
Ratu Quina berjalan menuju ruangan ibu suri namun dia tak menemukan ibu suri disana. Ratu berniat meninggalkan ruangan itu namun seketika langkahnya terhenti saat melihat beberapa lembar foto diatas meja kerja ibu suri. Ratu Quina merasa mengenal orang dalam foto itu, beliau lalu meraihnya dan memperhatikannya lebih dekat.
"Yesika"
Katanya kecil dan belum dia melihat sosok Kinan difoto itu tiba tiba ibu suri muncul dari pintu.
"Apa yang sedang kau lakukan disini? "
Ratu Quina memasang wajah kesalnya dan meletakakn kembali foto ditangannya keatas meja.
"Apakah ibu masih mengawasinya? "
"Kalau iyah memangnya kenapa?"
"Ibu... "
"Bagaimanapun anak dalam kandungannya adalah anak Adam."
"Maksud ibu, anak itu tidak jadi digugurkan?" tanya ratu Quina tak percaya.
" Benar"
" Bagaimana bisa, bukankah yang mulia raja sudah memerintahkan untuk menggugurkan anak itu?"
"Aku yang menyuruhnya melarikan diri malam itu."
Jawaban ibu suri sontak membuat sang ratu kian syok. Hatinya berkecamuk keras namun harus tertahan, hanya kepalan tangan yang semakin menguat dibawah sana.
" Aku akan mencari cucuku dan dia akan menjadi raja berikutnya."
" Apa yang meracuni fikiran yang mulia ibu suri sampai berfikifan seperti itu? bukankah mendiang raja leluhur mengharamkan anak itu? "
"Aku tidak perduli lagi dengan semua aturan itu. Apa yang salah haruslah diperbaiki. Aku tak ingin kehilangan keturunanku. Bagaimanapun anak itu adalah darah daging keturunan raja dan dia akan menjadi raja. "
Tegas ibu suri hingga sang ratu terdiam dan lalu pergi meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya.
"Tidak akan ku biarkan."
Guman ibu ratu kesal setelah melemparkan vase bunga disampingnya kelantai. Hatinya terbakar amarah dan rasa kesal.
"Takkan ku biarkan anak itu menjadi raja, dia adalah anak haram yang akan merusak nama baik kerajaan. Takkan ku biarkan wanita murahan itu menang begitu saja."
Waktu itu sekitar jam 5 sore. Grace masih saja berdiri ditengah lapangan. Kakinya sudah benar benar sakit namun dia mencoba bertahan. Kedua dayang lainnya hanya bisa prihatin memandangnya dari jauh.
Kinan kembali dan dia langsung menuju ruang ibu suri untuk melapor.
"Kau sudah kembali? "
__ADS_1
Tanya sang ibu suri saat dia akan menjenguk sang raja.
"Benar yang mulia."
"Bagaimana acaranya, ibumu pasti sangat senang melihatmu kembali ?"
"Beliau sangat senang yang mulia. "
" Baguslah, aku berencana melihat kondisi raja. Ikutlah bersama kami."
Ajak ibu suri. Lalu mereka bergerak menuju kamar sang raja. Namun mereka tak melihat Grace disana.
"Dimana dayang Grace? "
" Dayang Grace ada ditengah lapangan yang mulia, dayang Grace dihukum karna telah lalai menjaga raja sehingga raja jatuh."
"Apa, bagaimana bisa? "
"Saat itu kami sedang istirahat, Dayang Grace berjaga diluar bersama pengawas Ram. Tak lama mereka mendengar suara yang jatuh dan saat mereka masuk mereka melihat raja terjatuh dilantai dan kening raja memar. Ibu ratu sangat marah dan menghukum dayang Grace. Dia berdiri disana sejak menjelang siang tadi."
Jelas dayang Han. Kinan begitu khawatir. Dia lalu berlari kedepan untuk melihat dan disusul ibu suri.
"Cepat bawa dia masuk."
Percayalah padaku, aku akan menjaganya bahkan lebih baik darimu.
"Grace.. "
Panggil Kinan khawatir.
"Ayo"
Ajak Kinan, Grace mencoba menggerakkan kakinya, tapi kakinya terasa kaku bahkan kakinya terasa goyah dan bersiap untuk jatuh tapi kinan dengan segera menahannya dan lalu menggendongnya.
"Uwah.... "
Seru dayang Raya saat melihat bagaimana romantisnya Kinan menggendong Grace menuju ruangannya.
"Hatiku benar benar tersentuh, Grace sangat beruntung."
Keluh dayang Han lagi. Dia dan dayang Raya berdiri dibelakang Ram melihat dari jauh.
"Aku akan panggilkan dokter untukmu."
Kata Kinan lewat pesan textnya. Dia berniat pergi tapi Grace menahan tangannya. Kinan bingung dan Grace segera menggeleng.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu istirahatlah dulu, aku akan ambilkan makanan dan salap untuk kakimu."
Pesan Kinan lagi dan kali ini Grace membiarkannya pergi. Grace lalu memaksakan dirinya untuk berdiri. Dia berfikir sebaiknya dia mandi terlebih dahulu.
Kinan kembali dengan membawakan makanan ditangannya. Saat dia tiba dipintu dia melihat Grace sedang mengeringkan rambunya yang panjang dan itu membuatnya terpesona. Agak lama Kinan berdiri untuk menikmati moment itu sampai Grace tersadar bahwa ada Kinan disana.
Kinan masuk perlahan menghampiri Grace dan menyodorkan makanan yang dibawanya.
"Makanlah"
Kata Kinan sambil memberi kode bahasa isyarat agar Grace makan. Grace pun lalu mulai makan perlahan. Kinan memperhatikannya dan semakin dia memperhatikan Grace entah mengapa dia semakin menyukainya.
Poni Grace yang panjang jatuh kedepan wajah Grace saat Grace akan menyuap makananya. Kinan lalu dengan lembut menyeka poninya itu dan mengaitkannya ketelinga Grace.
Grace kembali terbawa perasaan dengan sikap Kinan yang begitu perhatian. Grace tak jadi menyuapkan makanannya, dia menatap mata Kinan dan tatapan Kinan itu benar benar membuat jantungnya berdetak tak karuan. Tangan kanan Kinan masih ada didekat pipinya. Ingin sekali Kinan menyentuhnya namun akhirnya suara ketukan dipintu terdengar menyadarkan mereka berdua.
"Maaf mengganggu."
Terdengar suara Ram. Kinan dan Grace menoleh kepintu. Kinan lalu bangkit menghampirinya.
"Aku hanya ingin melihat keadaanmu."
Kata Ram melalui bahasa isyarat. Kinan bingung karna begitu cepat Ram bisa berkomunikasi pada Grace dan Grace tampak membalasnya dengan mengatakan dia baik baik saja.
" Aku bawakan salap untuknya, ini bagus."
Kata Ram lagi lalu mnyerahkan salap itu pada Kinan.
" Thanks"
" Aku tinggal dulu."
Pamit Ram kemudian. Dia lalu melambaikan tangannya pada Grace dan lalu pergi.
Malam itu Grace kembali tak bisa tidur. Dia terganggu dengan semua moment saat bersama Kinan. Dia benar benar takut akan jatuh cinta pada Kinan. Berulang kali dia berbalik kekanan dan kekiri untuk mendapatkan posisi yang enak tapi tetap saja wajah Kinan mengganggunya.
keesokan harinya pagi pagi sekali Grace bangun dia menuliskan surat permintaan maafnya pada ibu suri dan berjanji takkan mengulanginya lagi. Setelah menuliskan surat itu Grace bersiap untuk berangkat. Tak lupa dia meraih Hpnya dan sesaat dia melihat wallpapernya.
Mana mungkin dia bisa mencintaimu
Pekik Grace pada dirinya sendiri. Grace lalu mengganti wallpapernya menjadi foto bunga mawar dan kemudian hatinya mantap untuk berangkat menemui ibu suri.
Grace hanya tertunduk merasa bersalah dihadapan ibu suri saat ibu suri tengah membaca surat permohonan maafnya. Sesat ibu suri meliriknya dan lalu beliau menuliskan sesuatu sebagai balasan suratnya.
"Baikkah aku memaafkanmu, tapi lain kali jangan terulang lagi. Saat ini aku sangat mengandalkanmu."
__ADS_1
Pesan ibu suri dalam balasan suratnya. Segera setelah membaca itu Grace tersenyum sumringah dan langsung membungkuk menunjukkan rasa trimakasihnya pada ibu suri.