Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
AIR MATA


__ADS_3

Berita Kecelakaan Akbar terdengar oleh seluruh keluarga, Nenek Petra berkali-kali tidak sadarkan diri, bahkan harus dijaga ketat oleh dokter pribadi.


Roy yang dalam pencarian Bee langsung putar arah kembali menuju rumah sakit.


Kia yang baru keluar dari ruang rumah sakit terduduk dilantai dengan airmata nya mengalir.


Orang tua Kia juga langsung pergi menuju rumah sakit.


Ara dan Riani juga sudah tiba di sana, mereka melihat Rian dan Haikal terduduk dilantai dengan baju yang berlumuran darah.


Ayah Jose tiba bersamaan dengan Roy yang juga sedang memarkirkan mobilnya.


Keluarga Kia juga sudah ada di sana, Dokter terbaik yang dikerahkan Haikal menangani Akbar keluar dari ruangan setelah berjam-jam.


" tuan Haikal maafkan kami," ucap salah satu Dokter.


" Kalian juga pasti sudah sangat paham tentang dunia medis, sangat kecil kemungkinan Tuan Akbar akan selamat." lanjutnya.


ibunya Kia langsung terduduk, lututnya lemas tidak bisa membayangkan keadaan putrinya.


Kiara melangkah mendekati ruang, semua orang sangat khawatir dengan keadaan Kia, tapi Kia berjalan dengan penuh wibawa, seakan-akan dia baik-baik saja.


" Serahkan semua catatan tentang pasien Akbar Chrispeter, aku dokter yang akan bertanggung jawab sepenuhnya. siapakah ruangan operasi, untuk tim aku sudah membentuknya, bergerak sekarang" ucap Kia tegas.


Kia membaca sebuah catatan medis yang baru diterima nya, ibunya menagis melihat keadaan Kia yang mencoba tegar


" Kiara, serahkan pada dokter lain saja ya nak," ucap ibunya mengelus punggung Kia.


" Kiara disini sebagai dokter mami, dan Kia akan profesional. Kalian semua do'akan pasien semoga harapan terakhir kita berhasil " ucap Kia melangkah pergi.


Akbar dibawa ke dalam ruangan operasi khusus, semua keluarga menunggu didepan, waktu operasi 10jam. Rian berdiri mendekati Roy menanyakan tentang Bee.


" Sebaiknya aku saja yang pergi, istrimu sedang hamil dia membutuhkan mu." ucap Rian


" Aku akan melacak keberadaan Bee, dan mengirimkan alamatnya padamu" ucap Roy.


Rian melangkah kesebuah ruangan yang khusus untuk keluarga Chrispeter, nenek Petra juga dirawat disana.


Rian mendekati Riani yang tidur dalam keadaan bermandikan keringat.


" sayang bangun, kamu kenapa... Riani bangun" ucap Rian menggoyangkan tubuh Riani.


" Bunga" teriak Riani.


" Abang kita cari Bunga Sekarang," ucap Riani yang langsung bangun memgandeng tangan Rian keluar kamar menuju parkiran.


" Kamu mimpi apa?" tanya Rian sambil melajukan mobilnya.


" Bunga" ucap Riani.


" apa yang kamu lihat?" tanya Rian.


" Mobil sport merah, gelombang, tebing, matahari terbit, jalanan dan Bunga" ucap Riani.


" Mobil Bunga berwarna merah," ucap Rian.


" Bunga menggunakan mobil merah, berada dipinggir pantai didekat sebuah tebing yang curam, tempat yang indah" ucap Riani.

__ADS_1


" cari tahu dimana pantai yang memiliki tebing" perintah Rian memberikan tablet nya.


Lama Riani mencari ciri-ciri tempat didalam mimpinya..


" ini dia" teriak Riani.


Rian memperhatikan gambar, dan dengan cepat mencari lokasinya dan menuju ke sana.


....


Bee melajukan mobilnya tanpa tujuan, dia hanya berhenti untuk mengisi bahan bakar, dan lanjut lagi. terserah jalan ingin membawanya kemana.


Bee tiba disebuah pantai yang sangat tenang, tempat tersebut sepi dan indah, karena letaknya yang jauh dan cukup menakutkan karena ada sebuah tebing yang kemungkinan sangat dalam.


Bee memberhentikan mobilnya, hari sudah gelap tapi Bee masih berdiam disana, hanya terdengar suara deru ombak dan angin kencang..


Semalaman Bunga berdiam diri tanpa tidur dan makan sampai matahari mulai terbit. warna langit yang merah dan cahayanya yang memantul di air laut membuat tempat tersebut sangat indah.


Bee mengelus perutnya yang masih rata, airmata nya langsung mengalir.


" Andaikan ayah disini, pasti sangat indah ya nak, maafkan Bunda yang tidak bisa memberikan keluarga yang utuh untukmu, Bunda akan menjadi orangtua tunggal untukmu, kita lupakan ayah. mulai hari ini kita hanya hidup berdua kita mulai lembaran baru. Bunda berjanji akan memberikan yang terbaik untukmu." ucap Bunga.


" Haikal, selamat tinggal aku akan melupakanmu semua tentang kita, cinta kita, mimpi kita, harapan kita semuanya akan aku buang ditempat ini."


Bunga diam termenung, airmata nya terus mengalir, tangannya terus mengelus perutnya.


lama gerakan itu terjadi, pandangan mata Bunga sudah kosong hanya air matanya yang mengalir.


....


Riani dan Rian langsung cepat keluar, menggedor pintu mobil tapi tidak ada respon.


Rian memberikan perintah untuk membuka paksa mobil dan berhasil..


terlihat Bee yang duduk diam seperti orang yang sudah kehilangan jiwanya..


Riani berkali-kali memanggilnya tapi tetap tidak direspon.


" kita bawa Bee kerumah sakit sekarang," perintah Rian.


Saat seseorang ingin menggendong Bee Rian langsung berteriak..


" Beraninya kamu ingin menyentuhnya, kau ingin mati ditangan Haikal" Teriak Rian.


Rian diam berpikir siapa yang akan menggakat Bee, tidak mungkin dia. Riani juga tidak akan membiarkan nya.


" Sayang boleh aku mengendong Bee" tanya Rian menatap Riani.


Riani langsung cemberut, dan memajukan bibirnya dengan tatapan kesal.


" ya sudah, kalian bawa Nona Bee ke mobil ku" perintah Rian dengan terpaksa


" tidak boleh" teriak Riani membuat Rian kaget.


" Abang yang gendong, tetapi cinta Abang masih tetap milik aku iyakan" tanya Riani memelas.


" hadeyy, kenapa kamu sangat manja dan sangat posesif" ucap Rian.

__ADS_1


" ya sudah, berarti aku boleh digendong sembarangan orang" teriak Riani.


" enak saja hanya aku yang boleh menyentuh mu" ucap Rian


...


Operasi Akbar selesai...


Kiara keluar dengan lemah, dia langsung melihat kearah maminya, air matanya langsung mengalir, dilepasnya jubah dokter nya langsung berlari memeluk maminya sambil menagis sejadinya..


" Kiara kamu harus kuat sayang, Kia masih punya mami" ucap ibu Kia yang juga tidak kuat melihat luka putrinya.


Semua yang disana menundukkan kepalanya..


Haikal mendekati Kia dan berlutut dihadapan Kiara.


" Kia maafkan aku, jika aku tidak egois kak Akbar tidak mungkin berada didalam." ucap Haikal tertunduk.


" Dia pergi meninggalkan ku dalam keadaan marah, aku meragukan kesetiaan nya sampai mengatakan perpisahan" ucap Kia yang semakin menagis. Kia langsung bangkit berdiri tapi langsung jatuh pingsan tubuhnya langsung ditangkap oleh Roy.


....


Haikal keluar rumah sakit mengingat Bee dan coba menghubungi nya tapi tidak aktif.


Haikal langsung menghubungi Rian, dan langsung dijawab..


" mana Bee?" tanya Haikal.


" bersamaku," jawab Rian.


" Aku ingin bicara dengan nya" ucap Haikal.


" tidak bisa, Bee tidak merespon siapapun, kami sedang menuju rumah sakit, sebentar lagi tiba, tunggu didepan" ucap Roy mematikan panggilan.


Haikal binggung apa maksud ucapan Rian..


tidak begitu lama Haikal menunggu mobil Rian tiba, pintu dibuka Haikal langsung menyambut tangan Bee tapi tidak ada respon tatapan mata Bee kosong.


Haikal langsung mengendong Bunga, dilihatnya wajah Bunga yang pucat, tubuhnya dingin hanya ada airmata yang mengalir.


" Bunga kamu kenapa, marahlah padaku, pukul aku luapkan semua emosimu, jangan menagis, maafkan aku Bun. ucap Haikal mengendong Bunga sambil memeluk nya membawa Bunga ke dalam ruangan perawatan khusus.


....


terimakasih yang sudah baca yaaa...


novel ini akan berakhir di akhir tahun..


dan season 2 nya di awal tahun menceritakan kisah anak mereka...


MALAM INI ANTARA SENENG DAN STRES.


SOAL NYA BARU JADI NENEK CUCU 5


21DESEMBER2020


__ADS_1


__ADS_2