
Ratu Quina segera memulai aksinya dia meminta seseorang untuk mencari tahu soal Yesika dan anaknya.
Aku harus bisa menemukannya dan melenyapkannya sebelum ibu suri.
Pagi itu seperti biasa Grace mengurus sang raja. Grace pergi kedapur untuk mengambilkan makanan raja, tak lupa Grace selalu mencobanya dulu agar memastikan bahwa makanan itu aman buat sang raja.
Grace mengantarkan makanan itu pada raja. Saat itu raja masih mandi dibantu oleh petugas yang lain.
Grace pun menyiapkan obat untuk sang raja tapi dia melihat bahwa obat raja sudah habis. Grace lalu pamit untuk menemui sang dokter untuk mengatakan kalau obatnya telah habis.
Grace berjalan pelan melewati beberapa ruang dan tiba tiba dia merasa mual dan tenggorokannya terasa sakit. Seketika tubuhnya goyah dan Grace terjatuh. Grace muntah dan dia mencoba bangkit.
Jangan jangan ada racunnya. Tidak, raja tak boleh memakannya.
Grace lalu berusaha bangkit tapi tubuhnya terasa begitu lemah dan lagi dia sampai memuntahkan darah. Grace lalu meraih Hpnya dan membuat vidio call pada Kinan. Kinan saat itu tengah berjalan menuju ruang ibu suri. Dia tak mengerti dengan panggilan Grace. Grace mengetuk ngetuk diatas kameranya dan Kinan menjadi khawatir.
Kinan lalu mematikan panggilan teleponnya dan menelepon kembali agar dia bisa mendengar nada dering Grace. Ternyata Grace tak jauh darinya, hanya berjarak beberapa ruang.
"Grace... "
Kinan khawatir saat melihat Grace tergeletak dilantai. Mencoba menahan tubuhnya dengan salah satu tangannya.
"Jangan biarkan raja memakan sarapannya, Itu beracun."
Grace mengetik dengan cepat. Dia lalu mengarahkan Kinan untuk pergi. Kinan merasa bingung sebab dia tak tega dengan kondisi Grace tapi Grace terus mendorongnya agar dia pergi.
" Bertahanlah.. , aku akan segera kembali ."
Kinan berlari sekencang mungkin menuju kamar raja. Saat itu dayang Han baru saja ingin menyuapkan makanan itu pada raja.
" HENTIKAN !!!"
Teriak Kinan saat tiba dipintu kamar. Mereka semua bingung dan untung saja dayang Han belum menyuapkannya.
" Itu beracun."
Dayang Han langsung menarik kembali tangannya dari hadapan raja saat dia baru saja akan menyuapkannya.
"Tolong urus raja. Aku akan melihat Grace, Grace keracunan."
Pesan Kinan pada Ram. Ram sangat terkejut dan Kinan lalu kembali kepada Grace. Grace menyandarkan dirinya di pagar dan dia sudah begitu lemah.
Kinan segera menggendongnya dan melarikannya keruangan khusus. dokter segera memeriksanya dan memberikan penawar untuknya.
Setelah keadaan menjadi stabil Kinan menuju ruang kontrol dimana dia bisa melihat cctc didapur. Saat itu ada seorang dayang yang memakai kerudung. dia tampak memasukkan sesuatu kemakanan raja dan setelah itu dia pergi ketempat dimana cctv tidak bisa menjangkaunya.
"Bagaimana keadaan dayang Grace? "
__ADS_1
Tanya ibu suri pada Kinan saat Kinan datang menghadapnya setelah itu.
"kondisinya sudah membaik yang mulia."
"Lalu apakah kau sudah menemukan pelakunya? "
"Belum yang mulia. Tapi saya punya rencana."
**
Kinan lalu memesan cctc mini pada sahabatnya. Lalu siang itu dia mulai bereaksi. Kinan memasang beberapa cctv baru dibeberapa lokasi disekitar istana dan tak ada yang curiga padanya.
Grace sudah mulai pulih dan dia berfikir untuk kembali kekamarnya. Kinan yang berniat menjenguknya akhirnya berpapasan dengannya.
"Mau kemana? "
Tanya Kinan lewat pesan textnya. Grace mengekitkan satu kata.
"Kamarku. "
Lalu Kinan membalas lagi.
"Biar ku bantu. "
Setelah sampai dikamarnya Kinan dan Grace lalu duduk berhadapan ditepi matras.
Tanya Grace dan Kinan menjawabnya dengan menggeleng.
"Kau menyelamatkan nyawa raja."
"Apa kau sudah menemukan pelakunya? "
"Belum, tapi aku sedang menyelidikinya."
"Bagaimana bisa terjadi begini, bukankah hanya orang orang kepercayaan yang terpilih untuk menjaga keluarga kerajaan."
"Ehmm, itu berarti penyusup itu adalah salah satu dari oran orang disini. Kita harus lebih waspada dan memperhatikan setiap gerak gerik mereka."
"Aku tak bisa mencurigai siapapun. Saat aku didapur. Dayang Han dan dayang Raya ada dikamar raja. Hanya aku sendiri yang ada disana."
"Seorang dayang lain masuk sebelum kau datang. dia mengenakan kerudung berwarna merah "
Grace berpikir sejenak. Saat dia didapur dia hanya melihat seseorang dikebun bunga sedang menyiram tanaman dan tak mungkin dia bisa berada didapur tanpa melewati pintu depan.
Keesokan harinya Grace bersiap untuk bekerja dan seperti tak ada kapoknya dia masih saja memakan makanan raja terlebih dahulu untuk memastikannya aman.
"Trimakasih kau sudah menyelamatkanku."
Kata raja saat Grace akan menyuapinya. dayang Han membantu mengetikkannya untuk Grace, Grace tersenyum kecil dan membungkukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dayang Grace maukah kau pergi kekebun bunga untuk memetikkan beberapa bunga, untukku?"
Pinta raja lagi dan Grace langsung mengerjakannya setelah raja Adam selesai makan.
Dengan sebuah keranjang ditangannya Grace pergi kekebun. Dia lalu berjalan kegudang penyimpanan alat alat berkebun untuk mencari gunting pemotong bunga. Saat itu tak sengaja Grace menemukan sebuah pintu yang mengarah langsung kedapur kerajaan. Grace terdiam dan sesaat berfikir.
"Apa mungkin?"
Fikir Grace sesaat. Lalu Grace kembali fokus pada guntingnya. Grace lalu berjalan kekebun dimana dia melihat seorang dayang menyiram bunga. Grace memperhatikan tempat itu. Itu berada didekat ruang olahraga. Lalu Grace memotong bunga bunga disana dan kemudian membawanya keruangan raja.
Grace mengatur bunga bunga itu divase dimeja didepan matras raja agar raja bisa selalu melihatnya.
"Apakah, yang mulia masih butuh sesuatu? "
Tanya Grace setelah itu dan sejenak raja terdiam. Raja lalu mengetikkan sesuati dihpnya dan menunjukkannya pada Grace
"Bakpau??? "
Grace sedikit bingung.
Siang itu Grace keluar dan menuju salah satu toko kue terbaik dikota itu. Disanalah raja sering meminta pelayan membelikannya bakpau kesukaannya.
Disana Yesika meladeni para pembelinya dengan baik. Walaupun toko itu adalah tokonya tapi dia tidak sungkan untuk melayani para pembelinya.
" Bibi aku ingin memesan 10 porsi bakpau isi daging."
Grace menyerahkan kertas yang sudah ditulisnya terlebih dahulu. Yesika tersenyum, sepertinya dia mengerti bahwa gadis itu bisu. Yesika lalu menyiapkan pesanannya.
"Apakah ini untukmu ? kau punya selera makan yang bagus jadi ku tambahkan satu sebagai bonusnya. ini rasa baru semoga kau suka."
Jelas Yesika dalam note balasannya, Grace begitu girang dan lalu tersenyum dan menunjukkan rasa trimakasihnya.
Grace memisahkan satu bakpau miliknya untuk diberikan pada Kinan. Grace lalu berjalan keluar dari toko itu dan tak sengaja dia bertemu Johana didepan toko.
"Grace... "
Wajah Johana berubah kikuk dihadapan Grace yang malah menatapnya girang.
"Kau tinggal didekat sini? mengapa tak pernah datang lagi ?"
Tanya Grace dalam pesan textnya, Johana sedikit mengangguk sambil tersenyum kecut.
"Aku terus menunggumu karna tadinya aku dan ayah akan pindah. Aku khawatir kau tak kembali ."
"Aku agak sibuk. Aku tak tahu kalian akan pindah ."
"aku tinggal disitana saat ini. Ku harap kau akan segera mengembalikannya. Hubungi aku di nomor ini jika kau datang yah."
Pesan Grace sambil menyerahkan secarik notenya.
__ADS_1