
Pulau sudah dikelilingi banyak kapal, baik dari pihak Rios, Haikal, maupun Bee.
kini keberadaan mereka telah terlacak, sehingga para pengikut setia telah menyambut dengan barisan pertahanan untuk pimpinan mereka masing-masing, senjata susah dihadapkan di depan musuh siap menunggu perintah.
" Tuan-tuan , sebaiknya kembali kepantai.. disana akan ada perang pertahanan untuk pimpinan Masing-masing." ucap pengawal Haikal yang lebih dulu datang.
" maksudnya.." tanya Rian.
Ara mendekati Bee..
" Bee seperti para pengikut ada disana, Haikal, kamu dan Rios harus mengendalikan mereka, jika tidak mereka akan melakukan pertahanan dan saling membunuh" ucap Ara.
" aku dan Haikal bisa, tapi Rios" ucap Bee menatap Rios.
" aku akan mengendalikan bawahan ku" jawab Rios.
" kita bagi menjadi tiga bagian, aku, Ara, paman Jose dan Riani" jawab Bee.
" kalau boleh, izinkan aku mendampingi paman Rios" pinta Akbar..
" tidak itu berbahaya, mereka tau kau bagian Chrispeter, mereka akan berpikir kita menahan Rios" jawab Roy.
" aku seorang dokter, yang merawat pasien.. " jawab Akbar yakin.
" kalau kak Akbar bersama Rios, aku ikut kakak" teriak Kia.
" baiklah, kita ke pantai sekarang... aku akan menjamin keselamatan kalian.. jika salah satu terluka.. tempat ini akan menjadi kuburan untuk bawahan 3 pimpinan." ucap Haikal yang melangkah maju.
" kekejaman Haikal muncul Bee,bukan hanya bawahan kita yang dia bunuh juga bawahan nya. ternyata berita tentang nya benar." tanya Ara.
" diam lah Ra, disini yang susah diatur itu tim kita." jawab Bee.
....
Beberapa orang dipinggir pantai mulai satu persatu tewas dengan mengenaskan, keadaan semakin panas, bahkan suara tembakan pun sudah terdengar..
beberapa dari mereka tidak mengetahui, jika hewan yang ada dipinggir pantai sangat berbahaya..
siapa yang terkena sengatan,akan tewas dalam hitungan menit.
hewan kecil dan lucu di pantai sangat agresif, jika mereka mendengar suara sesuatu memasuki air dengan cepat mendekati Suara tersebut dan menyengat nya, mereka predator yang mengerikan.
Haikal, Rian ,dan Roy tiba lebih dulu, ratusan orang di pantai tersebut, beberapa dari mereka sudah tersungkur tewas.
bawahan Haikal langsung memberi hormat, tapi dari pihak Rios dan Bee sudah mengarah kan senjata.
Rios tiba.. melihat Rios terluka beberapa dari bawahan nya maju, tapi ditahan oleh Rios, dengan satu angkatan tangan.
Bee datang, dia sangat terkejut melihat beberapa sudah tewas, Riani yang melihat ratusan orang langsung duduk memeluk kaki paman Jose. paman Jose menepuk-nepuk nya agar tenang.
Rian yang memperhatikan merasa Iri, dan kesal makhluk yang menyusahkan.
__ADS_1
" kenapa dia tidak langsung lari kehutan saja, bikin susah " ucap Rian pelan.
dari pihak Bee mulai bergerak, mereka sudah menyiapkan tabung racun, tapi Ara menyadari gerakan mereka, dengan cepat maju ke depan mengambil salah satu senjata dan ditembakkan ke atas sebagai peringatan.
Mereka langsung tunduk melihat peringatan Ara.
" jangan pernah bergerak tanpa perintah, " teriak Ara tegas.
Pimpinan dari pihak Rios menyadari kelemahan tim Ara, dendam nya terhadap Ara mengebu-gebu dengan cepat dari arah samping sebuah senjata ditembakkan ke arah Ara.
poorrr.. braakkkk Ara tersungkur, ada yang berdiri mengantikan posisi Ara dengan tangan satunya diangkat ke atas sebagai peringatan kedua untuk tidak bergerak.
Tim Bee telah mengubah sasaran tembakan fokus ke tim Rios.
" Bee" ucap Haikal yang melihat Bee menahan peluru dan tertembak didepan matanya.
Semua terkejut, Haikal sudah menggenggam kedua tangannya dengan amarah karena melihat Bee terluka.
Bee membuka tangannya yang tertembak, dan tersenyum lalu tertawa menggelegar, Ara yang menyadari itu langsung bangkit, dan berdiri didepan Bee.
" tenanglah Bee" ucap Ara.
" beraninya kalian," Bee mendorong Ara kesamping dan terlempar hingga tersungkur.
Bee memutar sesuatu di cincin nya, muncul sebuah mutiara putih.
" menyingkirkan kalian semua," teriak Ara sambil menutup kedua telinganya.
Mata Bee bertemu dengan orang yang menembak nya... Bee tersenyum dengan tatapan mata merah, dan Bee siap melempar mutiara tersebut tapi tertahan oleh tangan seseorang.
" berhenti sayang, " Haikal langsung memeluk tubuh Bee dan mengambil mutiara ditangan Bee.
Pria yang menembak tadi tersenyum dan kembali mengarahkan tembakan ke arah Haikal dan doooorr sebuah tembakan mendarat di kepala orang tersebut.
Haikal lebih dulu melepaskan tembakan, sambil memeluk Bee.
" jangan pernah mengotori tangan kamu untuk membunuh orang-orang seperti mereka, aku mencintaimu Bunga.. aku tidak akan membiarkan kamu berada di dunia gelap ini" ucap Haikal sambil menangkup wajah Bunga.
Bunga langsung memeluk Haikal dengan kuat, Ara langsung bangkit sambil tersenyum..
" aku akan menjadi perisai mu" ucap Haikal.
" maafkan aku" jawab Bee.
Haikal meminta Ara membawa Bee ke atas agar luka tembak Bee di periksa Akbar.
Sedangkan Haikal menatap mutiara yang sempat Bee pegang.
Rian dan Roy mendekati Haikal dan ikut melihat mutiara ditangan Haikal..
" gila, mutiara peledak," ucap Roy.
__ADS_1
" Bee ingin membunuh mereka semua" tanya Rian.
" pantas orang yang mengenalinya menyebutkan wanita iblis, dia memang tidak memberi ampun kepada siapa pun" jelas Haikal.
" tapi dari mana Bee benda ini, kenapa teknologi kita tidak bisa mendeteksi nya" ucap Roy.
Haikal membalik badannya dan melihat Bee yang sedang dikeluarkan peluru dari tangannya.
" cincin" jawab Haikal.
Rian dan Roy sama terkejutnya.. mereka seharusnya sadar sejak Roy mengambil anting Bee.
Tubuh berjatuhan semakin banyak, yang awalnya ingin perang langsung binggung... apa penyebab banyak yang tewas, padahal tidak ada yang bergerak.
" menyingkir lah kalian dari air pantai, jika masih ingin hidup" teriak Rian.
Dengan cepat semua pengawal menjauh dari air, mereka baru sadar hewan unik di air Semaki banyak dengan beraneka warna, dan semakin membesar.
" menjauhlah dari air, predator cantik itu pemakan bangkai, bahkan bisa mengoyak tubuh kalian, agar mereka bisa tumbuh semakin besar" teriak Jose dari jauh.
....
Tidak ada yang bisa keluar dari pulau, Karena hewan di air semakin banyak, mau tidak mau mere bermalam sampai matahari terbit..
beberapa pengawal masuk ke hutan mencari makan.. tapi tidak ada satupun yang kembali, bahkan sampai hampir habis pengawal yang dikirimkan dari tiga pimpinan tidak ada yang kembali.
" kenapa ini paman, mengapa tidak ada yang kembali" Tanya Haikal pada paman Jose.
" ini tidak pernah terjadi kal, tempat ini aman kecuali air" ucap paman Jose.
" biar aku yang kesana untuk mengecek" ucap Rian.
" tidak Ian, bagaimana jika kamu juga tidak kembali" ucap Jose
" aman ayah, aman" balas Rian sambil menepuk pundak ayahnya.
" aku baru bertemu kalian, aku tidak siap melihat kalian terluka, maka biarkan aku yang masuk, aku lebih tau tempat ini" ucap paman Jose.
Jose melangkah pergi, Riani langsung berlari mengejar dan berada dibelakang paman Jose.
" hadeyyyy kuman.. kenapa selalu menempel" ucap Rian.
Jose memandang Riani dengan tatapan nya..
Riani hanya diam, langsung duduk..
...
Terimakasih yang sudah baca...
jangan lupa like coment dan vote...
__ADS_1