Unperfect

Unperfect
duka


__ADS_3

Keesokan harinya diclub yang sama seorang gadis masuk. Dia mencari tahu keberadaan Vira disana dan akhirnya dengan menyogok petugas disana akhirnya gadis itu menemukan kamar Vira.


Setelah pintu itu dibuka gadis itu masuk perlahan. Dengan jelas dia melihat Vira terbaring lemah dilantai dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Banyak luka memar ditubuhnya yang hanya ditutupi selimut.


"Vira.... "


Dia mengangkat tubuh tak beradaya Vira kepangkuannya. Samar samar Vira membuka matanya. Ada sebuah senyuman diwajahnya dan dia meraih tangan gadis itu.


"Bee.. Bee.., bantu aku meminta maaf padanya. Aku hanya mencintainya saja, katakan aku hanya mencintainya saja. "


Hanya itu yang dikatakan Vira sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya karna sayatan dilengan tangannya. Sebelumnya setelah pria itu meninggalkan Vira disana. Vira memecahkan lampu didekat meja dan menggunakan pecahan kacanya untuk mengiris urat nadinya.


**



Siang itu Ram dan Kinan tengah sibuk menghadiri sebuah acara. Kinan sengaja mengajak Ram sebagai pengawalnya karna Ram memiliki pengetahuan yang lebih dibanding dirinya mengenai istana. Dan lagi Ram dengan kecerdadannya bisa membantu Kinan untuk menghadapi situasi situasi yang tak diinginkan.


Setelah semua jadwal terpenuhi akhirnya mereka kembali ke mobil untuk segera kembali keistana. Dari kaca spion Ram melihat kalau Kinan belakangn ini sedikit tak bersemangat dan hanya mengandalkannya saja.


"Apa kau dan Grace belum berbaikan? "


"Entahlah, sepertinya jarak diantara kami semakin jauh. "


"Minggu depan aku akan cuti, Yorii sementara akan membantuku untuk mengawalmu. Kau tahu Yori sedikit tertutup. "


"Aku tahu.. tapi kau mau kau mana? "


"Apa urusan pribadi juga harus ku ceritakan padamu? "


Tanya Ram seraya melirik Kinan yang duduk dikursi belakang. Kinin memelototkan matanya memandang kesal kearah Ram yang lalu tersenyum padanya.


"Baiklah, nanti akan ku ceritakan. "


Tak lama kemudian mereka pun tiba diistana. Dengan segera mereka bergegas turun memasuki gedung istana. Tampak dari arah yang berbeda pangeran Jimin berjalan mendekati mereka dan melempar senyum kecutnya.



"Kau mau pergi lagi? "


"Ehmm, sekarang aku sangat sibuk. Ingat kakak harus datang melihat konser kami.!! "


"Tenang saja, kakak akan ada dibarisan paling depan."

__ADS_1


"Kalau datang jangan berpakaian Formal begini. Aku tak mau nanti fansku berubah haluan jadi mengejarmu. "


Pangeran Jimin sedikit menggoda kakaknya itu sambil tersenyum girang. Ram yang mendengar ikut terkekeh disebelah Kinan.



"Wajah tampanku ini memang sedikit kelewatan. Tak menjadi idol pun aku sudah punya banyak fans. "


"Kau sangat Pd. Oh yah kak aku juga minta tolong padamu. "


Jimin mengeluarkan sepucuk kertas dari tas ranselnya dan menyodorkannya pada Kinan. Kinan segera membaca tulisan dikertas tersebut dan bibirnya tersenyum sekilas.


"Ternyata dia masih mencarinya. "


"Kau kenal gadis itu ? dokter Gio memintaku untuk mencarinya. "


"Dia seorang putri konglongmerat. Tapi dia sakit sakitan. Dia adalah alasan Gio ingin jadi dokter tapi sudah lama dia tak mendengar kabar gadis itu. Ku fikir dia sudah melupakannya. "


"Ternyata pria dingin seperti dia bisa jatuh cinta juga yah. "


"Itu cinta pertamanya. "


"Baiklah tolong bantu kabari aku jika kakak sudah mendapat info tentangnya. Ini hutangku pada dokter Gio. Tolong yah kak."


Pangeran Jimin sedikit menepuk bahu Kinan lalu pergi diikuti oleh beberapa pengawal pribadinya.


Setelah puas memandangi foto foto itu gadis itu lalu mengemasi beberapa barang yang dianggapnya penting. Tak lama nyonya rumah itu masuk dan mendekatinya.


"Apa yang ingin kau lakukan? ini semua barang barang Vira. "


"Aku akan selidiki penyebab kematiannya."


"Aira.... "


Nyonya memey seolah memperingatinya. Gadis itu menolehnya dan kemudian dia mengangkat box kecil tempat barang barang itu.


"Jika aku mendapat petunjuk dan kalian terlibat dalam semua ini, akan kupastikan kalian menerima akibatnya. "


"Apakah kau menuduh kami melakukan hal itu padanya? apa kau sudah gila! vira adalah anak kami. "


"Simpan emosi dan amarahmu nyonya besar. Jika kau tak bersalah maka tak perlu merasa cemas. Aku tahu kakak adalah anak yang penurut tapi aku dan kakak punya ikatan yang jauh lebih besar. kuucapkan trimakasih karna kalian sudah membesarkannya. Permisi. "


Aira meninggalkan rumah itu segera. Saat akan memasuki mobilnya dia melihat ayah angkat Vira baru saja pulang. Tanpa basa basi dan dengan wajah angkuhnya Aira pergi meninggalkan rumah tersebut.

__ADS_1


**



Yori sedang bersantai disofa sembari mengutak atik hpnya. Tak lama ada sebuah ketukan dipintu yang tak ditutupnya. Tampak Kinan memasuki ruangan itu dan menjulurkan tangannya menyodorkan secarik kertas yang tadi diserahkan pangeran Jimin padanya.


"Bantu aku temukan gadis ini. "


Segera Yori meraihnya dan membacanya. Kinan pun berniat pergi namun kemudian suara Yori menghentikannya.


"Bagaimana hubunganmu dengan Grace? "


Kinan yang bingung lalu menoleh Yori tampa membalik.


"Sebelum penculikan raja. Aku menemukannya tersesat dikota, jadi aku membawanya pulang. dia berkata kalau kalian bertengkar. "


"Lalu apa urusanmu? "


Kini Kinan benar benar membalik karna rasa penasaran dihatinya. Selama ini mereka tak banyak bicara tapi Yori seolah tertarik dengan hubungannya dengan Grace.


"Jika kau tak bersamanya lagi. Aku akan menggantikanmu. "


"Apa maksudmu?"


"Gadis itu aku memiliki masa lalu dengannya. Kecelakaan waktu itu akulah penyebabnya. Jujur saja selama ini aku mencarinya dan akhirnya aku bertemu dengannya disini. Dia memang tidak tahu siapa aku, tapi aku selalu mengawasinya selama ini. Jujur saja aku sudah menyukainya walaupun aku tahu kalian punya hubungan. Tapi sepertinya hal itu sangat mustahil sekarang jadi aku akan mengantikanmu dihatinya. "


Kinan hanya tersenyum kecil mendengar semua pengakuan itu dari Yori dan tanpa berkata apapun dia pergi meninggalkan ruangan itu. Perasaan Kinan bercampur aduk kala mengingat situasi hubungannya dengan Grace juga semakin buruk.


Malam itu dikamar Aira. Aira membaca buku harian milik Vira kakaknya. Disana dia tahu soal pangeran Jimin dan semua kenangan manis mereka termasuk dengan bagaimana hubungan mereka bisa hancur.


Saat membaca lembaran berikutnya Aira tak kuasa menahan air matanya. Dia seperti membaca novel sedih yang menyentuh hati dan fikirannya. Dia membayangkan bagaimana kasarnya Sean memperlakukannya.


Setelah membaca diari itu Aira menekuk lututnya dan menagis.


Flash back


"Aira kita harus berpisah. Tapi kau jangan takut kita masih bisa bertemu. Setiap tahun ditanggal ini datanglah kesini dan kita akan bertemu disini. Kita akan bercerita tentang kehidupan baru kita. Kau juga harus hidup dengan baik. Keluarga barumu tampak menyayangimu. Kau harus menurut apa kata mereka. Belajarlah yang baik dan juga jaga dirimu baik baik ok. "


Vira menggenggam kedua tangan adik bungsunya itu. Tak lama lagi mereka akan berpisah setelah mereka mendapatkan orangtua angkat baru. Aira yang begitu sedih karna harus berpisah lalu menarik Vira untuk memeluknya. Mereka menangis bersama dibawah sebuah pohon ditaman didekat rumah mereka yang sudah disita bank.


Kedua orangtua medeka mati bunuh diri karna terlilit hutang. Aira dan Vira pun kemudian diangkat oleh teman ayah mereka. Mereka harus hidup terlisah agar tetap bertahan hidup.


Semenjak perpisahan itu Aira berjanji akan menjadi gadis yang kuat. Dia belajar bela diri dan sangat pandai berkelahi. Banyak pria yang takluk ditangannya dan membuat banyak pria enggan mendekatinya.

__ADS_1


Berbeda dengan Vira. Orangtua angkat Aira sangat baik dan penuh kasih sayang. Aira tinggal bersama ibunya yang seorang janda. Dulu ibunya adalah seorang pelayan diistana. Namun karna sesuatu hal dia meninggalkan istana dan memilih untuk hidup biasa.


Aira baru saja menyelesaikan studinya dan dia ingin melanjutkan karirnya sebagai seorang pengawal diistana. Namun sepertinya cita citanya tak sia sia, selain bisa melaksanakan pesan terakhir Vira, Aira akan bertugas seperti kemauannya diistana.


__ADS_2