
Ara yang mendengar keputusan Roy langsung bangkit berlari ke dalam kamar Roy, semua yang disana ingin menahan nya, tapi dilarang oleh Akbar.
" Biarkan saja, Roy tidak akan menyakitinya," ucap Akbar.
" Semuanya aku masuk kamar dulu, aku ingin beristirahat" ucap Bunga.
Haikal yang melihat perubahan wajah Bunga dengan cepat menyusul naik keatas dan masuk ke kamarnya.
saat tiba di dalam Haikal sudah melihat Bee bertolak pinggang dengan mata melotot..
" maaf Bun, aku sudah memaksanya pulang tapi tidak respon," ucap Haikal menundukkan kepala.
" kenapa gak jujur saja, kau melindungi dia" ucap Bee.
" saat itu Roy sedang terguncang, aku tidak bisa mempertemukan kalian" jelas Haikal.
" lalu.. pernah tidak kamu memikirkan Ara." Tanya Bee.
" Ara aman disini, luka dia bukan karena Roy, tapi masa lalunya dengan keluarga nya." jawab Haikal.
" tapi dia kehilangan kehormatan Haikal" teriak Bee.
" ya aku tau, tapi aku tidak melihat wajah menyesal atas apa yang terjadi, di wajah Ara hanya ada rasa khawatir terhadap Roy, jika dia membenci Roy seharusnya dia memilih mengakhiri hidupnya, atau pergi menghilang tapi apa keputusan nya dia memilih menikah, itu tandanya dia ingin mengukir keluarga bersama Roy, andaikan dia dari awal tidak egois, maka kejadian ini tidak akan terjadi" jelas Haikal.
" keluar kamu, aku tidak ingin satu kamar dengan mu" ucap Bee membalikan badan.
" Kenapa aku yang menderita karena masalah mereka" tanya Haikal.
" keluarrrr sekarang Haikal, aku tidak mengizinkan mu tidur denganku selama satu bulan, itu hukuman untuk mu karena tidak jujur" teriak Bee langsung mendorong tubuh Haikal keluar kamar..
Dorrrrkkk pintu ditutup dengan kuat..
" hahahaha.. kenapa kamu kal" tawa Rian terdengar dibelakang Haikal melihat kejadian Bee mendorongnya.
" semua karena Roy," jawab Haikal...
hahahaha hahahaha hahahaha tawa Rian terlihat bahagia melihat penderita Haikal.
" baiklah aku sedang berbaik hati, tidurlah dengan ku, sebelum aku membawa seseorang ke kamar ku" ejek Rian.
" jangan macam-macam kamu Ian, sudah cukup Roy berulah jangan kau tambah lagi, apa kalian tidak bisa melihatku tenang" teriak Haikal.
__ADS_1
" siap bosku, hahahaha" tawa Rian sambil pergi meninggalkan Haikal yang acak-acakan di depan kamar.
....
Braakkkk pintu dibuka dengan kuat membuat Roy yang baru mau tidur menoleh kaget, apalagi melihat Ara masuk.
" jika datang untuk membatalkan pernikahan silahkan bicarakan dengan keluarga, aku tidak mau tau" ucap Roy yang menarik selimut memejamkan matanya.
" aku mau pesta" ucap Ara yang duduk dipinggir ranjang.
Roy membuka matanya tanpa melihat kearah Ara, dan menghembuskan nafasnya lalu bangkit duduk.
" apa itu penting" tanya Roy dengan nada pelan.
" sangat penting, setiap wanita pasti menginginkan pernikahan mereka diadakan dengan pesta walaupun sederhana" ucap Ara.
" itu untuk orang yang saling mencintai, tapi kita tidak." jawab Roy.
" benarkah cintamu padaku sudah hilang" tanya Ara.
Roy tersenyum sinis, dengan pertanyaan Ara.
" bohong" jawab Ara .
Roy melihat kearah Ara dengan tatapan kosong, tubuhnya lagi sakit semua karena pukulan Bee sekarang melihat Ara membuat semakin sakit.
" keluarlah selama aku masih baik, pernikahan ini hanya status, jangan dianggap serius" ucap Roy.
Ara langsung berdiri dengan mata melotot membuat Roy mengedipkan mata.
Ara naik ke ranjang memukul Roy dengan tangannya, Roy dengan cepat menahan tangan Ara tapi Ara masih tidak berhenti-henti nya memukulinya dengan menangis histeris membuat Roy membiarkan nya meluap emosi. tapi gerakan Ara terhenti, melihat sebuah suntikan merah di bahu Roy.
" bekas apa ini" tanya Ara.
" bukan urusan kamu" Roy langsung menutup apa yang dilihat Ara."
" kamu kemana" tanya Ara.
" Ara keluar lah, biarkan aku istirahat" teriak Roy.
Ara membuka kancing bajunya membuat Roy kebingungan dan langsung bangkit dari atas tempat tidur melihat apa yang Ara lakukan membuka bajunya..
__ADS_1
" apa yang kau lakukan" ucap Roy dengan nada tinggi.
" kau sedang marah, ingin menghukum ku kan, maka lakukan, aku akan sukarela melayani mu" ucap Ara yang sudah membuka bajunya.
" kau gila AARRRAA..." teriak Roy.
" ya sudah, tidak usah nikahi aku, aku akan keluar dari rumah ini, tidak ada yang berharga dari diriku, sekali pun aku menjual diri, akan ku biarkan banyak laki-laki yang menyentuh ku, biar kamu puas, sekalipun aku hamil" ucap Ara sambil menagis.
" cukup Ara, akan aku bunuh siapa pun yang berani menyentuh kamu, sekarang pakai baju kamu, aku ikut apapun yang kamu mau, mau pesta dimana seperti apa aku ikut mau kamu" ucap Roy memakai kan baju Ara.
" untuk apa pernikahan jika kamu tidak mencintai aku, aku tidak mau" ucap Ara .
" apa itu juga penting," tanya Roy.
" ya itu sangat penting" teriak Ara.
" tadi katanya pesta yang penting" jawab Roy sambil duduk di depan Ara.
" pesta penting tapi saling mencintai juga penting" ucap Ara.
" Ara, kita hanya akan saling menyakiti, perlakuan ku terhadap mu tidak termaafkan, hanya ada rasa benci dalam pernikahan ini" ucap Roy tertunduk.
" ya ya ya kau benar, benci lebih besar dari cinta kita, sudahlah tidak usah kita bahas lagi, tidak akan ada pernikahan, aku akan pergi dan menghilang inilah yang terbaik untuk kita, jaga dirimu Roy," Ara bangkit dari tempat duduk dengan dadanya yang sangat sesak dan menahan air matanya.
Ara melangkah keluar dengan air matanya, tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang sambil terisak menangis.
" sudah jangan menagis, hubungan kita berakhir hari itu, aku memaafkan mu, jikapun aku hamil, aku berjanji membesarkan nya, membuatnya memiliki keluarga, dia akan menjadi harta yang paling berharga dalam hidupku, dan aku akan mengubur dirimu dari hidup kami, kamu juga harus berjanji untuk bahagia Roy, lupakan masalalu kita, rasa sakit kita, kita lupakan semua tentang kita" ucap Ara sambil menepuk tangan Roy yang memeluknya.
Roy masih menangis tidak melepaskan Ara dalam pelukannya, dia menangis dengan pelukan yang sangat kuat menyatukan tubuh mereka.
Roy membalik tubuh Ara menghadap nya, Ara menunjukkan sebuah senyuman walaupun ada air mata mengalir, dihapus Roy air mata Ara.
" Dara, hubungan kita berakhir disana tapi izinkan aku mengatakan maaf untuk hari itu, dan maaf juga untuk hari ini, Roy duduk memohon sambil memeluk pinggang Ara, maafkan aku jika aku tidak bisa menghapus Cinta ini, beri aku kesempatan untuk kita memulainya lagi, kita mulai di hari ini" ucap Roy menagis bertekuk lutut di hadapan Ara Dengan memeluknya.
" benarkah, kenapa harus ada drama dulu, baru kamu mau ngaku" ucap Ara manyun yang membuat Roy binggung, kemana air matanya tadi...
.....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..
__ADS_1