
Seluruh keluarga sudah berkumpul di kediaman Chrispeter, nenek Petra sangat bahagia melihat penerus keluarga Chrispeter.
Haikal, Akbar, Rian dan Roy sedang bersantai di balkon rumah tempat mereka sering bertarung, tidak terasa 5 tahun sudah pertualangan mereka memecahkan misteri keluarga yang penuh lika-liku.
"Waktu cepat ya berlalu, dulu kita hidup di panti, Aku sama kak Roy selalu berkelahi, kak Akbar sampai pindah kamar. Akhirnya kita sekamar," ucap Rian.
"Saat kita sekolah, Nenek mengirim kita keempat Negara, kita keluar dari rumah dengan wajah cemberut, dan Rian menangis." Tawa Roy terdengar diikuti yang lainnya.
"Aku sangat ingat satu wanita yang mengacau membuat kita semua harus ke Inggris menemui kak Akbar karena dia cemburu." Tawa Haikal terdengar saat dia mengigat satu wanita yang jadi masalah kalau terluka, langsung berurusan dengan Nenek.
"Kiara!" jawab Roy dan Rian bersamaan, Akbar hanya tersenyum mengingat Kia yang bikin masalah.
"Aku pikir Kia jodoh Haikal, Nenek selalu mengancam kita semua karena dia." Ucap Akbar.
"Dari awal kita semua tahu Kia cinta kakak dari kecil, sampai sekolah ke Inggris masuk dokter semua karena kakak." Ucap Rian yang di anggukan yang lain.
"Tapi sekarang kita sudah punya putra dan putri, tidak terasa waktu cepat berlalu, akhir dari perjalanan kita sampai menemukan cinta sejati sangat panjang." Haikal bicara sambil menghembuskan nafasnya.
"Woyy lagi ngibah ya," teriak Kia datang sambil memeluk Akbar.
Bee juga langsung memeluk Haikal, begitu juga Riani dan Dara.
"Tapi diantara kita berempat gue panggil unggul, 2 Twin cantik sekaligus."
Tiba-tiba dari atas mereka menyaksikan para gadis kecil sedang berada ditaman, hanya Bianka dan keisya yang tidak memiliki bodyguard, Reva dikawal ketat, begitu juga 2 Twin yang bisa kapan saja bertarung, Haikal memandang Roy dan Rian untuk menyingkirkan para bodyguard.
Disana hanya terlihat Reva dan Rinda yang bicara adu mulut yang disaksikan oleh keisya dengan tawanya, sedangkan Rindu duduk menyendiri memandangi langit begitu juga dengan Bianka yang sibuk dengan tatapan matanya di taman.
"Bianka dan Rindu sangat dingin, Reva dan Rinda sangat ceria dan yang paling tenang keisya." Ucap Akbar.
"Mereka akan menjadi penerus perjalanan kita, watak mereka jelmaan kita, jadi yang perlu kita ajarkan, mereka harus saling melindungi seperti kita." Jawab Haikal.
Di taman Reva sibuk menggoda Rinda yang nampak cengeng, keisya hanya mengelus kepala Rinda saat sudah cemberut menahan air matanya.
"Rinda cengeng huuuuuu dasar cengeng." Ejek Reva menjulurkan lidahnya membuat Rinda berlinang air mata.
Rindu yang dari tadi hanya berdiam diri, menolehkan kepalanya melihat Rinda yang sudah mengeluarkan airmata.
"Rinda, Reva hanya bercandaan dia ingin bermain bersama kita tapi cara bicara yang terbilang kasar, Rinda jangan nangis ya, nanti cantiknya hilang." Ucap Kei sambil tersenyum membuat Rinda langsung diam.
"Lawan kamu bukan dia tapi aku!" ucap Rindu sudah melintir tangan Reva.
Reva langsung memutar kembali tangan Rindu sambil tersenyum sinis, Kei dan Rinda langsung berdiri melihat dua orang sudah saling tatap tajam, Roy, Rian, Riani, dan Dara memperhatikan dua sepupu yang siap bertarung.
__ADS_1
Saat Reva melayangkan genggaman tangannya, Kei langsung berlari berada ditengah mereka sampai dia yang terlempar, Rinda langsung berlari menolong Kei. Bianka sudah ada ditengah menahan dua tangan yang siap bersatu, tidak ada yang bisa melawan tenaga Bi sampai mereka saling melepaskan tangannya.
"Minggir lah Bi, aku tidak punya urusan denganmu." Teriak Rindu.
"Berlatihlah lebih banyak lagi, setelah kita dewasa kita bertemu lagi dan siap bertarung, untuk sekarang kalian masih ingusan." Teriak Bi.
Bianka melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Reva yang tersenyum sinis ke Rindu, Rinda membantu Keisya berjalan masuk kedalam yang langsung dilewati oleh Rindu dengan langkah kakinya yang menghentak keras.
"Maaf kak Akbar, Rindu menyakiti Kei, maaf ya Kia." Ucap Riani.
"Maaf untuk apa?, mereka saudara nanti akan saling melindungi, sama seperti Roy dan Rian dulu." Ucap Akbar.
"Sepertinya yang terbentuk kuat para girls, para boy hanya bisa menjadi penerus perusahaan." Ucap Haikal yang dipandangi yang lainnya.
***
15 tahun kemudian
Keadaan Nenek Petra mulai sering sakit, para menantu bergiliran datang berkunjung ke Mansion Chrispeter, hari ini semua berkumpul.
Beberapa mobil mewah beriringan mulai memasuki kawasan rumah, keluar pria-pria tampan penerus Keluarga Chrispeter.
"Hai Raffa, Apa kabar?" sapa Raffi.
Mereka berempat saling berpelukan dan tersenyum ramah melangkah masuk kedalam Mansion, Para Boy sangat akur mereka beberapa kali bertemu di berbagai kegiatan.
Saat masuk mereka langsung disambut para papa dan mama mereka juga Kakek Jose dan Oma Petra, mereka memberi salam dan mencium Oma bergiliran.
"Mana para girls" tanya Oma.
"Siapa yang berani menemui mereka, Oma" jawab Raffa.
"Kakak Kei sangat baik, dia sangat menyayangi aku." Ucap Raffi.
"Ya, kakak Kei tapi kakak Bianka menakutkan."
"Sama kakak Rindu juga, kalau kakak Rinda jahilnya gak ketulungan." Jawab Raka.
"Adik gue, auk ahhh sudah diatur, dinasehati bisa-bisa gue di bom." Ucap Riki membuat semua orang tertawa.
Sebuah alarm peringatan terdengar, layar besar menyala. Terlihat mobil mewah di depan gerbang masuk Chrispeter sedang menutupi jalan. Semua mata fokus melihat wanita cantik yang keluar dari mobil.
"Kak Rinda." Ucap Raka.
__ADS_1
Rinda menghadang jalan masuk, dilihatnya mobil berwarna biru berjalan mendekat dengan kecepatan tinggi, Rinda berdiri santai tanpa takut ditabrak, Reva yang mengendarai mobil membanting setir dalam. keadaan kesal melihat Rinda yang tersenyum. Muncul juga mobil berwarna putih berhenti tepat disamping mobil Reva, keisya keluar sambil tersenyum kearah Rinda dan Reva yang dibalas dengan senyuman juga.
Mobil berwarna merah dengan kecepatan tinggi menatap kesal dari kejauhan melihat 3mobil yang menghadang jalannya.
"Kalian menyingkirkan lah," teriak Rindu.
"Tunggu Bianka kak Rin, kita balapan" jawab Rinda.
Tidak lama muncul mobil Lamborghini Gallardo mewah warna kuning yang jalan santai.
Bianka membuka kacamata nya.
"Ayo kita mulai," ucap Rinda semangat.
"Siapa yang kalah, jadi asisten satu minggu," ucap Reva pelan.
Semua mobil bersiap, para bodyguard yang berjaga di gerbang kagum melihat kecantikan 5 girl Chrispeter, tapi juga ketakutan melihat aksi mereka. Semua mobil menyala dan melaju dengan kecepatan tinggi memasuki kawasan Chrispeter yang seperti jalan lintas.
Bianka sampai diikuti oleh Rindu lanjut Keisya, yang kalah Rinda dan Reva yang siap jadi asisten selama satu minggu.
****
Berkumpulnya para Chrispeter setelah dewasa sangat berbeda seperti saat mereka kecil, di pagi hari disambut dengan pertempuran Bianka dan Rindu yang disaksikan Reva, Rinda dan Kei juga para boys. Para boys diminta menghentikan mereka atas perintah kakek Jose, tubuh mereka gemetaran karena lawannya ada Bianka juga Rindu.
Para boys terpental menahan babak belur karena pukulan dua wanita tangguh Chrispeter, Kei maju kedepan ikut menyerang begitu juga Reva hanya Rinda yang duduk santai menonton sambil ngemil.
Bunga datang ikut bergabung diikuti Dara dan Kia, Riani duduk disamping Rinda ikut ngemil melihat pertarungan para wanita. keisya terlempar keluar, lanjut Reva mental, sisa 3 Mom dan dua girls yang masih bertahan, Semua keluarga berkumpul melihat pertarungan gabungan mereka untuk saling menjatuhkan termasuk Haikal dan lainnya.
Kia terlempar keluar ditangkap oleh Akbar, lanjut Dara melangkah mundur, masih 3 orang yang belum ada tanda mundur, mereka bertiga mundur mengambil aba-aba, dan maju menyerang lebih kuat lagi, Bee kewalahan menghadapi dua girls sampai akhirnya Rindu terlempar keluar, dan Bee tersungkur langsung ditangkap Haikal, Bianka yang baru sadar Bunda nya terjatuh langsung berlari meminta maaf.
"Bunda! maaf dimana yang sakit Bunda?"
"Bianka gunakan kemampuan kamu untuk saling menjaga saudara mu, ingat perjanjian kita."
"Kau hebat Bianka," ucap Rindu melangkah duduk disamping Riani.
"Mami! Pinggang Reva rasanya rontok."
Semua orang tertawa ....
***
SELESAI...
__ADS_1