
Vira masih belum tertidur. Setelah melewati beberapa jam yang menyebalkan dengan Sean dia semakin merasa khawatir akan masa depannya.
Flass back
Saat Sean mengajaknya kesebuah restoran untuk makan siang bersama. Sikap arogan dan perfectionist Sean membuatnya kesal. Dan lagi, Sean sama sekali tak bisa menghargai orang lain. Selalu bersikap seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Jelas saja, saat seorang pelayan tak sengaja menumpahkan air minum mereka Sean langsung mengamuk dan memaki wanita yang sudah jelas lebih tua darinya bahkan Sean tak segan untuk meminta manager restoran itu untuk memotong gajinya.
Yori mendapatkan pesan dari ibu suri malam itu. Ibu suri meminta Yori mencari Kinan karna Kinan tak kunjung kembali dan itu membuat ibu suri khawatir. Yori bergegas meninggalkan rumah sakit malam itu juga namun tak lama sejumlah orang suruhan mendatangi rumah sakit. Mereka berpakaian rapi. Satu demi satu penjaga mereka lumpuhkan dan kemudian menculik raja Adam dari sana.
"Target sudah kami dapatkan. " lapor seorang dari mereka pada raja Vitar.
Saat berjalan sendiri tak sengaja Grace melewati sebuah jalan yang familiar. Grace teringat bagaimana dulu dia mengejar ibunya dan tertabrak dijalan tempatnya berdiri saat itu.
Yori kebetulan lewat dari arah depan. Dengan sangat jelas dia bisa melihat Grace berdiri termenung sendiri ditengah jalan. Yori menarik keras tangan Grace saat sebuah mobil akan lewat.
Rasa takut Grace sesaat Sirna saat melihat wajah Yori dengan jelas. Itu kedua kalinya mereka bertemu setelah insiden penculikan saat digudang. Grace tahu kalau Yori takkan mencelakainya.
"Apa yang kau lakukan disini? " tanya Yori seakan dia tahu kalau Grace bisa mendengar.
" Aku tersesat. " jawab Grace pakai bahasa isyarat.
"Tersesat?,, hei ini jaman apa sampai kau bisa tersesat?"
"Aku sudah lama tinggal didesa xxx, aku sudah lama tidak kekota. "
"Oh begitu"
"Kau mengerti bahasa isyarat?"
"Ehmmm. ini sudah malam, hayo ku antar kau pulang." ajak Yori tapi Grace bagai bingung. Agak lama dia terdiam.
"Kenapa? "
"Aku tidak punya rumah. "
"Memangnya orangtuamu dimana? "
"Aku tidak tahu dimana ibuku, dia meninggalkanku. Ayahku juga tinggal didesa. Aku tak tahu dimana rumahnya. "
"Kasihan sekali" kata Yori sedikit iba.
"Lalu bagaimana kau bisa disini? "
"Aku tadi lari dari panti asuahan . "
"Kau diculik lagi? "
__ADS_1
"Tadinya begitu tapi temanku menolongku. Kami habis bertengkar dan aku lari. Aku terlalu emosi jadi tak sadar kalau aku sudah tersesat. " jelas Grace lagi.
"Baiklah hayo kuantar kau kesana. " ajak Yori lalu berjalan menuju pintunya. Grace mau tak mau lalu mengekor dari belakang.
"Dimana alamatnya? " tanya Yori setelah menyalakan mobilnya.
"Ehmm, aku juga tak terlalu tahu. Begini saja, bolehkah kau mengantarkanku ke gedung xxx? "
"Untuk apa kesana? "
"Aku mengenal pemilik gedung itu. Mungkin dia bisa menolongku. "
"Ini sudah malam, ku rasa mereka juga sudah pulang" terang Yori. Grace terdiam lagi.
"Mengapa kau tak mau pulang kepanti asuhan itu, Apakah pertengkaran kalian begitu hebat ?"
"Dia marah padaku."
" Apa dia pacarmu? "
"Bolehkah kita bicarakan hal lain? "
"Aku tak punya topik pembicaraan. Katakan saja kau mau kuantar kemana, atau kau mau ku bawa pulang ketempatku? " tanya Yori hingga Grace membelalakkan matanya.
"maksudku, kalau kau mau menemui temanmu pemilik gedung itu. Besok aku akan megantarmu. " tawar Yori tapi Grace masih tampak ragu.
"Kau tak perlu takut, aku takkan mencelakaimu. "
"Lalu bagaimana, kau mau kuantar ke istana? "
"Bagaimana kau tahu aku tinggal diistana? " tanya Grace bingung tapi Yori tak mau membahasnya lagi. Dia lalu menggas mobilnya menuju istana.
siapa sebenarnya dia , mengapa dia tahu aku tinggal diistana ? dulu dia juga menolongku. Lalu bagaimana dia bisa tahu aku disana, apakah dia salah satu dari orang suruhan raja vitar, atau..
"Jangan menatapku begitu." kata Yori karna Grace terus memperhatikannya.
"Siapa kau sebenarnya? "
"Kau tak perlu cemas. Kita dipihak yang sama. "
"Pihak yang sama? "
" Jangan mengajakku bicara lagi. Aku sedang menyetir. Aku tak bisa konsen jika terus memperhatikanmu sambil menyetir. " saran Yori. Grace terdiam, dia paham maksud Yori dan tak lama setelah perjalanan itu Hp Yori berbunyi.
Yori mendapat kabar kalau raja Adam telah diculik. Yori segera memutar balik mobilnya. Dia mengebut dijalanan dan tak memperdulikan Grace yang terus berusaha menanyainya hingga mereka tiba disalah satu gedung apartemen.
"Ini nomor apartementku dan ini pinnya. Aku harus pergi ada tugas darurat. " kata Yori sembari menyerahkan secarik kertas pada Grace lalu Grace pun ditinggal disana.
"Apa yang terjadi, apakah itu berarti ada keadaan darurat diistana?" Grace sedikit khawatir namun hari yang kian larut membuat Grace tak punya pilihan.
Grace memasuki gedung tersebut dan menuju nomor yang dituliskan Yori. setelah menemukan apartement tanpa fikir panjang Grace lalu membukanya.
__ADS_1
Apartemen Yori tampak sangat bagus dan juga rapi. Walau hanya sendiri disana tapi Grace tetap merasa canggung berada disana. Setelah meneguk segelas air, Grace lalu berjalan kesofa diruang tamu dan mencoba tidur disana. Namun entah mengapa dia kembali teringat kejadian buruk yang menimpanya.
Mungkin karna tadi lewat makanya jadi kepikiran, huffftt.
Grace menghembus nafas panjang. Grace mencoba membalik balikkan dirinya namun tetap saja dia tak bisa tidur. Akhirnya Grace berjalan jalan melihat lihat isi rumah itu. Tak disangka Grace melihat ruang perpustakaan mini disana. Grace mencoba memilih buku yang menarik hingga akhirnya dia menemukan album foto lama disalah satu tumpukan buku itu.
Grace membuka album itu. Membolak balikkannya dan melihat beberapa foto masa kecil Yori bersama ayah ibunya. Ada sebuah foto lelaki yang sedang berdiri dipintu mobil bersama anak lelaki dimobil itu. Grace teringat mobil yang menabraknya juga terlihat mirip dengan mobil itu.
"Mungkin karna aku terus mengingatnya. Jadi aku terus kepikiran. " guman Grace dalam hatinya lagi. Grace lalu menutup kembali album itu dan mengambil buku untuk dibacanya yang memang akhirnya berhasil membuatnya tertidur disofa.
Keesokan harinya dipanti asuhan saat akan sarapan, Kinan berfikir untuk mengajak Grace. Kamarnya masih terbuka tapi Kinan dengan sopan mengetuknya terlebih dahulu.
"Grace... Grace... " panggilnya tapi Grace tak kunjung keluar. Kinan lalu melongo kedalam tapi kamar itu tampak sepi.
"Juna, apa kau melihat Grace? "
"aku tidak melihatnya. " jawab Juna yang baru saja masuk kedalam rumah. Kinan yang penasaran lalu keluar menuju panti asuhan sehingga Johana yang baru keluar hanya melihatnya sekilas dari belakang.
"Kinan pulang? "
"Ohh"
"Kapan dia datang? "
"Semalam"
"Dia mau kemana? "
"mencari Grace, mungkin Grace ada diruang panti. "
"Grace juga disini? "
"Iyah" Juna membalas malas malasan sambil berjalan menuju dapur untuk memgambil susu.
"Hei... soal lukisan utamamu. Kapan kita bisa melihatnya? "
"Aku belum tahu. Hari ini aku akan menemui Sonia. Aku sudah janji akan menemuinya. "
"Apa kau tertarik padanya? "
"Kenapa? "
" Kalian baru berkenalan dan sudah mau ketemuan lagi. "
"Dia gadis yang baik, juga cantik. " singkat Juna lalu meninggalkan johana disana sendiri.
"Memangnya aku peduli... " omel Johana kecil dengan mulutnya yang cemberut. Dia teringat bagaimana cantiknya paras Sonia. Dia juga tampak sexy dan anggun, sudah jelas Juna pasti menyukainya.
Kinan mencoba mencari Grace kesetiap tempat dipanti asuhan tapi dia tak kunjung menemukannya. Akhirnya Kinan kembali kekamarnya dan dia menemukan Hp Grace tertinggal disana.
__ADS_1
"Tidak mungkin kalau dia diculik." fikir Kinan.