
Keluarga Chrispeter sedang sarapan pagi, hanya Haikal yang tidak ada disana.
Tatapan Bee masih terlihat kesal dengan Ara dan Roy.
" Lo kenapa si Bee?" tanya Roy.
hiks hiks hiks Bee langsung menagis mendengar pertanyaan Roy, membuat semua menatap aneh kepadanya.
Bee menagis mencari handphone nya, menelepon Haikal tapi tidak di angkat, panggilan kedua baru diangkat. Tangisan Bee semakin menjadi-jadi.
" kenapa menagis?" tanya Haikal dengan panik.
" Roy, jahat" jawab Bee.
" salah gue Dimana woy" ucap Roy.
" tu kan Ayy, Roy kasar banget ke aku" ucap Bee sambil sesenggukan.
" Istri Lo aneh Kal, setiap liat gue sensi" ucap Roy teriak.
Bee berhenti menagis menatap tajam Roy..
" mendingan Lo nangis daripada menatap seperti itu" ucap Roy.
" sayang, udah ya aku secepatnya pulang" ucap Haikal dari handphone.
" kapan, mau sekarang Ayy" ucap Bee.
" secepatnya ya, kamu sabar" jawab Haikal.
" Janji" ucap Bee.
" iya, aku janji" jawab Haikal.
....
Seminggu sudah Haikal di Indonesia, sedangkan tingkah Bee semakin aneh, Akbar terus memperhatikan dan mengawasi tingkah Bee.
" Bee, temui aku dirumah sakit hari ini ya" ucap Akbar.
" emhh... ada apa?" tanya Bee.
" kamu akan tahu jika kamu datang" ucap Akbar.
" Baiklah" jawab Bee.
Akbar baru keluar dari ruangan operasi, saat di koridor dia melihat Bee yang baru masuk ke rumah sakit, Akbar langsung memanggil Bee sambil tersenyum.
" Ayo ikut aku," ucap Akbar.
" mau kemana kak?" tanya Bee mengikuti dari belakang.
" Dokter kandungan," ucap Akbar.
" untuk apa?" tanya Bee binggung.
__ADS_1
" Periksa kandungan kamu" jawab Akbar.
Bee berhenti dan melihat perutnya, Akbar langsung menarik Bee dan membawanya masuk ke dalam ruangan dokter kandungan yang sudah dia pesan.
tiba-tiba handphone Akbar berbunyi..
dia langsung menjawabnya..
" Dokter Ema, tolong periksa detail kandungan adik saya." ucap Akbar.
" baiklah dokter" jawab dokter Ema.
" Bee, aku keluar dulu ya, ada sedikit pekerjaan aku tunggu kamu diparkiran. kita pulang bersama" ucap Roy yang melangkah pergi.
Bee segera diperiksa..
" Terimakasih kasih dokter Ema" ucap Bee tersenyum.
" Sama-sama, jaga dirimu dan juga dirinya" ucap dokter Ema.
Diparkiran Bee melihat Akbar menunggunya di dekat mobil sambil berlari tersenyum bahagia, tapi Akbar sedikit takut melihat Bee berlari dan langsung melangkah mendekati nya.
Bee langsung memeluk Akbar yang refleks terkejut juga memeluknya.
" Haikal, kamu akan segera jadi ayah" ucap Bee.
Akbar langsung melepaskan pelukan Bee dan menjauhkan jarak mereka.
....
Haikal masuk ke kamarnya, melihat foto pernikahan nya dengan Bee, langsung menetes air matanya.
dia mengambil foto tersebut dan langsung membantingnya. Teringat kembali kejadian dirumah sakit saat dia melihat Bee dan Akbar saling berpelukan dan lebih sakit lagi saat Bee bilang kamu akan segera menjadi ayah.
braakkkk suara barang berhamburan berserakan dilantai, Roy masuk coba menghentikan Haikal yang sedang mengamuk..
" Ada apa Kal," tanya Roy.
" jika dia sudah tiada, Lo harus terima kenyataan itu, istri Lo bisa ketakutan jika Lo seperti ini" ucap Roy .
" siapa istri gue, Lo mau tau apa yang dia lakukan dibelakang gue, haa" ucap Haikal.
" Apa maksud Lo kal?" tanya Roy binggung.
" saat gue ke rumah sakit untuk menemui Akbar, Mereka sedang berpelukan mesra dan yang lebih gila nya lagi, Bee bilang kamu akan akan menjadi ayah. Anak siapa.. aku apa Akbar?" ucap Haikal dengan tatapan mata menakutkan.
" gak mungkin Kal, kita sangat mengenal kak Akbar, dia tidak mungkin seperti itu" ucap Roy.
" terserah, tinggalkan gue sendiri" ucap Haikal.
" Kal ini semua salah paham, kita pastikan dulu ke kak Akbar" ucap Roy.
Roy keluar kamar Haikal dengan mendapatkan pukulan sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.
Haikal terduduk dilantai meremas kepalanya dengan emosi yang masih mengebu-gebu.
__ADS_1
Roy cepat turun mencari handphone nya untuk menghubungi Akbar.
berkali-kali Roy memanggil belum juga ada jawaban.
....
Bee kembali kerumah dengan senyum yang tiada hentinya.
Dengan cepat Bee masuk ke kamarnya tapi betapa terkejutnya dia saat melihat foto pernikahan mereka sudah hancur, barang-barang sudah berserakan.
Dan lebih terkejut lagi saat melihat Haikal berdiri dengan tatapan tajam seperti hendak membunuhnya.
" Ayy," ucap Bee melangkah ingin memeluk nya tapi Haikal langsung mendorong Bee sampai terlempar.
Bee berdiri menyentuh perutnya dan menatap Haikal dengan wajah kebingungan.
" apa yang kamu lakukan? kamu bisa menyakiti anak kamu" teriak Bee yang terpancing amarah.
" Dia bukan anakku" teriak Haikal menggema.
Tubuh Bee langsung gemetaran, air matanya langsung tumpah, hatinya terasa sakit, dadanya sesak.
" apa maksud kamu Haikal" tanya Bee dengan banjir air mata.
" Aku melihat semuanya, kau seperti wanita murahan." ucap Haikal.
Bee langsung mendekati Haikal dan mendaratkan tamparan keras ke wajah Haikal.
" Haikal, tega kamu bicara seperti itu, kamu tau betul saat pertama kamu menyentuhku, aku menyerahkan diriku padamu," ucap Bee mundur sambil menyentuh perutnya.
" Haikal, aku selalu bertanya, mengapa aku dilahirkan jika aku tidak diinginkan, aku melihat ayahku tidak mengakui diriku dan ibuku membuang ku sungguh aku takut Haikal jika anakku seperti diriku" ucap Bee dengan nafas yang sudah sesak.
" Tapi mengapa kamu juga tidak mengakui kami, apa salah kami Haikal." teriak Bee.
" aku paling benci wanita pengkhianatan seperti mu, lenyapnya dari hadapan ku, sebelum aku membunuh mu dan anakmu" ucap Haikal pelan tapi penuh penekanan.
" kau sungguh tidak menginginkan kami, oke baiklah, aku bisa menjadi orangtua tunggal untuknya, dan jangan harap kamu bisa menemukan kami" ucap Bee melangkah pergi meninggalkan Haikal.
" Ayy tahan kami, jangan campakkan kami, bagaimana anakku Tumbuh tanpa ayah, apa yang harus aku katakan padanya, ayahmu tidak menginginkan mu" batin Bee dalam hati sambil terus melangkah pergi.
Haikal menangis terduduk dilantai memandangi foto pernikahan mereka yang telah hancur, seperti rumah tangga mereka yang hancur.
bayangan Haikal memiliki keluarga utuh kini telah tiada, hanya tatapan penuh amarah yang terlihat..
Haikal melangkah pergi meninggalkan rumah membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, air matanya terus mengalir dengan hatinya yang hancur.
Sedangkan Bee membawa mobil tanpa tujuan, hati, jiwa, pikirannya hancur menjadi satu.
Rumah tangga bahagia yang dia impikan kini telah sirna, hanya ada tatapan rasa kecewa yang teramat dalam, Keinginan hanya pergi jauh dari hidup Haikal Chrispeter.
....
HATI GUE JUGA SAKIT NULIS INIðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..