
Sudah dua minggu sejak pangeran Jimin koma dan belum ada perkembangan untuknya. Selir Yana yang begitu terpukul sekali pun tak pernah pergi dari sisinya. Dia tinggal dirumah sakit untuk selalu mendampingi pangeran jimin.
Sedang disebuah kerajaan lain, seorang raja mendapatkan surat kiriman yang diantar langsung oleh orang kepercayaan.
"Yang mulia raja, surat untuk anda."
"Berikan padaku ."
Raja Vitar segera membaca isi surat itu dan hal itu membuatnya kurang senang. Lalu dia mengirimkan segera balasannya.
Lakukan segera sebelum aku bertindak lebih jauh. Aku tidak peduli anak itu hidup atau mati.
Suatu sore diakhir pekan ibu suri melihat Grace sedang sibuk mengurus raja dikamarnya. Ibu suri datang menghampirinya dan membuat Grace agak terkejut. Grace segera menunduk dan ibu suri menghampirinya.
"Aku melihatmu sangat rajin bekerja. Akhir akhir ini kau pasti begitu lelah. "
Tulis ibu suri dalam notenya.
"Aku senang melakukannya yang mulia. Sebuah kehormatan bagiku bisa mengabdi pada raja. "
" Tapi kau juga butuh istirahat. Pergilah berlibur 2 hari kedepan."
"Tidak ibu suri, aku baik baik saja."
"Tidak apa apa. pengawas Kinan akan pergi kekota untuk beberapa urusan. Aku memintanya untuk mengajakmu ikut serta. "
Jelas ibu suri dan itu membuat Grace menatap beliau bingung. Bagaimana mungkin Grace akan ikut dengan Kinan. Apakah itu berarti Kinan akan mengajaknya tinggal dirumahnya dan kenapa harus ikut Kinan, bukankah Grace bisa istirahat disekitar istana saja.
Grace kembali keruangannya untuk berkemas sesuai titah ibu suri, bagaimanapun grace tak bisa menolak perintahnya dan lagi jarang Grace bisa kekota.
"Apa kau sudah siap? "
Tanya Kinan setelah Grace keluar. Grace lalu mengangguk dan mereka lalu berangkat. Sepanjang jalan mereka hanya diam. Bukan hanya karna Grace bisu tapi juga karna dia terus bertanya tanya bagaimana nanti menghadapi keluarga Kinan.
Apakah keluarga kinan juga baik sepertinya atau apakah mereka akan memandangnya hina dan bagaimana Grace harus bersikap? jika seandainya mereka tak bisa menerima grace apa yang akan dilakukannya, mungkin dia hanya akan diam dikamarnya nanti menunggu sampai mereka kembali ke istana.
1 jam kemudian mereka tiba, setelah memarkirkan mobil barulah Kinan sadar kalau Grace tertidur. Kinan berniat membangunkannya tapi dia melihat gadis itu tertidur begitu pulas dengan wajah polosnya.
Lagi lagi Kinan begitu terpesona pada Grace. Semakin dilihat Kinan serasa semakin tertarik. Dia mendekati Grace dan memandangi wajahnya dari dekat.
Seketika sebuah cahaya mobil mendadak menerangi mereka. Grace merasa silau dan dia membuka matanya. Kinan refleks menarik dirinya dan tampak sedang salah tingkah.
"Aku baru saja mau membangunkanmu, Kita sudah sampai. "
Jelas Kinan lewat pesan textnya. Mereka lalu turun dan ternyata sipemilik mobil didepan mereka adakah Juna. Juna tersenyum saat melihat Kinan turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Ku fikir kakak akan sampai besok."
Kata Juna sambil mendekati Kinan. Kinan lalu sibuk mengeluarkan tas dari kursi dibelakang dan dibantu oleh Juna.
"Kenapa, apa kau tak senang kakak pulang? "
"Jelas saja, setelah kakak pulang suster kepala takkan memperhatikanku lagi."
"Itu saja kau cemburukan."
Celoteh Kinan lalu menghampiri Grace yang masih sibuk memperhatikan tempat itu.
Apakah ini rumah kinan, mengapa tak mirip rumah? ini terlalu besar.
"Ini grace yang kakak ceritakan."
Kata Kinan pada Juna. Juna tersenyum dan menyalaminya.
"Juna, adikku."
Terang Kinan lewat notebook Grace. Grace tersenyum saat melihat Juna yang tersenyum begitu ramah.
Lalu mereka masuk kedalam. Grace terlihat terpukau dengan tempat itu. Tampak didinding terpajang banyak foto anak anak. Grace semakin bingung namun belum dia bertanya tiba tiba beberapa anak datang menyambut kedatangan mereka.
"Kak Kinan... "
Seru mereka sambil berlari kearah Kinan. Kinan langsung berlutut dan merentangkan kedua tangannya. Anak anak itu berebut memeluk Kinan dengan manjanya.
"Kakak kami sudah lama menunggu."
Jelas Sen sen mengadu.
"Jalanan macet."
"Apa kakak sudah makan? kak Johana sudah membeli makanan enak. Kami tidak bisa makan sampai kakak datang."
"Benarkah, kalau begitu kalian pasti sudah sangat lapar. hayoo kita makan."
Ajak Kinan segera . Lalu anak anak itu menggandeng Kinan dan beberapa lagi berlari menuju kedalam.
"Sayang kau sudah pulang? "
Seru Johana yang muncul dari ruang makan. Kinan hanya tersenyum. Johana datang menghampirinya dan langsung mengandeng tangannya membuat wajah Juna ciut. Juna lalu melanjutkan langkahnya sedang Grace hanya diam dibelakang.
__ADS_1
"Kau lama sekali, anak anak protes kelaparan. "
"Harusnya tak perlu menungguku, kasihan mereka."
"Tapi anak lain ingin makan bersamamu. Kami semua merindukanmu."
Terang Johana manja sambil memeluk Kinan dan saat itulah dia melihat Grace berdiri dibelakang Kinan.
Wajah Johana berubah kesal. Dia perlahan melepas pelukannya dan menatap Grace yang juga terdiam melihatnya.
" Ini Grace, dia bekerja sebagai dayang diistana. Dia akan berlibur disini selagi aku menyelesaikan tugasku."
Johana tersenyum kecil lalu mengulurkan tangannya seolah mereka baru bertemu.
" Ini Johana."
Terang Kinan lagi. Grace lalu mengulurkan tangannya menyalami Johana dibalik kebingunannya dengan sikap Johana.
Apa yang difikirkan Johana, mengapa dia bersikap seperti itu? Sedang sebelumnya dia dan Johana berteman dekat saat mereka bertemu dipeternakan.
Grace teringat saat itu Grace tengah menulis didekat kebun bunganya dan saat itu Johana dan teman temannya datang kesana dan menikmati keindahan kebun bunga. Saat itu mereka berkenalan dan Kinan meminjam beberapa buku cerita tulisan Grace.
"Kinan... "
Suara suster kepala terdengar menghampiri mereka.
"Biar ku simpan tasmu."
Kata Johana lalu meraih tas Kinan dan membawanya pergi.
Kinan seperti biasa langsung memeluk sang suster kepala. Dia tidak peduli dengan aturan yang ada. Yang penting dia melepas rasa rindu pada sosok yang sangat disayanginya itu.
"Bu ini Grace, gadis yang ku ceritakan waktu itu."
Kinan memperkenalkan Grace. Grace segera menunduk memberi hormat. Suster kepala tersenyum dan menyentuh pipi kanan Grace sambil tersenyum.
"Kau sangat cantik."
Puji suster kepala. Grace tersenyum seraya menatap Kinan. Kinan menjelaskan maksud suster kepala yang membuat Grace tersipu malu.
Ruang makan penuh dengan ketertiban. Kini Grace tahu kalau itu adalah panti asuhan tapi dia masih belum tahu hubungan Kinan dengan tempat itu. Apakah Kinan pemiliknya atau Kinan salah satu dari mereka. Tapi melihat Kinan yang sukses dan mapan membuatnya tampak mustahil.
Johana tampak sibuk mengurusi Kinan makan. Mereka duduk berdekatan dan seolah mereka adalah pasangan kekasih. Grace hanya tertunduk tak sanggup melihatnya berlama lama.
"Jo,, biarkan kakak makan dengan tenang, kalau kau terus mengganggunya dia takkan bisa makan."
__ADS_1
"Mengapa kau protes begitu, memangnya salah kalau aku mengurus pacarku? dia hanya sesekali pulang jadi aku harus mengurusnya dengan baik."