
Tatapan mata Haikal fokus di jam tangannya..
lalu tersenyum licik...
" paman tidak perlu pergi, kita harus naik kapal sekarang" ucap Haikal yang membuat semuanya terkejut.
" kau gila Kal, bahkan kita tidak bisa menyentuh air" ucap Roy.
" aku telah meneliti mereka, mereka hanya bisa berada di wilayahnya pulau ini, karena pulau ini satu-satunya laut dangkal, mereka tidak bisa berada di laut dalam." balas Haikal sambil menyambut tangan Bee.
" jangan bilang mereka yang tidak kembali" tanya Rian.
Haikal hanya tersenyum mendekati pantai diikuti yang lainnya..
mereka melihat hewan unik sedikit berkurang..
setelah semua berbaris dipinggir pantai, untuk masuk kedalam kapal yang paling besar, Haikal melihat kebelakang dan beberapa orang berlarian mendekat dengan nafas tidak teratur..
Haikal hanya tertawa, melihat kebodohan para pengawal ini..
dia mendekati beberapa pengawal yang berhasil kembali, dari ratusan hanya tersisa 18orang yang hidup.
" karena kalian cukup cerdas, aku beri kalian kesempatan hidup, dan mulai sekarang akulah pimpinan kalian, dan kalian hanya bisa mendengar kan perintah ku, kalian paham" teriak Haikal.
Semuanya bertekuk lutut, dan menundukkan kepala..
" licik sekali kamu kal, mengambil alih bawahan" ucap Bee yang dibalas senyum oleh Ara.
Haikal mendekati pantai, dan melihat kedalam air, dan memandangi satu persatu orang yang ada di pinggir pantai.
" Ada masalah ya Kal," tanya Rian yang ikut mendekat.
" kita hanya punya waktu 1menit, harus sampai di kapal, jika dalam 1menit masih di air, kalian akan tau Jawabannya" ucap Haikal.
" ini gila kapal cukup jauh Kal, bagaimana jika itu dalam" balas Kia.
" apa kita harus pergi bersamaan" tanya Akbar.
" ya" jawab singkat Haikal.
" atur siasat" ucap Akbar.
" aku akan mengendong paman Rios, tubuh nya cukup lemah, dan tidak memungkinkan dia untuk berlari, kakinya pun terluka cukup parah" ucap Akbar.
" tidak, selamatkan dirimu sendiri, jangan terlalu baik pada orang, kau bisa dimanfaatkan" ucap paman Rios dengan tatapan serius.
" aku disini sebagai dokter paman, ini sudah menjadi tugas ku" jawab Akbar.
" tenanglah, Akbar memang baik, tapi belum ada yang bisa memanfaatkan nya, dia terlalu cerdas"balas Roy.
" kalian semua, ini juga berlaku untuk kalian, selamat kan diri kalian,masuk lewat pintu belakang kapal" ucap Haikal menatap para pengawal.
" Riani, Bee, Ara dan Kia kalian berlari di depan bersama Roy, karena kecepatan lari Roy yang akan menyambut kalian di atas kapal" jelas Haikal.
__ADS_1
" aku setuju dengan usulan Akbar, dan aku percaya kamu bisa menyelamatkan paman Rios dan dirimu sendiri, paman Jose berlari bersama Akbar yang akan didampingi Rian" lanjut Akbar.
" lalu kamu," tanya Bee
" aku tidak mau kamu sendirian, kita pergi bersama" ucap Bee.
Haikal mendekati Bee memegang kedua bahunya, dan menyatukan kepala mereka..
" kamu tunggu aku di kapal, aku tidak menerima penolakan Bee" lanjut Haikal.
Bee dan Ara menggenggam tangan Riani dan satu tangan Bee memegang tangan Kia.
"Kalian semua siiaappp" Teriak Haikal.
Semua diam dengan posisi masing-masing...
Haikal memegang mutiara Bee dan siap melempar nya ke arah kanan pantai..
Poooaarr..... sebuah ledakan besar.
Dan larrriiiiiiii Teriak Haikal.
Semua menyentuh air dan berlari sesuai rute yang Haikal berikan dalam satu menit mereka melawan air pantai yang dalamnya menyentuh pinggang..
Setelah melihat semuanya sesuai rencana, Haikal langsung menceburkan diri ke air dan menyelam..
....
" apa ada yang merasa, tubuh sakit seperti sengatan" tanya Rian yang membuyarkan kediaman mereka semua.
semua geleng-geleng kepala..
Bee langsung berdiri, dan melihat kearah pantai, kapal mulai berjalan menjauh dari pantai, dan Bee melihat sekelilingnya tapi yang di cari tidak ada.
" Haikal, Haikal mana, dimana Haikal..." Suara Bee mulai panik.
Semua coba melihat sekeliling, benar Haikal tidak ada...
Bee langsung melihat ke pintu, dan ingin melompat dan tertahan oleh Rian..
" tenanglah Bee, " teriak Rian.
" lepaskan, Haikal masih disana, aku harus kembali, lepaskan aku brengsek" teriak Bee histeris.
....
" apa yang kamu lakukan," Tanya Haikal yang baru datang.
Semua mata langsung melihat kearah Suara, dan semuanya mengambil nafas lega, Haikal ada di kapal dengan baju basah semua.
Bee langsung berlari ke dalam pelukan Haikal, dan menagis tersedu-sedu...
" kamu kenapa?, Rian nyakitin kamu" tanya Haikal.
__ADS_1
" enak saja, aku yang menyelamatkan dia, " jawab Rian kesal.
" sudah ya sayang jangan menangis lagi, mulai saat ini hanya ada bahagia untuk kita ya" ucap Haikal.
tidak jauh dari mereka, Ara meneteskan air matanya, ini pertama kalinya dia melihat Bee menangis, bahkan orang tua Bee juga tidak pernah melihat air mata Bee..
" kamu kenapa?, mau minta peluk juga" tanya Roy kepada Ara.
" ogah..." Ara mengerutkan keningnya melihat Roy yang suka mengancam dan menggodanya.
Seorang pengawal masuk dan membisikkan sesuatu ke Haikal..
" kamar kalian sudah siap, gantilah baju dan beristirahat" perintah Haikal..
" kamu juga sayang ganti baju dan tidurlah, perjalanan kita ke rumah masih panjang" ucap Haikal yang mendapatkan anggukan dari Bee.
Semua pergi dan masuk ke kamar masing-masing, paman Rios juga sudah diinfus dan mendapatkan perawatan medis dengan baik..
dia menatap Akbar dengan tersenyum..
" kau pria baik Akbar, aku sangat jahat, membuat seorang Haikal menjadi yatim piatu dan membunuh kakaknya, dan mengubah nya menjadi orang dingin yang kejam, dan juga Bee karena kematian mama Catline Bee berubah menjadi wanita iblis yang bersembunyi dalam kecantikan nya, aku senang karena Haikal memiliki kamu orang yang menjadi ibu, ayah, kakak, serta sahabat nya" ucap paman Rios.
" sudahlah paman jangan dipikirkan, fokus lah dulu pada kesembuhan paman, dan aku tidak sebaik yang paman pikir" balas Akbar tersenyum.
" beri aku waktu sebentar saja bertemu Mommy, setelah itu aku akan menebus kejahatan ku" batin paman Rios dalam hati dan terlelap.
....
Ara belum tidur dia masih berdiri diluar kamar diatas kapal, seseorang menghampirinya..
" apa yang ingin kau tau Haikal?" Tanya Ara tanpa membalikkan badan..
" kau tau persis, apa yang aku mau" jawab Haikal.
" kenapa tidak kau tanya langsung pada Bee" ucap Ara..
" apa benar Bee anak angkat, apa mengetahui nya" tanya Haikal.
" ya, dia mengetahui nya saat dia berusia 10tahun, dan itu awal Berubah nya sifat Bee, dia yang cuek dan diam semakin terpuruk.. dan luka itu tergores kembali saat kematian Oma, dia berubah menjadi wanita iblis yang menyeramkan, bahkan aku sendiri tidak bisa menghentikan nya.. dan hebatnya kau bisa membuatnya menangis, itu belum pernah terjadi." jelas Ara.
" dimana orang tua kandungnya," tanya Haikal.
" tewas terbunuh dalam pembantaian" jelas Ara.
" aku akan membawa Bee keluar dari dunia gelap ini" ucap Haikal melangkah pergi.
....
lanjut malam ya...
terimakasih yang sudah baca .
jangan lupa like coment dan vote....tq
__ADS_1