
Grace terbagun dari tidurnya dan dia melihat kalau Yori belum kembali juga.
"Juna... " pangeran Jimin berteriak dari balkon kamarnya memanggil Juna yang tampaknya ingin keluar. Juna segera menoleh, pangeran Jimin memberi kode agar Juna menunggunya.
"Pangeran, ada apa? "
"Kau ingin pergi? "
"Yah, ada yang bisa ku bantu? "
"Kalau kau tidak keberatan, bisakah kau membantuku menemui dokter Gio? Ada yang ingin ku tanyakan padanya. "
"Ohh ikutlah denganku, aku akan mengantarkanmu"
"Baguslah, ayo... "
Disisi lain Grace yang sedang berusaha mencari sesuatu yang bisa membantunya lalu melihat komputer diruang baca. Seketika Grace punya ide. Grace mencek kalau masih ada akun milik Yori disana. Lalu Grace mengirim pesan pada Gio melalui email.
Saat itu Gio dalam perjalanan dari rumahnya. Saat mendapat pesan email dia sedikit bingung dan dengan segera membukanya.
"Gio ini aku Grace. Aku berada digedung apartement xxx. Aku tersesat semalam. Bolehkan kau menjemputku dan mengantarkanku menemui Jero. "
"Tunggu disana, aku segera datang. "
Gio segera membalasnya kemudian mengubah alur jalannya menuju keapartement Yori. Grace marasa lega, dia lalu segera menuliskan ucapan trimakasih pada Yori yang kemudian ditempelnya dikulkas. Dengan segera dia turun kebawah untuk menunggu Gio.
Tak butuh waktu yang lama hingga Grace melihat mobil Gio, Grace segera masuk kedalam.
"Bagaimana kau bisa tersesat? Kau membuatku khawatir saja. " kata Gio bercanda. Grace hanya tersenyum sekilas mengingat semalam dia bertengkar dengan Kinan. Tak lama suara HP Gio berbunyi ada panggilan masuk dari Juna.
"Hallo, ada apa? "
"Kau dimana? aku dan pangeran dalam perjalanan. Pangeran ingin menemui untuk menanyakan sesuatu. "
"Oh aku dalam perjalanan ke gedung xx. Aku mau mengantar Grace kesana. "
"Grace bersamamu? kak Kinan mencarinya. baiklah, kita jumpa disana yah. Aku akan memberitahu kak Kinan juga." jawab Juna lalu memutus telponnya.
"Hallo Juna." segera kinan mengangkat telponnya saat dia akan menuju kemobilnya.
__ADS_1
"Kak, Grace ada berasama Gio. Mereka menuju kegedung xx. "
"Baiklah aku segera kesana. " segera Kinan memasuki mobilnya dan menggas kencang mobilnya menuju gedung xx.
Sebuah pasukan khusus juga menuju tempat itu. Mereka mengetahui Kinan akan kesana melalui penyadapan dari HP milik Gio.
Jero yang juga baru sampai di halaman kantornya melihat Grace dan Gio sudah menunggu mereka diluar pintu.
"Grace... " katanya sembari menghampiri mereka namun baru saja sampai, mobil Juna juga berhenti didekat mereka. Mereka segera turun.
"Pangeran... " panggil Grace dalam hati saat melihat pengaran keluar dari mobil menggunakan masker.
"Kenapa pengaran kesini? ini akan sangat berbahaya. " fikir Grace dalam hatinya. Dia tak sadar jika ada 4 pengawal yang juga memperhatikan mereka dari jarak jauh untuk menjaga pangeran. Tak lama sebuah mobil terlihat mendapati mereka dengan mengebut kencang.
"Cepat sekali. " kata Juna saat melihat mobil Kinan berhenti. Secepatnya Kinan keluar dari sana
"Kinan... "Grace terpaku menatap mata Kinan yang tak berpaling darinya. Kinan melangkah cepat berniat menghampiri mereka namun tiba tiba sebuah mobil lain muncul.
"Kinan... " Gio berusaha memperingatkan Kinan. Kinan menoleh kebelakang dan melihat sejumlah pasukan khusus yang langsung menahannya hingga membuat yang lain panik dan bergegas mendekati mereka.
"Kinan.. " Grace masih berusaha berteriak dan mengejar tapi Juna segera menahannya agar dia tak ditembak oleh pasukan tersebut. Setelah para penculik itu pergi mereka pun lalu menyusul. Jero tak mau ketinggalan, dia juga ikut masuk kedalam mobil Juna dan mengejar para penculik itu.
"Target kedua berhasil didapatkan. "Lapor penculik itu lagi setelah meraka menutup mata Kinan dan mengikat tangannya kencang.
"Sekarang kau akan hancur oleh perangkapmu sendiri ratu Safa. " kata raja Vitar sinis Sambil tersenyum puas sambil memandangi dua pedang yang dipajang diruang kerjanya.
"Sepertinya ada yang mengikuti kita." kata Gio saat melihat ada mobil lain dibelakang. pangeran Jimin melirik dari kaca spion dan dia mengenali plat nomor itu.
"Itu kiriman dari istana. "
"Apa mereka dipihak kita?" tanya Jero dari belakang.
"Ku harap begitu."
Johana yang merasa penasaran dengan lukisan Juna juga memutuskan untuk kembali kegaleri itu kembali. Dia berniat melihat lukisan utama milik Juna untuk memastikan siapa gadis yang dilukisnya.
Sedang ditempat lain para petinggi kerajaan tengah berkumpul disalah satu ruang bersama ratu Safa. Mereka memutuskan akan mendesak ibu suri untuk segera mengankat ratu Safa sebagai pemimpin berikutnya dengan cara membuat pemilu dijajaran para petinggi.
__ADS_1
"Nona Grace.... " sapa Sora, sekretaris Jero. dia menghampiri grace diluar setelah Gio menelfonnya saat mereka masih dalam posisi pengejaran.
"Pak Jero berpesan agar nona ikut saya dulu. Ada beberapa berkas penting yang harus nona tanda tangani sebelum menjalani oprasi. "
"operasi, secepat ini? lalu bagaimana dengan Kinan, bagaimana hatiku bisa tenang? Tuhan , tolong jaga Kinan. " mohon Grace dalam hatinya. Lalu grace pun dengan berberat hati mengikuti Sora kesalah satu rumah sakit.
Grace diberikan surat pernyataan yang harus ditanda tanganinya sebelum menjalani tahap oprasi. Agak lama Grace memandangi surat itu bukan karna merasa takut tapi karna Kinan dalam bahaya dan hatinya tak karuan.
"Nona Grace, tolong segera ditanda tangan agar kita bisa segera memulai proses operasinya. " saran dokter yang duduk dihadapan Grace. Grace tersadar lalu dia meraih sebuah pena dan menggoreskannya diatas materai.
Raja Adam tersadar dan kini dia berada disebuah ruangan khusus. Tepatnya didalam sebuah gudang diluar kota yang sangat jauh dari pemukiman. Tak lama raja Vitar datang dan berdiri didepannya
"Jadi kau dalang dari semua ini?" kata raja Adam dengan wajah tenangnya.
"Kau tak terlihat terkejut saudaraku. "
"Aku tak memiliki ikatan persaudaraan denganmu. "
"Kau yakin..?" tantang raja Vitar lagi. Lalu tak lama mereka membawa Kinan masuk kesana. Mereka lalu mendudukkan Kinan disalah satu kursi yang berhadapan dengan raja Adam dalam keadaan masih terikat.
"Aku punya hadiah untukmu. Kau mau meihatnya? " tanya raja Vitar lagi. Lalu raja Vitar membuka penutup wajah Kinan.
"Kau tahu siapa dia? " tanya raja Vitar lagi pada Kinan, Kinan melirik raja Adam.
"Lihat dia, dia adalah raja yang membuang anaknya sendiri demi sebuah tahta dan kau tahu siapa anaknya yang dibuang itu. Kau.. kau adalah anak raja yang dibuang. "kata raja Vitar dekat telinga Kinan.
Kinan tak bergeming, hanya menatap intens kearah raja Adam.
"Kau terkejut bukan ? sebagai anak sulung yang sah pewaris tahta. Harusnya kau yang menjadi raja berikutnya. "
"Aku tidak tahu tujuanmu melakukan ini. Tapi yang jelas aku bukan anak kecil yang tertarik dengan dongeng. "
"Yah tentu saja, kau bukan anak kecil tapi tetap kau sangat berpengaruh. Keberadaanmu disini adalah gambaran pada ayahmu soal masa lalu yang harus disadarinya. "
"Apa maksudmu? " tanya raja Adam mulai kesal.
"Tenanglah yang mulia raja Adam. Aku akan sedikit menghiburmu dengan cerita masa lalu kakekmu atau yang jelasnya adalah kakek kita." terang raja Vitar hingga membuat Kinan kian penasaran.
" Aku mengerti kenapa kau belum menyadari situasi ini karna ayahmu yang juga adik dari ayahku tak menceritakan hal ini bukan.
Kau tahu hal buruk apa yang sudah dilakukannya? "
__ADS_1