
Pesawat Jet milik keluarga Chrispeter tiba di Indonesia, Haikal dan Bunga langsung keluar, mereka disambut oleh para bodyguard yang berada di bawah kekuasaan Haikal.
Mereka melangkah menuju mobil yang sudah disiapkan..
" kapan kamu mempersiapkan semua ini kal," tanya Bunga.
" emhhh.. sebelum kita pergi" jawab Haikal tersenyum, sambil mengelus kepala Bunga.
" aku pikir kita akan seperti orang biasa, ternyata masih dikawal juga" ucap Bunga.
" ini demi keamanan kita sayang, kita tidak tau Dimana keberadaan musuh kita, jadi antisipasi" balas Haikal.
Diperjalanan Bunga tertidur di dada Haikal, Haikal juga memeluk Bunga dan sesekali mengelus pipi Bunga..
Sekitar 1.5jam mereka diperjalanan dan hampir sampai rumah keluarga Bunga, Haikal membangun Bunga.
" sayang.. ayo bangun, sebentar lagi sampai" ucap Haikal sambil membelai wajah Bunga.
Bunga langsung bangun, memeluk tubuh Haikal..
" Ayy kamu deg-degan, tangan kamu juga dingin" ucap Bunga sambil tertawa kecil.
" ya.. wajar saja Bun.." ucap Haikal.
" tenang aja Ayy, disana ada mama.. semakin tua semakin cerewet, maksa aku nikah terus, Kalau papa aku tidak terlalu dekat, disana juga ada kakak aku dan kakak ipar, tapi Santai aja mereka orangnya Humble banget, dan adik-adik cewek aku yang super cerewet.. siapin diri kamu" ucap Bunga tersenyum.
" Kenapa menegangkan sekali, menghadap ratusan orang untuk berperang saja tidak seperti ini" ucap Haikal meremas tangan Bunga.
" hhaaaaa.. udah santai aja" ucap Bunga mengelus Legan Haikal.
Mereka akhirnya tiba dirumah yang cukup besar, Haikal dan Bunga langsung turun dan masuk kedalam disambut beberapa Maid.
Rumah keluarga Bunga memang tidak sebesar rumah keluarga Chrispeter yang jika di banding bisa 5x lipat, tapi untuk di wilayah tersebut keluarga Bunga terpandang dan dibilang keluarga berada.
" mama..." panggil Bunga.
seorang gadis cantik jatuh terlempar dengan rambut berantakan dan keluar lah satu lagi gadis cantik mereka main Cakar-cakaran didepan Bunga dan Haikal.
Bunga langsung maju memelintir satu tangan Ais dan satu tangan Ida, mereka langsung teriak menahan sakit tangan mereka.
" kak, Bunga lepas, tangan Ais bisa patah" ucap Ais adik Bunga.
__ADS_1
" lepasin tangan Ida kak," ucap Ida juga.
Bunga langsung melepaskan mereka berdua, dengan tatapan tajam..
" apa seperti ini penyambutan kalian" tanya Bunga.
mereka tidak memperdulikan Bunga yang mengomel, mata mereka tertuju pada pria tampan yang menjadi penonton.
" lihatlah, langsung kompak jika melihat pria tampan," semua mata berpindah memandang ke arah suara.
" Mama " sapa Bunga langsung Salim dan memeluk mamanya.
" selamat malam Tante," sapa Haikal juga mendekat, mencium tangan mama Bunga.
" hai kak, aku Aisya" ucap adik Bunga langsung memegang tangan Haikal. dan Haikal menyambut salam tangan sambil tersenyum.
" aku Haida kak, selamat datang" ucap Ida.
" iya, terimakasih Ida." ucap Haikal.
Setelah berbincang sebentar, Haikal dan Bunga masuk ke kamar masing-masing untuk menyegarkan diri, karena malamnya mereka akan makan malam bersama keluarga besar Bunga.
" Bunga, calon kamu tampan sekali, pantas kamu selalu menolak lamaran banyak Pria, ternyata lelaki mu sangat sangat sangat tampan..." ucap sepupu Bunga.
Sebenarnya Bunga mulai risih, dia tidak menyukai perkumpulan seperti ini, apa lagi Haikal dia lebih memilih bertarung dengan ratusan orang dari pada harus tersenyum seperti iklan Gigi. tapi demi pernikahan semua harus dilewati..
Kesepakatan sudah didapat, Haikal dan Bunga akan menikah dalam 2minggu, semua dana Haikal yang menanggung, tidak main-main budget yang Haikal usulkan mencapai triliunan untuk kemewahan pernikahan mereka, keluarga besar Haikal akan datang dalam satu Minggu..
semua urusan tempat, gaun, mas kawin, undangan, catering, dan keperluan lainnya diserahkan sepenuhnya kepada wedding organizer, pengantin siap duduk saja.
" gila, cowok nya Bunga kaya banget ya" ucap seorang wanita.
" selain tampan juga tajir" lanjut yang lain.
" beruntung banget Bunga"
....
Kesepakatan selesai.. Haikal memutuskan untuk tinggal di hotel, sebenarnya Haikal memiliki Mansion sendiri di wilayah situ.. hanya basa-basi saja tentang hotel.. karena Mansion tersebut tempat berkumpulnya segerombolan orang yang berkerja dibawah Haikal.
Haikal pergi membawa mobil menuju Mansion, menemui orang yang akan mengawasi acara pernikahan nya, semua pergerakan wedding organizer diawasi secara ketat, Haikal memasukkan puluhan orang kepercayaan untuk ikut berpartisipasi, Haikal tidak ingin ada kesalahan sedikitpun, Haikal melakukan semaksimal mungkin tanpa campur tangan Bunga yang sekarang sedang dikurung tidak diizinkan keluar bahkan bertemu dengan nya sampai pernikahan untuk fitting baju juga Masing-masing.
__ADS_1
Bunga dan Haikal ikut saja dengan pengaturan adat orang tua, yang penting mereka bisa menikah.
Satu Minggu berlalu, 70% persiapan sudah di depan mata sisa 30% lagi sampai hari H.
Rian, Roy, Ara dan Riani sudah tiba di Indonesia, mereka langsung pergi menemui Bunga yang tidak diizinkan keluar, sesampainya di rumah Bunga mereka langsung masuk, Ara sudah sangat dikenal di keluarga Bunga sehingga saat melihat Dara semua orang memberi hormat.
" Bibi, " sapa Dara kepada mama Bunga yang langsung memeluk nya.
" Kenapa baru pulang sekarang, biasanya kalian tidak terpisahkan.." ucap Mama Bunga.
" maaf bibi, Dara harus menyelesaikan pekerjaan yang tertun'da," jawab Dara.
" pikiran kalian hanya bekerja, syukur Bunga akhirnya memutuskan menikah, sekarang giliran kamu juga harus menikah, wanita tidak wajib untuk bekerja" jelas Mama Bunga yang di anggukan Dara.
Dara memperkenalkan keluarga Haikal, untuk nenek dan ayah serta paman Haikal akan menyusul beberapa hari lagi.
Setelah bicara Dara minta izin untuk bertemu Bunga yang ditemani Riani, sedangkan Roy dan Rian pamit undur diri untuk menemui Haikal.
....
Rian dan Roy tiba di Mansion yang langsung disambut puluhan orang.. mereka melangkah masuk, disana sudah ada Haikal yang menunggu mereka.
" hai kal, cie yang bakal nikah" ejek Rian yang langsung duduk di sofa.
" apa semuanya yang disana aman Roy " tanya Haikal.
" lebih baik fokus saja di pernikahan mu yang menghitung hari, sisanya biar aku yang urus" jawab Roy.
" nenek akan menyusul kesini dalam 3hari, aku akan mempersiapkan hotel terbaik untuk menyambut mereka" ucap Roy
Haikal mengaguk kepala tanda setuju...
Dalam hitungan hari kita akan bersama Bunga..
semoga tidak ada halangan dan lancar sampai selesai.
....
Terimakasih yang sudah baca yaaa...
jangan lupa like coment dan vote...
__ADS_1