Unperfect

Unperfect
bertengkar


__ADS_3

"Apa yang terjadi? " tanya suster kepala heran dan khawatir saat mereka sampai dalam keadaan basah dan beberapa luka ditubuh Kinan.


"Nanti kujelaskan, yang jelas semua baik baik saja. " kata Gio menenangkan hati suster namun suster tahu semua tak baik baik saja karna dia melihat baju Kinan robek dan beberapa tubuhnya kena sayatan.


Suster Rebeca lalu membawa Grace untuk mengganti pakaiannya. Juna dan Kinan juga begitu. Gio langsung membawakan kotak p3k kekamar Kinan untuk mengobati luka lukanya.


" Siapa mereka? " tanya Gio saat mulai sibuk dengan perban ditangannya yang dililitkan kelengan Kinan.


"Entahlah tapi ini kedua kalinya mereka menculik grace. ku rasa merasa sangat penasaran dengan sosok anak raja yang lain. mungkin mereka berfikir Grace tahu. "


"Anak raja yang lain ."


"Ku dengar sebelum menikah raja sudah memiliki anak dari wanita lain tapi ibu suri masih mencarinya. Sepertinya keberadaannya sangat mengganggu beberapa pihak. " jelas Kinan lalu berjalan menuju kelemarinya untuk mengambil bajunya


"Jadi kau sendiri tak tahu siapa anak raja itu? "tanya Gio penasaran yang dia sendiri sudah tahu bahwa Kinanlah anak raja Adam.


"Aku tidak tertarik untuk mengetahuinya. Saat ini keadaan disitana sudah banyak menyita perhatianku. Belum lagi proyek pembangunan vila masih berjalan 50 persen."


"Ku rasa kau harus tahu siapa anak raja itu. "


"Kenapa aku harus tahu, itu bukan urusanku. " jelas Kinan sedikit cuek sambil memasangkan bajunya.


"Oh yah apa Grace sudah mengatakan padamu soal rencananya untuk menjalani oprasi? " tanya Gio yang kini sibuk mengemasi kotak pk3 diatas tempat tidur Kinan



"Oprasi? "


"Iyah, sebenarnya sebelum kejadian itu aku menemani Grace menemui Jero dan dia sudah tanda tangan kontrak. Jero menawarkan untuk membiayai oprasi untuk Grace agar dia bisa bicara lagi dan agar bekas oprasinya hilang. Ku rasa itu ide yang baik. "


Kinan berjalan menuju kamar Grace. Dia juga baru saja selesai berganti pakaian. Ketika ada yang mengetuk pintu dia langsung datang untuk membukakannya.


" Apa benar kau akan menjalani oprasi? " tanya Kinan sedikit dingin.


"Apa aku sama sekali tak berarti buatmu sampai kau harus mengambil keputusan tanpa bicara dulu denganku? bukannya aku tak merasa senang tapi begini aku merasa tak berarti apa apa buatmu. " lanjut Kinan lagi lalu membalik.


"Kalau kau merasa hubungan kita ini tak serius, aku bisa bilang apa lagi. Kau pun berhak atas dirimu sendiri. " setelah mengakhiri kata kata itu Kinan pergi begitu saja. Grace berusaha memanggilnya tapi berulang kali dia mencoba dia tetap tak bisa. Lalu Grace berlari mengejar langkah Kinan dan meraih tangannya.


Kinan melihat mata Grace sudah basah oleh airmatanya dan dia menatap Kinan lekat dengan rasa amarahnya.


"Kau sangat berarti buatku. Kau terlalu berarti sampai aku mengutuki diriku sendiri yang aku bahkan tak bisa memanggilmu. Sekaras apapaun aku berusaha itu akan percuma. Sekeras kerasnya aku berteriak kau takkan mendengarkanku.


Aku benci diriku yang bahkan tak bisa memanggilmu saat orang orang jahat itu akan mencelakaimu. Aku benci saat kau tak bisa mengerti setiap perkataanku. Aku hanya ingin lebih baik agar aku layak untukmu. Aku ingin menjadi gadis yang sempurna untukmu sehingga kau tak perlu mendapat cibiran dan hinaan dari orang lain karna aku. Karana aku cacat dan bisu. " terang Grace menggunakan bahasa isyaratnya tanpa perduli Kinan akan mengerti atau tidak.

__ADS_1


Sesaat setelah sadar bahwa upayanya hanya sia sia akhirnya Grace diam tertunduk sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu begitu saja.


Tiara yang kebetulan akan keluar dari kamarnya sempat melihat kejadian itu. tiara merasa situasinya sangat tak baik. Tiara berfikir untuk menuliskan semua perkataan Grace lalu dia menyerahkannya pada Kinan.


Kinan duduk dikursi taman didekat rumahnya untuk membaca semua isi kertas itu. Dia tertunduk, perasaannya kacau setelah pertengkaran itu.


Pangeran Jimin yang merasa haus lalu turun kelantai bawah. Saat akan melewati jendela kaca pangeran Jimin melihat sosok Kinan disana jadi dia datang menemuinya.



"Kakak... " panggilnya, Kinan menoleh pangeran yang datang mendekatinya.


"Kakak baik baik saja? "


"Sepertinya pangeran benar benar tulus menjadikanku seorang kakak."


"Kau memang kakakku. "


"Yah, aku lebih tua darimu. "


"Apa ada masalah, apa ayah dan nenek baik baik saja?" tanya pangeran Jimin sedikit khawatir.


"Semua baik baik saja. Aku hanya sedang ada masalah lain. "


"Soal Grace? "


"Lucu sekali, sebenarnya aku juga sedang merasa kacau karna Vira. "


"Dia kenapa? "


"Dia pergi tanpa berpamitan dan meninggalkan pesan. "


"Kalian bertengkar? " kata Kinan balik bertanya


"Katanya ibunya sakit jadi dia ingin mengurusnya tapi kepergiannya membuat hatiku tak tenang tapi aku tak bisa berbuat apa apa untuk mencarinya. Aku tak punya nomor Hp dan alamatnya. Lagi pula aku harus sembunyi disini. "


"Kau bisa minta bantuan Gio. Dia kenal Vira tentu tahu alamatnya. "



"Yah, kakak benar. Oh yah jadi kenapa antara kakak dan Grace, apa kakak ketahuan selingkuh? " tanya pangeran sedikit menggoda Kinan.


"Pangeran fikir aku ini pria seperti apa? "

__ADS_1


"Karna Grace tak mungkin selingkuh. Kakak yang lebih berpotensi untuk selingkuh. Kakak sangat tampan, kaya berkarir dan Punya bahu yang lebar. Tentu banyak gadis yang menggilaimukan kak? kau adalah pangeran yang keren."


" Pangeran dari Hongkong"


"Hei jangan menyangkal dirimu. Katakan saja kalau kakak merasa terbebani dengan status itukan? ku beritahu, itulah yang kurasakan selama ini."


"Jangan mengomel lagi, kembalilah kekamarmu pangeran. " pesan Kinan lalu meninggalkan pangeran Jimin disana.


"Hei kak, kau mau kemana? aku belum siap bicara. " teriak pangeran Jimin agak pelan.


"Tidurlah.... " titah Kinan sambil melambaikan tangannya tanpa menatap kebelakang.


Grace berhenti setelah berlari tak tentu arah. Kakinya terasa sakit dan dia berusaha mengatur nafasnya sembari memperhatikan kesekelilingnya.


Grace baru sadar kalau dia sudah tersesat disekitar kota. Dia sama sekali tak tahu keberadaannya sendiri. Grace memeriksa sakunya dan Hpnya tertinggal. Dia juga tak membawa apa apa.


Dasar bodoh, tidak berguna.


Grace menggerutu dirinya sendiri yang sudah bertindak begitu gegabah. Kini Grace bingung harus berbuat apa dan kemana. Hari juga sudah mulai larut. Hari itu menjadi hari terburuk dalam dirinya.


Lepas dari para penculik, dia nyaris mati, dia baru bertengkar dengan Kinan hingga dia merasa patah hati dan kini dia tersesat sendiri tanpa membawa apapun. Tak ada yang dikenalinya dan juga tak ada tempat yang bisa dituju.



Kinan yang masih kesal melanjutkan langkahnya menuju kamarnya namun langkahnya teralihkan saat melihat Juna sedang bersantai diruang tamu. Kinan lalu duduk sembarang disofa setelah sengaja menyenggol Juna.


"Kau kumat lagi? " tanya Juna kesal sambil melirik Kinan.


"Jangan tanya lagi. Hari ini aku benar benar muak. "


"Ada apa lagi? "


"Aku habis bertengkar dengan Grace. "


"Kok bisa? "


" Dia akan segera oprasi. Jero yang mendanainya. Dia mengambil keputusan sebelum bicara denganku, jadi aku memarahinya. "


"Bukankah bagus. Jero punya niat yang baik harusnya kau mendukungnya. "


"Aku bukan tidak mendukung. Aku hanya merasa dia tak menghargaiku. Aku yang membawanya dari rumah ayahnya. Aku masih bertanggung jawab. Bagaimana jika terjadi sesuatu. "


"Yah kau benar, mungkin Grace punya alasan, mungkin dia belum dapat waktu yang tepat untuk bicara. "

__ADS_1



" Aku akan coba bicara lagi besok dengannya. " kata Kinan lalu merebahkan dirinya dikursi. dia menggunakan kedua tangannya sebagai bantal lalu memejamkan matanya.


__ADS_2