
" sebenarnya apa yang terjadi, Kia binggung!" gumam Kiara yang masih duduk di sofa tamu.
" Kia, kamu belum pulang" tanya Akbar yang menuruni tangga.
" kak, aku mau pulang tapi gak enak belum pamit" jawab Kia dengan tersenyum.
" nungguin Haikal" tanyak Akbar lagi.
wajah Kia yang awalnya bahagia Berubah masam.
" ya udah Kia pulang dulu kak" pinta Kia dengan nada lemas.
kriiing... handphone Rian berbunyi.. dia langsung mengangkat nya.
" ya, baiklah siapkan ruangan operasi, aku kesana sekarang" jawab Akbar.
" Kia, kamu ikut aku, ada operasi dadakan, bantu kakak diruang operasi, Pasian kritis, kita gak punya banyak waktu karena pasien sedang mengandung." perintah Akbar tanpa menunggu jawaban.
Kia langsung tersenyum bahagia, karena dia akan pergi bersama Akbar, walaupun tujuan nya rumah sakit..
....
Haikal masih binggung dengan Bunga yang tiba-tiba berubah kesal, ntah apa salah nya.
Haikal hanya diam duduk dibelakang Bunga menyenderkan kepalanya di sofa. dengan senyum-senyum.
Bunga yang membelakangi Haikal pun heran, biasanya kalau cewek ngambek kan dirayu, di sayang-sayang ini balik dicuekin.
author@ yang pengalaman kalau ngambek malah balik diabaikan, tunjuk tangan🤣🤣🤣.
" masih mau diem," tanya Haikal.
Bunga menoleh ke arah Haikal dengan mata melotot, lalu buang muka lagi.
Haikal mendekati Bunga dan memeluknya dari belakang. Lama mereka dalam posisi ini.
" terimakasih telah kembali padaku" ucap Haikal.
" siapa rubah itu?" tanya Bunga dengan nada yang masih kesal.
Haikal melepaskan pelukan nya, lalu membalikkan badan Bunga menghadap dirinya.
" rubah, siapa ?" Haikal balik bertanya.
" yang peluk kamu" jawab Bunga dengan membalikkan badan nya membelakangi Haikal.
Haikal kembali memeluk Bunga dari belakang.
" maksudnya Kiara, dia sengaja melakukan itu, untuk ngerjain kamu, Kia gadis yang jail dan manja." Jawab Haikal.
Bunga yang mendengar semakin kesal, melepaskan pelukan Haikal, langsung berdiri dan melangkah pergi. Sebelum Bunga melangkah Haikal sudah menarik tangan Bunga dan mendudukkan Bunga dipangkuan nya.
Bunga yang menyadari itu, langsung melihat wajah Haikal, dia sangat malu, ini pertama kalinya bersentuhan sedekat ini dengan pria. wajah Bunga memerah dan mengigit-gigit bibir bawahnya.
" kamu cemburu" tanya Haikal.
" mana mungkin" jawab Bunga ketus.
__ADS_1
" Kia tidak menyukai aku, dia suka kak Akbar, banyak wanita yang tergila-gila padanya salah satunya Kia." jelas Haikal.
" emmhh, benar juga, Akbar sangat sempurna," ucapan Bunga terhenti saat melihat wajah Haikal yang nampak kesal, dan mengeratkan pelukannya di pinggang Bunga.
" Jangan pernah puji pria lain dihadapan ku," ucap Haikal dengan tatapan dingin.
Bunga sedikit takut, ternyata Haikal cukup posesif, padahal dia hanya bercanda, Dimata Bunga Haikal lebih dari apapun dan tidak pantas dibandingkan.
" jangan pernah memuji pria lain," ucap Haikal yang di anggukan Bunga.
kini satu tangan Haikal sudah memegang tekuk leher Bunga, dia mendekati wajah Bunga, dan mendaratkan ciuman kilat di bibir Bunga.
" Bunga milik Haikal, dan tidak bisa diubah lagi," ucap Haikal dengan tatapan serius.
" kau sedang melamar apa menyatakan cinta, kenapa kesannya seperti sedang memaksa." tanya Bunga.
" hehehehe, terserah... intinya setelah aku menemukan paman Rios, dan menyelesaikan masalah ini. kita akan menikah" ucap Haikal dengan nada tidak mau dibantah.
" aku belum bilang iya," jawab Bunga, memonyongkan bibirnya.
" Jagan gunakan ekspresi itu, aku pria normal, bagaimana kalau aku hilaf." Haikal nyengir.
Bunga langsung bangkit dari pangkuan Haikal dan duduk disampingnya.
Sayang...
Mata Bunga langsung melotot melihat kearah Haikal.
" kamu panggil apa tadi" tanya Bunga.
hhaaaa Haha... Haikal dan Bunga tertawa bersama, ini terasa menggelikan.
" ntah kapan terakhir aku tertawa, ini terasa bahagia sekali, hentikanlah waktu sebentar saja, aku ingin sedikit lama tertawa seperti ini" Gumam Haikal.
" jadi begini rasanya jatuh cinta, begitu bahagia, tertawa lepas tanpa beban, kau pria yang spesial Haikal" gumam Bunga.
" Bun " ucap Haikal
" ya Ayy " jawab Bunga
Mereka saling pandang dan tertawa kembali.
ntah apa yang terlihat lucu, setidaknya mereka bahagia.
" I love you Bun" ucap Haikal dengan menahan tawa.
" ayyyy, " belum selesai Bunga bicara pintu terbuka dengan kasar.
Tiba-tiba Roy masuk dengan tatapan kesal dan emosi, langsung lompat keatas tempat tidur Haikal dan membaringkan dirinya. sambil menatap Haikal dan Bunga.
" Bun Bun buntelllll"
" ayyyyy Ayy ayamm" ucap Roy dengan kesal.
" kalian tertawa bahagia, tidak peduli dengan penderitaan ku," tanya Roy.
" itu salahmu sendiri," jawab Bunga.
__ADS_1
" memang nya ada apa" tanya Haikal.
" Roy hampir membunuh Dara" jawab Bunga menatap Roy sinis. begitupun Haikal menatap dengan tatapan aneh.
" aku replek, dan menyesali nya" ucap Roy menggulingkan tubuhnya di ranjang dengan mengacak rambutnya.
" aku mau pulang" Bunga bangkit dan melangkah pergi meninggalkan Roy.
" aku antar" jawab Haikal yang ikut melangkah keluar kamar.
tinggal Roy sendiri dengan perasaan yang kacau, karena Dara tidak bisa dihubungi, menemui Haikal dan Bunga bukannya mendapatkan solusi, tapi melihat adegan romantis dua Curut yang saling memanggil Bunda Ayah ciihhhhh jijikkk.....
....
Bunga sudah tiba di hotel, cepat Bunga masuk mencari Dara.
" Araaaaaa.." Teriak Bee.
Ara sedang ada di dapur memasak makan malam, Bee mendekat langsung duduk dimeja makan, lama Bee menatap punggung Ara yang sibuk berkutik di dapur.
" kau sudah dengar, soal perjalanan kapal pesiar untuk 5 perusahaan terbesar sebagai kerja sama dan perayaan ulang tahun perusahaan." tanya Ara.
" seperti nya itu perusahaan yang dipimpin Rios" jawab Bee.
" Dari mana kamu tau, " tanya Ara.
" perusahaan yang terlibat, PETER, ARNOLD, KDT, PICOR, dan.." ucap Bunga
" kita" jawab Ara.
Ara langsung pergi masuk ke kamarnya membawa berkas dan tablet nya.
banyak kertas berhamburan diatas meja, sambil memakan masakan Ara, mereka mencari tahu kelemahan dan kelebihan tiap perusahaan, 2jam lamanya ruangan tersebut hening, dan saat yang bersamaan mereka saling tatap.
" Siapa tuan rumah Bee" tanya Ara.
" PICOR" jawab Bee.
" aiisssshhh... pasti banyak artis dan pejabat tinggi, Rios pasti bersembunyi diantara banyak orang" ucap Bee.
" apakah tim Haikal mengetahui ini," tanya Bee dengan menundukkan kepalanya coba berpikir.
" Haikal lebih pintar darimu, dia juga sangat licik, pasti Haikal sudah menyiapkan rencana sendiri, intinya Rios harus dihentikan, kehadirannya banyak membuat masalah" jelas Ara.
" siapakah semua tim terbaik kita, aku akan pergi selama dua hari, dan kau tetap disini kendalikan perusahaan kita, persiapan diri menyambut nya" jelas Bee sambil mengambil jatah makan Ara.
Ara melirik tangan Bee dengan kesal...
" ohh iya Ra, kau jahat terhadap Roy hhaaahahha" Bee melangkah pergi dengan tawanya.
Ara hanya menatap sinis, baginya saat ini yang terpenting menangkap Rios.
....
SAMPAI JUMPA BESOK GUSY..
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...
__ADS_1