
Akbar tiba disebuah rumah sakit yang sangat besar di wilayah tersebut, saat keluar dari mobil dia melihat Kiara berbicara dengan seorang dokter bercanda dan tertawa.
Dia masuk ke dalam ruang rapat, disana juga terdapat beberapa dokter yang sedang mengobrol, saat melihat Akbar mereka langsung berdiri menyapa dan tersenyum.
" Bar, Lo tau gak Kia akan bertunangan" ucap salah satu dokter.
" ya" jawab Akbar singkat.
" calon tunangannya juga seorang dokter yang mulai hari ini akan bergabung dengan kita, dia seorang dokter dari Inggris kemampuannya tidak diragukan, ya walaupun gue yakin masih hebat Lo dan gantengan Lo." ucapnya.
" Kenapa memuji gue, puji diri Lo sendiri" jawab Akbar yang pindah duduk ke urutan kursi depan.
Beberapa dokter mulai masuk, rapat dimulai diakhir rapat seorang dokter berwajah bule Inggris berdiri diatas podium mengenalkan diri.
Dia pria yang berbicara dengan Kia, lebih tepatnya calon tunangan Kia.
Selesai Rapat semua dokter kembali ke ruangan Masing-masing, saat melewati sebuah korosi Akbar berpapasan dengan Kia tapi Kia hanya tersenyum dan melewati nya begitupun Akbar yang melangkah tanpa menoleh bahkan tidak tersenyum.
Kia memberhentikan langkahnya, dia membalik badan berharap Akbar berbalik dan melihatnya tapi semua sia-sia Akbar tetap berjalan lurus hati Kia semakin sakit, mungkin keputusan Kia sudah benar.
Akbar masuk keruangan nya dengan membanting pintu.
" Kenapa harus dia Kia, kau tidak tau dia pria bajingan, jika kamu mendapatkan laki-laki baik mungkin aku menyetujui nya tapi kenapa harus James, aku mengenal nya dan ke brengseknya." teriak Akbar dengan memukul meja.
....
Didalam sebuah rumah Roy dan Ara saling pandang sangat terlihat kemarahan Roy di sorot matanya.
" aku akan menunjukkan padamu, bagaimana bajingan nya aku" ucap Roy yang langsung menarik tangan Kia memasuki sebuah kamar dan melempar tubuh Ara di ranjang.
Ara sangat terkejut cengkraman tangan Roy sangat menyakitinya, Roy melangkah mendekati sebuah lemari dan membuka laci nya diambilnya sebuah jarum suntik, dan menyuntikkan sesuatu ditubuhnya, dan mengambil satu suntikan lagi dan memegang nya lalu melihat kearah Ara.
Roy langsung bergerak menahan tubuh Ara dan menyuntikan sesuatu dengan cepat tubuh Ara tidak bergerak, hanya mata dan mulutnya yang bisa berbicara.
" apa yang kamu lakukan padaku Roy, kamu tidak mungkin menyakiti aku kan" tanya Ara.
Roy turun dari tubuh Ara, membuka laci tadi mengambil suntikan terakhir lama dia memandang suntikan tersebut lalu tersenyum jahat.
__ADS_1
Perlahan Roy mendekati Ara, membuka baju Ara dan menyuntikan suntikan diperut Ara.
" apa itu Roy, jangan gila kamu" teriak Ara.
Roy mendekati wajah Ara dengan dia berada diatas tubuh Ara, Roy tersenyum menyeringai tidak ada lagi tatapan sayang yang ada hanyalah sebuah amarah yang terlihat.
" Suntikan pertama agar kamu kuat mengimbangi ku, dan suntikan kedua penyubur rahim" ucap Roy.
" jangan lakukan ini Roy, kumohon jangan, aku tidak ingin kita terluka" ucap Ara.
Roy sudah membuka semua bajunya, lanjut membuka baju Ara, semua ucapan Teriakan Ara tidak ada yang dia gubris, kini Roy sudah menciumi leher Ara, meremas dada tidak ada kelembutan sama sekali
suntikan perangsang yang Roy suntikan ke tubuh mereka, membuat Roy tidak terkendali, dia menyentuh semua tubuh Ara tanpa terlewati, Ara juga tidak bisa menahan nikmat yang dia rasakan walaupun hatinya sangat terluka dengan tindakan Roy.
" Roy tolong berhenti, maafkan aku. aku takut Roy, ibu dan ayahnya tewas mengenaskan ditangan kakaknya sendiri, mereka saling membunuh, sampai detik ini mereka masih mencari ku untuk membunuh ku, aku tidak mau kamu terlibat, apa lagi sampai anak kita yang terlibat, sungguh aku tidak mau itu terjadi, aku tidak ingin melihat keluarga ku ada yang tewas mengenaskan lagi. maafkan aku Roy, tolong hentikan kasihanilah aku. aku sangat mencintaimu tapi aku rasa takut ku kehilangan kami lebih besar." teriak Kia ditengah nafsu yang mengendalikan mereka.
" terlambat Ara, aku tidak membutuhkan nya lagi, cinta kita berakhir disini, jika pun kamu hamil, pilihan ada padamu, membuat menjadi keluarga mu atau membunuh nya agar tidak memiliki keluarga" ucap Roy yang masih mengulum dada Ara,
tangan Roy sudah masuk ke bagian bawah, Ara menagis histeris, sakit dengan ucapan Roy, sama sakitnya dengan gerakan Roy yang kasar.
Roy menyobek milik Ara dengan kasar, membuat Ara teriak histeris menahan sakit teramat.
Ara sudah kelelahan menagis teriak menahan sakit, serta melawan nafsu Roy yang belum juga berniat berhenti, sekarang Ara diam, tidak ada guna dia Teriak semuanya sudah hilang, terserah Roy kelanjutannya.
Ara menutup matanya dengan air mata mengalir di ujung pelipis nya. Saat terbangun bukan Roy yang dia lihat tapi Kia yang menagis tersedu-sedu.
" Ara kamu sudah bangun, dimana bajingan Roy" tanya Kia.
Melihat Kia Ara menagis lagi, tubuhnya sudah bisa bergerak tapi sakit bagian bawah, tubuhnya sakit semua, dia memeluk Kia menagis histeris Sampai Bee membuka pintu dan membantingnya dengan kuat.
Melihat keadaan Ara emosi Bee meluap, Ara sudah menggunakan bajunya tapi masih berbaring ditempat tidur.
haaikkall teriak Bee menggema dan penuh amarah..
Haikal yang diluar mendengar teriakkan Bee, jantungnya berdetak kencang dengan jidat yang berkerut berjalan melangkah mendekati Bee.
" Roy, sialan... gak adik gak kakak, sama-sama bikin masalah yang melibatkan aku, kemarin Riani kali ini Ara" gumam Haikal kesal.
__ADS_1
saat Haikal masuk dia juga terkejut melihat kondisi kamar dan Ara.
" dimana Roy sembunyi" tanya Bee.
" aku tidak tau, tentang rumah ini juga baru tau hari ini" jawab Haikal.
" jangan bohong Haikal" tatap Bee tajam.
" sumpah Bun, jika aku tau, aku sendiri yang akan memukulnya dan membawanya padamu." jawab Haikal.
" Kia mengapa kamu bisa ada disini" tanya Haikal.
" karena pesan ini" ucap Kia memberikan handphone pada Haikal.
Pergilah kerumah ini, jika ingin menyelamatkan Ara, aku menyakiti nya, itupun jika mau, jika tidak biarkan dia mati disana. kata-kata pesan yang dikirim Roy berserta lokasi.
" Roy gila" ucap Bee.
" apa yang membuat dia marah besar Ara, Roy hanya akan menggila seperti ini jika hatinya sangat terluka" ucap Haikal.
" aku salah, karena minta mengakhiri hubungan dan tidak ingin menikah dengannya" jawab Ara
" kau akhirnya berpisah dengannya, dengan menghukum mu seperti ini" jawab Haikal.
Bee langsung memukuli Haikal, membuat Haikal binggung.
" kenapa menyalahkan aku Bun" tanya Haikal.
" kenapa Ara yang harus dihukum" teriak Bee.
" itu cara kerjanya Bun, dipastikan Roy dan Ara tidak ada hubungan apapun lagi, cinta mereka berakhir disini, karena Roy sudah menghukum Ara atas kehilangan nya.
Bunga memukul Haikal lagi tapi lebih kuat membuat Haikal meringis menahan sakit.
" kenapa aku yang disalahkan" ucap Haikal berlari keluar..
....
__ADS_1
terimakasih yang sudah baca yaaa..
jangan lupa like coment dan vote...