Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
BERDUKA


__ADS_3

Diruang tamu Ara mengetikan jari nya dimeja entah apa yang dia pikirkan.


" Ra, mengapa Riani bisa didekati hewan, bagaimana kalau ada harimau, buaya, kan bisa tewas juga kita semua" ucap Kia duduk disamping Ara sambil membawa minum.


" kata Rian, ada kemungkinan tubuh Riani Akrab dengan alam, dan karena dia tidak berkomunikasi seperti kita, jadinya dia mengendalikan pikiran yang bisa dimengerti oleh hewan" jelas Ara.


" kau tau, saat di hotel banyak burung gagak hitam berkeliling menemui dia" ucap Kia.


Ara yang mendengarnya langsung terkejut...


" apa gagak, itu pertanda buruk dan kabar duka" jawab Ara.


" jangan membuat takut Ara" teriak Kia.


" semoga saja tidak benar pikiranku" balas Ara.


" sejak kapan dia bicara dengan hewan" tanya Kia.


" Dia tidak bicara tapi mengendalikan pikiran nya.


Ani pernah tertawa bahagia kupu-kupu langsung berterbangan berkeliling, dia marah ular berdatangan." ucap Ara.


" bicarakan saja dengan Rian, dia mungkin tau mengendalikan nya" ucap Kia.


....


MEKSIKO..


Roy berhasil masuk ke dalam gedung disana berdiri seorang pria bertubuh besar tinggi berbadan hitam, dan dibelakang nya sudah terbaring seorang pria paru baya yang sudah tidak berdaya.


" seharusnya nama panggil mu bukan mata elang itu terlalu keren. yang lebih bagus untukmu Si hitam legam" ucap Roy.


" Biarkan aku pergi, kau bisa membawa pamanmu" ucap mata elang.


" seharusnya kau berpikir sebelum ini terjadi, sekarang sudah terlambat" ucap Roy menyeringai.


mata elang langsung dengan cepat mengeluarkan sebuah cairan berasap tapi sebelum dia Bertindak Roy sudah lebih dulu melemparkan sebuah jarum beracun yang menembus kulit lehernya.


dan Roy langsung berlari, menangkap sebuah botol berasap dan melemparkannya keluar, beberapa orang masuk menyerang Roy, tapi kecepatan gerakan Roy langsung bisa menjatuhkan mereka semua, barulah tim nya datang.


Roy mendekati mata elang dan menyuntikkannya sesuatu yang bisa membunuh secara perlahan dengan rasa sakit yang teramat sakit sehingga membuat tidak ingin hidup lagi.


" tuan Roy, paman anda tuan" ucap salah satu pengawal.

__ADS_1


Roy langsung lari mendekat menyuntikkan sebuah cairan untuk menghentikan pendarahan.


" paman Rios," ucap Roy sambil mengecek denyut nadi dan nafas nya.


" Haikal, paman kritis" ucap Roy.


Haikal yang mendengar langsung berdiri dan memberikan instruksi membawa paman Rios ke Mansion nya, disana tingkat medis terbaik. Akbar pun langsung menuju ke sana menyiapkan persiapan terbaik, Roy yang membawa terus mengabarkan kondisi paman ke Akbar, setelah sampai Mansion, Akbar yang mengambil alih melakukan pengobatan, dan koneksi mereka diputus oleh Haikal.


....


Di Indonesia matahari telah terbit.


Haikal dan Bunga sudah kembali di hotel agar keluarga Bunga tidak curiga, mereka semua berkumpul sarapan pagi di hotel dengan sangat mewah, hari ini semua keluarga akan kembali ke rumah masing-masing, nenek Petra dan paman Jose juga akan kembali.


Semua orang tertawa bahagia penuh canda dan tawa hanya Haikal yang diam termenung dengan tatapan dingin.


Bee dan Ara saling pandang, pasti ada sesuatu yang Terjadi, karena Rian pagi-pagi sekali langsung kembali ke Meksiko.


Haikal bahkan tidak memakan sarapannya, mereka langsung ke bandara mengantar Nenek Petra paman Jose Riani dan Kia.


Di sana juga ada keluar besar Bunga yang ikut mengantar..


Saat pesawat sudah berangkat, keluarga Bunga dan Haikal kembali ke Mansion Bunga.


" Haikal," panggil mama Bunga.


" iya ma," jawab Haikal sambil tersenyum.


" kal, tolong jaga Bunga ya, dia mempunyai luka, diluar saja terlihat kuat, tapi aslinya dia sangat lemah" ucap Mama Bunga.


" iya ma, Bunga prioritas utama ku" jawab Haikal.


" mama percayakan Bunga padamu" Mama Bunga menepuk bahu Haikal.


Dua hari Bunga dan Haikal di Mansion keluarga Bunga, rencananya mereka akan berangkat berbulan madu.


handphone Haikal ada sebuah panggilan, dia permisi dan langsung menjawab.


Bunga juga mendapatkan sebuah pesan..


" Ayy ayo kita kembali ke Meksiko sekarang" ucap Bunga yang sudah berada di belakangnya.


Haikal menundukkan wajahnya, Bunga langsung memeluknya begitupun Haikal balik memeluk Bunga.

__ADS_1


" maafkan aku yang mengabaikan kamu, perasaan ku sedang kacau, dan sekarang aku sudah mendapatkan jawaban nya." ucap Haikal pelan


" terimakasih kal, dua hari kamu bertahan demi menghargai keluarga ku, aku tau kamu ingin kembali sejak awal tapi demi diriku dan kepercayaan keluarga ku kamu masih disini, kita pulang sekarang ya sayang" ucap Bunga yang mendapatkan anggukan dari Haikal.


Pagi ini mereka pamit dengan keluarga, untuk sementara mereka akan menetap di Meksiko.


Haikal dan Bunga sudah ada di pesawat jet pribadi, mereka berdua hanya diam, keluarga Chrispeter sedang berduka, Ara yang ikut serta juga melihat kesedihan di mata Haikal.


mereka tiba di sana saat siang Dan langsung menuju ke kediaman Chrispeter, Haikal tidak mengeluarkan suara sama sekali sejak pertama pergi, Bunga juga diam, Keadaan di rumah sedang kacau.


Memasuki kawasan kediaman Chrispeter, sudah penuh mobil-mobil mewah pergi dan pulang dari kediaman Chrispeter untuk mengucapkan bela sungkawa atas berpulangnya putra dari Chrispeter.


Kedatangan Haikal disambut banyak orang, pengusaha-pengusaha sukses dan petinggi negara juga sudah mendapatkan berita jika keluarga Chrispeter berduka, keamanan dijaga ketat oleh kepolisian dan tentara karena disana banyak petinggi Negara.


Haikal masuk dilihatnya jenazah, di sana ada Roy dan Rian, Akbar yang memeluk nenek Petra yang berkali-kali pingsan, keluarga besar Kia. dan petinggi yang berpengaruh di negara tersebut.


Semua Melihat kearah Haikal dan Bunga yang baru datang, nenek Petra berusaha berdiri dan langsung disambut Haikal dan memeluk tubuh tua tersebut yang menangis histeris dalam pelukannya.


beberapa orang keluar meninggalkan keluarga inti saja.


Haikal coba menenangkan neneknya, menepuk-nepuk pelan pundak nenek Petra.


" maafkan paman mu kal, dia jahat padamu, orang tuamu, serta kakakmu, dia tidak pantas mendapatkan maaf darimu.


tapi sebagai ibunya, nenek lebih berdosa Haikal, nenek gagal mendidik nya, bahkan nenek yang mengakibatkan pamanmu jahat kak." tangis histeris nenek Petra.


" paman sudah berubah nenek, jangan disesali lagi, biarkan paman tenang, maafkan Haikal yang gagal melindungi paman" jawab Haikal.


" kita doakan dan kita makamkan paman dengan cara yang terbaik dan terhormat sebagai putra dari keluarga Chrispeter." ucap Haikal.


Nenek Petra pingsan lagi, Akbar langsung membawa Nenek Petra ke kamarnya dan memasang infus.


Haikal duduk disamping Roy dan Bunga disamping Kia.


Roy memberikan sebuah kertas ke dalam genggaman tangan Haikal. Haikal menatap Roy tapi Roy masih fokus melihat kearah jenazah.


" kita makamkan Rios sekarang juga" ucap paman Jose.


Pemakaman pun dilakukan di tempat peristirahatan terakhir milik keluarga Chrispeter..


yang pergi mengantar dari keluarga Haikal, Roy, Rian, dan paman Jose banyak para petinggi, pengusaha, aparat kepolisian, ikut serta mengiringi pemakaman tersebut sampai selesai.


" selamat jalan paman, maafkan Haikal yang terlambat mengucapkan terimakasih, jika tidak ada paman, mungkin pernikahan Haikal sudah gagal, Haikal marah ke paman akan masa lalu tapi Haikal tidak benci paman, beristirahat dengan tenang, Haikal janji keluarga kita akan bahagia."

__ADS_1


__ADS_2