
Roy dan Ara sudah berada di mobil menuju markas Chrispeter, Roy menatap Ara yang hanya diam dengan tatapan mata keluar kaca mobil.
" Ra, maafkan aku yang kasar padamu" ucap Roy.
" hmmmzzz" balas Ara.
" aku ingin hubungan kita kembali seperti awal" pinta Roy dengan menggenggam tangan Ara.
Ara menepis tangan Roy , pandangan nya masih belum berpaling menatap keluar, kesal marah yang sekarang Ara rasakan, dia kembali membayangkan cekikan Roy, mengingatkan nya pada kematian orang tuanya, jika Roy musuhnya Dia pasti biasa saja, tapi karena Roy ada didalam lubuk hati terdalam sehingga terasa sakit.
" kita kembali ke awal menjadi dua orang yang tidak saling mengenal" ucap Ara yang membuat dada Roy sesak.
" jika aku tidak bisa memiliki mu secara halus, maka jangan salahkan aku yang akan memaksa" batin Roy dengan tatapan amarah mendengar ucapan Ara menjadi dua orang yang tidak saling mengenal.
mobil memasuki kawasan markas, Roy dan Ara turun diikuti beberapa pengawal, mereka masuk ke area bawah tanah menemui yang lainnya.
....
Semua duduk diam, mereka sedang membicarakan kepergian besok mengikuti acara pesta kapal pesiar yang diadakan oleh perusahaan PICOR.
Semua menyimak setiap ucapan Haikal, masalah apa yang mereka hadapi, tidak bisa banyak pengawal yang akan ikut masuk, Didalam kapal hanya ada 35orang pengusaha dan 15 orang pelayan.
" Bee dari pihak mu berapa orang yang pergi" tanya Rian.
Bee dan Ara saling pandang...
" hanya aku dan Ara, kami akan menyamar menjadi pengusaha Biasa yang akan berbaur dengan yang lainnya, " balas Bee.
" bagaimana keamanan kalian, kita tidak tau berapa banyak penyerang yang menyambut kita disana." ucap Haikal.
" jangan anggap remeh kami, semakin banyak orang maka semakin mencurigakan" balas Ara.
Haikal menatap Bee, tidak setuju jika Bee tanpa pengawasan.
Mereka semua bermalam di markas yang sangat besar, kamar mereka pun sudah ada dengan keamanan ketat, besok mereka akan berpisah karena Jam 10.00 mereka akan berangkat.
Rian dan Akbar masuk kamar masing-masing menyiapkan persiapan.
Sedangkan Bee menuju ke kamar tamu bersama Ara, tapi Haikal langsung menarik nya masuk ke kamar Haikal, Ara hanya menatap acuh, tanpa iya sadari Roy berada dibelakang nya ikut masuk ke kamar tamu.
" ada apa ? tanya Ara.
__ADS_1
" aku tidur disini, lagian Bee tidak akan kembali, karena Bunda dan ayah akan tidur bersama." jawab Roy yang sudah mengunci pintu dan duduk dipinggir ranjang.
" ayah , Bunda.." tanya Ara aneh.
" itu panggilan mereka buntelllll ayamm" ucap Roy.
Ara lebih binggung lagi, mengerutkan keningnya tidak mengerti.
" terserah lah, sekarang silahkan keluar, aku ingin mandi dan beristirahat" ucap Ara kasar dan langsung masuk kamar mandi meninggalkan Roy.
saat Ara keluar menggunakan handuk, Roy dengan santainya duduk di ranjang dengan menyandarkan kepalanya, menatap Ara dari bawah keatas, melihat tatapan Roy membuat wajah Ara merah antara malu dan marah.
Ara bergegas ingin masuk kamar mandi kembali' tapi Roy lebih cepat menarik nya dan melempar Ara keatas tempat tidur dan langsung menindih Ara dengan mengunci tangan Ara.
" jika kamu tidak ingin menerima ku secara baik, maka jangan salahkan aku malam ini aku akan menjadi laki-laki bejat, setidaknya kau menjadi milikku," ucap Roy menatap mata Ara.
" tidak usah melawan, kumpulkan tenaga mu untuk adegan panas kita, aku tau kamu kuat tapi aku lebih kuat dari kamu." jelas Roy.
" apa mau kamu! jangan gila" Tanya Ara.
" aku hanya ingin kita bersama, tapi jika kamu menolak, aku akan memaksa malam ini" jawabnya.
" aku tidak menuggu kesiapan kamu Ra" balas Roy dengan tatapan mata memaksa.
dan tanpa menunggu jawaban, Roy sudah menciumi bibir Ara, tidak ada balasan Roy menikmati sendiri, lama-lama Ara sulit bernapas karena Roy mulai kasar. saat Roy melepaskan untuk mengambil nafas, dan ingin melanjutkan Ara menghentikan nya dan menyetujui keinginan Roy.
" aiisssshhh.. siallll aku mulai tegang" batin Roy yang bangkit dari tubuh Ara berlari kearah kamar mandi.
....
" ada apa kal" tanya Bunga.
" biarkan Roy menyelesaikan masalah nya dengan Ara" jawab Haikal yang sudah memeluk Bunga yang duduk di sofa.
" iyaaa, tapi sepertinya kau juga mencari keuntungan untuk dirimu sendiri" balas Bee.
Haikal hanya tersenyum, melepaskan pelukannya dan memegang rahang Bee dengan kedua tangannya, mengecup bibir Bee, dan lama-kelamaan Haikal mulai melumut bibir itu, ini terasa nikmat.
Bee yang awalnya hanya diam saja membiarkan Haikal, mulai membalas ciuman itu, lama mereka saling membalas, sampai tangan Haikal bergerak, dan ditahan Bee.
" tidak sekarang ayy, akan aku berikan setelah kita menikah" ucap Bee sambil mengecup bibir Haikal.
__ADS_1
" aku juga tidak akan minta sekarang, setelah masalah selesai, baru kita menikahi. aku tidak ingin anak kita terlibat dengan masalah ini" ucap Haikal dengan mencium kening Bee..
....
sebuah kapal pesiar besar sudah ada di sebuah pelabuhan, banyak pejabat kelas atas, Haikal melangkah masuk dengan Roy Akbar dan Rian.
semua orang menunduk melihat PETER GRUP mulai memasuki kapal. mereka juga tidak membawa pengawal karena pengawal sudah di kerahkan menjaga keamanan dari pinggir dan dalam laut.
Ara dan Bee sudah ada didalam, mereka hanya berpenampilan biasa saja, seperti seorang sekretaris yang dikirim untuk mewakili perusahaan.
semua orang kumpul di meja yang sudah di sediakan, kapal pun sudah mulai berjalan. semua pengusaha terkenal ada di sana tapi tuan rumah belum terlihat hanya asisten nya saja.
" terimakasih kasih semuanya yang sudah hadir, dan selamat datang untuk 5 perusahaan terbesar salah satunya KBC dan PETER GRUP, perwakilan Peter juga sudah hadir tuan Haikal Chrispeter pengusaha nomor satu, dan juga Akbar Chrispeter seorang dokter hebat, serta tuan Rian dan Roy " ucap asisten PICOR...
" dan untuk perusahaan KBC seperti biasa hanya mengirimkan perwakilannya saja, Nona Bee dan Nona Ara" ucapnya.
Mata Bunga memandangi seseorang yang nampak nya tidak asing dan wanita itu pun menatap Bee dengan sinis...
" dasar rubaaahh.." ucap Bee kesal.
" siapa rubah" tanya Bee.
" nggak penting" balas Bee ketus.
melihat kehadiran Bee membuat sifat jail Kia muncul, karena dia tau Bee wanita yang sangat Haikal cintai.
Kapal sudah berada ditengah lautan, Haikal dan geng sudah berpencar begitupun Bee dan Ara.
Bee berdiri di pinggir kapal melihat lautan, mengingat masa kecilnya saat pertama kali naik kapal. dan dalam diam Bee menyadari ada yang mengawasi serta memperhatikan nya.
aksesoris yang Bee gunakan bukanlah aksesoris untuk mempercantik diri, tapi alat komunikasi yang terhubung dengan bawahannya.
....
lanjut besok lagiii Reader...
terimakasih yang sudah baca...
jangan lupa like coment dan vote ya...
biar author lebih semangat...
__ADS_1