
"Kinan.... " teriak Johana kesal setelah dia tiba dipintu. Kinan membalik, dia menoleh Johana yang sudah berjalan kearahnya dipenuhi amarah.
"Tunggulah dibawah, aku akan menyusul." kata Kinan pelan pada Grace dan Grace menurutinya. Dia berjalan melewati Johana yang meliriknya kesal.
Dasar gadis bisu pembawa sial, kalau bukan karna ada Kinan aku sudah menjambak dan memakimu habis habisan.
Sebuah tamparan mendarat dipipi Kinan setelah Johana sampai didepannya. Kinan hanya diam lalu kembali menoleh Johana.
"Aku akan terima ini sebagai balasan karna aku telah mengingkari janjiku."
"KINAN... " bentak Johana kian kesal.
Kenapa kau tak meminta maaf dan mencoba menghiburku? Mengapa harus kata kata itu yang keluar dari mulutmu?
"Maafkan aku, aku tak bermaksud mempermainkanmu. Sekarang kau sudah cukup dewasa. Buatku kau hanyalah seoarang adik dan tak pernah lebih dari itu. "
"Kau benar benar keterlaluan."
"Aku minta maaf Jo, aku berharap kau bisa menerima ini. "
"Kau benar benar brengsek, kau keterlaluan, kau menyebalkan, apakah tak ada kata lain yang bisa kau katakan padaku? kau benar benar menyakitiku." kata Johana sembari terus memukuli Kinan. Kinan hanya diam hingga Johana merasa bosan sendiri dan dia duduk dilantai. Kinan mendekatinya dan menyeka airmatanya.
" Aku menyayangimu, tapi rasa sayang itu berbeda. Aku tak ingin mengecewakanmu lagi. "jelas Kinan mencoba membujuknya. Johana masih menangis tersedu sedu, Kinan memeluknya segera sedang Juna hanya bisa melihatnya dari jauh.
Begini akan lebih baik. Aku tak mndapatkanmu dan kau pun tak mendapatkannya. Walau hatiku ingin disana untukmu tapi begini lebih baik. Tak perlu lagi memberi harapan pada diri sendiri atas sesuatu yang mustahil. Berada disisimu hanya akan membuatku sakit juga. mungkin ini bisa jadi pelajaran untukmu, jika saja kau bisa menerimaku.
Juna berjalan perlahan menuruni tangga dengan hatinya yang lebih tenang. Grace terlihat sedang bermain dengan anak anak lain ditaman dan itu membuatnya tersenyum.
Memang tak perlu sesuatu yang sempurna. Bahkan gadis seperti Grace bisa membuat kak Kinan jatuh cinta. Dia tak melihat kekurangannya saja.
Setelah sore Kinan membawa kembali suri Yana kembali. Mobilnya berada dibelakang mobil suri Yana. Mereka menyetir perlahan kembali keistana. Grace sesekali melirik Kinan yang wajahnya tampak bahagia. Sesekali dia tersenyum pada Grace.
"Bukankah tadi dia habis bicara dengan Johana, mengapa ekspresinya biasa saja, apa dia tak mau mengatakan apa apa padaku? " Grace berguman dalam dirinya. Kinan meliriknya seolah dia mengerti isi kepala Grace yang sedang bertanya tanya. Kinan meraih tangan Grace dan menggenggamnya.
"Aku tahu apa yang kau fikirkan." kata Kinan dan membuat Grace menolehnya seolah dia minta penjelasan.
__ADS_1
"Aku sudah bicara baik baik dan menjelaskan situasinya pada Jo, dia akan baik baik saja."
Sesampainya diistana Kinan dan Grace langsung menuju kamar mereka masing masing. Grace merebahkan dirinya disana dan memandang langit langit kamarnya.
"Apa ini berarti aku berpacaran dengannya, lalu bagaiman aku harus bersikap? Bagaimana kalau ibu suri tahu, apa mereka akan marah?" Grace bertanya tanya dihatinya lalu dia membalik dan memeluk dulingnya.
"Kalau kami berpacaran apakah dia benar benar berniat ingin punya hubungan serius denganku, bagaimana bisa dia berpikiran begitu?
Grace merasa sangat bingung. Dia lalu beranjak dari matrasnya dan duduk didepan cerminnya. Grace membuka perlahan scraf dilehernya dan memandangi bekas lukanya.
"Bisu, cacat, mengapa aku harus terpuruk karna hal ini? ini yang membuatku tak punya keberanian untuk mencintaimu, aku merasa malu, tapi jika aku mengabaikan hatimu maka aku merasa sangat jahat dan aku pun menyakiti hatiku sendiri. Apa yang harus kulakukan?"
Keesokan paginya Grace bersiap untuk menjakankan aktivitasnya seperti biasa. Dia mencoba mengabaikan hatinya yang kacau dengan sibuk bekerja.
"Dayang Han, aku kedapur dulu yah, aku akan kembali setelah selesai sarapan ."
"Ok" jawab dayang Han. lalu Grace berjalan menuju dapur sambil membawa piring kotor dari kamar raja Adam.
"selamat pagi." sapa Kinan yang tampak sedang memasak didapur dan itu membuat Grace sedikit terkejut.
"Makanlah"
Segera Grace mencoba makanan itu. Mata grace sedikit melotot saat makanan itu terasa begitu enak dimulutnya. Bibirnya lalu tersenyum dan Kinan merasa sangat puas.
" Habiskan" titah Kinan kemudian lalu mulai sibuk makan. Ratu Quina melihat keduanya saat dia akan lewat dari sana dan sesaat dia memiliki ide dikepalanya.
Siang itu diruang pertemuan. Semua pejabat tinggi dan partai yang berkuasa mengajukan rencana untuk segera mengangkat ratu Quina sebagai penguasa baru kerajaan dan hal itu membuat ibu suri sangat marah.
"Aku meminta waktu seminggu untuk mempertimbangkan hal ini, sementara rapat kita tunda." kata ibu suri yang masih menahan amarahnya. Ratu Quina tahu bahwa ibu suri mulai cemas. Setelah mereka meninggalkan tempat itu Ratu Quina datang menghampiri ibu suri.
" Yang mulia ibu suri, apakah ibu suri merasa bahwa aku tak pantas memimpin kerajaan ini. Apakah kemampuan yang ku punya tak membuatmu merasa puas? "
"Kau tak berhak untuk itu. Seorang raja yang harus memimpin kerajaan dan kau tak memiliki jiwa kepemimpinan, bahkan sekalipun kau memilikinya kau jangan melupakan pewaris yang sah."
" ibu... " tutur kata ratu Quina terasa begitu kesal tapi dia masih mencoba mengendalikan emosinya.
__ADS_1
" Aku akan membawa anak itu sebelum seminggu dan aku akan memperkenalkannya sebagai anak sulung raja Adam."
" Yang mulia tidak bisa berbuat seperti itu. Dia anak diluar nikah, bagaimana pandangan masyarakat jika mengetahui hal ini? Mereka akan memandang buruk pada istana. Dia anak yang tak diakui istana."
"Siapa yang tak mengakuinya? " tantang ibu suri hingga ratu Quina terdiam.
" Anak itu memang terlahir dari sebuah kesalahan tapi kau jangan menyangkal darah yang mengalir padanya. Dia adalah anak sulungr raja Adam pewaris sah tahta istana." tegas ibu suri lalu pergi meninggalkan ratu Quina.
"Tak akan ku biarkan, lihat saja apa yang akan ku lakukan padanya. Kau akan menyesal sudah melawanku. aku ratu di istana ini."
"Sepertinya kondisi pangeran semakin membaik. Mulai besok aku takkan datang lagi. Pangeran hanya cukup mengkonsumsi obatnya hingga selesai ."
"Baguslah,, "
"Jika nanti pangeran merasa ada yang kurang baik, segera katakan pada Vira."
"Pasti dok, ehmm aku mau tanya sesuatu."
"Tanya saja."
"Jika aku sudah sembuh, apakah Vira akan pergi?"
"Kalau iya memang kenapa? "
"Kalau begitu aku tak mau sembuh dulu ."
"Mengapa,,, apa pangeran tak ingin jauh darinya? sepertinya benih benih cinta sudah mulai mengoda pengaran."
"Ku mohon aturlah, disini sangat membosankan, jika tidak ada dia aku bisa apa lagi ? "
"Hahaha, baiklah aku akan mengaturnya untuk pangeran tapi ini takkan cuma cuma."
"Hei,,, apa dokter Gio mau minta imbalannya? "
"Iyah benar sekali tapi ini bukan hal sulit untuk seorang pangeran ."
__ADS_1
"0h yah apa? "