
Riani berdiri di depan sebuah balkon, malam yang semakin larut tapi dia belum juga mengantuk, Bee melihat Riani yang berdiri termenung dan membangun Kia.
" apa yang dia pikirkan," tanya Bee.
" entahlah seperti dia mengerti saja" ucap Kia.
" hanya Ara yang mengetahui tindakannya, tapi Ara belum juga kembali" lanjut Kia.
Saat mereka ingin mendekat ada kejadian aneh yang membuat mereka saling pandang, banyak burung gagak hitam yang berterbangan membuat lingkaran didepan Riani, dan dia menjulurkan tangannya . Seekor burung gagak bertengger ditangan nya seakan mengirim berita duka dan tidak berapa lama burung tersebut pergi menjauh.
Kia memeluk Bee dengan tatapan takut.
" jangan bilang dia bisa berkomunikasi dengan binatang" tanyak Kia.
handphone Bee berbunyi dia langsung mengangkat nya dan mendengarkan suara dari seberang telpon
Kia aku harus pergi sekarang menemui Ara, kau diam disini bersama Riani.
mendengar suara Bee Riani langsung masuk dan menatap Bee serius.
" aku ikut" ucap Riani yang membuat Bee dan Kia menatapnya binggung.
" baiklah ayo kita pergi" ucap Bee yang melangkah keluar diikuti Kia dan Riani.
Mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesampai di tempat tujuan sudah hampir fajar. kedatangan Bee disambut Ara.
" Haikal ada di dalam Bee, aku tidak tau ini Markas siapa" ucap Ara.
" ayo kita masuk" ucap Bee.
" tapi Bee bagaimana jika mereka menyerang" tanya Kia.
" itu memang tujuan kita agar Haikal keluar" balas Bee yang melangkah masuk lebih dulu diikuti oleh 3 orang dibelakang nya.
Seperti dugaan mereka terjadi pertempuran di depan gedung, tim Bee yang tanpa pengawalan menyerang maju.
Kemampuan bela diri Bee membuat tulang mereka patah mematah, Ara yang menyerang maju dengan kelincahan membuat gerbang gedung hancur, Kia yang tidak kalah hebat juga bisa menyingkirkan puluhan pengawal tanpa terluka, sedangkan Riani yang sudah lama hidup di hutan bisa menyadari jika diserang dan bisa melindungi dirinya sendiri.
....
Didalam gedung Haikal fokus mengarahkan Roy, tapi tiba-tiba matanya berpindah kesebuah layar didepan gedung yang sedang terjadi pertempuran.
" Bunga" ucap Haikal.
Dia langsung berlari keluar gedung yang sudah kacau, banyak pengawal yang sudah berjatuhan, saat Haikal tiba semua pengawalnya sudah tergeletak di tanah. hanya satu orang yang berhasil mencekik leher Riani, yang membuat Riani berteriak.
__ADS_1
Bee ingin bergerak membantu tapi langsung mundur lari kedalam melihat Haikal langsung memeluk nya dengan wajah ketakutan.
Sedangkan pria tadi sudah tewas, Ara dan Kia mundur perlahan ke dalam mendekati Haikal yang sedang dipeluk Bee dengan kuat.
Riani melangkah maju pasukan yang baru datang membawa senjata juga mundur semua menjauhi Riani yang melangkah masuk dengan wajah penuh amarah.
" kalian semua mundur," teriak Haikal yang belum bisa melepaskan pelukan erat Bee yang tubuhnya gemetaran.
" Kia panggil Rian dengan tombol tersebut," ucap Haikal yang menunjuk sebuah tombol di dinding dengan cepat Kia melakukannya.
Rian menyadari alarm tanda bahaya berbunyi langsung mengambil senjata bangkit dari tidur mencari Haikal tapi tidak ada langsung melangkah keluar kamar tapi apa yang dia lihat.
Kia dan Ara yang ketakutan, Bee yang gemetar memeluk Haikal sedangkan Riani dengan wajah amarah dikelilingi oleh ular-ular berbisa.
" aisshhh, gue pikir ada apa, ternyata masalah ular" ucap Rian yang langsung melangkah mendekati Riani.
" Riani tenang lah, kamu tidak dalam bahaya, mereka semua juga aman, ular-ular mu ini yang membuat mereka dalam bahaya, minta mereka semua pergi" ucap Rian
wajah amarah Riani berubah, dia juga binggung melihat banyak ular disekelilingnya, lalu menatap Rian. jangan bilang kamu tidak bisa membuatnya pergi.
" Riani, konsentrasi, kendalikan pikiran mu, bagaimana kau mengusir burung coba lah mengusir mereka dengan cara seperti itu" ucap Ara.
Riani melakukan yang diarahkan Ara, dan berhasil. Hewan tersebut pergi perlahan tanpa menyakiti siapapun.
Semua bernafas lega, beda dengan Bee yang masih menggantung di tubuh Haikal tubuhnya masih gemetaran.
" sayang tenanglah, ularnya sudah pergi" ucap Haikal sambil memeluk Bee dan mengelus rambutnya.
tapi Bee tidak bergerak, Haikal langsung menggendong tubuh Bee masuk kedalam ruangan nya.
" ada apa ini, kenapa Bee seperti ini" tanya Kia aneh melihat Bee diam mematung.
Haikal langsung memeluknya, menciumi kening Bee dan berbisik beberapa kata yang membuat Bee berkedip mata, Haikal Langsung melihatnya dan memeluknya.
" Ayy ada ular" ucap Bee langsung berdiri diatas tempat tidur sambil melihat Riani.
" sudah hilang, awas aku mau lanjut tidur" ucap Rian yang meminta Bee dan Haikal turun.
Rian melanjutkan istirahat yang tertun'da karna kekacauan yang di buat Riani, mereka semua meninggalkan Rian yang terluka saat Riani melangkah pergi langsung ditarik Rian.
" temani aku kuman" ucap Rian dengan ekspresi menahan sakit.
melihat ekspresi Rian, Riani langsung mengelus kepala Rian menenangkan nya.
" Kal, bagaimana keadaan Roy" tanya Ara.
__ADS_1
" astaga Roy, aku melupakannya" ucap Haikal yang langsung berjalan mengandeng Bee mendekati cyber.
" Roy" panggil Haikal melalui alat yang kembali dia pasang di telinganya.
hmmzzz itulah suara yang Haikal tangkap.
" kau belum mati kan, " tanya Haikal.
" sialan kau Haikal," balas Rian
sedangkan wajah Ara langsung berubah..
" aku hanya memastikan, soalnya disini ada yang mengkhawatirkan mu." ucap Haikal.
Bee Langsung tersenyum menatap Ara, sedangkan Kia mengedipkan sebelah matanya. Ara memalingkan wajahnya.
" apa kau yakin Roy mampu " tanya Kia.
" kau lupa, Roy lebih hebat dalam bertempur dari si Rian, lihatlah tubuh Rian penuh luka tembak, karena dia berperang tidak menggunakan otaknya tapi emosi. kalau Roy dia pakai pertimbangkan di setiap langkahnya, jadi tenanglah Ara, aku tidak akan mengirim kekasihmu dalam kematian" ucap Haikal yang langsung memeluk Bee dari belakang.
" bukan aku yang bertanya" ucap Ara kesal Pergi menjauhi Haikal dan Bee.
Kia pun ikut pergi dia kesal Haikal sekarang terang-terangan memeluk Bee di depan mereka mentang-mentang pengantin baru.
" sayang maafkan aku yang meninggalkan kamu" ucap Haikal memeluk Bee.
" emhhh, aku mengerti Ayy" jawabnya.
" kita menunda malam pertama kita" ucap Haikal.
" kamu mendapatkan hukuman, tidak boleh menyentuhku selama satu bulan" ucap Bee yang membuat Haikal kaget.
Dan lebih kaget lagi mendengar tawa Roy diseberang, Haikal lupa jika dia masih terhubung ke Roy.
" mampus Lo kal, gak dapat jatah" ucap Roy
" diam brengsek" teriak Haikal yang membuat Bee melepaskan pelukan Haikal..
" kamu bilang apa kal" tanya Bee dengan tatapan tajam.
" maaf sayang aku tidak bicara dengan mu, tapi Roy. Jangan marah" jawab Haikal memelas.
Sedangkan Roy hanya tertawa mendengarnya kebodohan Haikal.
....
__ADS_1
LANJUT MALAM...
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..