
Sebentar lagi adalah hari ulang tahun Darian dan Kalila berpikir pasti Darian akan menyiapkan sesuatu yang besar sebagai perayaannya. Mungkin Kalila bisa memanfaatkan momen itu untuk melancarkan rencana balas dendamnya.
"Kamu mau hadiah apa untuk ulangtahunmu, Ian?" Tanya Kalila manja.
Darian tampak berpikir dengan serius.
"Aku mau kamu seharian hanya untukku. Bisakah aku meminta itu?" Balas Darian sambil tersenyum menggoda.
Kalila tertawa.
"Ah, kumohon Ian. Mintalah sesuatu yang lain. Kamu tahu kan kalau aku sepenuhnya milikmu. Kamu tidak perlu meminta hal seperti itu sebagai hadiah ulangtahunmu." Ujar Kalila.
Kali ini Darian tertawa. Sepertinya ia sudah memiliki rencana besar di kepalanya yang Kalila belum tahu.
"Aku sudah punya rencana spesial untuk kita berdua, Sayang." Bisik Darian seksi.
Kalila tampak tertarik dan penasaran.
"Apa rencanamu?" Tanya Kalila ingin tahu.
Darian tersenyum dan mencubit pipi Kalila pelan.
"Kita berdua akan liburan romantis ke Paris. Hanya kita berdua." Ucap Darian penuh semangat.
Kalila terkesiap. Sungguh apakah begini cara orang kaya menghabiskan uangnya? Berlibur ke luar negeri hanya untuk sekedar merayakan ulang tahun? Kalila bahkan tidak pernah bermimpi untuk melakukan semua ini kalau bukan karena Darian.
"Benarkah?" Tanya Kalila seolah tak percaya.
Darian mengangguk.
"Iya, benar, Kalilaku Sayang."
"Tapi kenapa Paris?" Ujar Kalila lagi.
"Kata Niko kamu sangat suka Paris. Pasti sudah lama kamu tidak kesana, bukan?" Balas Darian lembut.
Ah, benar. Kalila pernah berkata pada Niko bahwa ia sangat menyukai Paris dan bercita-cita ingin pergi kesana. Kalila tidak pernah menyangka Niko mengingat hal remeh yang hanya ia ceritakan sekali lewat itu.
Kalila mengangguk. Mana mungkin ia berkata kepada Darian bahwa ia tidak pernah ke Paris. Kalila yang Darian tahu adalah gadis dari keluarga kaya raya dan menghabiskan masa remajanya di Amerika Serikat. Rasanya tidak mungkin jika gadis seperti itu tidak pernah berjalan-jalan ke Eropa, bukan?
"Kapan kita akan pergi?" Tanya Kalila bersemangat.
"Dua hari lagi, Sayang. Tepat sehari sebelum ulangtahunku. Jadi kita akan merayakan ulangtahunku di Paris berdua. Kamu suka itu?" Ucap Darian sambil tersenyum lembut.
Kalila mengangguk dan tampak bahagia.
__ADS_1
"I love you, Ian." Ujar Kalila sembari memeluk tubuh atletis kekasihnya itu.
Darian membalas pelukan itu dengan erat.
"I love you too, Sayang."
...****************...
Aroma masakan menyeruak dengan wangi di dapur. Seperti biasa Kalila sedang asyik memasak dibantu dengan Bu Yati, asisten rumah tangga barunya.
"Bagaimana Bu? Ibu suka bekerja disini?" Tanya Kalila sembari mengaduk-aduk masakannya.
Bu Yati tersenyum simpul.
"Iya begitulah, Kalila. Setidaknya lebih baik daripada menganggur di rumah." Jawab Bu Yati.
Kalila lalu tampak celingukan ke kanan dan ke kiri. Ia mengecek apakah situasi di rumah aman. Sekarang Darian sedang ada di kantor dan tampaknya Hanna juga masih mengurung diri di kamarnya. Ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk membicarakan langkah selanjutnya dari rencana besar Kalila.
"Dua hari lagi aku dan Darian akan pergi berlibur ke Paris, Bu. Mungkin kami akan pergi selama dua minggu." Ucap Kalila pelan.
Bu Yati memperhatikan Kalila dengan saksama. Menunggu instruksi selanjutnya dari wanita itu.
"Jadi, aku mau nanti akan ada sedikit keributan waktu kami pulang ke Indonesia, Bu." Lanjut Kalila lagi.
Bu Yati menatap Kalila tampak tidak mengerti.
Kalila membisikkan sesuatu di telinga Bu Yati dan wanita tua itu tampak mengangguk-angguk mengerti.
"Apakah bisa Bu?" Tanya Kalila serius.
Bu Yati mengangguk tanda mengerti.
"Tenang, Kalila. Semuanya akan berjalan sesuai rencanamu." Jawab Bu Yati sambil mengangguk mantap.
Kalila tersenyum bangga kepada Bu Yati. Ia merasa sangat beruntung memiliki Bu Yati sebagai tangan kanannya. Kalila makin yakin bahwa rencana balas dendamnya akan segera terwujud.
...****************...
Kalila menatap wajahnya di cermin dan memulaskan riasan di wajahnya yang cantik. Hari ini adalah hari keberangkatannya ke Paris bersama Darian. Dan mereka akan berlibur berdua saja selama kurang lebih dua minggu.
"Kamu sudah siap, Sayang?" Tanya Darian sambil memeluk Kalila dari belakang.
Kalila tersenyum cerah. Tentu saja ia sudah siap. Sebenci apapun Kalila kepada Darian, tetap saja ia tidak bisa melewatkan kesempatan untuk berlibur ke Paris secara gratis.
"Pastinya sudah dong, Sayang." Jawab Kalila sembari menatap Darian dari cermin yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Kalila lalu beranjak berdiri dan menghadap ke arah Darian. Pria itu tampak terpukau melihat Kalila yang tampak begitu cantik hari ini.
"Kamu terlihat cantik sekali hari ini, Sayang." Puji Darian penuh kekaguman.
"Lalu apakah biasanya aku tidak cantik?" Gerutu Kalila pura-pura merajuk.
Darian tertawa dan memeluk kekasihnya itu.
"Tidak, bukan begitu maksudku. Kamu selalu tampak cantik di mataku, namun hari ini kamu terlihat super cantik. Mungkin A plus plus?" Kilah Darian sambil menggoda Kalila.
Kalila tertawa mendengar Darian yang salah tingkah.
"Kita berangkat sekarang?" Ajak Darian kemudian.
Kalila mengangguk dan menggandeng Darian berjalan keluar dari kamar mereka.
"Ayo kita berangkat, Ian." Ucap Kalila senang.
Mereka berdua lalu berjalan menuruni tangga sambil berbincang dengan begitu seru. Membicarakan apa saja yang akan mereka lakukan nanti di Paris. Dan tepat saat itu juga, Darian dan Kalila melihat Hanna yang keluar dari kamarnya. Wanita itu tampak terkejut melihat Darian dan Kalila yang membawa koper menuruni tangga.
"Kalian mau kemana?" Tanya Hanna tampak tidak senang.
"Kami mau berlibur ke Paris, Hanna. Berdua saja." Jawab Darian dingin.
Hanna terhenyak. Dulu Darian juga pernah berjanji akan mengajaknya liburan ke Paris dan janji itu bahkan belum terpenuhi hingga kini. Dan sekarang Darian malah akan mengajak kekasih barunya kesana?
"Ke Paris? Kamu juga pernah berjanji mengajakku kesana, Darian. Dan sampai sekarang kamu belum menepatinya." Ucap Hanna sengit.
Darian tertawa sinis.
"Oh, benarkah? Maafkan aku sepertinya aku lupa, isteriku. Baiklah akan kubelikan tiket ke Paris untukmu nanti. Eksklusif dan kamu bisa menikmati liburanmu sendirian." Jawab Darian tanpa rasa bersalah.
Hanna menatapnya tidak percaya.
"Kamu kira aku pengemis? Kalau sekedar pergi kesana sendirian, aku bahkan bisa melakukannya sepuluh kali. Aku tidak butuh tiket darimu. Sungguh Darian, tega sekali kamu." Balas Hanna kehabisan kata-kata.
"Jadi apa yang kamu mau? Katakan yang jelas Hanna!" Bentak Darian kesal.
Hanna berdecak sebal. Kalila langsung memegang lengan Darian pelan. Mengingatkannya untuk menghentikan amarahnya.
"Sudahlah, Ian. Jangan terlalu serius menanggapinya. Ayo, kita berangkat sekarang atau kita akan benar-benar terlambat." Ajak Kalila pelan.
Darian mengangguk dalam kekesalannya. Kalila lalu menggandeng kekasihnya berjalan melewati Hanna yang menatap mereka dengan emosi.
"Aku akan membelikanmu oleh-oleh, Mbak." Ucap Kalila sembari pamit pergi.
__ADS_1
Hanna menggeram kesal. Sungguh Hanna merasa Kalila memang sengaja memanas-manasinya agar merasa cemburu. Dan Kalila berhasil. Hanna amat marah dan hanya bisa mengumpat di dalam hati.
Aku tidak butuh oleh-oleh darimu, wanita sialan!