
Awwwwww Teriak Dara membuat semua orang melihat kearah nya.
Roy langsung lari mendekat, mengelus perut Kia yang sudah besar.
"Sepertinya aku mau lahiran," teriak Ara.
"Bukannya jadwalnya Minggu depan, besok kita ada acara foto maternity" kata Roy.
"Apa itu penting, anakmu mau lahir," ucap Ara memukuli Roy.
" Apa yang Kalian berdua ributkan, bukannya langsung kerumah sakit" ucap Bee.
" Kia, bantuin Ara," teriak Roy.
Kia masih duduk santai memakan apel, Roy sudah menatapnya tajam.
"Santai Roy, jangan marah." ucap Kia tersenyum.
" Ian, kosongkan semua jalanan saat mobil kita lewat, aku yang akan membawa mobil, Roy gendong istrimu." ucap Haikal.
"Kia minta Dokter kandungan bersiap," ucap Akbar.
"Siap!"
Dara sudah ada diruang persalinan bersama Roy, Ara sudah bermandikan keringat sakit yang teramat sakit dia rasakan, dicengkeramnya tangan Roy dengan kencang dan meremas seprai sekuat tenaga.
Suara tangisan bayi terdengar, sakit yang Ara rasakan langsung berubah kebahagiaan, airmata Roy jatuh mendengar suara bayinya dan mencium tangan Ara.
"Putra," ucap Dokter.
"bersiaplah,kita ulangi seperti tadi masih ada satu bayi yang harus dikeluarkan" kata dokter membuat Ara melotot.
"Apa?" teriak Ara kaget.
....
Diluar semua diam menunggu dengan keadaan tegang, suara bayi sudah terdengar tapi Roy belum juga keluar.
krekk... pintu terbuka.
Roy keluar kamar bersalin dalam keadaan acak-acakan, rambutnya sudah kacau bajunya sobek, Riani dan Bunga saling pandang langsung tertawa melihat kondisi Roy.
Haikal dan Rian juga memalingkan wajah menahan tawa, masuk rapi keluar seperti gembel.
"Bagaimana kabar menantu dan cucu ayah Roy," tanya ayah Jose.
"Ibu dan baby sehat," ucap Roy tersenyum.
"Anak mereka cowok dan cewek," ucap Riani.
"Benar Roy, Putra dan Putri" tanya ayah Jose.
"Benar yah," ucap Roy langsung menangis memeluk ayahnya.
"Aku sudah menjadi ayah sekarang, aku sangat bahagia ayah," ucap Roy.
"Iya nak, Selamat ya putraku" ucap ayah Jose juga meneteskan air mata.
Nenek Petra dengan cepat berjalan menuju kearah Roy yang sedang menagis.
"Mana cucu dan cicit Nenek Roy, Menyingkirlah Nenek mau masuk"
"Nenek, sudah tidak sayang Roy lagi," Teriak Roy kesal.
__ADS_1
....
Semua keluarga sedang bahagia melihat sepasang bayi mungil yang sangat lucu, Roy juga ingin mengendong anaknya tapi tidak ada kesempatan karena banyaknya peminat.
"Cowok Kim Tan, Cewek Kim Nana," ucap Bee bersemangat memberikan nama untuk anak Roy.
"Tidak, Siapa mereka?" ucap Roy
"Kim Tan ada di film the Heirs, Kim Nana ada di city Hunter, mereka tampan dan cantik" ucap Bee.
"Gunakan saja Bee untuk anakmu," kesal Roy.
"Bagaimana bisa? anakku tidak mungkin kembar," ucap Bee menatap Roy kesal.
"Sayang, sudahlah kita beri waktu untuk Roy menemui anaknya ya, kamu sekarang harus istirahat" ucap Haikal membawa Bee keluar.
Roy tersenyum melihat Bee yang dibawa keluar, masih ada Riani yang sibuk bermain dengan bayinya.
"Riani! mendingan kamu pulang cepat buat anak sama Rian daripada disini" ucap Roy.
Riani menatap Roy dengan mata berkaca-kaca, langsung melangkah keluar menagis mencari Rian, seakan-akan dia sedang diusir.
"Kenapa menagis," ucap Rian yang memeluk Riani.
"Roy jahat,"
"udah,nanti kita buat sendiri yang seperti anak kak Roy ya, tapi jangan nangis lagi, nanti cantiknya hilang"
"Bener ya,aku mau tiga langsung"
"Banyak nya, memang mampu ngeluarin nya"
"Kamu gak mau anak tiga"
"Iya,mau sayang"
....
" Wow... cantik sekali" ucap Kia.
"Asli anak Haikal, 90% mirip Haikal, Lo gak dapet jatah Bee"
" tau ah, kesel gue capek mengandung 9bulan, sekali lahir mirip ayahnya."
"Sabar Bee!" tawa Kia terdengar.
Haikal datang masuk kedalam kamar Bee langsung mencium keningnya dan melihat si kecil sedang menyusu.
"Dia mirip kamu!"
"Tapi matanya mirip kamu"
"Iya juga ya"
"Dia mirip kita, karena buah cinta kita"
"Iya Ayy, dia cinta kita"
"Aku mencintaimu Bunga, Kamu segalanya bagiku"
"Aku juga Ayy, kamu dan anak kita prioritas utamaku".
"Bianka Chrispeter, putri dari Haikal Chrispeter dan Adelia Bunga Kanaya."
__ADS_1
....
Bunga, Haikal dan baby Bianka sudah kembali kerumah dengan disambut oleh keluarga dan juga anggota baru Chrispeter si kembar Riki Chrispeter dan Reva Chrispeter.
Kehadiran tiga bayi mungil membuat rumah sangat ramai, membuat Nenek Petra sangat bahagia dengan kehadiran tiga bayi lucu di dalam keluarga Chrispeter.
Reva yang sangat manja, Riki yang yang menggemaskan juga Bianka si cantik yang dingin cuek dan Sombong bahkan hampir tidak pernah mendengar dia menangis.
"Pagi Bee," sapa Ara.
"Hai, bagaimana rasanya jadi ibu"
"Menyenangkan" Jawab Ara.
"Tidak pernah terbayangkan, menikah dan menjadi ibu,"
"Kau benar Bee, bahkan aku tidak punya bayangan untuk masa depan, tapi sekarang aku memiliki keluarga penyemangat hidupku"
"Aku juga bahagia karena kita masih bersama, dan sama-sama menjadi ibu."
"Anak kita akan bersahabat seperti kita kan Bee"
"Entahlah, saat kita hamil bukannya selalu bertengkar, putrimu sepertinya akan cerewet sekali"
"Putrimu cerminan Haikal dan dirimu menjadi satu, seperti balok es dingin sekali"
"Kau benar Ra, putriku sangat dingin"
"Dia memang dingin tapi sangat istimewa," suara Riani teriak menimpali pembicaraan Bee dan Ara.
"Ani! Bagaimana denganmu? sudah punya rencana" tatap Bee serius.
"Sudah, tapi masih proses"
tiba lama terdengar suara Kia berteriak memanggil mereka semua..
"Ternyata kalian disini?"
"Kia! ada kabar baik seperti nya" Tanya Bee
" Kiara hamil" pandang Ara.
"Bukan, sudahlah jangan terlalu berharap, jika sudah waktunya pasti disini akan ada dedek"
"Amin" jawab mereka berempat tertawa.
Suara tangisan bayi menggelegar,Ara langsung berlari dia langsung tahu tangisan Reva yang sangat besar.
"Gendong Mami sayang, Kenapa anak Mami nangis?"
Reva menunjukkan wajah sedihnya dengan matanya berkaca-kaca dan memanyunkan bibir kecilnya.
Ara membawa Reva ke taman belakang tempat para wanita berkumpul, Melihat empat wanita cantik Reva langsung tersenyum bahagia minta digendong bergiliran.
"Manja sekali kamu nak," gendong Kia memutarkan tubuh mungil Reva.
baby sister Bianka juga datang memberikan Bi ke Bunda nya.
"Reva yang ceria dan Bi yang dingin" tawa Kia terdengar melihat dua bayi yang berbeda jauh.
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..
DETIK-DETIK EPISODE TERAKHIR, JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVELKU SUAMIKU MASIH ABG