
Seminggu berlalu sejak hari itu. Walaupun sudah meninggalkan kenangan manis tapi entah mengapa Kinan tak pernah lagi menghubungi Grace. Grace masih mencoba berfikir positif dan dia fokus pada terapinya untuk bisa segera memulihkan suaranya.
Pagi itu Jero mendapatkan undangan pertunangan dari Juna dan Johana. Tak lupa mereka juga mengundang Yori, Ram, Kinan, pangeran Jimin dan juga Gio. Grace yang mendapat undangan itu juga merasa senang. Dia berfikir akan memeberi kejutan pada Kinan disana.
Tepat pukul 11 siang itu tamu tamu mulai meramaikan sebuah aula yang didekor begitu cantik natural. Tampak Juna dan Johana sedang menerima tamu mereka secara bergantian.
Jero datang bersama Grace. Gadis itu mengenakan dress berwarna peach dengan sedikit polesan make up diwajahnya. Jero melihat wajah Grace begitu ceria dan tampak tak sabar untuk dampai disana.
"ayo masuk. "
Jero berjalan beriringan bersama Grace menuju ruangan itu. Dari pintu tampak teman teman mereka telah hadir dan sedang mengobrol bersama dibarisan paling depan.
"Grace,,, kau terlihat sangat cantik. "
Pujian Juna langsung membuat senyum Grace melebar. Grace membuang pandangannya yang justru tertuju pada sorot mata Yori yang berdiri tak jauh dikanannya.
Grace segera menundukkan wajahnya karna merasa malu.
Sesaat kemudian terdengar sebuah keributan kecil saat para pengawal istana memasuki area tersebut. Grace membalik dan melihat sosok Kinan yang memasuki tempat itu sembari sedikit melambaikan tangannya menyapa para tamu lainnya.
Segera Grace berlari mendekatinya dengan senyum kerinduannnya.
"Kinan...... "
Kinan membalik tak kala mendengar seseorang memanggilnya secara langsung namun tak disangka dua orang pengawal langsung menahan Grace agar tak terlalu dekat dengan Kinan.
Grace menatap bingung pada salah satu dari mereka dan tiba tiba Juna datang memegangi bahu Grace dari belakang bersama yang lain.
"Pangeran... "
Sapa Juna pada Kinan membuat Grace menatap bingung Kinan.
"Pa -pangeran... "
Grace menatap Juna bingung dan tak lama pangeran Jimin datang dari belakang dan langsung meraih bahu Kinan.
"Kakak, kau sudah sampai lebih dulu rupanya. "
Grace masih terdiam dan seketika pangeran Jimin melihat Grace dan menghampirinya.
"Hei Grace, kau disini. Sudah lama kita tidak bertemu. Ku dengar kau menjalani operasi, jadi bagaimana apa sekarang kau sudah bisa bicara lagi? "
Pertanyaan itu hanya dibalas senyum kecil oleh Grace dan kemudian matanya tertuju pada Kinan. Pangeran Jimin seolah membaca situasi yang ada.
"Ah Grace kau tahu ternyata kak Kinan adalah saudaraku. Dia kini sudah resmi menjadi pangeran. Anak sulung yang mulia. Kelak dia akan menjadi raja. "
Upacara pertunangan Juna dan Johana berjalan baik. Semua undangan memberikan tepuk tangan yang meriah untuk keduanya.
__ADS_1
Disisi lain Grace hanya tertunduk. Sejak pertemuan itu dia hanya diam seolah enggan untuk bicara.
Yori melihatnya dan datang menghampirinya
"Kau baik baik saja? "
Grace yang menyadari kedatangan Yori lalu membungkuk sesaat.
"Aku baik baik saja. "
" Apakah kau punya hubungan khusus dengan pangeran? "
"Ah tidak, kami hanya berteman."
"Setelah dia resmi menjadi pangeran sekarang teman temannya tidak bisa lagi leluasa didekatnya. Dia dikawal dan harus menjaga sikapnya. Semoga kau tidak kecewa dengan kejadian tadi. "
"Aku mengerti. Oh yah aku belum mengucapkan trimakasih untuk pertolonganmu waktu itu. Sekali lagi trimakasih. "
Dari tempatnya berdiri Kinan masih sempat memperhatikan Yori dan Grace. Dihatinya dia bertanya bagaimana mereka bisa saling mengenal dan menjadi dekat. Apakah karna Yori yang sudah menolong Grace saat digudang.
Setelah acara itu pangeran Jimin mengajak Grace untuk berkunjung keistana lagi. Grace menyetujuinya sebab dia belum sempat berpamitan pada ibu suri. Namun dia kesana menaiki mobil yang berbeda dengan Kinan. Bahkan Kinan tak tahu kalau pangeran Jimin mengajak Grace kesana.
Diistana
"Yang mulia, maafkan aku karna sudah meninggalkan istana tanpa seijin yang mulia. Aku sangat ingin meminta ijin sebelumnya tapi keadaan yang mendesak membuatku tak bisa melakukannya. Maaf karna aku sudah bersikap lancang. "
"Aku lega sudah mendengar suaramu. Kau tak perlu meminta maaf. Aku sudah tahu sebelumnya. Seharusnya aku yang berterimakasih padamu karna sudah menjaga yang mulia raja dengan baik. Aku bangga padamu Grace. "
"Sudah jadi kewajiban saya yang mulia. Maaf jika saya tidak bisa menjaga dengan baik."
"Ku dengar sekarang kau sudah ditawari pekerjaan disalah satu perusahaan besar. Itu sangat bagus. Kau juga harus mengejar cita citamu dan berkaryalah selagi muda. "
"Trimakasih yang mulia, saya akan bekerja dengan baik. "
"Aku akan sangat merindukanmu, Grace terimakasih atas semua pertolonganmu. Kau sangat membantu. "
"Saya merasa senang karna bisa mengabdi pada istana dan yang mulia. Semoga kedepannya semua akan baik baik saja dan pangeran.... "
Grace terdiam seketika saat akan menyebutkan nama Kinan. Ibu suri melihat perubahan diwajah gadis itu. Ibu suri tahu kalau Kinan dan Grace sangatlah dekat sebelumnya.
"Kenapa, apa ada yang mengganggu fikiranmu? "
"Ah tidak yang mulia, saya hanya teringat kalau saya harus segera kembali."
"Baiklah kalau begitu aku akan meminta pangeran Kinan yang mengantarkanmu langsung. Bukankah kalian juga sudah lama tak bertemu. "
"Ah tidak usah yang mulia, saya bisa sendiri. "
"Tidak apa apa, jangan menolak. "
__ADS_1
Ibu suri pun meminta dayang untuk memanggil Kinan dan tak lama kinan datang untuk menghadap.
"Pangeran apakah kau sedang sibuk? "
"Tidak yang mulia. "
"Baguslah kalau begitu tolong antarkan Grace pulang. "
Disepanjang jalan menuju apartement Kinan dan Grace hanya diam. Tak ada yang berani memulai pembicaraan karna ada supir dan pengawal yang duduk dibangku depan.
"Trimakasih sudah mengantarkanku pangeran. Aku masuk dulu."
Grace pun lalu keluar dari mobil dan melangkah masuk tanpa menoleh lagi. Dia sudah tak bisa menahan airmatanya yang sudah sejak tadi ditahannya. Begitu pintu apartementnya dibuka Grace segera masuk tapi secara tak terduga seseorang muncul dan menahan pintu agar tak tertutup.
Dengan sangat berat Grace yang sudah menangis sejak berada d lift kemudian mengangkat wajahnya.
Grace segera membalik dan menyeka airmatanya saat dia tahu bahwa Kinanlah yang ada dihadapannya.
" Kita harus bicara. Aku tak ingin kau salah mengartikan sikapku."
Grace tak tahu harus bagaimana menghadapi dan menjawab perkataan pangeran. Dengan berat hati dia membalik dan hanya bisa menunduk berharap airmatanya takkan jatuh tapi ternyata airmata itu jatuh juga didepan mata Kinan.
Kinan dengan lembut menyeka air mata itu dan berjalan kian dekat kehadapan Grace.
"Aku tidak bermaksud menutupi ini darimu. Aku hanya tak tahu bagaimana cara memberitahumu karna aku pun belum bisa menerima situasi ini. "
"Pangeran tak perlu menjelaskannya. Aku bisa mengerti. "
"Apakah perasanmu sudah berubah? "
Pertanyaan Kinan sontak membuat Grace terkejut. Itu adalah pertanyaan yang seharusnya Grace pertanyakan setelah Kinan menjadi pangeran. Tapi kenapa Kinan yang lebih dulu mempertanyakannya.
"Sejujurnya saat ini aku belum memahami istana sepenuhnya. Yang mulia raja sudah berpesan dan memintaku secara langsung untuk kelak mengantikannya dan kau tahu aku tak bisa menolaknya. "
"Itu akan sangat bagus. "
"Lalu bagaimana dengan kita? apakah kau... "
"Aku akan berdoa agar pangeran mendapatkan jodoh yang baik yang pantas mendampingi pangeran kelak disitana. Aku yakin pangeran akan menjadi raja yang baik. "
"Grace... "
"Jika tak ada lagi yang ingin pangeran jelaskan, bisakah pangeran meninggalkanku. Aku merasa lelah. "
Dengan raut wajah kecewa dan tanpa berpamitan Kinan pun lalu meninggalkan ruangan itu. Grace segera menutupnya dan bersandar disana. Kakinya seakan lemas hingga dia berjongkok dan menangis disana.
Dulu Grace begitu semangat setelah dia mendapatkan harapan baru untuk bisa bicara. Grace berfikir dengan keadaannya yang lebih baik akan membuat hubungannya dengan Kinan semakin baik lagi.
Tapi ternyata kini status Kinan yang berubah membuat semuanya sia sia. Kini Kinan sudah terasa semakin jauh hingga membuatnya mustahil untuk mendapatkannya. Grace hanya bisa menangis meratapi nasibnya dibalik pintu kamarnya.
__ADS_1