Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
PULAU MATI


__ADS_3

Kapal mendekati arah pantai yang terdapat pulau terpencil.


" coba kita kesini bawa pancing" tanya Rama.


" Lo pikir kita lagi liburan" jawab Roy .


" setidaknya tidak mati kelaparan bodoh" ucap Rian dengan pandangan kesal.


" untungnya Lo saudara gue, kalau enggak sudah gue kasih suntikan botak t kepala," Rian membuang muka.


" kalau bukan Lo adik gue, udah gue buat rontok t gigi" jawab ketus Roy.


" cukup Rian, Roy, kalian pikir kita aman sekarang" tanya Akbar.


" Pulau itu sangat berbahaya" ucap Haikal.


Semua mata mengarah ke arah Haikal, dan kini tatapan mereka semua terarah ke pulau tersebut. Bee hanya diam memandangi di bawah air, dia melihat hewan kecil bergerak aneh, banyak ikan kecil yang beragam warna, rumput laut, terumbu karang, air laut yang jernih sampai memperlihat pasir.


" tempat ini masih asri dan belum tersentuh, jika pun ada hanya manusia KANIBAL dan orang hutan," ucap Bee.


" tidak ada orang hutan, hanya manusia KANIBAL yang terlatih" balas Haikal.


" tempat ini sudah dijaga seseorang dan memasukkan manusia yang tidak memiliki hati, tepatnya gila sejak lama" lanjut Ara


" bukankah cari mati kita ke pulau ini" tanya Rian.


" kenapa? kalian seperti detektif, dari pada banyak mungkin, kita akan tau jawabannya saat berada disana" ucap Kia yang sedari tadi pusing mendengarkan perdebatan mereka.


" Dan kau yang jadi umpan nya, karena kau berani masuk ke sana" jawab Roy.


" bolehhh" jawab Kia santai.


" Kiara, diam lah" Teriak Akbar dengan nada tinggi, semua tertuju pada Akbar, tidak biasanya Akbar menggunakan nada tinggi.


....


Kapal bersandar di pantai, semuanya turun maju menuju pulau, seperti pulau mati.


hening... bahkan tidak ada suara burung...


padahal pulau ini memiliki kekayaan alam.


semua berkumpul membagi tugas masing-masing.


Roy, Rian dan Haikal akan masuk kedalam hutan, mencari makanan.


para wanita tetap diam di pantai, bersama dengan Akbar.


1jam 2jam mereka belum kembali, Akbar mulai duduk gelisah, Bee dan Ara Berada di pantai mengamati beberapa ikan, yang kemungkinan bisa dimakan.

__ADS_1


tampak mata mereka berdua saling pandang karena menyaksikan Kia masuk ke air laut, membawa kayu runcing, mencari ikan.


" Kiaaaa.. diam ditempat" teriak Bee.


" gadis bodoh" ucap Ara geleng-geleng.


Kia yang terkejut diam mematung, dia menyadari ada beberapa hewan aneh mendekati nya, berlari tidak mungkin, bergerak apa lagi.


Kiara hanya berdiri menutup matanya..


Akbar yang melihat kejadian itu pun langsung berlari ke arah mereka, dan melihat Kia yang mematung.


banyak hewan penyegat melebihi aliran listrik berada di kakinya.


Akbar langsung lari ke kapal, mencari sesuatu, ketemulah dia dengan sepatu boots.


melepaskan tembakan nya kearah lainnya beberapa kali, hewan tersebut bergerak kearah suara, cepat Akbar masuk ke air dan mengendong Kia ke tepi pantai.


Suara tembakan itu membangun seseorang, Haikal, Roy dan Rian yang menyadari Suara tersebut saling pandang dan cepat berlari ke tepi pantat.


langkah mereka terhenti karena melihat sosok aneh berjalan kearah pantai.


" manusia KANIBAL" Gumam Rian.


anehhhhhh teraasaaa kenal....


....


tubuh hitam, mata merah, rambut panjang, badan kurus tinggi dengan berotot besar dan sangat membenci manusia.


Bee menyadari ada yang memperhatikan, dia berbalik mata nya terarah pada pulau, matanya bertemu dengan orang tersebut, bee tidak terkejut.


dia penasaran dengan manusia didalam pulang ini.


pria tersebut mundur dan kembali lagi ketengah hutan, dia duduk memakan daging mentah dan terus mengingat gadis yang menatapnya tadi.


....


Rian Roy dan Haikal kembali...


" mengapa? bisa menembak " tanya Haikal kepada Akbar..


" kau membangun manusia KANIBAL itu" ucap Rian


" ohhhh jadi dia manusia yang tadi" gumam Bee.


Bee berjalan duduk di pasir, dengan bersender dengan dinding batu. apa sangkut pautnya manusia KANIBAL.


" kenapa Bun" tanya Haikal.

__ADS_1


" ayy, ini seperti sebuah rencana besar" balas Bee.


" kau penasaran dengan manusia itu, kau bertemu dengannya" tanya Haikal.


" dia bukan orang jahat, ada orang yang mengirimkan nya kesini, dan itu bukan Rios." jelas Haikal.


" dari mana kamu tau, masalah Rios belum selesai, sekarang sudah manusia KANIBAL." ucap Bunga.


Haikal menatap Bee dengan aneh, ada sesuatu yang dia sembunyikan.


" katakanlah" ucap Haikal yang sekarang sedang memandangi lautan.


" paman Jose" ucap Bee.


Haikal langsung menghadap Bee dengan aneh, memegang kedua bahunya.


" jangan bilang pemikiran kita sama" tatap Haikal .


" mungkin sama Ayy" balas Bee.


Haikal menyatukan kepala mereka, yang lainnya memandang kearah sepasang manusia yang tida tau situasi, tapi masih asik berpacaran.


" rahasiakan ini sayang" ucap Haikal pelan.


" yaa, aku juga tidak mau membuat yang lainnya kacau" ucap Bee.


....


Di hutan lain...


Rios berdiri memukuli seseorang, sampai pria muda tersebut babak belur..


" ayah, maafkan Austin"


" maaf kamu bilang, kamu sudah dikendalikan oleh Haikal, setengah pengawal tewas di bawah perintah Bee, rencana diriku hancur karena Haikal dan sampai sekarang peta belum menunjukkan keberadaan Jose." Rios memukuli Austin dengan membabi buta.


" permisi tuan, kapal Haikal menepi di sebuah pulau kecil yang dikenal sebagai pulau mati" ucap seorang pengawal.


" kerahkan semua bawahan kita untuk membunuh mereka semua di pulau tersebut, sekalian hancurkan pulau tersebut." perintah Rios.


Rios melangkah keluar, dia pun akan memasuki pulau tersebut, dia ingin membunuh Bee yang telah menembak nya 3tahun yang lalu yang meninggalkan bekas yang tidak pernah hilang dan membuat nya koma selama 2tahun, dan membunuh Ara yang telah membunuh Putri wanitanya, dan cucu-cucu Chrispeter.


" hidupku tidak akan tenang jika mereka masih hidup"


....


selesai...


lanjut besokk lagi....

__ADS_1


jangan lupa like coment dan vote...


biar author tambah semangat.....tq


__ADS_2