Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
DEMI ANAK


__ADS_3

Di gedung grup PETER, Haikal sedang kewalahan mengurus perusahaan, dari pagi sampai sore dia harus mengurus berkas-berkas yang terus menumpuk di meja kerja nya, seharusnya yang mengurus semua ini Roy tapi orang sudah 1bulan menghilang.


Karena masalah Roy Haikal harus mengurus full perusahaan, mencari Roy, dan menjadi korban kemarahan Bee.


Keinginan Haikal ingin segera memiliki momongan sangat sulit sekarang, setiap memeluk istrinya dia harus dimarahin habis-habisan karena Ara, sampai nafsu nya langsung hilang.


" Roy, sialan.. rencana gue menikah biar bisa berkeliling negara dengan romantis, segera punya momongan, hidup bersama anak dan istri kacau karena ulahnya." teriak Haikal di Dalam ruangannya.


Rian juga tidak kalah sibuk mengurus perusahaan yang ditinggalkan ayahnya karena nenek Petra dan ayah Jose kembali sementara ke Indonesia belum lagi mendengar amukan Bee karena Roy.


Nenek dan ayahnya belum tau masalah yang dibuat oleh Roy, tidak ada juga yang berani mengatakannya, mereka menunggu nenek dan ayahnya kembali.


....


Kediaman Chrispeter..


Setelah 1bulan menghilang Roy kembali kerumah dengan santai seperti tidak ada masalah apapun, dia masuk ke kamarnya langsung berbaring disana memejamkan matanya.


Bee yang berada ditaman bersama Ara dan Ani mendapatkan kabar Roy kembali dari Maid yang baru memberikan laporan.


mendengar kembalinya Roy membuat emosi Bee mengebu-gebu, dengan cepat dia berlari ke dalam masuk mencari Roy dan melihatnya tidur dengan tenang di kamarnya.


Bee mengambil sebuah vas Bunga dan melemparkannya di kepala Roy, tapi Roy menangkis mengenai tangannya, darah pun keluar. Bee menyerang Roy dengan cepat, Roy terlempar ke lantai, Bee memukuli wajah, kepala, perut Roy tapi dia tidak melawan, dia hanya menangkis kepalanya dan menerima kemarahan Bee.


" Roy, brengsek.." Teriak Bee yang masih memukulinya, wajah Roy babak belur, Darah keluar dari mulut dan hidungnya... perutnya habis dipukuli dan di tendang oleh Bee.


Ara menagis melihat keadaan Roy, dia menarik tubuh Bee yang masih penuh emosi.


" cukup Bee, membunuhnya tidak akan mengembalikan keadaan" teriak Ara.


" aku tidak kuat Bee, jangan buat aku mengingat kematian tragis orang tuaku, sungguh aku tidak ingin melihat lagi" ucap Ara yang memohon di kaki Bee.


....


Rian yang mendengar kabar Roy kembali dengan cepat meninggalkan kantornya, mengambil mobil menuju ke rumah.


begitupun Haikal dia meninggalkan semua berkas yang harus di selesaikan, menuju parkiran membawa mobil untuk pulang, Haikal khawatir terjadi pertarungan antara Roy dan Bee.


" aku tidak akan mengampuni mu Roy, jika kau sampai menyakiti istriku" batin Haikal.


Akbar yang mendapatkan kabar juga ingin sekali cepat kembali, tapi dia masih harus melakukan operasi, tidak mungkin meninggalkan pasiennya. dengan cepat dia mencari pengganti untuk menggantikan nya..


Akbar bertemu dengan Kia, dan langsung menanyakan James untuk mengantikan nya.


" memangnya ada apa kak Akbar" tanya Kia.


" Roy kembali" ucap pelan Akbar.

__ADS_1


" aku ikut kakak, " ucap Kia.


" terserah" balas Akbar melangkah pergi namun terhenti saat mendengar kan pembicaraan James dan Kia.


" sayang, aku akan melakukan operasi hanya beberapa jam, setelah itu kita harus mengecek lokasi untuk pernikahan kita" ucap James.


" aku akan kembali sebelum operasi kamu selesai" balas Kia yang di anggukan James.


Akbar yang mendengar rencana pernikahan Kia,terasa hatinya hancur..


" aku tidak akan membiarkan kalian menikah Kia, dia tidak pantas untukmu, selesai masalah Roy aku akan menyelesaikan masalah kita" batin Akbar.


....


Rian dan Haikal datang bersamaan dengan cepat berlari ke dalam rumah dan menuju kamar Roy disana mereka melihat Roy sudah babak belur, dan Ara yang menagis histeris bersujud di kaki Bee.


" apa salah Ara Roy, kenapa kamu memperkosanya dengan kejam, kau suntikan penyubur kandungan, bagaimana jika Ara hamil" ucap Bee sambil menangis.


" itu jadi masalah dia tinggal dilahirkan atau digugurkan" ucap Roy yang membuat semua yang di sana terkejut.


Buuukkk pukulan Bee mendarat di wajah Roy.


" jika kamu tidak menginginkan anak itu, mengapa kamu menodainya" tanya Ara yang mencengkram kerah kemeja Roy.


" karena dia takut memiliki keluarga, aku memberikan pilihan padanya, jika dia hamil keputusan apa yang akan dia ambil, membunuhnya atau membesarkan nya menjadi keluarga. jawab Roy.


" nenek gagal mendidik mu Roy" ucap nenek Petra yang tubuhnya melemah dan ditahan ayah Jose yang juga sudah meneteskan air mata.


Semua yang disana panik melihat keadaan Nenek Petra yang shock.


" nenek tenanglah" ucap Rian sambil memeluknya.


Sedangkan ayah Jose mendekati Roy..


" apa ini nak, Kenapa kau melakukan ini, kemana hati nurani mu Roy, kau menyakiti wanita yang kau cintai, tapi tidak ada penyesalan di wajahmu. ayah tidak tau pertumbuhan mu, tapi ayah bangga memiliki kamu, kalian menjadi semangatt hidup ayah tapi apa ini Roy, kau bajingan tidak pantas dimaafkan, sungguh ayah tidak mau melihat" ucapan ayah Jose terhenti karena teriakan Ara.


arrrrrgggghhhhh.. arrggg.. semua panik melihat Ara Bee langsung memeluk nya..


" Ra, tenang Ra..aku disini bersama kamu.. akulah keluarga kamu" ucap Bee memeluk Ara.


" ibbbbuuu aayyaahhh Dara takut, jangan tinggalkan Dara.. bawa Dara bersama kalian, tidak mau sendirian.. ibu ayah takuutt" ucap Ara yang terus meracaw.


Rian mendekati Ara, Rian Bee menyingkir menjauh dari mereka..


" hei, gadis bodoh, apa menangis kematian orangtuamu bisa menghidupkan mereka kembali, sadarlah kau harus kembali kuat, hiduplah bahagia dengan kebebasan jangan menjadi wanita lemah penuh ketakutan, aku akan melindungi mu, aku Rian Chrispeter akan menjadi pelindungmu dan calon adikmu" ucap Rian menangkup wajah Ara yang membuat nya tersenyum.


" Kenapa adik, bukannya kakak" jawab Ara.

__ADS_1


" kakak itu, 15tahun yang lalu, untuk sekarang aku adikmu, ayolah.. Dara wanita yang kuat, lupakan masalalu mu, kami keluarga mu sekarang" ucap Rian tersenyum.


" dan aku ayahmu" ucap ayah Jose memeluk Ara dengan air mata nya mengalir.


" tapi kalian akan terluka karena ku" jawab Ara.


" siapa yang berani melukai keluarga Chrispeter, menyentuh mu sama saya mengibarkan bendera perang." ucap paman Jose.


Nenek Petra sudah dibawa keluar oleh Haikal dan Bee, Rian dan Riani juga membawa Ara pergi begitupun ayah, membiarkan Roy sendirian dengan menegelamkan wajahnya di lututnya.


tokkk tokkk tokkk... kakak masuk ya Roy.


" hei bocah bodoh, kau sedang menagis" tanya Akbar.


" aku tau selama 1bulan ini kau menyesali nya, kau marah pada dirimu sendiri, karena kamu menyakiti wanita mu, Kakak sangat tau perjuangan kamu mencari Ara selama 5tahun, tidak mudah kamu menyakiti nya. kau pasti membenci dirimu sendiri" ucap Akbar sambil mengobati Roy. sedangkan Roy hanya menagis.


" nikahilah dia Roy, selama 1bulan ini aku dan Bee mengontrol nya kami takut dia hamil, karena obat yang kamu berikan itu sangat kuat, nikahi dia sebelum benih jadi" ucap Akbar.


" bagaimana kami menikah, tidak ada yang bisa diperbaiki lagi, yang ada hanya saling membenci" ucap Roy.


" jangan memikirkan dirimu, ataupun Ara yang membenci mu, yang terpenting anak itu memiliki ayah dan ibu" ucap Akbar.


lama Roy berpikir.. dia melihat kemarahan ayahnya yang tidak ingin melihat nya lagi.


" oke setuju tapi tanpa pesta" ucap Roy.


setelah bicara dengan Roy, Akbar turun ke bawah menemui keluarga untuk memberikan Jawaban Roy, mereka semua berkumpul penasaran hasil bujukan Akbar, karena Roy tipe yang tidak akan mengubah keputusan, sekali dia dibunuh, dia tidak akan menarik kata-katanya.


" hasilnya adalah.. Roy setuju" ucap Akbar yang membuat semua orang tersenyum.


" tapi..." ucap Akbar tertahan.. membuat semuanya menegang.


" pasti ada syaratnya" ucap Rian .


" dia tidak mau pesta" ucap Akbar membuat semua kembali bernafas lega.


" hanya itu" ucap Rian kaget.


" bagaimana kakak membujuknya" tanya Kia.


" gampang, aku membahas soal anak nya, dia tidak akan berani membantah jika soal anak," ucap Akbar.


" aisshhh Kalau aku tau, dari kemarin saja aku bahas soal anak jadi aku tidak perlu dimarahin Bee tiap malam" ucap Haikal keceplosan yang membuat mata Bee melotot, Ara kaget begitu juga Rian dan Akbar.


....


terimakasih yang sudah baca yaaa

__ADS_1


jangan lupa like coment dan vote


__ADS_2