Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
MENGHILANG


__ADS_3

Bunga dan Haikal tiba di perkampungan..


ya Haikal langsung masuk menuju ruangan Rian.


Sedangkan Bunga hanya bengong melihat Haikal pergi, akhirnya dia melangkah masuk ke kamar dan membersihkan badan nya.


....


Ceklekk pintu dibuka..


Haikal masuk ke dalam, Di sana sudah ada Roy Rian dan Akbar, mereka memang sengaja menunggu kedatangan Haikal.


" Kal, tadi Bunga menghilang saat bersama ku, apa dia pergi dengan mu." tanya Akbar .


" ya, kita langsung aja bahas, ada masalah apa?" Haikal balik bertanya.


Semua Mata memandang kearah sebuah cyber mini yang Haikal dan Roy ciptakan. mereka membuat cyber tersebut beberapa jam sebelum matahari tadi terbit, bahkan mereka belum tidur, dan saat Roy Bagun dia mencoba mengetes kemampuan cyber tersebut, dan dia malah mendapatkan sesuatu yang menarik. Ya.. dia langsung menemukan orang-orang terkutuk.


" Kau hebat Roy mampu menciptakan alat seperti ini" puji Akbar.


" Ya, aku juga bangga kepadamu Roy " sahut Rian.


Mata Haikal melihat cyber tersebut dan mulai mengerakkan nya, untuk memperbesar sesuatu yang dia anggap mengganjal matanya.


Wajah Rian tiba-tiba terkejut melihat benda yang diperbesar Haikal, begitu pun Haikal tapi dia bersifat setenang mungkin.


" Benda apa itu Ian" tanya Roy


" Bubuk racun dari tumbuh-tumbuhan bawah laut, serbuk itu bisa langsung mematikan, tanpa tau penyebab kematian tersebut" timpal Akbar.


" Bagaimana kakak tau" tanya Rian.


" entah lah, hanya kepikiran saja, aku pernah melihat warna itu saat berada di London." jawab Akbar.


" itu memang serbuk mematikan, tapi dalam versi modern, tidak ada yang membudidayakan nya, bahkan yang menciptakan pun tidak akan bisa bertahan dalam satu bulan." jelas Rian.


" berarti yang menciptakan nya, rela mengorbankan nyawanya." tanya Roy


Rian hanya merespon dengan anggukan, sedangkan Haikal hanya diam, dengan tatapan fokus pada cyber.


" Apa yang sedang mereka rencanakan dengan benda itu" tanya Akbar.


" Hanya untuk berpindah tempat," jawab Haikal.


semua mata tertuju pada Haikal, disaat berdiskusi seperti ini mereka semua sosok yang sangat serius, tidak ada canda, semua fokus pada kasus, itu lah istimewanya tim mereka.


" kenapa" tanya Roy.


" karena tempat ini strategi, masih alami, dan penduduknya orang-orang terlatih" jawab Rian.


" Target pertama mereka pemimpin tempat ini, dan itu Lo Ian," lirik Haikal dengan tatapan sinis.


" jika pemimpin tidak bisa ditaklukkan, maka mereka akan membunuhnya, dan membuat pengikutnya pindah ke mereka, jika pengikut tetap setia, akhirnya membunuh keluarga nya sampai mereka takluk, tapi jika mereka kalah, maka serbuk itu yang bekerja. Seketika tempat ini akan jadi pulau tak berpenghuni, atau desa mati." Jelas Haikal...

__ADS_1


" Bagaimana kau bisa yakin kal," tanya Akbar.


" Hanya prediksi, menurut pandangan ku saja, kita tidak tau tujuan lain mereka apa" jawab ketus Haikal.


" Pasti mereka punya tujuan lain, karena tidak mungkin mereka tidak mengetahui Rian adalah bagian Chrispeter, dan yang pasti ada orang hebat dibelakang mereka." jelas Roy


Haikal hanya tersenyum sinis," apa yang kau ucapkan,semua benar Roy, mereka tau kita semua ada disini" batin Haikal.


"Tujuan mereka akan kita ketahui diakhir, Yang terpenting kita harus menyelamatkan penduduk sini" Akbar mencoba memberikan solusi.


" Aku setuju" jawab Rian .


Rian dan Akbar pun keluar dari ruangan tersebut, hanya tersisa Roy dan Haikal.


" kal, qu rasa mereka sedang mencari kelemahan kita." suara Roy sedikit pelan dengan matanya menatap cyber.


Haikal hanya diam tanpa Suara, ntah apa yang dia pikirkan, wajah nya begong dengan ekspresi datar.


....


Bunga baru selesai mandi, dia menuju ruangan makan, Di sana dia melihat mbok Las sedang memasak.


" Non Bunga kemana saja hari ini, mbok sedikit cemas, tapi karena tuan Haikal juga tidak ada, mbok pikir pasti bersama non." senyum mbok Las.


Bunga hanya tersenyum malu.


" Bunga" Sapa Dara.


" Kau seperti nya tidak nyaman bicara dengan ku," ucap Dara.


" ya, aku tidak mudah bicara dengan orang lain" Bunga melangkah hendak pergi.


" Apa karena aku memanggil namamu, harus kah aku memanggil mu Nona, Maka maafkanlah kelancangan saya Nona" Dara bicara dengan tersenyum.


" Kau sedang mengejekku," tatap Bunga.


" Mana mungkin aku berani nona" jawab Dara.


" maka berhentilah memanggil ku seperti itu, aku risih." jawab Bunga dengan berlalu pergi, dengan diikuti Dara.


Mbok Las memandangi percakapan dua wanita cantik tersebut dengan senyum-senyum.


" Apa kalian akan berjodoh dengan tuan-tuan muda" Ucap mbok Las.


" Siapa yang akan berjodoh," Tanya suami mbok Las, yang tiba-tiba datang.


" ya Allah pak, bikin kaget aja" mbok Las memukul lengan suaminya.


....


Bunga dan Dara berada dibelakang rumah, pandangan mereka tertuju kearah Langit biru yang mulai berwarna merah, karena hari mulai sore.


Aaarrrrrggggg... sebuah suara yang membuyarkan lamunan mereka, Dara langsung mengeluarkan senjatanya dan melangkah mendekati Suara. Dan Bunga hanya melihat dari tempat nya berdiri tadi.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Dara berlari mengejar sesuatu, mata Bunga Langsung membulat, Dia replek ikut lari mengejar Dara, Dia tidak berpikir untuk masuk kedalam mencari bantuan, malahan ikut lari karena Dara seorang wanita.


....


Roy masih di depan cyber, memantau pergerakan musuh, Haikal malah tidur sofa.


Karena haus Roy melangkah keluar, Dia menuju dapur dan mencari seseorang tapi tidak dilihat nya.


Roy meminum air, tidak berapa lama mbok Las datang.


" tuan Roy lapar tidak, kalau lapar mbok siapkan makan," Tanya mbok Las.


" Nanti aja mbok," Mata Roy masih memandangi ke beberapa tempat.


" Tuan cari non Dara," tanya mbok Las tersenyum.


" Kelihatan ya mbok" Roy cengengesan.


" hehehehe, iya tuan, Tadi non Dara bersama non Bunga mereka di halaman belakang, tapi tadi mbok kesana mereka tidak ada," jawab mbok Las.


" Maksud mbok mereka keluar" tanya Roy dengan tatapan serius.


" Kemungkinan Tuan," jawab mbok Las.


" Hari sudah gelap, kemana mereka" Roy melangkah pergi menuju ruangan nya.


Roy mencoba menghubungi Dara, tapi tidak ada jawaban, dia melacak ponsel Dara, Lokasi sama dengan nya, berarti Dara tidak membawa hp.


" Kal, Bangun kal." Roy membangun kan tidur Haikal.


Haikal mengangkat kepalanya, menatap wajah Roy dengan wajah panik.


" Ada apa?" Tanya Haikal.


Roy menatap Haikal dengan serius.


" Dara keluar rumah, hari sudah gelap tapi belum kembali, dia juga tidak membawa handphone." ucapnya.


" terus, urusan nya dengan ku" jawab ketus Haikal yang berbaring kembali, menutup matanya dengan lengannya.


" Masalah nya dia keluar dengan Bunga" Roy menjawab lalu pergi meninggalkan kan Haikal sendiri.


Haikal langsung bangkit, dan cepat keluar mengejar Roy...


....


DIMANA BUNGA DAN DARA..


TUNGGU UP NYA YA...


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...

__ADS_1


__ADS_2