Unperfect

Unperfect
permohonan ibu suri


__ADS_3

Kinan yang sedang makan membaca pesan Grace. Dia langsung bangkit dan berlari menuju lokasi dengan membawa pasukannya.



Grace masih ketakutan dibalik tirai. Orang orang suruhan itu curiga jika raja tak mungkin meninggalkan tempat itu mengingat tak ada akses untuk keluar dari sana. Lalu salah satu dari mereka memperhatikan kesekelilingnya dan saat dia mendengar keributan didepan, dia lalu melirik ketirai dan dia mulai curiga.


Grace semakin merasa kelelahan untuk menahan tubuh raja Adam dan agar tak ada pergerakan yang membuat kecurigaan. Orang itu lalu menutup pintu dan mendekati tirai. Grace bisa melihatnya dari balik tirai. Pria itu mengeluarkan pisau kecil.


Kinan berusaha melumpuhkan pasukan teror tersebut. Dengan kemampuan bela dirinya dia merasa tak gentar. Kinan yang khawatir segera mendekati kamar yang mulia dan berusaha mendobraknya.


Sebelum pria itu menikam kearah mereka. Grace menatap raja Adam berharap raja akan mengerti apa yang akan dilakukannya .


"Yang mulia maafkan aku. Aku harus melakukan ini demi keselamatanmu."


kata Grace dalam hatinya. Lalu Grace mendorong raja hingga pria itu lengah dan Grace menarik kencang gorden hingga pria itu tertimpa gorden. Dengan segera Grace melilit pria itu.


Pria itu mencoba melawan dengan menggunakan pisau ditangannya hingga Grace terluka dan dia jatuh. Dengan luka dikakinya Grace berusaha bangkit untuk membuka pintu tapi pria itu lebih dulu bangkit.


Pria itu tersenyum sinis pada Grace. sementara dibelakangnya raja juga tergeletak.


"Mungkin aku harus membunuhmu lebih dulu." kata pria itu pada Grace hingga membuat Grace kian ketakutan tapi sebelum pria itu berhasil menusuk Grace, raja Adam melemparkan vase kearahnya hingga kepala pria itu berdarah dan itu membuatnya semakin marah.


Pria itu lalu membalik dan berjalan kearah raja. Dia menikam raja diperutnya. Grace ingin berteriak tapi dia bahkan bisu. Dia hanya bisa menagis. Tak lama seseorang melewatinya dan itu adalah Kinan.


Kinan menarik lelaki itu dan menghajarnya habis habisan.



Tak lama seseorang datang untuk membantu Grace dan dia adalah Ram. Setelah pria itu tumbang, dia memilih untuk bunuh diri sendiri. Kinan memastikan kalau peneror itu sudah mati lalu dia mendekati raja dan menahan luka ditubuh raja.


Kinan segera membawanya keruang medis dan memberi pertolongan pertama lalu mereka melarikannya kerumah sakit malam itu juga.


Ibu suri yang dalam perjalanan mendapat kabar itu dan mereka juga segera menuju rumah sakit. Saat itu dokter Gio meminta tambahan darah tapi tak ada keluarga kerajaan disana sehingga mereka bingung.

__ADS_1


"Aku juga punya golongan darah yang sama. ambillah darahku agar raja tak menunggu lama. "kata Kinan tanpa ragu. Lalu dokter Gio pun segera melalukan proses transfusi darah.


Sedang diruangan lain Ram menemani Grace .


" Istirahatlah dulu, aku akan periksa keadaan di istana. " pesan Ram lalu pergi untuk memeriksa keadaan dan mengintrogasi salah satu penyusup yang masih selamat. Ram memaksanya buka mulut dengan memberi sedikit siksaan.


Ibu suri begitu terharu saat melihat Kinan mendonorkan darahnya untuk raja Adam. Beliau berdiri dipintu kaca menunggu prosesnya selesai.


"Berjagalah disini sementara. " pesan ibu suri pada Yori yang selalu setia berdiri dibelakang ibu suri.


Tak lama setelah itu Kinan keluar dari ruangan itu. Ibu suri lalu menghampirinya dan menatapnya haru.



Kinan yang bingung lalu membungkukkan badannya namun tak disangka ibu suri datang untuk memeluknya sembari menangis. Kinan yang bingung hanya diam namun ibu suri juga tak mengatakan hal apapun. Tak lama ibu suri melepaskannya dan memperhatikannya


"Kau baik baik sajakan? "


"Iya yang mulia."


"Yang mulia masih belum siuman tapi dokter berkata beliau akan segera membaik. Pelaku sempat menikam yang mulia raja. Maaf atas kelalalainku yang mulia. "


"Kau bekerja dengan baik, aku bangga padamu." kata ibu suri. Sekali lagi Kinan membungkukkan badannya dan lalu ibu suri masuk keruangan raja.


"Yang mulia.... " sapa dokter Gio yang ikut menangani raja Adam malam itu.


"Kalian sudah bekerja keras, terimakasih. " kata ibu suri pada dokter disana.


"Keadaan yang mulia sudah stabil. Kita hanya menunggu hingga yang mulia raja sadar kembali."


"Baguslah kalau begitu, kalian sudah boleh pergi tapi dokter Gio tinggallah dulu karna aku ingin bicara. " pesan ibu suri. Lalu dokter dan perawat lain keluar meninggalkan dokter Gio dan ibu suri didalam.


"Aku sudah mendengar kinerjamu untuk menyelamatkan cucuku pangeran Jimin. Aku belum sempat berterimakasih untuk itu. Trimakasih banyak." kata ibu suri dan membuat dokter Gio sedikit canggung.

__ADS_1


"Saya merasa terhormat bisa bekerja untuk istana yang mulia. "


"Kali ini aku pun akan memerintahkanmu secara langsung untuk mengurus yang mulia raja Adam. Saat ini sangat sedikit orang yang bisa ku percaya. Tapi kau adalah sahabat Kinan dan juga sudah menyelamatkan cucuku jadi ku harap kau takkan keberatan untuk melakukan pekerjaan ini."


"Tentu saja yang mulia. Saya akan bekerja dengan baik untuk kesembuhan yang mulia raja Adam. " kata dokter Gio lagi lalu ibu suri mendekati raja Adam dan menangis disisinya.


" Adam anakku, bangunlah dan lawan penyakitmu. Ibu percaya kau akan semakin kuat karna anakmu akan segera kembali padamu. Kau akan bertambah kuat karna darah kalian telah saling mengalir. Dia anakmu... Kinan anakmu." kata ibu suri membuat dokter Gio terkejut tapi dia ragu untuk menanyakannnya.


keesokan harinya Jero datang untuk menjenguk Grace dirumah sakit dan kebetulan saat itu dokter Gio juga ada disana untuk memeriksa keadaan Grace. Sedang Kinan masih berada didepan ruangan yang mulia raja.


" Trimakasih sudah datang menyengukku." kata Grace melalui notenya dan dokter Gio membantu menyerahkannya pada Jero.


"Aku kesini karna ingin mengatakan kabar gembira untukmu." kata Jero dan grace tampak sangat penasaran.


"Kalau kau bersedia perusahaan akan membiayai pengobatanmu untuk melakukan operasi agar kau bisa bersuara lagi dan juga agar bekas oprasimu terdahulu hilang. " terang Jero. Hal tersebut tampak membuat Grace sangat gembira. Dia segera mengangguk karna akhirnya dia punya kesempatan untuk bisa menjadi gadis yang sempurna kembali.


"Wah itu kabar yang bagus." kata dokter Gio menyemangati.


"Ehmm, tapi sebelum itu kau harus menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan. " kata Jero menerangkan lagi dan Grace tak keberatan untuk itu.


"Kalau kau bekerja diperusahaan berarti kau tak perlu bekerja diistana lagi. Ku dengar penghasilan sebagai penulis kontrak juga lumayan." kata dokter Gio dan grace sedikit tersadar.


"Setelah kau pulih datanglah kekantor untuk segera tanda tangan. Aku akan mengurus semuanya untukmu. Ku dengar dokter yang akan menanganimu adalah salah satu dokter yang hebat. Dia takkan meninggalkan bekas lagi dilehermu dan Kinan akan semakin terpukau pada kecantikanmu. Ku rasa dia juga takkan sabar mendengar suaramu." kata Jero menyemangati tapi Gio melihat Grace bagai tak senang. Seolah ada hal yang mengganggu hatinya.


Ratu Safa merasa sangat marah setelah mengetahui bahwa peristiwa malam itu adalah perbuatan raja Vitar. Dia langsung menelfon salah satu mentri untuk menghentikan kerja sama bilateral negara secara sepihak dan juga menelfon mentri keamanan untuk menyiapkan perang melawan raja Vitar segera.


"Yang mulia, perang secara terbuka akan membawa dampak buruk terhadap masyarakat. Apa tak sebaiknya kita memikirkan cara lain ?" saran Ram yang masih berdiri dihadapan ratu Safa.


"Tidak,,, raja Vitar harus menerima balasan atas perbuatannya. Aku takkan membiarkannya berbuat semena mena. Dia ingin mengkambinghitamkan aku jika seandainya raja Adam mati. Aku takkan membiarkannya berbuat lebih jauh lagi. "


"Tapi cara ini terlalu berbahaya dan akan berpengaruh terhadap perdamaian bernegara. Sebaiknya kita melakukan cara yang lebih halus lagi. "


"Kau punya rencana? "

__ADS_1


"Jika yang mulia berkenan mendengarkannya"


__ADS_2