
Keesokan harinya raja Vitar yang baru saja akan sarapan tiba tiba menghempaskan semua makanan dihadapannya setelah seorang panglimanya membisikkan sesuatu ditelinganya.
Panglima tersebut memberitahukan bahwa misi mereka telah gagal. Bahkan semua pasukan yang mereka kirim nyaris tak ada yang selamat.
Disisi lain ratu Quina sedang duduk didepan cermin. Menunggu penata gaun dan wajahnya selesai mengurusnya. Saat itu beberapa kali raja Vitar berusaha menghubunginya tapi ratu Quina tak menghiraukannya. Beliau terlalu bahagia menjelang hari kemenangannya.
"Yang mulia sudah waktunya berangkat. " kata Ram mengingatkan. Ratu Quina lalu bangkit dan berjalan keluar menuju mobil. Dia membawa surat wasiat ditangannya yang sebelumnya sudah ditanda tangani oleh raja Adam.
Jero datang menjenguk Grace di Rs pagi itu. Dia membawakan bunga segar untuknya. sebelumnya Kinan sudah berpesan agar tak memberitahukan hal yang sudah terjadi pada Grace.
"Dokter bilang hasil oprasimu sangat baik. Mereka akan memberikan terapi untuk melatih suaramu. " terang Jero saat mereka duduk berhadapan diruangan Grace, grace tampak tersenyum kecut.
"Apa kau tak senang? " tanya Jero, Grace segera melambaikan kedua tangannya mencoba berkata tidak.
"Aku sudah memberitahu Kinan soal ini. Tapi saat ini dia sangat sibuk diistana. Dia berkata akan menjengukmu segera. " tambah Jero lagi dan Grace tampak menanggapinya, dia menatap Jero lekat.
"Kau istirahatlah yang baik supaya segera sembuh. Oh yah aku juga sudah membelikan apartement untukmu. Setelah kau keluar dari sini kau tinggallah disana dan mulailah bekerja. Aku sangat mengandalkanmu. " terang Jero lagi dan kali ini Grace mengangguk.
Ditempat lain, para petinggi sudah memasuki ruangan pertemuan. Tak lama ratu Quina datang dan mereka semua memberikan hormat padanya. Ibu suri yang sudah datang lebih duku hanya tersenyum sekilas melihat keangkuhan ratu Quina.
"Yang mulia ibu suri seperti yang kita sepakati bersama. Ini adalah hari penentuan pemegang tahta selanjutnya. Mungkin ini sedikit menyedihkan, penculikan raja dan juga kepergian pangeran. Tapi aku sudah mendapatkan wasiat yang ditanda tangani oleh raja dimana raja ingin aku memimpin kerajaan ini."
"Benarkah? itu bagus."
"Ini adalah surat wasiat dari yang mulia raja Adam. "kata ratu Quina seraya menyerahkan sepucuk surat pada mahkamah agung. Seorang petugas lalu mengambilnya dan menyerahkannya pada hakim tertinggi untuk diperiksa.
"Aku harap kau sudah mempersiapkan dirimu ratu safa." kata ibu suri sembari tersenyum.
"Yang mulia ibu suri tak perlu khawatir aku sudah begitu lama menunggu hari ini. Jadi aku sudah membuat persiapan yang matang. "jawab ratu Safa. Wajahnya tampak gembira tapi tidak dengan sang hakim yang tak menemukan tanda tangan raja di surat wasiat tersebut.
__ADS_1
"Ada apa? " tanya ratu Quina bingung.
"Yang mulia, tak ada tanda tangan raja disini."
"Apa??? " sontak ratu Quina berdiri dan menghampiri sang hakim. Dia merampas surat itu kasar dan melihat bahwa benarlah tak ada tanda tangan disana.
"RAMMMMMMM" ratu Quina berteriak marah sembari menatap Ram yang berdiri didekat pintu.
"Tenanglah ratu Safa, kau tak perlu terkejut begitu. Aku sudah tahu semua kebusukan dan perbuatanmu terhadap keluarga kerajaan dan kau harus tahu bahwa aku akan menepati janjiku. Aku membawa pangeran yang sah dan juga bahkan yang mulia raja Adam. " kata ibu suri dari belakang. Tak lama pangeran Jimin dan Kinan pun masuk. Seorang petugas juga tampak mendorong kursi roda raja Adam.
Sontak kedatangan mereka membuat ratu Quina terkejut bukan main. Para reporter dan media lain juga tak luput menyoroti kejadian tersebut.
"Selamat siang semua, hari ini aku sebagai raja penguasa tertinggi dikeraajaan ini akan mengungumkan dua hal yang mungkin begitu mendadak dan mengejutkan.
"Raja sialan, aku akan membunuhmu. Tunggulah pembalasanku. Aku takkan melepaskan kalian. Aku akan membalas semua ini!!! " geram ratu Quina sembari berteriak kencang sebelum dia benar benar menghilang dari pintu utama ruangan itu.
"Yang kedua, ini adalah kabar bahagia sekaligus kabar yang sedikit berat yang menyangkut harga diri dan atitut yang secara pribadi adalah kesalahanku. Dengan pengakuan ini sebagai seorang manusia biasa aku meminta maaf pada seluruh rakyat terutama kepada seorang wanita yang dulu pernah kutinggalkan dengan seorang anak lelaki yang tak kutanggung jawapi karna tugas negara yang dilimoahkan kepadaku.
Namun hari ini aku raja Adam akan mengungumkan secara resmi kepada publik bahwa pangeran Kinan adalah anak sulung raja. " kata raja. Lalu raja membungkuk badannya sebagai permohonan maafnya pada rakyatnya atas kegagalan dan kesalahannya terhadap anaknya sendiri.
Ibu suri lalu mengajak Kinan untuk tampil didepan diiring deruan tepuk tangan yang menyambutnya.
"Anakku pangeran Kinan, sejak hari ini kau telah resmi menjadi anggota kerajaan. Seoarang pangeran, putra sulung raja penerus tahta selanjutnya." terang raja menatap anaknya bangga.
Setetes airmata jatuh dipipi Yesika saat melihat ananknya itu telah resmi menjadi anggota kerajaan. Suster kepala dan juga semua penghuni panti juga ikut terharu sekaligus gembira akan pengunguman itu.
__ADS_1
Kinan lalu dengan sopan menundukkan dirinya didepan umun dan melambaikan tangannya sekilas.
Jero tersenyum dari jauh kearah Kinan. Berkat kebaikan dan perjuangannya. Stasiun Tv mereka mendapat ijin untuk meliput acara penting tersebut.
"Kalau nanti dia kesini, apakah kita juga harus memanggilnya pangeran? "kata Juna bercanda. Johana meliriknya dan Juna langsung terkekeh.
Setelah pengunguman hari itu. Keluarga kerajaan kembali keistana. Itu pertama kalinya pangeran jimin menginjakkan kakinya lagi.
Selir Yana sudah menunggu mereka dengan rasa haru. Saat melihat rombongan raja telah sampai, selir Yana tak kuasa menahan perasaannya beliau langsung memeluk pangeran Jimin penuh kasih sayang.
"Yang mulia ibu suri apakah semua persiapan nya sudah selesa?"
"Tentu" jawab ibu suri. lalu ibu suri mendekati selir Yana dan meraih tangannya.
"Hari ini adalah hari yang paling bahagia. Selir Yana, hari ini kebahagianmu akan bertambah tambah, bukan hanya karna kembalinya pangeran tapi hari ini raja akan mengangkatmu sebagai ratu berikutnya pendamping raja. " kata ibu suri. selir Yana tak kuasa menahan kegembiraannya. Beliau menatap raja Adam haru.
Sebuah pesta pun diselenggarakan untuk penyambutan pangeran Kinan dan sekaligus upacara pemberian gelar baru bagi selir Yana sebagai ratu berikutnya. Raja Adam juga memberi penghargaan pada Yori, Ram, Juna, Gio bahkan Jero yang sudah turut serta berpatisipasi dalam misi penyelamatan raja waktu itu.
Ketujuh pria tampan itu juga tak ingin melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama. Mereka tampak gembira dan juga kompak.
"Lihatlah bu, ketujuh anak muda itu tampak sangat membanggakan. Ku rasa aku harus memberikan sedikit hiburan untuk mereka. " kata raja Adam selagi beliau dan ibu suri duduk dikursi kebesaran mereka.
__ADS_1
"Yah, kau benar. Akhir akhir ini mereka sangat sibuk dan gigih bekerja. Mereka pantas mendapatkannya. " jawab ibu suri sambil memperhatikan ketujuh anak muda itu sedang bercanda. Namun, ibu suri melihat sesuatu yang lain dari Kinan. Dia tampak tak tersenyum girang seperti yang lain.