Unperfect

Unperfect
gadis dalam gudang


__ADS_3

Pangeran Jimin dan Kinan lalu menaiki kuda disana dan mereka berkeliling menaiki kuda. Pangeran merasa nyaman saat bersama Kinan karna rasa sepinya serasa terisi oleh sosok seorang teman baru. Sedang Kinan merasa pangeran seperti adiknya. Dia merasa ingin melindunginya karna dia mengerti apa yang dirasakan pangeran. Mereka memiliki nasib yang sama. Sama sama merindukan sosok ibu.


Dari kejauhan raja melihat kedua pemuda itu tertawa bersama dan membuat hatinya merasa tersentuh. Tak lama sang ratu datang dan berdiri disisi sang raja.


"Sudah lama sekali rasanya tak melibat pangeran tertawa lepas seperti itu. Melihatnya begitu bahagia membuat hatiku sangat senang. "


Raja hanya tersenyum karna bukan hanya kegembiraan pangeran yang membuatnya merasa senang. Saat melihat sosok Kinan pun dia merasa senang karna cara Kinan tertawa sama persis seperti Yesika kekasihnya dulu.


Siang itu saat suster kepala tengah berdoa didalam gereja tiba tiba Yesika datang. Yesika duduk disalah satu kursi di depan menunggu suster kepala selesai berdoa.


"Yesika.. "


Panggil suster kepala tak percaya saat dia baru saja berbalik. Dia melihat sosok Yesika sudah semakin menua. Yesika datang dan menghampirinya.


"Sudah sepuluh tahun kau tak datang, dia begitu merindukanmu."


Terang suster kepala setelah mereka duduk dikursi yang sama memandang salib didepan altar.


" Saat terakhir kali bertemu Kinan hatiku merasa sakit dan ketakutan. Dia tumbuh semakin cepat dan semakin banyak yang ingin dia tanyakan. Aku tak kuasa menghadapinya oleh karna itu aku hanya mengawasinya dari jauh. Aku takut dia akan menanyakan lagi jati dirinya. "


"Memangnya mengapa kau menyembunyikannya?"


Tanya suster seraya menatap Yesika. Yesika terdiam, hanya butiran air mata yang menetes dipipinya.


"Anakmu sangat merindukanmu, setahun setelah kau pergi dia sakit. Demamnya begitu tinggi dan dia terus memanggilmu tapi kau tak pernah datang untuknya. Dia pernah berkata padaku, dia tidak peduli siapa dirinya dia hanya ingin bersamamu. "


Cerita suster kepala dan itu membuat tangis Yesika kian pecah. Dia memeluk suster kepala dan menangis dipelukannya. Pelan suster kepala mengelus punggungnya.


"Jangan biarkan masa lalumu memisahkanmu dengan anakmu. Kau adalah ibunya dan kau harus menghadapinya. Kinan anak yang baik. Demi membuatmu bangga dia belajar dengan baik. Dia selalu ingin menjadi yang terbaik dalam pekerjaannya. dia ingin kau melihatnya saat dia mendapatkan semua penghargaannya."


Suster kepala mencoba memberi pengertian pada Yesika. Beliau melepas pelukannya dan menggenggam tangan Yesika agar Yesika bisa merasakan kesungguhannya.


"Anakmu sudah besar dan sangat dewasa dalam berfikir. Temuilah dia, kalau pun kau tak ingin memberitahukan siapa jati dirinya ku rasa Kinan takkan mempermasalahkannya. Dia hanya mau kau ada untuknya."


**


Setelah selesai berkuda. Kinan dan pengeran pun lalu mengantarkan kuda mereka kembali kekandangnya. Kinan berniat memberikan minum kuda kuda itu karna air persediaannya sudah habis. Kinan lalu mencari cari keran air. Tak lama matanya tertuju pada sebuah selang panjang yang berasal dari dalam gudang namun gudang itu terkunci.


"Ada apa? "


Tanya pangeran Jimin sambil mendekat. Kinan menunjukkan kunci tersebut. Lalu Kinan mencari cari sesuatu untuk membuka kunci tersebut.


Setelah kunci itu terbuka. Kinan dan pangeran memasuki gudang itu. Kinan bergerak mencari ujung keran tersebut sedang pangeran melihat lihat disekitar dibelakang Kinan.


"Ahkk.. "


Kinan sedikit terkejut saat melihat sepasang kaki dibalik sebuah lemari.

__ADS_1


"Ada apa? "


Segera pangeran Jimin mendekat setelah agak terkejut. Kinan menunjuk kearah kaki itu dan berjalan mendekatinya.


"Sepertinya seorang perempuan."


Tebak pangeran. Kinan dan pangeran lalu berjalan mendekat dan mereka menemukan sesosok gadis tak sadarkan diri tergeletak disana.


"Dia masih bernafas."


Kata pangeran setelah mendekatkan jari telunjuknya kehidung gadis itu. Kinan lalu menggendongnya dan membawanya keluar dari sana.


"Pangeran didekat sini ada dibuat tenda untuk pekerja. Lebih baik bawa kesana saja. Saya akan menghubungi tim medis."


Hansen memberi saran pada keduanya. Mereka pun lalu membawa gadis itu kesana dan tak lama dokter datang untuk memeriksanya.


"Dokter akan mengurusnya, sebaiknya kita kembali ke istana."


Ajak pangeran dan mereka pun segera meninggalkan tenda itu dan kembali ke istana.


Siang itu ratu dan sekretaris kerajaan berkumpul bersama selir. Mereka akan merencanakan sebuah pesta ulang tahun untuk raja yang akan segera datang beberapa hari lagi. Raja tak suka pesta besar jadi mereka hanya akan menyiapkan pesta sederhana bersama keluarga dan beberapa petinggi kerajaan.



Setelah selesai mandi. Pangeran pun duduk dikursi dikamarnya dan memeriksa Hpnya. Teman temannya mengajaknya dalam sebuah acara pertunjukan. Seketika pangeran tersenyum namun seketika lagi senyumnya memudar saat mendengar suara ratu datang memanggilnya.


"Pangeran "


"Aku tahu."


"Yang mulia raja juga akan mengundang banyak putri dan gadis gadis dari kalangan atas agar nanti pangeran merasa terhibur."


"Jika tak ada lagi yang ingin ibu ratu katakan tolong tinggalkan aku. Aku ingin istirahat."


Pangeran mencoba mengakhiri perbincangan itu sedingin mungkin. Walaupun hal itu membuat ratu Quina sedih tapi dia tetap tersenyum dan menghampiri pangeran untuk menyeka rambutnya.


"Baiklah kalau begitu ibu tinggal dulu, Istirahatlah ."


Katanya lalu pergi bersama para dayang dayangnya. Pangeran Jimin lalu beranjak dari kursi dan merebahkan dirinya di atas matras sambil membalas chat di grupnya.



Kinan sendiri setelah makan siang dia sibuk dengan pekerjaannya. Dia memeriksanya semua bahan dan material yang akan dibutuhkan dan dia memilih material terbaik dan dipesan khusus dari kenalannya.


Sore harinya kinan kembali kepeternakan untuk mengecek semua bahan yang mereka perlukan dan beberapa batang pohon tampak sudah ditumbangkan.


__ADS_1


Seorang pekerja berlari kecil dari tenda medis. Matanya mencari sosok kinan disekitar lokasi pembangunan.


"Tuan gadis itu sudah sadar."


Kinan lalu mengembalikan laporan yang baru diperiksanya dan kemudian mendekati tenda yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Seorang perawat tampak baru saja memeriksa gadis itu. Gadis itu tampak bingung dan sedikit takut.


"Bagaimana keadaannya? "


"Fisiknya sangat lemah dan lagi dia tak mau berbicara. Dia hanya diam saat kami menanyainya."


Jelas dokter muda yang bertugas disana. Kinan lalu mendekati gadis itu. Gadis itu masih tertunduk memegangi kakinya.


"Hai.. , siapa namamu?"


Kinan mencoba menanyainya tapi gadis itu hanya diam. Wajahnya tampak sedih.


"Kau baik baik saja? Bagaimana kau berada disana, apa kau punya nomor keluarga yang bisa dihubungi? Kami akan membantumu untuk menelfon."


Kata Kinan lagi tapi gadis itu tetap diam. Sesaat Kinan menoleh dokter dibelakangnya. Lalu Kinan memberanikan diri untuk meraih lengan gadis itu dan gadis itu menepis dan bergerak menjauh membuat Kinan sedikit terkejut dan menarik kembali tangannya.


"Aku bukan orang jahat."


Segera kinan menjaga jarak mencoba menenangkannya. Gadis itu kembali tertunduk seperti sedang terpojok dan sekali dia menatap Kinan. Dia merasa tatapan Kinan begitu teduh.



"Apa mungkin dia bisu? "


Dokter itu mencoba menebak. Kinan berfikir sejenak lalu dia mengetikkan sesuatu di Hpnya dan menunjukkannya pada gadis itu.


Apa kau bisu?


Tanya Kinan dalam pesan textnya. Gadis itu mengangguk segera. Kinan lalu mengetikkan lagi sesuatu dan agak lama.


Bagaimana kau bisa berada disana, dimana keluargamu, apa kau ingat nomor keluargamu? aku akan menelfonnya untukmu.


Setelah membaca pesan itu, gadis itu menatap Kinan. Kinan tampak baik lalu gadis itu menoleh kesana kemari. Dia melihat suster yang sedang menulis. Kinan lalu meminjam pena dan kertas dari suster itu dan menyerahkannya pada gadis itu.


Ayahku penjaga peternakan ini, aku tidak ingat bagaimana aku bisa disini. Mungkin aku pingsan.


Gadis itu mengembalikan note tersebut pada Kinan.


Dimana ayahmu?


Kinan ikut ikutan menulis disana.

__ADS_1


Ayahku bilang akan pergi kekota untuk mencari kontrakan.


Kinan terdiam setelah itu. Dia tidak tega pada gadis itu. Rumah mereka juga terkunci dan gadis itu tak bisa kembali kesana.


__ADS_2