
3 hari sudah perjalanan kapal pesiar, belum ada terlihat sesuatu yang mencurigakan, bahkan Rios maupun timnya tidak terlihat sama sekali.
Di dalam kapal sedang mengadakan pesta minum, Haikal dan Rian bergabung disana, tapi mereka tidak ikut minum hanya saja berbicara dengan kolega membahas beberapa bisnis yang akan masuk ke Asia.
malam semakin larut, sudah banyak yang mabuk dan masuk ke kamar masing-masing, tim Chrispeter juga sudah kembali ke kamar.
" Bee, dimana mereka" Tanya Ara.
Bee dan Ara berada di atas kapal, dengan hembusan angin yang menerpa wajah mereka.
" gunakan masker Ra" ucap Bee sambil memberikan sebuah masker.
Ara hanya mengikuti saja, dan menggunakan nya.
" Mereka sudah ada didekat kita, saat matahari terbit kita akan sampai disebuah pulau, " ucap Bee.
Dikamar Haikal melihat keluar jendela kamarnya, pikirannya berkelana..
ceklekk pintu terbuka.. masuklah Akbar.
" kal, Rian " ucap Akbar.
" aku tau, tenanglah, dia sedang tertidur karena obat yang aku berikan" ucap Haikal.
ceklekk pintu dibuka dengan kasar...
" bagaimana keadaan Rian" tanya Roy.
mata Haikal melihat kearah kasur..
" bodohnya kamu Ian, sudah diperingatkan tapi masih ceroboh," ucap Roy.
saat pesta minum dengan musik yang berdentum dari balik speaker telah diletakkan sebuah serbuk racun yang bisa membuat langsung mabuk dan tidak sadarkan diri selama berbulan, jika tidak kuat dipastikan tewas.
Bee menghirup bau udara yang aneh dibalik maskernya, matanya membulat dan memandangi Ara dengan tatapan serius.
Bee langsung menekan tombol dibalik liontin nya, sebagai tanda bahaya. dan menarik tangan Ara turun ke bawah kapal.
" mau kemana kalian, kenapa kalian juga memakai masker" tanya Kia yang ingin naik ke atas kapal, dia menggunakan masker karena dia sedang Flu.
Bee tidak menjawab hanya langsung menarik tangan Kia turun, tanpa penolakan Kia ikut, perasaannya juga tidak enak, ditempat yang bersama Bee bertemu Haikal.
" kamu baik-baik saja" Haikal mendekati Bee.
" kenapa Rian" Tanya Bee.
" Terkena racun." jawab Haikal.
__ADS_1
Melihat keanehan di kapal Kia mulai merasa takut, apalagi melihat keadaan Rian, sosok pria psikopat pertama kali kena racun berarti kapal ini sangat Berbahaya.
" kita harus keluar dari kapal ini" pinta Kia.
" kau mau berenang" ucap Ara.
" menunggu juga tetap akan mati" balas Bee.
Haikal yang hanya diam mengerakkan tablet nya, begitupun Roy yang dari tadi terlihat tenang berselancar dengan senyuman sinis.
" apa kerja kalian, " teriak Bee yang membuat semua yang ada disana melihat kearahnya.
" Rios...." ucap Bee dengan mata melotot dengan wajah yang sudah berubah emosi.
Roy mendekati Bee dan mengambil anting Bee dan menekan tombolnya.
hahahaha hahahaha... sebuah tawa terdengar diseberang karena Roy menghidupkan speaker di anting Bee.
" bagaimana Bee? kejutan.. semua bawahan mu tewas" ucap suara disana.
Ara mendekat...
" selamat atas kematian wanita murahan mu, dan hilangnya 50% pasukan khusus mu." Ara tertawa mengejek.
" kau tidak bisa membaca pergerakan diriku Rios, kau hancurkan yang di darat, kau lupa yang dibawah tanah, mereka manusia KANIBAL yang sudah takluk di bawahku" balas Bee dengan suara licik.
Bee binggung dimana Haikal dan Roy yang tadi memegang anting nya yang sudah berpindah ditangan Akbar.
" kau sadar" tanya Akbar.
" siiiaalaann Haikal, mengapa dia selalu membuatku menjadi umpan" ucap Rian.
" maksudnya" tanya Kia.
" Haikal membuat semua orang di kapal ini tidak sadarkan diri" balas Rian emosi karena dia menjadi korban.
Semua yang disana terkejut, termasuk Bee dan Ara yang tidak menyangka Haikal bergerak secepat ini, mengambil alih rencana Rios.
Kapal berhenti ditengah lautan, Kia mendekati Bee dengan menatap nya penuh tanya.
" tenanglah, tempat ini sudah diambil alih oleh Haikal" jawab Bee yang juga di dengar Ara.
" jika kau suka dengan salah satu Chrispeter, kau harus sudah terbiasa dengan hal seperti ini" balas Ara.
Kia melotot kesal ke arah Ara, sedangkan Bee hanya tersenyum, karena dia tau Kia mempunyai kemampuan bela diri yang cukup baik, karena pernah bertarung dengan nya.
....
__ADS_1
Sebuah kapal berukuran biasa saja, mendekati kapal pesiar semua mata tertuju pada kapal tersebut, Haikal datang membuka pintu kapal.
beberapa orang bayangan masuk l, memberikan hormat pada Haikal.dengan cepat Roy masuk kedalam kapal dan mengecek situasi di kapal setelah merasa semuanya aman barulah Roy menatap Haikal memberikan anggukan.
Kalian semua yang masih terbangun silahkan masuk kapal, tempat ini tidak aman.
Rian melangkah masuk dengan melototi Haikal kesal karena dia pingsan karena Haikal, untungnya dia mencuri penawaran yang Haikal simpan di kamarnya.
Kia masuk diikuti Akbar dan Ara, sedangkan Bee tidak bergerak, memandangi Haikal.
" Kenapa, aku melakukan ini, juga untuk melindungi mu" ucap Haikal merangkul Bee melangkah masuk.
" bagaimana orang yang didalam, jika diketahui oleh perbatasan Amerika serikat, kita sedang ditengah perbatasan sekarang" ucap Bee.
" selama ini Rios berada di Amerika, kau pikir sendirilah apa yang dia lakukan" balas Haikal tersenyum.
" jangan bilang dia tidak memimpin PICOR tapi berada dalam kendalinya, dia akan menghancurkan PICOR dan perusahaan besar lainnya" ucap Bee dengan tatapan mata dalam ke Haikal.
" kal, jika mereka semua tertangkap, dipastikan hancur, dan kita" jelas Bee.
" aku sudah membereskan keterlibatan kita, aku membiarkan mereka tertangkap " balas Haikal dengan senyum manis.
" aku berharap yang menemukan kapal militer dari Meksiko, setidaknya mereka tidak terlalu hancur" Bee berucap dan langsung meninggalkan Haikal.
Haikal hanya tersenyum, sungguh dia ingin mempercepat masalah ini, agar dia dan Bee bisa hidup dan memulai rumah tangga yang indah, menjadikan Bee ibu rumahtangga bukan menjadi pemimpin KBC yang terkenal kejam.
....
Didalam kapal sudah Berdiri 7 orang yang berhasil keluar dari tempat tersebut..
satu pertanyaan Bee, bau yang dia temukan saat diatas kapal, bau itu tidak asing, seakan-akan dia sangat mengenalinya. Tapi apa?????.
" Kia, berhati-hati lah, aku tidak bisa menjamin keselamatan mu selama bersama kami" ucap Haikal menoleh kearah Kia, yang terlihat santai menikmati matahari terbit.
" aku tidak ingin tau apa masalah kalian, tapi aku ingin ikut dalam pertualangan ini," balas Kia yang tersenyum.
Kia lebih tepatnya bahagian, karena dia kan bertualang bersama Akbar, walaupun Akbar tidak peka terhadap perasaan nya tapi Kia tidak ingin menyerah.
Rian melihat mata Kia yang sangat mengagumi Akbar, hanya geleng-geleng kepala..
" kenapa? dengan wanita-wanita ini, ingin membuat kisah cinta yang berpasangan, nah gue jadi umpan nyamuk issshhhh" gumam Rian.
....
lanjutt malam ya up nya...
terimakasih yang sudah baca...
__ADS_1
jangan lupa like coment dan vote ya...
biar author semangat up nya tq .......