
Haikal menerima notifikasi keamanan rumah, dengan tenang Haikal keluar kantor nya menuju kediaman Chrispeter.
Ditempat lain, Akbar baru keluar dari ruangan nya menuju parkiran, juga menerima notifikasi keamanan kediaman Chrispeter.
Dengan cepat Akbar masuk mobil, dan mengemudi menuju Mansion.
Roy sudah sampai dikediaman Chrispeter, langsung masuk dengan berlari, dia disambut Kiara.
" mana nenek Kia" tanya nya.
" Dikamar kak, ada dua wanita gila" jawabnya.
Tidak berapa lama, Akbar pun datang cepat lari kedalam juga disambut Kia, terdengar suara keributan didalam kamar nenek Petra, Kia dan Akbar langsung masuk ke kamar, dan mereka menyaksikan Roy sedang mencekik leher Ara.
" Roy, lepaskan" Akbar menahan tangan Roy yang sangat kuat, dileher Ara. saat sadar Roy melepaskan cekikan nya.
Ara hanya menunduk memegang lehernya, sambil senyum menyeringai.
Bee mendekati Ara dan membisikkan sesuatu, tanpa aba-aba Ara keluar dari ruangan tersebut.
Semua yang di kamar memandang kearah Nenek Petra yang masih menangis.
Akbar mendekati nya sambil berlutut, mengelus-elus punggung tangan nya. Akbar memberikan ketenangan agar nenek bisa mengatur nafasnya.
sedangkan Roy masih terpaku menatap kedua tangannya.
Setelah semuanya tenang, nenek pun sudah tidak menagis, sekarang Kia pun sudah ada disamping nenek Petra.
" Apa aku boleh melanjutkan?" tanya Bee.
mata Roy langsung menatap sinis ke arah Bee.
Akbar pun melihat dengan penuh tanda tanya?.
" kau, wanita yang disana, kau tidak ada sangkut pautnya, silahkan keluar." mata Ara tertuju pada Kiara.
Kia memandang Bee dengan tatapan serius, dia penasaran siapa perempuan ini, apa dia wanita yang pernah diceritakan Haikal, jika iya..
Tiba-tiba pintu langsung terbuka, Haikal masuk kedalam dengan wajah tegas, Kia langsung menampakkan wajar berbinar, dia langsung melangkah mendekati Haikal dan memeluk nya.
Haikal terkejut dengan sifat Kia, begitupun dengan Bee mata nya langsung menatap Kia dengan tatapan penuh amarah, Haikal langsung melepaskan pelukan Kia, dan melihat kearah Bee. dan dengan seketika wajah Bee berubah menunjukkan senyum manisnya
Haikal melangkah mendekat nenek Petra, Sedangkan Bee dan Kia beradu pandang, Kia ingin tertawa karena berhasil membuat Bee menahan emosi. sedangkan Bee tersenyum licik.
" Awas kau rubah" batin Bee.
....
Ara melangkah keluar kamar dengan menggenggam tangannya dengan kuat, langkah nya pun penuh emosi, Rian sudah memperhatikan mereka semua dari awal, dia sengaja tidak mengangkat panggilan Roy, dan tidak masuk ke kamar Nenek.
__ADS_1
Rian melangkah menuruni tangga mengejar Ara yang sudah diluar
" Dara" panggil Rian.
Dara menoleh, saat melihat Rian yang mendekat dia menundukkan kepala nya memberi hormat.
" Ikut aku, ke taman belakangan" ucap Rian.
Kini Rian dan Dara sudah ditanam milik Chrispeter.
" saat kau pergi, aku berharap kau menjadi wanita biasa, menikah memiliki anak dan hidup bahagia, tapi ternyata kau memilih terjun ke jurang yang lebih dalam" ucap Rian dengan tatapan ke depan.
" maafkan aku kak, tapi aku tidak menyesal dengan keputusan ku," jawab Dara.
" aku tau kakak mendengar semuanya, yang terjadi di dalam.
aku sangat menghormati mu, karena kau pernah menyelamatkan aku, memberikan aku pekerjaan dan membuat aku memiliki keluarga.
tapi rasa kecewaku terhadap kejadian kepergian Oma masih menyayat hatiku." jelas Dara dengan meneteskan air mata.
" jika Bee tidak datang saat itu aku pasti sudah merenggang nyawa ditangan Rios, dan Bee langsung memeluk menepis peluru yang diarahkan kepadaku, Dia tidak memperlihatkan kesakitan, dia tersenyum dan memeluk diriku.
Dara menangis sejadi-jadinya mengingat kejadian 3tahun yang lalu. Rian hanya diam menunggu Dara meluapkan emosi nya. Setelah Dara diam Rian menghadap nya dan tersenyum.
" Kau sudah meluapkan emosimu yang kau tahan selama 3tahun, kau tidak marah pada nenek kau hanya kecewa karena beliau ibu dari paman, Dara kamu tau betul nenek sudah berubah" jelas Rian.
" Aku tau, Bee juga mengatakan itu!" Dara bicara dengan memegang lehernya.
" Dia hampir membunuhku " bentak Dara.
hahahaha hahahaha hahahaha... Rian tertawa, dia pun tidak menyangka Roy bisa melakukan itu, padahal Roy sangat mencintai Dara, selama 5tahun dia mencari Dara, setelah bertemu dia hampir membunuhnya.
Sebentar lagi hanya akan ada penyesalan.
" kau marah padanya," tanya Rian serius.
" Tidak," jawab Ara.
" benarkah, kau punya tujuan lain kan" ucap Rian.
" biarkan dia membenci ku, itu lebih baik untuk kami" balas Dara.
" baiklah, apapun itu aku harap kalian berdua akan menemukan kebahagiaan kalian" ucap Rian dengan menghembuskan nafas panjang.
....
Didalam Haikal dan yang lainnnya keluar dari kamar, agar nenek Petra bisa beristirahat.
" Siapa namamu" tanya nenek Petra melihat Bee.
__ADS_1
" maafkan aku yang terlambat memperkenalkan diri" jawab Bee.
nenek Petra memandang Haikal,Roy, Akbar dan Kia meminta mereka keluar.
Bee duduk didepan nenek Petra, sambil tersenyum dan mata yang menatap tajam.
" Namaku Bee," ucap Bunga.
" Terimakasih karena pernah menjaga Catline," balas nenek Petra.
" saat Catline melahirkan ayah Haikal, dan aku melahirkan Rios, kakek Haikal mulai menyayangi istri pertama Catline, aku mulai Iri, nenek takut akan disingkirkan, padahal Catline orang yang baik" ucap nenek Petra dengan tersenyum mengingat kebaikan Oma Catline.
" ya, Oma sangat baik dan sangat cerdas! Sakin baik nya Oma dia membuat aku dan Ara menjadi wanita Milioner." jawab Bee dengan tersenyum.
" jadi kau menjalankan perusahaan Catline, berarti kau sangat hebat" puji nenek Petra.
" suatu hari aku akan mengembalikan pada penerusnya." balas Bee.
" maksud mu Haikal." tanya nenek Petra.
" emhh.. tapi aku pikir Haikal sudah kaya raya, seharusnya aku tidak perlu mengembalikan nya" ucap Bee dengan wajah berpikir.
nenek Petra langsung tertawa mendengar ucapan Bee, Gadis cantik didepannya ini, yang awalnya menakutkan menjadi terlihat mengemaskan, apa lagi dengan ekspresi nya.
" maafkan sifat Dara tadi nenek, dia belum melupakan kepergian Oma didepan matanya." pinta Bee.
" dia pantas melakukan itu, karena aku pantas mendapatkan nya," balas nenek.
Bee berdiri dan meminta izin untuk keluar, dan meminta nenek Petra melupakan kejadian masa lalu, dan fokus pada masa depan, saat Bee membuka pintu, nenek Petra melempar kan pertanyaan terakhir, dan dengan senang hati Bee mendengarkan nya.
" Ada hubungan apa kau Dengan Haikal." tanya nenek.
" sesuatu" jawab Bee tersenyum licik.
....
Saat diluar Bee dibuat kaget karena seseorang berdiri dibelakang nya, siapa lagi kalau bukan Haikal yang masih setia menunggu di depan pintu.
Haikal langsung memegang tangan Bee, dan membawanya ke lantai atas , tanpa bertanya Bee mengikuti tarikan tangan Haikal. Dan mereka memasuki sebuah kamar.
....
APA YANG MEREKA LAKUKAN 🤣🤣
LANJUT UP MALAM.
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA..
boleh minta like coment dan vote nya..
__ADS_1
dan mampir juga ke karyaku
SUAMIKU MASIH ABG...( DISINI CERITA NYA LUCU).