Wanita Buronan

Wanita Buronan
Serangan Balasan


__ADS_3

Selama seharian ini Kinanti menghabiskan waktunya di runah kedua orangtua Darian. Mulai dari pagi hingga malam, Kinanti ada di rumah itu untuk menemani ayah dan ibu mertuanya. Karena akhir-akhir ini Darian semakin besar kepala. Mungkin karena Kinanti diam tentang perselingkuhannya dengan Hanna, Darian menjadi semakin jarang pulang ke rumah. Bahkan sudah tiga hari terakhir ini Kinanti sama sekali tidak melihat sosok Darian.


"Kamu tidak apa-apa kalau seharian disini, Ti?" Tanya ayah mertuanya khawatir.


Kinanti tersenyum.


"Tidak apa-apa, Pa. Akhir-akhir ini Ian sangat sibuk jadi Kinanti merasa kesepian di rumah. Makanya Kinanti kesini, biar Kinanti bisa menemani Papa dan Mama juga." Jawab Kinanti.


Ayah mertuanya tersenyum bangga.


"Memang putri kesayangan Papa selalu bisa diandalkan kan, Ma?" Tanya Papa Darian yang disambung dengan anggukan mantap dari istrinya.


"Makanya kamu harus cepat-cepat punya momongan, Ti. Biar kamu tidak kesepian lagi." Canda Mama Darian sambil tertawa.


"Iya, Ma. Doain ya semoga Kinanti cepat hamil. Biar Mama dan Papa bisa punya cucu secepatnya." Jawab Kinanti.


Wajar saja kalau kedua mertuanya sudah mulai bertanya-tanya tentang kehamilan Kinanti. Usia pernikahannya sudah hampir menginjak satu tahun tapi belum ada juga tanda-tanda bahwa Kinanti sedang hamil. Bagaimana mungkin Kinanti bisa hamil? Boro-boro menjamahnya, Darian saja tidak pernah tidur bersamanya. Seandainya saja kedua mertuanya tahu bahwa setiap malam Kinanti hanya tidur bertemankan bantal dan guling bulu angsa.


TING!


Sebuah pesan masuk ke ponsel Kinanti. Lagi-lagi dari Hanna. Ternyata yang dikirimkan adalah sebuah foto menghadap cermin dimana Hanna tidak mengenakan bra dan hanya memakai ****** *****. Sementara Darian bertelanjang dada memeluknya dari belakang. Kedua tangan Darian yang besar menangkup dada Hanna dengan mantap. Kepalanya ia benamkan di leher Hanna seolah ingin menghisap aroma wanita itu hingga habis.


Dua buah kalimat tertulis di bawah pesan itu.


Kata Darian, dadaku sangat cantik dan lembut. Ia bisa memainkan dan menghisapnya sepanjang hari tanpa bosan.


Kinanti tersenyum. Kali ini ia memiliki serangan balasan untuk wanita sialan itu. Kinanti menyalakan kamera dan mengarahkannya kepada kedua mertuanya.


"Buat apa, Ti?" Tanya Papa Darian penasaran.


"Buat laporan sama Ian, Pa. Kinanti bilang ke Ian kalau Kinanti sedang makan malam sama Papa dan Mama." Ucap Kinanti berbohong.


Kedua mertuanya tertawa. Mereka mengira anaknya sangat posesif pada istrinya sehingga meminta foto setiap saat.


"Ya sudah, ayo kita foto yang bagus biar Ian iri sama kita." Ucap Papa Darian bersemangat.


Foto tersebut berhasil dijepret. Kinanti dan kedua mertuanya tampak sangat bahagia dan menikmati makan malam itu. Senyum Papa dan Mama Darian tersungging lebar. Kinanti lalu mengirimkan foto tersebut ke Hanna. Senyumnya mengembang penuh kemenangan.


Kata Papa dan Mama Darian, aku adalah pilihan terbaik mereka. Putri kesayangan yang bisa diajak bercerita sepanjang hari tanpa bosan.

__ADS_1


...****************...


Kinanti baru saja keluar dari kamar mandi dan tengah berganti pakaian untuk tidur. Lingerie yang ia pesan baru tiba tadi siang dan dia sangat ingin mencobanya. Tapi untuk apa Kinanti memesan pakaian tidur yang seksi padahal ia hanya tidur sendiri? Sudah tentu untuk kepuasan dirinya sendiri. Kinanti suka melihat tubuhnya terlihat menggoda dan cantik di cermin. Dengan begitu saja Kinanti sudah bisa merasa percaya diri lagi.


Kinanti bergegas turun ke lantai bawah dan mengecek seluruh pintu. Memastikan bahwa semuanya sudah terkunci. Lagipula Darian tidak akan pulang seperti biasanya. Jadi lebih baik jika Kinanti memastikan semua akses ke dalam rumah terkunci bukan?


Tiba-tiba terdengar deru halus mesin mobil memasukki pekarangan rumahnya. Kinanti bertanya-tanya siapa yang berkunjung selarut ini? Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam dan tidak mungkin ada orang yang cukup gila untuk bertamu di jam seperti ini kan? Dan Darian tidak mungkin pulang ke rumah meninggalkan wanita kesayangannya sendirian.


Kinanti menyibakkan tirai yang menutupi jendela ruang tamunya. Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam memasukki halaman rumahnya.


"Darian? Kenapa dia tiba-tiba pulang?" Gumam Kinanti saat matanya mengenali mobil yang masuk ke halaman rumahnya.


Tak berapa lama, Darian turun dan mengetuk pintu rumahnya. Suaranya terdengar marah.


"Kinanti! Buka pintunya!" Seru Darian kesal.


Kinanti buru-buru menggerakkan kakinya. Ia berlari menuju pintu depan rumahnya dan membukanya. Di depan pintu, Kinanti melihat Darian yang berdiri dengan wajah memerah. Kinanti bertanya-tanya apa yang terjadi pada suaminya.


"Kamu pulang, Mas?" Tanya Kinanti kaget.


Darian mengacuhkannya dan langsung berjalan melewati Kinanti yang bingung. Kinanti mengejar Darian yang berjalan dengan cepat di depannya. Darian membuka pintu kamarnya dengan kesal dan Kinanti mengekor di belakangnya.


Darian melepaskan dasinya. Namun ia tampak kesulitan melakukannya. Mungkin karena dalam pengaruh alkohol sehingga fokusnya sedikit terganggu atau melepaskan dasi memang sesuatu yang sulit bar Darian. Kinanti menghampiri Darian dan membantunya melepaskan benda tersebut dari leher Darian.


"Sini biar aku bantu, Mas." Ucap Kinanti pelan.


Kinanti mencium bau alkohol yang sangat kuat dari tubuh Darian. Suaminya habis mabuk-mabukan? Kinanti tahu kalau Darian memang sesekali masih suka meminum minuman memabukkan itu. Tapi Kinanti tidak pernah melihat Darian semabuk ini.


"Kamu habis minum, Mas?" Tanya Kinanti ragu.


Darian mengangguk pelan. Matanya tampak sayu karena pengaruh alkohol mulai menyergap otaknya.


"Kenapa?" Kinanti kembali bertanya.


"Aku habis ribut dengan Hanna." Jawab Darian pelan.


"Oh..." balas Kinanti pelan.


Ternyata memang benar dugaan Kinanti. Apa lagi alasan Darian akan pulang selarut ini kalau bukan masalah dengan Hanna?

__ADS_1


Jemari Kinanti yang lentik mulai melepaskan simpul yang menyatukan dasi Darian. Dasi itu berhasil terlepas. Lalu Kinanti membantu Darian membuka kemejanya. Satu persatu kancing ia buka.


Darian tertawa kecil.


"Kenapa?" Tanya Kinanti sambil tetap fokus pada kemeja Darian.


"Ada acara apa kamu memakai pakaian seperti ini?" Kata Darian sambil memperhatikan Kinanti. Matanya tak bisa lepas dari belahan dada Kinanti yang terlihat dari lingerie berpotongan rendah yang ia pakai.


Semakin diperhatikan, semakin Darian menyadari bahwa istrinya juga memiliki paras yang sangat cantik dan tubuh yang seksi. Tidak jauh berbeda dengan kekasihnya Hanna.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang ingin memakainya saja." Jawab Kinanti singkat.


Darian tertawa lagi. Di kepalanya ia merasa Kinanti sengaja melakukan ini semua untuk menggodanya.


"Ternyata kamu cantik juga ya, Kinan." Ucap Darian lagi. Suaranya rendah dan terdengar menggoda Kinanti.


Kinanti melepaskan kancing terakhir kemeja Darian.


"Sudah selesai." Jawabnya singkat lalu pergi berjalan meninggalkan Darian.


Namun Darian menangkap tangan Kinanti dengan cepat. Ia lalu menarik Kinanti dalam pelukannya. Sekarang wajah Darian dan Kinanti hanya berjarak beberapa mili. Kinanti dapat merasakan nafas Darian yang bau alkohol menerpa wajahnya.


"Sudah berapa lama kita tidak bercinta?" Bisik Darian pelan.


Kinanti menegang. Bulu kuduknya berdiri mendengar suara berat Darian yang seksi.


"Aku pikir kamu sudah lupa kalau kamu masih punya istri." Jawab Kinanti datar.


Darian kembali tertawa.


"Aku tidak lupa. Hanya saja Hanna memang selalu terlihat menggoda kan? Tapi kalau kamu selalu berdandan seperti ini setiap hari, mungkin lama-lama aku bisa berpaling kepadamu, istriku."


Kinanti tertawa sinis. Ia tahu benar isi kepala Darian hanyalah tentang Hanna. Kinanti berusaha melepaskan dekapan Darian namun usahanya sia-sia. Pria itu jauh lebih besar dari Kinanti jadi setiap perlawanan Kinanti dapat dilibas dengan sekali gerakan.


"Ayo layani aku malam ini, Istriku." Ucap Darian.


Darian mendorong Kinanti dan wanita itu terhempas di kasur. Dengan sigap Darian melucuti pakaian Kinanti yang hanya berupa sepotong pakaian tidur terbuka. Dalam sekejap keduanya sudah bertelanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh mereka. Darian mengambil posisi di atas Kinanti , bersiap memulai permainan yang akan ia pimpin dengan telak. Kinanti menatap suaminya gugup, entah kapan terakhir kali suaminya menjamah tubuhnya. Tapi malam ini, ia tidak akan melawan dan sepenuhnya merelakan tubuhnya untuk suaminya. Mungkin malam ini akan membuahkan sesuatu yang manis untuk hubungan mereka.


Darian tersenyum nakal. Matanya tampak dikuasai nafsu dan birahi.

__ADS_1


"Malam ini kamu milikku, Kinanti."


__ADS_2