
Pangeran Jimin berfikir sesaat sebelum akhirnya dia tersenyum menatap Kinan. Mereka lalu membawa gadis itu dan menitipkannya kepada para dayang yang tinggal didekat peternakan itu.
"Dia hanya akan tinggal sampai ayahnya kembali. Tolong perlakukan dia dengan baik."
"Kami pasti menjaganya dengan baik pangeran. "
Jawab dayang pemilik tempat itu. Setelah mereka meninggalkan gadis itu disana pangeran Jimin pun berpamitan untuk pergi. Sedang Kinan kembali ke peternakan untuk mengawas.
Sekeretaris kerajaan lalu menirimkan sejumlah kartu undangan pada sejumlah gadis dari kalangan atas dan juga para petinggi kerajaan dan juga beberapa kolega terdekat. kinan juga mendapatkan undangan untuk menghadiri acara itu.
Malam itu pangeran jimin berkumpul disalah satu tempat bersama kedua temannya yang lain. Mereka sempat berselfi bersama disana.
"Hei pangeran, ku dengar raja akan mengundang banyak gadis gadis diacara ulangtahunnya. Apa kau tak mau mengajak kami juga agar kami bisa berkenalan dengan beberapa gadis disana ?"
Tanya Ken yang duduk didepan meja rias. saat pangeran Jimin sedang mengecek hasil video latihan mereka.
"percayalah acara itu sangat membosankan."
"Setidaknya banyak gadis gadis cantik disana."
"Oohh hayolah,, gadis gadis itu hanya akan memandangku saja. Lagi pula mereka sangat yang selectiv."
Tolak pangeran Jimin lagi mematahkan hati Ken. Namun dengan segera pangeran mendekati mereka mencoba untuk kembali menghibur hati rekannya itu.
" Kita tidak membutuhkan gadis gadis itu. Bukankah sebentar lagi show kita akan dimulai. Setelah kita terkenal nanti akan datang beribu gadis mengejar kita. "
Malamnya saat Kinan akan tertidur dia teringat pada gadis bisu itu lagi dan dia masih ingat saat dia melihat sorang pria mengunci pintu gudang itu sebelumnya. Kinan merasa tak percaya kalau gadis itu pingsan disana.
Keesokan harinya setelah selesai sarapan Kinan kembali ke peternakan dan sebelum itu dia singgah kerumah tempat mereka menitipkan gadis itu namun dayang disana mengatakan kalau gadis itu sudah pergi sebelum Kinan datang.
Kinan pun bergegas menuju peternakan. Para pekerja juga tampak memulai pekerjaan mereka dan Kinan mendengar keributan dari arah rumah gadis itu. Kinan pun mendekat dan melihat seorang pekerja disana mendorong gadis itu ketanah dengan kasar.
" Hei... "
Kinan segera berlari kearah gadis itu untuk menolongnya.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau mendorongnya begitu? "
"Gadis aneh ini ingin terus masuk kedalam rumah. Mungkin dia ingin mencuri."
" Dia tinggal disini. Lain kali bersikaplah lebih baik."
"Baik tuan, maaf."
"Yah sudah kembalilah bekerja."
__ADS_1
Kinan lalu membantu gadis itu berdiri dan mengajaknya duduk dianak tangga didepan rumah.
"Rumahmu terkunci, apa kau butuh sesuatu? "
Tanya kinan lewat note book yang dibawanya sebelumnya.
"Aku hanya ingin mengganti pakaianku."
"Nanti akan ku bantu."
"Trimakasih"
Balas gadis itu, Kinan lalu pergi sebentar sedang gadis itu sedang merawat kuda peliharaan mereka. Kinan kembali kekota dan membelikan beberapa helai pakaian dan tak lupa dia juga membeli hadiah untuk sang raja.
Tak lama Kinan kembali dan membawakan barang barang untuk diberikan pada gadis itu. Namun Kinan tak melihatnya. Kinan lalu berkeliling untuk mencarinya dan akhirnya dia menemukan gadis itu. Dia sedang memetik sekeranjang buah segar dan memberikannya pada Kinan.
Kinan pun menyerahkan barang yang dibawanya dan memberikannya pada gadis itu. Gadis itu tampak begitu gembira. Dia membungkukkan badannya untuk mengucapkan rasa trimakasihnya.
Gadis itu pun lalu pergi untuk berganti pakaian. Dia kembali kerumah dayang tersebut dan sesaat setelah dia selesai berpakaian dia berniat membalas kebaikan Kinan. Gadis itu memasak makanan untuk dibawakan pada Kinan.
Siang itu Kinan tampak sibuk dengan pekerjaannya. Gadis itu melangkah mendekat dan meraih punggung Kinan dari belakang. Kinan yang merasa penasaran lalu menoleh kebelakang.
Sebuah senyuman terasa begitu menyentuh hatinya membuat jantungnya berdebar lebih dari biasanya. Mata gadis itu bersinar membuatnya semakin terpesona. Kinan membalik perlahan tanpa berpaling sedikit pun dari gadis itu. Kinan memperhatikannya, gadis itu tampak sangat berbeda penampilannya.
Kubuatkan makan siang untukmu, semoga kau suka. Dan lagi trimakasih untuk pakaian ini, ini sangat bagus.
Kinan tersenyum setelah membaca note itu dan dengan segera dia menerima bekal makanan itu. Mereka duduk berdekatan tak jauh dari tempat itu.
kinan menikmati makan siangnya. gadis itu kian tersenyum karna kinan memakannya dengan sangat lahap.
"Ini sangat enak trimakasih."
kata Kinan setelah itu
"Aku senang kalau kau suka."
"siapa namamu? "
Tanya Kinan ingin tahu. lalu gadis itu menuliskan satu kata selanjutnya.
Grace
Kinan menyebutkan nama gadis itu dan Grace tersenyum dan senyumnya itu membuat Kinan begitu terpesona.
__ADS_1
Disore hari berikutnya jimin tengah sibuk sendiri dikamarnya. Dia berencana membuat kerajinan tangan untuk hadiah ulang tahun sang raja. Namun dia bingung untuk membuat apa. Sesaat dia hanya bengong sambil bertopang dagu didekat mejanya.
Tok tok tok
"Pangeran, ibunda selir datang untuk menemui anda."
Kata Hansen dari dekat pintu. Tak lama sang ibunda muncul tanpa dayang yang mengawalinya.
"Apakah pangeran sedang sibuk? "
Selir Yana bertanya lebih dulu setelah memperhatikan meja didekat pangeran Jimin. Tampak beberapa barang tergeletak disana.
"Aku berencana membuatkan kerajinan untuk hadiah ulang tahun raja. Hanya saja aku bingung harus membuat apa."
Terang pangeran lalu selir Yana duduk disebelah pangeran sembari tersenyum kecil.
"Sampai saat ini ibunda tak tahu barang apa saja yang disukai raja. Satu satunya yang paling disukainya hanyalah kebun bunga yang akan dijadikan villa. Setelah kakekmu meninggal hampir setiap minggu dia datang kesana memandangi bunga bunga disana. Saat terakhir raja berniat mengubahnya ibu sangat terkejut. Entah apa yang membuatnya ingin mengubah tempat itu. "
Setelah mendengar penjelasan itu pangeran terdiam dan seketika lagi dia tersenyum saat melihat batu permata yang menghiasi miniatur mahkota raja disebelahnya.
Sejak saat itu pangeran Jimin sibuk sendiri dikamarnya. Dia tak mengijinkan siapapun masuk untuk melihat hasil karyanya. Dia juga memesan batu alam yang sangat berkilau indah.
"Sempurna "
katanya setelah selesai mengerjakan hadiah buatannya sendiri. Dia mengerjakannya hingga subuh dan dia baru merasa lelah. Pangeran pun lalu berjalan kematrasnya dan tidur sembarang disana.
Keesokan harinya Grace kembali kepeternakan. Selagi menunggu ayahnya dia memetik buah untuk dibagikan nanti pada pekerja. Sesekali dia juga melihat lahan milik mereka mulai di rusak oleh alat berat dan itu membuatnya sedih. Grace lalu berfikir untuk memindahkan bunga bunga ditaman ke beberapa pot bunga yang kemudian dipindahkannya ketempat lain.
Kinan melihat Grace yang sedang sibuk sendiri. Lalu dia datang menghampirinya.
"Apa yang kau lakukan? "
Tanya Kinan lewat Hpnya.
Grace lalu menuliskan sesuatu dinotebooknya.
"Aku tidak tega kalau bunga bunga ini akan dirusak. Bunga bunga ini sangat indah. Aku menanamnya sendiri. Aku akan memindahkannya ketempat lain agar para pekerja tidak merusaknya."
Setah membaca note tersebut Kinan lalu melepas dasinya dan juga jasnya. Dia menggulung lengan kemeja putihnya dan dia membantu Grace memindahkan bunga bunga tersebut ketempat lain
Grace merasa sangat senang dan tak lama dia melihat sosok ayahnya datang dari jauh. Grace berlari dan Kinan memperhatikan
Grace yang memeluk ayahnya yang baru saja pulang. Dia kemudian menuntunnya ke arah Kinan dan memperkenalkan mereka melalui bahasa isyaratnya.
__ADS_1
"Trimakasih sudah menolong putriku."