus bagaimana saat ini."
"Yang mulia, jangan bicara seperti itu. "
"Yesika,,,,, kau tak tahu bagaimana kekacauan hatiku saat ini. Saat pertama kali melihatnya aku bisa merasakanmu. Dia sangat mirip denganmu. Tapi aku harus menahannya. "kata ibu suri sambil menyeka airmatanya.
"Aku tahu, aku tahu Kinan adalah cucuku." katanya lagi dan kali ini Yesika ikut menangis. Dan saat itu ibu suri berdiri dan lalu berlutut dihadapan Yesika membuat Yesika bingung dan terharu.
"Ku mohon maafkanlah anakku raja Adam. Maafkan atas penderitaanmu selama ini. Aku minta maaf karna tak bisa berbuat banyak padamu dan juga cucuku. "
"Tidak yang mulia, jangan begini. Ku mohon berdirilah. " bujuk Yesika sambil ikut memohon hingga akhirnya mereka berada dilantai berdua menangis dan berpelukan.
"Karna kebaikan yang mulia. Aku bisa melahirkannya. Yang mulia yang memberitahuku agar pergi untuk menyelamatkannya. "kata Yesika lagi lalu melepas pelukannya dan menyeka air mata ibu suri.
"Ku mohon jangan menangis yang mulia. Semua kesalahan yang terjadi sudah takdir. Saat ini aku hanya berharap Kinan tidak akan celaka. Jika ada yang tahu keberadaannya aku takut dia akan celaka. "
"Tapi... dia adalah anak sulung raja Adam. Yesika... ku mohon. Ijinkalah aku membawanya kembali sebagai pewaris tahta. Anakmu adalah pewaris sah dan aku akan membantunya."
"Tidak yang mulia, orang orang takkan bisa menerimanya dengan statusnya sebagai anak diluar nikah. Bagaimana jika ada pihak yang menentangnya ?"
" Yesika,,, ku mohon... Kinan adalah satu satunya harapanku. Saat ini raja Adam sudah lumpuh karna keracunan. Cucuku pangeran Jimin juga nyaris meninggal karna perbuatan seseorang yang ingin merebut tahta. Tapi aku takkan membiarkannya, jadi ku mohon biarkan aku membawa Kinan kembali sebagai seorang pangeran. Biarkan aku membalas semua penderitaannnya. Dia harus mendapatkan haknya sebagai putra sulung raja. "
"Tapi aku takut yang mulia."
"Kau tak perlu cemas. Aku akan menjaganya dengan baik. Cucuku kinan akan menjadi pangeran dan raja berikutnya. Dia cucuku yang akan memperbaiki semuanya. percayalah... " kata ibu suri meyakinkan hingga Yesika tak bisa berkata apa apa lagi.
"Raja Adam tak pernah melupakan kalian sedetikpun. Dia juga sangat menyayangi Kinan dan dia akan senang mengetahui hal ini."
Malam itu sekitar jam 7 saat para staf bergantian untuk makan malam. Satu demi satu penyusup masuk mendekati ruangan raja Adam. Grace yang bertugas malam itu untuk berjaga sedang selir Yana sedang makan dan ibu suri juga masih belum pulang.
Saat mendengar sesuatu yang jatuh diluar. Grace langsung curiga. Dia lalu mendekati pintu untuk mengintip dan benar saja kedua pengawal didepan sedang dilumpuhkan oleh orang tak dikenal.Grace bergegas mengunci pintu dan mendapati raja.
__ADS_1
Grace melihat kesekelilingnya lalu Grace berfikir untuk menyembunyikan raja dibalik tirai. Dengan susah payah Grace berhasil memapah raja. Untung saja mereka berhasil sembunyi sebelum pintu berhasil dibuka. Saat mereka masuk mereka mulai mencari kebeberapa tempat. Grace lalu dengan bersusah payah menahan tubuh raja saat dia juga berusaha meraih Hpnya untuk mengirim pesan pada Kinan.